Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)

Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)
I'm okey


__ADS_3

Ainsley tak terbangun kurang lebih 4 hari karna obat tidur yang ia gunakan masih tersisa di tubuhnya. Sean menjaga nya selama 4 hari terakhir. Namun saat Ainsley mulai terbangun, Sean sedang keluar karna beberapa urusan.


Pandangan Ainsley masih kabur namun perlahan menjadi jernih. Ainsley pun mulai mengandahkan pandangan nya ke seluruh ruangan.


"Ini dimana? Aku terbangun di mimpi yang lain?" tanya Ainsley lirih.


Tak lama kemudian para dokter pun datang ke kamar dan memeriksanya.


Ainsley membulatkan matanya dengan sempurna, entah kenapa jika ia melihat laki-laki saja sudah membuat nya takut.


"A-apa yang mau kau lakukan?!" tanya Ainsley mulai panik saat dr. Charlie ingin memeriksanya.


"Kami akan memeriksa kondisi mu...


Tenang lah..." ucap dr. Charlie yang bingung melihat Ainsley yang ketakutan pada nya.


"Tidak mau! Jangan sentuh!" teriak Ainsley hingga membuat dr. Charlie dan dua suster wanita di dekatnya terkejut.


Dr. Charlie pun memberi isyarat mata agar para susternya yang mengecek keadaan Ainsley. Namun....


Pranggg!!!!


Ainsley langsung menjatuhkan dan melempar barang-barang yang berada di dekatnya saat para suster ingin memeriksanya.


"Kenapa kalian menyentuhku?! Ku bilang tak mau!" gumam Ainsley yang ketakutan dengan tubuh gemetar nya, ia menutup telinganya dan menundukkan kepalanya serta memejamkan matanya.


Teror dari Richard dan trauma yang ia alami membuat nya takut akan segala hal.


Sean yang sebelumnya hampir sampai dan menuju kamar Ainsley pun langsung membuka cepat saat mendengar suara riuh dari kamar inap kekasihnya.


"Ainsley?" panggil Sean dan langsung mendekap tubuh Ainsley yang gemetaran dan mulai menangis.


"Apa-apaan ini?! Apa yang kalian lakukan pada nya?!" bentak Sean marah pada dr. Charlie dan dua perawat bersama nya.


"Me-mereka menyentuh ku...


huhu...


Aku takut..." ucap Ainsley semakin menangis dan semakin gemetar.


"Kami hanya datang untuk memeriksa..." ucap dr. Charlie pada Sean.


Sean pun yang melihat keadaan Ainsley yang seperti tak mengenal sekitar nya membuat nya menyuruh dr. Charlie dan para suster untuk keluar dan membiarkan nya berbicara berdua dengan Ainsley.


"Ainsley...


Hey? Ini aku...


Sean..." panggil Sean lembut dan mencoba meraih tangan Ainsley yang menutup telinga nya, dan terus menangis menunduk.


Ainsley pun yang mulai menyadari jika saat ini Sean sedang di hadapan nya langsung mengandahkan wajah nya.


"Sean..." panggil Ainsley dengan suara tertahan karna tangis nya.


Tangan nya langsung menghamburkan pelukan pada pria di hadapan nya.


"Sean aku takut..." ucap Ainsley sembari semakin memeluk erat Sean.


"Ssttt...


Aku disini...


Jangan takut..." ucap Sean lembut sembari mengusap punggung Ainsley perlahan, berusaha menenangkan gadisnya dari ketakutannya.


Ainsley tak menjawab ia hanya terus menangis dan mengulang perkataan yang sama, setelah cukup lelah menangis Ainsley pun melonggarkan pelukan nya.

__ADS_1


"Sekarang sudah lebih tenang?" tanya Sean lembut sembari menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik Ainsley.


Ainsley hanya mengangguk kecil mengindahkan pertanyaan dari Sean.


"Ada apa dengan mu? Hm? Terjadi sesuatu selama aku pergi?" Sean yang mulai menanyai Ainsley.


"A-aku baik-baik saja....


Tak ada apapun yang terjadi..." jawab Ainsley lirih dengan gugup.


Sean tau jika Ainsley berbohong, gadis sepolos Ainsley memang sangat kelihatan jika ia sedang berbohong, bahkan saat ia menjemput Ainsley dari tur ia tau jika Ainsley menyembunyikan sesuatu, namun ia tak memaksa Ainsley untuk mengatakan nya. Namun kali ini ia tak bisa menahan dirinya untuk mendapatkan jawaban yang sebenarnya.


"Baik-baik saja? Kau hampir melakukan percobaan bunuh diri! Dan kau bilang baik-baik saja?! Lalu kenapa tadi menangis? Kenapa takut tadi?!" bentak Sean dan langsung membuat Ainsley tersentak dan hampir menumpahkan tangis nya lagi.


"A-aku cuma tidur...


Bukan mau bunuh diri...


Te-terus tadi aku mimpi buruk...


Cuma itu aku gak bohong..." Jawab Ainsley dengan suara tertahan ia sangat takut dengan bentakan dari prianya.


