Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)

Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)
I just need to go


__ADS_3

Ainsley kembali ke kamar semula saat ia bangun, jantung nya berdegup kencang dengan wajah memucat dan tubuh gemetar.


Ia pun segera membasuh wajah nya dengan berulang kali menyiramkan air dingin itu untuk menyadarkan nya.


Bodoh! Kenapa aku sebodoh ini?!


Batin nya yang saat ini lebih marah dan membenci dirinya sendiri, ia tak tau ke mana langkah nya nya sudah berjalan dan saat ia menyadari nya ia sudah berada di tepi jurang hingga membuat nya hampir terjatuh.


Crass!


Suara air yang di nyalakan terdengar erat guna menghilangkan semua yang telah terdengar oleh nya.


Richard pun setelah berbicara pada Liam segera ke kamar Ainsley guna mengecek apakan gadis itu sudah bangun atau belum.


"Dia tak ada?" gumam nya saat melihat tak ada gadis itu di ranjang, telinga nya pun mendengar suara air yang menyala dan tau jika gadis itu berada di dalam kamar mandi.


Tak lama kemudian Ainsley pun keluar, langkah nya tercekat dan berhenti sejenak, tubuh nya membatu sesaat ketika melihat sosok pria yang selalu ia panggil paman adalah pria yang sama dengan yang menculik nya.


Gadis itu tak dapat lagi membohongi dirinya. Ia merasa marah, kesal dan terkhianati karna sudah sangat mempercayai pria yang selalu ia sebut 'paman' setiap hari nya.


"Kau sudah bangun? Ingin makan sesuatu? Atau kau merasa sakit?" tanya Richard tanpa sadar.


Sebelum nya ia tak pernah menanyakan kondisi seseorang dengan di liputi rasa khawatir.


Ainsley menghindar saat melihat pria itu mendekat ke arah nya, ia menepis tangan yang hendak menyentuh nya.


"Jangan menyentuh ku," ucap nya dengan wajah datar yang terlihat pucat.


Richard mengernyitkan dahi nya, namun ia dengan segera mengira jika gadis marah karna mereka sudah melakukan hubungan itu sekali lagi.


"Semalam kau membutuhkan nya dan itu terjadi begitu saja..." ucap Richard dengan wajah tipuan nya yang biasa ia gunakan pada gadis itu.


"Sampai mana?" tanya nya lirih dengan mata yang tak bisa di ucapkan antara kecewa dan sedih.


"Maksud nya?" tanya Richard bingung dengan pertanyaan ambigu.


"Sampai kapan pam- bukan aku sekarang bahkan tidak tau harus memanggil mu apa?" ucap gadis itu, "Sampai kapan kau mau menipu ku?" sambung nya mengatakan hal yang ingin ia tanyakan.


"Apa maksud mu?!" tanya Richard yang langsung menghampiri dan menyambar lengan gadis itu.


Ainsley tersentak langkah nya memundur dan di hentikan oleh tembok yang berada di balik tubuh nya.


"Aku cuma boneka kan? Padahal aku benar-benar percaya semua yang paman bukan aku harus memanggil apa sekarang?" tanya nya lirih dengan air mata yang mulai terjatuh, ia sekarang sudah tak tau bagaimana cara nya memanggil pria itu.


"Boneka? Aku tak pernah bila-"


"Tapi aku ingat dulu pernah mendengar nya dengan maksud seperti itu," potong Ainsley cepat.


Richard memutar memori nya dan mulai ingat dengan perkataan nya yang dulu pernah ia lontarkan saat pertama kali menculik gadis itu dan tertarik dengan kemurnian yang masih di miliki.


"Kau sudah sadar?" tanya nya setelah ia ingat dan menyadari jika gadis di depan nya sudah tau semua nya.


Ainsley tersentak, ia melihat mata yang berubah hingga membuat nya bergidik dan ingin segara pergi.

