Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 262. Lian Yueyin


__ADS_3

Di dalam dunia makam waktu


Tempat Li Hongli dan Yueyin berada, kedua ya masih saling berpelukan.


" Pelukan mu sangat erat sekali, sekarang lepaskan aku!"


" Kenapa? Apa kamu tidak suka aku memeluk mu" ucap Yueyin kesal


" Tentu saja aku sangat menyukai nya, hanya saja kau masih belum mengenakan pakaian mu, jika posisi kita terus seperti ini, aku mungkin akan langsung memakan mu, lihatlah adik kecil ku bahkan sudah berdiri sedari tadi dan siap bertempur" goda Li Hongli


Glek


Yueyin menelan saliva nya, pipi nya memerah karena tersipu malu, saat tanpa sengaja melihat sesuatu yang di panggil adik kecil oleh Li Hongli, ia tidak menyangka ternyata ada sesuatu yang sudah berdiri di balik pakaian pria itu, membuat ia merasa canggung dan segera melepaskan pelukan nya.


" A-apa! Kau- kau cepat lah keluar, jangan mengintip aku ingin mengganti baju ku" seru Yueyin segera membalikkan tubuh nya, pipi dan telinga nya sudah semerah tomat.


" Apakah kamu yakin tidak ingin memeluk ku lagi tuan putri Lian" goda Li Hongli


" Apa maksud mu, aku tidak mengerti!"


" Benarkah!" Li Hongli kembali mendekap Yueyin dari belakang.


" Baiklah, aku akan menceritakan semua nya nanti, sekarang kau pergi terlebih dahulu" seru Yueyin sambil melepaskan dekapan Li Hongli.


Li Hongli keluar dengan tersenyum senang karena berhasil menggoda nya, meski begitu ia harus menahan rasa sakit di bagian bawah perut nya saat adik kecil nya sudah menegang dan siap bertempur.


" Sabar, sabar... Kau akan menemukan sarang mu nanti, untuk sekarang lebih baik aku bermeditasi untuk menenangkan diri ku sendiri" gumam Li Hongli.


Sedari tiga hari lalu ia selalu menahan diri nya sendiri, meski bagaimanapun ia adalah pria normal, melihat seorang gadis tanpa pakaian di hadapan nya, apa lagi gadis itu adalah orang yang di cintai nya sendiri mana mungkin ia tidak akan tergoda.

__ADS_1


Yueyin yang baru saja selesai berganti pakaian ia langsung keluar goa, saat di luar ternyata ia melihat Li Hongli yang sedang duduk bersila.


Saat ia mengingat kembali kejadian itu pipi nya kembali berwarna merah, ia sangat malu mengingat nya. Apa lagi saat mengingat apa yang sedang di alami Li Hongli waktu itu semakin membuat nya malu.


Tanpa ia sadari Li Hongli yang sudah membuka mata nya memperhatikan ekspresi wajah nya sambil tersenyum tipis, ia sangat menyukai ekspresi menggemaskan Yueyin.


" Cantik!"


Mendengar suara seseorang mengejutkan Yueyin, pipi nya semakin memerah saat tahu Li Hongli sedari tadi sedang memperhatikan nya.


" A-apa yang sedang kau lihat?" Tanya Yueyin gugup


" Kekasih ku begitu sangat cantik membuat ku tidak rela membiarkan nya keluar, rasa nya aku ingin mengurung nya saja, agar hanya diri ku yang dapat melihat kecantikan nya ini!" Goda Li Hongli


" Kekasih ku juga sangat tampan hingga aku ingin sekali mengurung nya di sebuah kamar, agar tidak ada gadis lain yang dapat menikmati ketampanan nya selain aku" balas Yueyin dengan sinis.


" Aku akan dengan senang hati di kurung jika itu berdua saja dengan mu" Li Hongli semakin gencar menggoda Yueyin.


" Tidak, aku hanya melakukan nya pada mu saja sayang" mendengar panggilan sayang dari Li Hongli membuat Yueyin semakin tersipu malu.