Sean membuang nafas nya dengan kasar mendengar jawaban Ainsley yang tetap kukuh tak mau mengatakan yang sebenarnya.


"Kita akan menemui psikiater, kau mau kan?" tanya Sean dengan melembutkan suara nya karna Ainsley yang hampir menangis karna ia bentak.


Ainsley pun langsung mengandah menatap Sean.


"Ti-tidak mau....


Ainsley kan tidak gila...


Tidak mau ke psikiater..." ucap Ainsley lirih sembari menatap Sean.


"Kau juga kekurangan nutrisi, dan tak makan beberapa hari...


"Lagi pula jika pergi ke psikiater, bukan berarti kau gila..." sambung Sean pada Ainsley.


Ainsley tetap menggelengkan kepalanya, entah kenapa saat ini bertemu dengan orang asing saja membuatnya ketakutan.


"Sean...


Gak mau...." ucap Ainsley lirih sembari menggapai tangan Sean.


"A-aku baik-baik saja..." sambung Ainsley lagi.


"Benarkah? Kau benar-benar baik-baik saja?" tanya Sean memancing, ia kesal sekaligus khawatir melihat sikap Ainsley.


Ainsley pun menganggukkan kepalanya perlahan.


"Kalau begitu aku akan menghukum mu." ucap Sean datar dan membuat Ainsley membulatkan matanya.


"Hu-hukuman?" tanya Ainsley lirih.


"Hm...


Kau tak menjawab satupun pesan atau telpon ku...


Tapi kalau kau memilih menemui psikiater aku tak akan menghukum mu..." jawab Sean.


Ainsley berpikir sejenak, selain takut bertemu dengan orang asing ia juga takut rahasia nya terbongkar dan membuat Sean meninggalkan nya.


"Ka-kalau begitu aku pilih hukuman..." ucap Ainsley lirih.


Sean terkejut si gadis penakut di depan nya memilih hal paling ia takuti?

__ADS_1


"Kali ini akan benar-benar sakit...


Kau tak akan punya hak untuk mengeluh atau pun minta berhenti, kau mau?" tanya Sean.


Ainsley pun menganggukkan kepala nya dengan cepat.


"Lalu konser mu? Kalau kau terluka kau tak bisa konser kan?" tanya Sean lagi dan membuat Ainsley berpikir dua kali.


"Ka-kalau begitu kau hukum aku sesudah konser yah..." pinta Ainsley lirih.


Sean tak habis pikir bagaimana Ainsley bisa mengatakan hal seperti itu. Sean terdiam beberapa ia tau dan yakin pasti terjadi sesuatu pada Ainsley selama ia pergi.


"Kau sudah makan? Mau makan dengan ku?" tanya Sean lembut pada Ainsley.


"Be-belum lapar..." jawab Ainsley lirih.


"Makan yah...


Makan dengan ku...


Aku akan belikan makanan kesukaan mu..." bujuk Sean.


Ainsley pun mengangguk setuju pada Sean, Sean pun langsung memesan semua makanan kesukaan gadisnya.


"Nah...


Ayo makan..." ucap Sean sembari memberikan sendok di tangan kecil Ainsley.


Ainsley tak dapat menelan makanan sebelum nya ia selalu memuntahkan semua makanannya, Ainsley pun mulai mengambil makanan nya dan berharap agar tak muntah kali ini karna ia sedang bersama Sean.


"Hoek!" Ainsley yang tak dapat menahan mual dan langsung beranjak kekamar mandi dengan tertatih. Sean pun langsung membantu Ainsley dengan memapah dan memegang tabung infus Ainsley.


Sean mengelus lembut punggung Ainsley perlahan, ia tak merasa jijik sedikitpun, mungkin karna ia mencintai gadis yang bersama nya sekarang.


"Sean maaf..." ucap Ainsley lirih.


Sean tak mengatakan apapun dan membawa Ainsley kembali, selama satu harian ia menunggu dan menjaga Ainsley.


"Sean mau kemana?" tanya Ainsley yang tiba-tiba terbangun dan langsung menangkap tangan Sean.


"Menemui dokter...


Kau tidur dulu yah..." ucap Sean sembari mulai melepaskan tangan Ainsley perlahan.


"Kau mau pergi juga? Kalau kau juga pergi aku bagaimana? Aku gak mau sendiri Sean...


Takut...


Jangan pergi..." ucap Ainsley yang seakan-akan Sean akan meninggalkan nya jauh.


Sean pun tak jadi pergi dan menggenggam tangan Ainsley ia mulai naik ke atas ranjang pasien Ainsley dan memeluk tubuh gadisnya agar menenangkan nya.


"Ssttt...


Aku disini...


jangan takut..." ucap Sean sembari memeluk dan menepuk punggung Ainsley dengan lembut.


"Jangan pergi...


Aku cuma punya kau..." ucap Ainsley lirih.


Sean pun berusaha menidurkan Ainsley sebisa mungkin dan ketika ia merasa wanita nya telah tidur nyenyak ia mulai bangun dan menemui dokter Ainsley.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa like komen vote fav rate 5 dan dukung othor yah🥰🥰❤️❤️


Happy Reading❤️❤️


__ADS_2