__ADS_1


Rasa takut kembali menyelimuti nya, ia harus kuat namun ia bahkan tak tau bagaimana cara nya agar bisa menjadi kuat.


"Apa salah ku?!" tanya Ainsley dengan suara gemetar karna takut.


"Salah mu adalah membuat ku sangat menginginkan mu!" jawab pria itu dari nada santai melihat ekspresi gadis di depan nya.


Smirk yang menyelimuti wajah pria itu membuat Ainsley semakin merinding melihat nya.


"Aku mau kembali!" ucap Ainsley menepis rasa takut nya dan berusaha mendorong Richard sekuat tenaga.


Richard tak bergeming karna tenaga yang bukan apa-apa baginya itu ia pun menahan tangan kecil itu dan menatap nya.


"Kau lupa video mu? Kalau kau sudah tau pasti masih ingat kalau kau memiliki video kan?" bisik pria itu menyinggung tentang video yang pernah terekam.


"Kenapa tak membunuh ku saja? Kalau aku mati rahasia mu akan tetap terjaga kan?" tanya Ainsley dengan pelan namun penuh dengan penekanan frustasi di setiap kata nya.


"Aku tak bisa, kau bukan sesuatu yang di bisa di perlakukan seperti itu." jawab Richard sembari memperhatikan wajah dan mulai melihat lengkuk tubuh gadis itu.


"Dan kau bisa panggil aku paman, atau menyebut nama ku secara langsung aku tak masalah," sambung nya dengan wajah yang tak menunjukkan tanpa merasa ada yang mengganjal sedikit pun.


"Apa yang paman bukan, kau inginkan?" tanya Ainsley yang masih sangat sulit untuk berhenti memanggil pria itu dengan sebutan 'Paman'.


"Jadilah wanita ku, dan aku akan memberikan semua yang kau mau. Apapun itu," ucap Richard mengatakan maksud tujuan nya.


"Aku tak mau," tolak Ainsley langsung.


"Karna pria itu?" tanya Richard yang langsung teringat dengan Sean.


"Bukan, aku tak mau karna paman sendiri! Karna orang itu paman makanya aku tak mau!" jawab Ainsley yang akhirnya kembali memanggil pria itu 'Paman' tanpa sadar.


"Masa lalu tidak bisa di ubah, luka yang tidak terlihat sulit di obati, paman tau maksud nya kan? Memperlakukan ku dengan baik?! Seperti apa? Membuat ku jadi gila lagi?" ucap nya dengan mata sayu yang selalu melekat pada dirinya.


Richard diam sejenak namun ia tiba-tiba menarik tengkuk gadis itu dan mel*mat bibir merah muda di depan nya dengan agresif, memasukkan lidah nya dan membelit setiap inci hingga membuat Ainsley terperangah kehabisan nafas.


Tangan kecil itu terus memukul dada bidang di depan nya dengan sekuat tenaga namun ia kalah telak karna tak mampu melawan tenaga yang begitu besar.


"Aku bisa memberikan semua yang kau inginkan, apapun itu akan ku berikan kau hanya perlu bersama ku saja." ucap Richard dengan menarik nafas nya setelah ciuman dalam yang ia berikan.


Gadis itu masih terengah-engah karna ciuman ganas yang bahkan melukai bibir merah muda nya.


"Paman tau apa yang ku inginkan?! Tidak kan?!" tanya nya setelah mengatur nafas nya menjadi netral kembali.


"Kebebasan, itu yang kau inginkan." jawab Richard seketika.


"Kalau paman tau kenapa masih saja-"


"Tak bisakah kau membawa ku dalam 'kebebasan' yang kau inginkan? Apapun yang kau inginkan aku bisa berikan, bahkan kalau kau ingin membuat dunia sujud di kaki mu aku juga bisa membuat nya, kau hanya perlu bersama ku saja," potong Richard lagi.


