Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 55. Pertarungan


__ADS_3

" kauuu... Tunggu saja aku pun akan membunuh mu juga" Teriak pemimpin bandit marah


" Kenapa!! Membunuh ku? Hahhahaaa..... Kau bahkan belum merasakan apa yang kau sebut kematian, bagaimana kau mengatakan kematian itu lebih indah dari kehidupan..." Jeda Li Hongli


" Ahhh... Ya Bagaimana kalau kau mati terlebih dahulu, setelah itu katakan pada ku bagaimana rasa dari kematian sesungguh nya, apa rasa nya sangat indah seperti apa yang kau katakan" lanjut Li Hongli sinis


" Kauu..... Tunggu apa lagi, tangkap mereka berdua dan jangan bunuh mereka, aku ingin menyiksa mereka terlebih dahulu, sebelum membunuh nya" perintah pemimpin bandit tersebut.


Mendengar itu para bandit pun langsung bergegas menyerang Yelu secara bersamaan, mereka lebih memfokuskan menyerang Yelu dari pada Li Hongli karena menganggap menangkap Li Hongli lebih mudah di banding Yelu, mereka pikir Li Hongli hanyalah manusia bisa yang tidak bisa berkultivasi jadi akan mudah bagi mereka untuk menangkap nya.


Melihat segerombolan bandit bergerak menyerang nya, Yelu tidak diam saja ia bersiap menerima serangan yang akan di arah kan pada nya, setelah para bandit itu semakin mendekat Yelu pun menyerang mereka dengan hanya menggunakan sebuah ranting dan langsung menyerang pada organ vital yaitu jantung, paru paru, ginjal, leher, dan organ berbahaya lain nya.


" Hati hati serangan nya mengarah langsung ke organ vital" salah satu bandit berteriak dengan tergesa-gesa sambil menghindari serangan dari Yelu.


Namun, meski pun begitu Yelu masih bisa membunuh dua orang bandit dengan mudah.


Salah satu bandit yang sudah sangat dekat dengan Yelu, melakukan sebuah serangan ke arah nya, sambil tertawa mengerikan.


" Hahahaha..... Tamatlah riwayat mu nak"


Yelu yang sudah menyadari nya masih terlihat sangat tenang, dan hanya mundur satu langkah, setelah bandit itu ada di hadapan nya ia menusuk jantung bandit tersebut menggunakan ranting yang sedang ia pegang karena bandit tersebut tidak sempat untuk menghindar apalagi bertahan, jadi ia hanya bisa pasrah menerima serangan dari Yelu dan akhir nya bandit tersebut mati.


Tetapi lama kelamaan Yelu hanya bisa bertahan karena mendapatkan serangan dari berbagai arah, dari pertarungan tersebut Yelu mendapatkan luka yang cukup serius, walau pun ia menghindar sebaik mungkin tapi mereka masih tetap menerima luka yang tidak kecil.


Perbedaan Kultivasi mereka dengan Yelu cukup menyulitkan nya, jika hanya satu lawan satu Yelu akan mudah menghabisi para bandit itu, tapi sekarang dia harus melawan banyak orang sekaligus, membuat Yelu hampir menyerah.


Jika bukan karena latihan yang Yelu jalani selama seminggu berada di hutan ini, mungkin Yelu tidak akan bertahan selama 10 menit.


Salah satu bandit menjadi kesal dan marah, lalu berteriak dengan keras.

__ADS_1


" KEPUNG DIA!!!!!"


Para bandit pun langsung mengelilingi Yelu untuk mengepung nya.


Namun, walau pun begitu Yelu tetap tenang dan malah tertawa, " Hahahaha..... Dasar bodoh, bukankah kau melupakan seseorang"


" Hahaha..... Siapa yang kau sebut bodoh nak, apa maksud mu orang biasa yang bahkan tidak memiliki Kultivasi satu tingkat pun" ucap salah satu bandit sinis


" Benarkah..." seru Yelu dengan senyum lebar nya.


Saat mereka akan kembali menyerang Yelu, tiba-tiba satu persatu bandit yang mengepung Yelu berjatuhan tanpa tau penyebab kematian mereka.


" Apa itu... Siapa itu!!! tunjukan diri mu jika kau berani" ujar bandit yang masih hidup


" Apa maksud mu, aku sama sekali tidak bersembunyi, bukankah dari tadi kalian melihat ku, kenapa sekarang kau seperti orang bodoh" ucap Li Hongli dingin


Mendengar ada orang yang berbicara pemimpin bandit dan para bandit yang masih hidup mengarahkan pandangan ke arah suara itu berasal, mereka bisa melihat seorang pemuda yang tidak mereka anggap sama sekali dengan tenang nya sedang memainkan sebuah batu di tangan nya, dan seketika...


