Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 157. Ayahku


__ADS_3

Bukankah Li Hongli sedari tadi sedang berbicara dengan nya?


Bukankah sedari tadi gadis itu hanya bertanya pada pria paruh baya dan anak kecil itu?


Namun kenapa hanya satu kalimat dari Li Hongli, Yueyin mampu memahami nya dengan sangat cepat dan mudah!


Dia sendiri bahkan kesulitan memahami perkataan Li Hongli saat dia hanya berbicara atau menjawab pertanyaan dengan singkat.


Begitu banyak pertanyaan di dalam benak nya sekarang.


" Dua hari, di hari ketiga" ujar Li Hongli dingin


" Hah!!!"


" Apa?"


Ucap Xin Zhuo dan Xin Jiao secara bersamaan saat tidak mengerti maksud perkataan Li Hongli.


Yueyin, Yelu, Ying Liang, dan Ying Yue tertawa kecil melihat ekspresi bingung yang di tunjukkan oleh Xin Jiao dan Xin Zhuo, Li Yuwen sendiri hanya tersenyum tipis, sedangkan Minghao sudah fokus pada makanan yang ada di hadapan nya.


" Maaf saudara Li, apa kau bisa menjelaskan maksud mu itu" tanya Xin Zhuo hati hati


Li Hongli sendiri tidak berniat menjelaskan maksud perkataan nya, ia tetap diam dan mulai menikmati hidangan yang baru saja di antarkan oleh para pelayan.


" Lebih baik kalian lanjutkan berbincang nya nanti setelah makan, dia paling tidak suka saat makan berbicara" ucap Li Yuwen yang merasa kasihan melihat kedua orang ini tidak di gubris sedikit pun oleh putra nya yang sedang menikmati makanan nya.


" Baiklah" ucap Xin Jiao lesu


Setelah menyelesaikan makan mereka pun kembali berbincang, hanya Li Hongli yang tetap diam dan menjawab bila ada yang bertanya, Yueyin sendiri sedang berbicara dengan Li Yuwen, walau pun kadang hanya diam mendengarkan.


" Ekhm Li Hongli kau kemana saja dua hari ini" tanya Xin Jiao mengambil topik


" Pergi" jawab Li Hongli singkat


" Apa kau pergi dengan nona Yueyin" tanya nya kembali dengan hati-hati


" Hmm"


" Jiejie siapa dia kenapa banyak sekali pertanyaan nya, seperti sedang mengintrogasi seseorang saja?" Ucap Minghao polos

__ADS_1


" Hao'er, kau tidak perlu mempedulikan dia, acuhkan saja dia" jawab Yueyin acuh tak acuh


" Baik Jiejie"


" Nona Yueyin apakah dia adik mu, seperti nya kemarin-kemarin aku tidak melihat dia?" Tanya Xin Jiao yang mulai tertarik akan keberadaan Minghao


" Yap.... Dia adik ku" jawab Yueyin


" aku dan Li Hongli baru saja menjemputnya" lanjut nya dengan asal


" Menjemput? Jadi kau dan Li Hongli pergi selama dua hari ini hanya untuk menjemput adik mu!!!!..... Bukankah! kau membuat Li Hongli repot hanya untuk menemani mu menjemput adik mu, kenapa tidak kau meminta bantuan Yelu atau Ying Liang saja!" Seru Xin Jiao


" Dan Yelu, bukankah kau mengatakan tuan mu sedang bermain! Apa begini yang kalian maksud bermain?" Lanjutnya


" Apa kau merasa keberatan?" Ujar Yueyin pada Li Hongli


" Tidak" jawab Li Hongli


" Dia sendiri tidak keberatan.... Bermain? Kami memang sedang bermain sesuatu yang cukup seru bukan begitu?" Tanya Yueyin diakhir kalimat nya


" Hmmm.... Kami memiliki urusan di tempat lain, tanpa sengaja menemukan bocah keras kepala itu!" Ucap Li Hongli acuh tak acuh tanpa berniat menjelaskan perkataan nya.


" Ya kau benar, dia sangat keras kepala, dia bahkan menyerahkan diri nya sendiri pada monster dalam hutan" ucap Yueyin asal


" Jiejie!"


Minghao cemberut karena di sindir oleh guru dan kakak angkat nya sendiri, namun eksepsi nya sekarang membuat semua nya ingin tertawa.


Yueyin hanya mengangkat bahu nya acuh untuk menanggapi kemarahan Minghao.


" Tapi..."


Li Hongli menatap Xin Jiao dengan tajam saat ia mendengar diri nya akan kembali ikut campur urusan nya.


Xin Zhuo pun menepuk pundak adik nya untuk menghentikan nya berbicara, ia mulai mengerti sifat Li Hongli yang tidak suka ada orang lain yang ikut campur dalam urusan nya.