"Aku tak perlu dunia sujud di kaki ku! Aku cuma mau diri ku! Aku mau tidak terikat dengan siapapun! Aku benci paman! Aku benci semua orang!" teriak Ainsley sembari memukul dada bidang pria itu.


"Lalu aku harus apa?! Kau mau aku membunuh semua orang?! Kau mau aku bawakan kepala mereka semua?!" tanya Richard yang membentak gadis itu hingga membuat Ainsley terdiam.


Ainsley diam, pukulan nya melemah ia benci dengan semua yang terjadi pada nya, ia merasa muak.

__ADS_1


Apa Tuhan benar-benar ada?


Kalau ada kenapa Dia membenci ku?


Kenapa semua ketidakberuntungan menimpa ku?


Richard menatap mata sendu gadis itu yang terkejut, mental yang baru akan tumbuh dan pulih itu kini terluka lagi.


"Aku tak pernah segila ini menginginkan sesuatu," sambung nya dengan suara lirih.


"Aku ingin pulang...


Kumohon..." ucap Ainsley memelas dengan lirih.


Ia tau jika ia tak memiliki tempat yang ia tuju saat semua nya selalu ingin memberi nya jeratan rantai.


Bahkan saat ia hanya ingin sendiri pun sangat sulit mendapatkan nya, tak ada satupun yang ingin melepaskan. Ia tak ingin terluka dan tak ingin melukai orang lain.


Aku hanya perlu pergi...


Dengan begitu aku tidak akan terikat dengan nya...


Sean juga tidak akan terluka, tapi apakah aku bisa melakukan nya?


Kalau Tuhan benar-benar ada tolong dengar permintaan ku kali ini saja...


...****************...


Oh iya bagi yang ga ngerti ini tuh jalan cerita nya gimana? Ini lebih mengarah ke perjalanan menemukan diri sendiri.


Bagi si Ainsley, Sean dan bahkan Richard. Karna mereka itu bertarung di diri nya sendiri.


Terutama si Ainsley karna dia ga pernah punya karakter apa-apa, dari kecil udah jadi boneka ibu nya yah dia juga ga bisa menemukan dirinya sendiri bahkan untuk kenal karakter dia yang sebenarnya apa.


Dan untuk yang merasa si Ainsley kayak j*l*ng karna tidur sama dua pria, yah kan othor dah bilang latar ini di luar bukan indo.


Dan bagi mereka s*x itu biasa karna pemikiran yang bebas tapi bukan berarti pemerk*saan atau pelecehan adalah hal yang di benarkan, karna selama diantara kedua belah pihak ada yang tidak mau dan di paksa itu sudah masuk ke pemaksaan dalam bentuk s e k s u a l jadi pasti tetap bakal ada hukum yang berlaku dan bisa menyebabkan trauma.


Dan kehidupan mereka itu, kalau pacaran yah berarti sekalian udah begitu, kalau ganti pacar yah ganti orang, bahkan kalau ada yang cheat juga berarti kan?


Makanya othor buat latar di luar bukan di indo jadi kalau misal nya nganggap si Ainsley kayak j*l*ng karna dua orang yang pakai yah othor juga ga mungkin buat dia begitu nya setelah nikah kan? Itu kan adat ketimuran sedangkan ini cerita yang pakai dasar westren.


Yaudah othor tentuin aja yah, Latar nya biar biar ga gimana gitu...


Latar othor pakai di Prancis dengan kota tempat mereka tinggal di Paris, walau sebenarnya pertama othor mau buat latar Australia tapi sistem pemerintahan yang monarki sedangkan di cerita othor sistem pemerintahan nya demokratis jadi takut aneh, makanya setelah penyesuaian othor buat nya di situ.


#Prancis


#Paris


Happy Reading♥️♥️♥️


Othor tidak bermaksud menyinggung siapapun yah, cuma mau memberikan penjelasan bagi yang masih bingung

__ADS_1


Salam cinta dari othor♥️♥️😘😘😘


__ADS_2