
Xin Jiao menyalurkan energi Qi nya ke kipas yang ia gunakan, ia menyalurkan banyak sekali energi Qi ke dalam kipas nya, Xin Jiao menggerakkan tangan nya ke atas.
Wsuhss......
Beberapa kali Xin Jiao mengibaskan kipas nya ke arah awan itu, tujuan nya untuk mengusir awan tentu nya, tapi belum juga berhasil. Untuk nya dalam percobaan kelima nya awan itu menghilang dan berhasil ia singkirkan.
Ia menatap Yueyin dengan rumit dan tidak percaya, gadis itu berhasil membuat nya tidak percaya, apa lagi dengan keadaan nya yang sekarang ada beberapa luka di beberapa bagian tubuh nya, sedangkan Yueyin tidak ada luka sedikit pun, membuat nya sedikit takut dan frustasi.
Yueyin sendiri hanya acuh tak acuh melihat hujan es nya telah berhenti, lagi pula ia tidak serius menggunakan jurus nya, jika ia serius mungkin sekarang Xin Jiao tidak akan masih baik baik saja.
Jurus hujan es tidak sesederhana yang terlihat, karena jika Yueyin telah mengeluarkan potensi sesungguh nya dari jurus ini setiap duri es yang menyentuh tanah atau makhluk hidup, mereka akan langsung membeku dan tidak akan bisa di cairkan kecuali oleh nya sendiri.
Sejak awal ia menerima tantangan ini, tidak benar benar menerima nya, bukankah ia di undang untuk datang, kalau begitu datang dan bermain.
Tadi nya Yueyin tidak akan menerima tantangan dari Xin Jiao, tapi menurut nya tidak ada salah nya menerima tantangan dari saingan nya sendiri.
Saingan? Ya, tentu saja ia sekarang sudah merasa sangat yakin bahwa ia juga menyukai Li Hongli, dan ia pun tidak ingin terus mengelak dari perasaan nya. Jadi biarkan saja tumbuh dan mengalir seperti air.
Meski demikian ia tidak akan mengeluarkan seluruh kemampuan nya hanya untuk pertandingan ini, apa lagi bisa di katakan ia adalah seorang jenius di antara para jenius, tidak! Lebih tepat nya ia adalah monster kedua setelah Li Hongli, jika orang orang mengetahui tentang semua kemampuan yang di miliki nya, bisa di pastikan akan banyak orang yang akan mengincar nya untuk di jadikan alat untuk mereka, dan dia tidak mau sampai hal itu terjadi.
__ADS_1
Xin Jiao menghilang dari tempat nya dan berada tepat di belakang Yueyin, sebenarnya ia menggunakan ilmu meringankan tubuh nya berpindah ke dekat Yueyin.
Meski Yueyin tahu Xin Jiao berada tepat di belakang nya, tapi ia masih tetap tenang dan acuh tak acuh. Xin Jiao dengan cepat menyerang ke arah bahu Yueyin menggunakan bilah tajam yang ada di bagian kipas nya.
Slash
Darah keluar dari bahu Yueyin yang terkena serangan Xin Jiao, tetapi gadis itu bahkan di meringis atau mengeluh rasa sakit sama sekali, ia sama sekali tidak berpindah tempat seinci pun, walau pun ia sebenarnya bisa saja dengan mudah menghindari serangan tadi, tapi Yueyin seperti nya malah membiarkan Xin Jiao melukai nya.
Sorakan dari para penonton dapat terdengar, banyak orang yang merasa yakin Yueyin sebenarnya tidak mengetahui serangan kejutan dari Xin Jiao sehingga gadis itu tidak sempat menghindar tapi berbeda dengan Li Hongli, Yelu, Ying Liang, dan Ying Yue yang sangat tahu sekali, jika Yueyin mau ia bisa saja menghindari serangan tadi, tapi tidak ia lakukan, mereka berempat yakin ada hantu di kepala gadis itu sekarang.