" Nak maaf Paman menyela pembicaraan kalian, apa pemuda itu adalah kekasih mu?" Tanya Li Yuwen pada Xin Jiao


" Bukan" jawab Xin Jiao dengan lesu

__ADS_1


" Seperti nya kau gadis baik, apa kau tahu dia tidak ingin kau terlalu ikut campur dalam urusan nya, lebih baik kau tidak terlalu bertanya banyak hal yang tidak dia sukai, apa lagi kau bukan siapa siapa dia" seru Li Yuwen tenang, namun menusuk.


" Tapi, aku hanya bertanya saja, gadis itu pun selalu menyela saat aku bertanya pada Li Hongli, kenapa tidak paman nasihati saja dia yang selalu ikut campur urusan ku dan Li Hongli" ujar Xin Jiao keras kepala


" Yang paman lihat dari eksperi pemuda itu, dia tidak menyukai mu yang terlalu mengurusi urusan nya" jawab Li Yuwen santai


" Paman tahu apa tentang ku dan Li Hongli, jika tidak tahu apa apa lebih baik Paman diam" seru Xin Jiao kesal


" Bukankah kau sangat tidak sopan berbicara seperti itu pada orang yang lebih tua dari mu" ujar Yueyin dingin


" Tidak apa Yueyin'er, paman tidak masalah.... Kalau begitu maafkan kelancangan pria tua ini tuan putri" ucap Li Yuwen acuh tak acuh


Li Yuwen sudah dijelaskan oleh Yelu tentang siapa kedua orang ini sehingga dia tahu tentang mereka, namun dia juga tidak terlalu peduli dengan indentitas mereka, apa pun yang membuat putra nya senang dia akan ikut senang begitu pun sebalik nya. Ia sudah pernah membiarkan keluarga Li menindas keluarga nya terutama anak nya karena identitas mereka, sekarang dia tidak akan mempedulikan sesuatu dari identitas mereka saja, tapi dia akan mengutamakan kepentingan keluarga kecil nya.


Li Yuwen juga tahu Xin Jiao sebenarnya gadis yang baik hanya saja keluarga nya terlalu memanjakan nya sehingga dia menjadi gadis yang keras kepala, dan melihat watak nya sekarang, ia percaya gadis itu tidak akan cocok dengan sifat Li Hongli.


" Sopan? Kurasa kalian semua yang selalu bersikap kurang sopan pada seorang putri, kalian selalu menghalangi ku bertemu dengan Li Hongli, sekarang ada satu orang lagi yang ikut campur urusan ku dan Li Hongli" ujar Xin Jiao kesal


" Meimei!" Seru Xin Zhuo


Untung saja tidak banyak orang yang berada di sana, bukan hanya itu saja saat duduk Li Hongli telah membuat formasi ilusi di sekitar tempat itu, sehingga tidak akan ada yang dapat mendengar percakapan mereka.


" Gege..." Gumam Xin Jiao


" Minta maaf pada mereka, dan pada paman itu... Apa ayah dan ibu mengajarkan mu untuk tidak sopan pada orang yang lebih tua" ujar Xin Zhuo


Li Hongli masih diam saja, namun siapa pun yang mengenalnya tahu diam nya saat ini berbeda dari biasa nya, diam nya sekarang sangat berbahaya. Li Hongli diam karena menahan emosi nya agar tidak meledak, bagaimana ia tidak emosi mendengar Xin Jiao yang memarahi ayah nya, namun Li Yuwen memberikan isyarat pada nya untuk tetap tenang itu yang membuat nya tidak dapat melakukan apa pun.


Yueyin memenggang tangan Li Hongli yang berada di bawah meja, dia tahu pemuda itu sekarang sedang marah. Li Hongli yang merasa tangan nya yang sudah terkepal kuat ada yang memegang nya pun menoleh pada orang itu, ia melihat Yueyin yang juga menatap nya dari tatapan itu dia merasakan Yueyin sedang berusaha menenangkan nya dan mengatakan 'tenanglah', perlahan genggam erat itu mulai melonggar, Li Hongli pun mulai tenang kembali.


Menurut nya Yueyin seperti obat yang paling mujarab untuk menenangkan emosi nya, entah kenapa setiap Yueyin menenangkan dia yang sedang emosi, dalam beberapa saat saja kemarahan nya langsung sirna dan hilang.


" Lebih baik kau segera meminta maaf pada ayah ku tuan putri yang terhormat!" Ucapan Li Hongli lebih dingin dari biasa nya, ia pun menekankan kata 'ayahku'


Jdeerr


" Ayah?"


Bagai tersambar petir di siang bolong, Xin Jiao baru mengetahui bahwa pria paruh baya itu adalah ayah Li Hongli, jika ia tahu ia tidak mungkin berperilaku seperti tadi. Ini juga salah nya karena terlalu fokus pada kepergian Li Hongli sehingga tidak memperhatikan hal lain nya.

__ADS_1


__ADS_2