
Li Hongli sekarang berada di kamar nya yang ada di penginapan bulan merah, setelah keluar dari paviliun harta Li Hongli langsung pergi ke penginapan di mana ia sedang menginap tanpa pergi ke tempat lain nya dahulu.
Setelah Li Hongli membersihkan tubuh nya, Li Hongli melihat keluar jendela kamar nya, sambil memperhatikan langit yang sudah malam di penuhi kerlap kerlip bintang, memang saat Li Hongli keluar dari paviliun harta langit telah berubah gelap, karena sudah malam.
Li Hongli menatap bintang bintang di langit dengan pandangan bingung ada rasa sedih yang menyelimuti hati nya, tapi dia tidak tau kenapa ia merasakan perasaan yang kadang kali membuat nya tidak nyaman.
Li Hongli mengeluarkan seruling giok pemberian guru nya, dan memainkan nada nada indah, Li Hongli juga mengalirkan energi Qi nya ke dalam seruling itu.
Kemurnian dan kekuatan Qi Li Hongli membuat suara seruling itu terdengar sampai ratusan meter. Suara merdu dari seruling yang sedang di main kan oleh Li Hongli menghibur dan memanjakan telinga setiap orang yang mendengar nya.
" Siapa yang memainkan seruling sebagus ini"
" Dari mana asal nya"
Beberapa orang terheran dengan suara seruling tersebut.
Di kamar lain
Ada seorang gadis yang juga sedang menikmati suara merdu dari seruling yang sedang Li Hongli mainkan, tapi lama kelamaan nada seruling itu menjadi sedih, suara seruling itu seperti menyimpan rasa rindu terpendam pada seseorang, membuat semua orang yang mendengarnya menitikkan air mata mereka.
Begitu juga dengan seorang gadis yang sekarang sedang mendengarkan suara seruling itu, ia merasa sedih mendengar suara seruling itu.
" Siapa yang memainkan seruling itu, kenapa ia memainkan nada yang sedih seperti ini sih" gumam gadis itu kesal tapi ia masih mendengar kan suara seruling itu.
" Suara seruling yang merdu tapi sungguh menyayat hati setiap orang yang mendengarnya, bukan begitu Meimei" ujar seorang pemuda
Mendengar ada seseorang yang berbicara gadis itu menoleh ke arah di mana suara itu berasal, ia melihat seorang pemuda yang sedang bersender di dekat pintu masuk kamar nya.
" Gege"
Pemuda itu tersenyum ke arah gadis itu, " seperti nya kau sangat menghayati nada seruling itu Meimei, tapi memang suara nya sangat merdu hanya saja nada nya seperti mengandung kesedihan" ucap pemuda itu mendekati adik nya.
" Apa yang Gege tau! suara dari setiap nada seruling nya mengandung nada yang sedih, seperti seseorang yang sedang memendam rasa rindu pada kekasih nya yang tidak bisa tersampaikan" ucap gadis itu mengerucutkan bibir nya.
" Hahahaha...... Kau seperti nya sangat tau tentang musik" goda pemuda itu
__ADS_1
" Gege menyebalkan" ucap gadis itu
" Maafkan Gege hmm... Tapi dari mana asal suara ini" tanyanya
" Mana ku tau, tapi kalau aku tau siapa orang nya, aku ingin belajar musik pada nya" ucap gadis itu sungguh sungguh
" Bukankah kamu juga bisa bermain musik seperti itu kenapa kamu masih ingin belajar pada orang yang sedang memainkan seruling itu" tanya pemuda itu, heran ia memang tau adik nya sangat menyukai tentang seni, apalagi musik, bahkan di tempat mereka tinggal adik nya ini selalu belajar berbagai macam kesenian dan alat musik.
" Yaa... Itu benar tapi ini berbeda dengan orang ini, permainan seruling nya sungguh benar benar luar biasa " ucap gadis itu berbinar
Pemuda dan gadis itu kembali mendengarkan suara seruling itu, mereka sampai menutup mata mereka karena terbawa dengan nada nada merdu seruling itu.