Pemuda itu melemparkan batu itu dengan santai, tapi batu itu melesat dengan sangat cepat kearah salah satu bandit, dan hanya dalam hitungan detik bandit itu mati dengan kepala yang berlubang, karena Li Hongli melemparkan batu itu langsung mengarah pada organ vital para bandit tersebut.


" Ba-bagaimana mungkin....." Ucap pemimpin bandit tertegun


Hanya dalam hitungan detik banyak bandit yang telah mati di tangan Li Hongli dan hanya tertinggal pemimpin bandit serta dua bandit saja.


" beristirahat lah" ucap Li Hongli pada Yelu sambil memberikan pil penyembuh pada Yelu


" baik tuan muda" ucap Yelu


" Ada apa?? Bukankah kalian begitu meremehkan aku" ucap Li Hongli dingin dan menghampiri pemimpin bandit dan kedua anak buah nya tersebut

__ADS_1


Melihat Li Hongli yang semakin mendekati nya tanpa sadar pemimpin bandit dan kedua anak buah nya memundurkan langkah nya.


" Kenapa kalian mundur, bukan nya kalian sangat ingin menyiksa ku" ucap Li Hongli acuh tak acuh


Pemimpin bandit dan kedua bandit lain nya tidak tau harus bagaimana setelah melihat apa yang telah Li Hongli lakukan, dan saat mereka melihat langsung pada mata Li Hongli, ada rasa ngeri dan mendominasi secara bersamaan saat melihat mata hitam segelam malam milik Li Hongli, bukan hanya itu mereka seperti sedang berhadapan dengan seorang penguasa sesungguh nya.


" Jangan mendekat.... A-atau kau akan menyesal" ucap pemimpin bandit terbata bata


" Ehh... Kenapa aku tidak boleh mendekat, bukan kah kau ingin menyiksa ku, kemari lah" sinis Li Hongli


Pemimpin bandit mengumpulkan keberanian nya dan mulai berjalan kearah Li Hongli perlahan lahan, karena ia pikir bagaimana ia takut hanya pada seseorang yang bahkan tidak memiliki aura kultivasi sedikit pun.


Meski begitu dia tidak berani melihat langsung pada mata Li Hongli, karena saat melihat mata Li Hongli ia seperti melihat jurang tanpa dasar.


" Heeh... Kau hanyalah manusia biasa, hanya dengan satu pukulan ku kau akan mati" ucap pemimpin bandit itu dengan angkuh dia sampai melupakan apa yang telah terjadi pada anak buah nya.


" Kalian berdua tunggu apa lagi cepat serang dia" perintah pemimpin bandit pada kedua anak buah nya yang tersisa.


Kedua bandit itu hanya diam saja tanpa bergerak, mereka seperti tidak mendengar apa yang di perintahkan pemimpin nya, bagaimana bisa mereka menyerang orang yang bahkan dapat membunuh mereka hanya dengan sebuah lemparan batu.


Li Hongli mengeluarkan pedang kayu dari cincin penyimpanan nya dan mulai berjalan mendekati salah satu bandit tersebut, sambil berkata dengan dingin, " bagaimana kalau aku membuat kalian agar bisa merasakan sendiri kematian yang indah itu seperti apa"


Saat ini Li Hongli sudah berdiri didepan salah satu bandit, Bandit itu sangat ketakutan dan berkata dengan tergesa-gesa " Apa yang kau ingin...."


Namun sebelum dia bisa menyelesaikan kalimat nya, Li Hongli sudah menebas kepala nya dan berkata dengan santai " kau berbicara terlalu lama, aku sedang terburu-buru, jadi maaf aku tidak bisa mendengar omong kosong mu itu"


Li Hongli meminta maaf dengan dingin, ia seperti tidak benar benar serius meminta maaf atau memang ia tidak pernah serius meminta maaf pada bandit yang sekarang telah mati.


Li Hongli mengalihkan tatapan nya pada dua orang bandit yang masih tersisa.

__ADS_1


" Bagaimana kalau kalian berdua menanyakan pada teman-teman kalian yang telah ku bunuh, bagaimana indah nya kematian itu"


" Apa yang ingin kau la-lakukan, ja-jangan mendekat" ucap pemimpin bandit, tidak ada suara yang arogan dan angkuh seperti tadi, melihat begitu mudah nya pemuda yang ia anggap hanya manusia biasa membunuh anak buah nya membuat ia menyadari pemuda di depan nya bukanlah pemuda biasa.


__ADS_2