Sama hal nya dengan Xin Jiao yang merasa ada yang aneh, awal nya ia merasa senang karena Yueyin tidak bisa menghindari serangan nya, tapi setelah di perhatikan lebih teliti ada yang aneh, Yueyin seperti sengaja membiarkan dia melukai nya. Ada beberapa orang yang juga merasakan hal yang sama seperti yang Xin Jiao rasakan.
Bagaimana mungkin? Saat menatap mata nya, ia seperti melihat samudra tanpa ujung, ini!! terlalu mengerikan, pikir nya
" Apa kau sudah puas bermain" ucap Yueyin lirih sehingga hanya dapat di dengar oleh Xin Jiao seorang
Xin Jiao membulatkan mata nya tidak percaya mendengar ucapan Yueyin. Bermain? Apa maksud nya? sedari awal pertandingan ia sudah mengerahkan seluruh kemampuan nya tapi apa yang gadis itu katakan, hanya BERMAIN....
Karena kesal Xin Jiao kembali menyerang Yueyin dengan brutal, ia sangat kesal dengan ucapan gadis itu, tapi tidak seperti tadi Yueyin sekarang menangkis dan juga membalas serangan Xin Jiao.
__ADS_1
Mereka pun beradu beberapa teknik dan jurus yang mereka miliki masing-masing, Xin Jiao menggunakan kipas nya, sedangkan Yueyin menggunakan pedang es nya.
Gerakkan yang di peragakan oleh Xin Jiao dan Yueyin sampai membius para penonton, bahkan para juri pun sampai di buat kagum dan terpana oleh pertarungan mereka berdua.
Gerakkan mereka halus dan lembut, mereka seperti sedang menari di banding bertarung, kadang Yueyin berada di posisi bertahan, kadang juga Xin Jiao yang berada di posisi itu, di mata semua orang kekuatan mereka bisa di katakan seimbang, tanpa mereka ketahui hal itu memang di sengaja oleh Yueyin agar tidak mencolok dan menarik perhatian banyak orang.
Ia bisa saja berpura-pura lebih lemah di bandingkan Xin Jiao, tapi ia tidak ingin terlihat lemah di hadapan saingan cinta nya, sehingga pilihan nya cuma satu, ia harus berpura-pura bahwa kekuatan mereka seimbang, meski kenyataan nya jauh berbeda.
Pertarungan itu terus berlanjut sampai akhir nya Xin Jiao mengarahkan ujung kipas nya yang tajam pada leher Yueyin, sedangkan Yueyin juga mengarahkan pedang nya yang terbuat dari elemen es pada leher Xin Jiao, sehingga mereka di anggap seri.
" Terima kasih karena nona Yueyin telah bersedia bertukar beberapa jurus dengan ku" ucap Xin Jiao, meski pun hati nya tidak merasakan hal yang sama.
" Tentu...." Hanya kata itu yang keluar dari bibir Yueyin
Yueyin berjalan menuruni tangga dan keluar dari arena dengan santai, hanya saja sekarang berbeda dengan saat dia menaiki arena tersebut, banyak orang yang ada di sana yang menatap nya dengan kagum, iri, dan masih banyak lagi, terutama para pria yang menatap nya dengan pandangan seperti hewan buas yang kapan saja siap menerkam, tapi ia masih tetap sama acuh dan tidak peduli terhadap sekitarnya.
Setelah sampai di tempat duduk nya, Ying Yue langsung menyuruh nya duduk dan beristirahat, meski pun ia tidak membutuhkan nya, bukan hanya itu Ying Yue bahkan mengomeli nya karena membiarkan orang melukai nya, bahkan ia biarkan darah dari luka itu terus mengalir tanpa di obati.
" Nona biarkan aku mengobati luka mu terlebih dahulu" ucap nya untuk yang kesekian kali nya, Karena Yueyin selalu menjawab nya 'tidak perlu' ' itu hanya luka kecil' dan lain nya dengan sangat acuh.
__ADS_1
" Hmm..." Yueyin hanya membiarkan Ying Yue mengobati dan membungkus luka nya, ia bisa sama minum pil penyembuh untuk menghilangkan luka nya hanya saja menurut nya itu hanya akan membuang buang sumberdaya hanya untuk menyembuhkan luka kecil nya.