Setelah puas memainkan seruling selama satu jam, Li Hongli menghentikan permainan nya tanpa ia sadari air mata telah mengalir dari kedua mata nya.
Lan dan Xiang yang selalu cekcok, saat alunan seruling Li Hongli mengalun di udara mereka sampai menghentikan perdebatan mereka, dan fokus mendengar kan suara seruling yang sedang Li Hongli mainkan.
Tapi setelah Li Hongli menyelesaikan permainan seruling nya, mereka saling Pandang, karena melihat mata Li Hongli yang kosong sedang melihat ke atas langit malam.
" Menurut mu kapan tuan bisa bertemu dengan dia" ucap Lan bertelepati pada Xiang.
" Ku harap tuan secepat nya bertemu dengan dia" batin Lan dan Xiang bersamaan
Tanpa mereka sadari Li Hongli dapat mendengar pembicaraan mereka berdua, tapi Li Hongli hanya acuh saja, lalu siapa dia? Yang sedang di bicarakan oleh Lan dan Xiang! Pikir Li Hongli
Tapi Li Hongli tidak ingin memikirkan nya lebih lanjut, jika ini adalah bagian dari misteri nya cepat atau lambat ia akan tahu sendiri misteri apa yang ada pada diri nya sendiri.
Memang setelah membuka segel yang ada pada nya Li Hongli merasa aneh seperti ia memiliki misteri dalam hidup nya, tapi ia tidak tau misteri apa itu.
Di tempat lain.
Di suatu tempat ada seorang gadis sedang bermeditasi.
Tiba-tiba gadis itu menghentikan meditasi nya karena merasa ada sesuatu yang mengalir di kedua mata nya.
" Air mata" ucap gadis itu sambil mengusap pipi nya, air mata terus keluar dari kedua mata cantik gadis itu.
__ADS_1
" Kenapa aku menangis...... Dan perasaan apa ini, kenapa aku merasa seperti ada seseorang yang sedang merindukan ku..... Tapi siapa?" Ucap gadis itu bingung sambil mengusap Air mata yang keluar dari mata nya tanpa permisi.
Dia berdiri dari tempat nya bermeditasi dan berjalan ke sebuah tebing, lalu duduk di dekat tebing itu, gadis itu menatap langit yang gelap yang di penuhi bintang bintang sebagai lentera nya.
" Perasaan apa ini" gumam gadis itu
" Tuan, tuan kenapa" ucap seekor rubah berukuran kecil yang mendekati gadis itu.
" aku.. baik baik saja..." Ucap gadis itu tak yakin
Sedangkan di tempat Li Hongli berada ia masih tidak bergerak dari posisi nya.
" Tuan, apa tuan baik baik saja" tanya Lan
" Hmm"
Li Hongli berdiri dari tempat nya berada dan memutuskan bermeditasi untuk menenangkan pikiran nya.
_____________________________________________
Keesokan hari nya
Waktu tak terasa terus berlalu, sekarang adalah waktu di mana paviliun harta mengadakan pelelangan tahunan.
Semua orang mulai dari perwakilan klan, sekte, dan Kultivator bebas yang sengaja datang untuk memeriahkan pelelangan akbar yang di adakan setahun sekali itu.
Li Hongli di ikuti Yelu yang sedang menggendong Lan, sedangkan Xiang sekarang sedang bertengger manis di pundak Li Hongli, mereka berjalan memasuki gedung utama paviliun harta.
Penjaga yang menjaga pintu gedung itu menghadang Li Hongli.
" Tunjukan tanda pengenal" ucap salah satu penjaga
Li Hongli memberikan lencana yang pernah Fan Quan berikan pada nya, penjaga yang melihat lencana itu menjadi terkejut.
" Ah... Maafkan saya tuan, ini lencana milik anda, silahkan masuk tuan" ucap penjaga itu sambil memberikan lencana itu kembali pada Li Hongli dan setelah nya membukakan pintu masuk ke dalam gedung.
__ADS_1