" Apakah sekarang kamu dapat menceritakan semua nya pada ku Yue'er" ucap Li Hongli, ekspresi nya berubah serius membuat Yueyin menjadi gugup.


" Yue'er, Li Hongli kau memanggil ku.."


" Kenapa apakah tidak boleh? Sekarang kamu adalah kekasih ku, apakah aku tidak boleh memiliki panggilan istimewa untuk mu!"


" Tentu saja boleh, hanya saja aku merasa aneh dan juga aku seperti merasa pernah ada seseorang yang memanggil ku dengan nama itu sebelum nya, namun aku tidak mengingat siapa dia?" Ucap Yueyin ragu.


Li Hongli hanya tersenyum mendengar ucapan nya.

__ADS_1


" Namun aku kecewa, kamu masih saja memanggil nama ku, apakah kamu tidak ingin mengubah panggilan mu itu untuk ku" ucap Li Hongli pura pura merasa kecewa.


Melihat ekspresi kecewa dari kekasih nya membuat Yueyin merasa sangat bersalah, ia hanya belum terbiasa dan ia juga tidak menyangka pria yang di cintai nya ternyata juga mencintai nya, ini seakan mimpi bagi nya.


Jika ini hanya mimpi ia berharap tidak pernah bangun dari mimpi indah ini.


" Maaf, aku hanya merasa belum percaya saja, jika ini mimpi ku saja, aku harap tidak pernah bangun dari mimpi indah ini dan terus bersama mu!" Seru Yueyin menatap Li Hongli yang sedari tadi masih duduk sambil menopang kan tangan nya di dagu.


Li Hongli berdiri dan menghadap Yueyin, sebelah tangan nya membelai pipi nya.


" Jika ini memang mimpi, biarkan aku menemani mu di dalam mimpi indah ini. Namun aku dapat pastikan semua ini bukan mimpi dan aku berjanji kita akan tetap bersama hmm..." Ucap Li Hongli lembut, membuat Yueyin menganggukkan kepala nya dan ikut tersenyum lembut.


" Sekarang coba kau panggil aku dengan panggilan yang lebih istimewa jangan hanya memanggil nama ku saja" seru Li Hongli


" Mmm... Li..... Gege" ucap Yueyin pelan


" Apa aku tidak mendengar nya?" Ucap Li Hongli jahil


" Li Ge, Li Ge... Sudah kan" ucap Yueyin dengan sangat malu.


" Ya, panggilan itu terdengar sangat indah jika di ucapkan dari bibir manis mu itu!" Goda Li Hongli membuat pipi Yueyin semakin merah.


Mereka berdua sekarang sama sama sedang duduk.


" sekarang aku akan menceritakan kisah ku!" ucap Yueyin


" ceritakan lah, aku akan mendengarkan nya dengan baik" jawab Li Hongli sambil mengusap rambut Yueyin dengan lembut.


" Nama ku Lian Yueyin putri satu-satu nya kaisar Lian Haocun dan permaisuri Jia Li, aku memiliki dua orang kakak yaitu pangeran Lian Jiazhen dan pangeran Lian Yu. Aku tidak pernah keluar dari istana karena kondisi ku. Ya, kau tahu sendiri bagaimana kondisi ku yang sebenarnya... Rakyat kekaisaran Lian hanya tahu Putri Lian adalah seorang putri yang tidak dapat berkultivasi, kondisi ku saat di dalam istana bahkan lebih buruk dari saat aku bersama dengan mu, meski keluarga ku selalu bersama ku, namun aku selalu merasa sendiri di dalam istana yang megah itu, sampai dimana kondisi ku semakin memburuk...." Sambil menyenderkan kepala nya ke pundak Li Hongli, Yueyin menceritakan semua yang ia alami dimasa lalu nya.

__ADS_1


Yueyin menceritakan semua nya, berawal saat pertama kali kondisi nya mulai mempengaruhi tubuh nya, rasa dingin dan terbakar yang selalu ia rasakan setiap bulan purnama muncul, kekhawatiran keluarga nya, rasa kesepian yang selama ini ia rasakan, dan sebagainya.


__ADS_2