Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)

Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)
Side Story : (They'll come back)


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


Pria itu menatap ke arah gadis yang mengenakan earphone sembari menatap iPad di tangan nya.



Pria itu mendekat ke arah gadis yang tengah terlihat begitu serius itu.


"Sayang? Kamu lihat apa?" tanya nya yang langsung duduk di samping istri kecil nya.


Celine tak menggubris sama sekali karna telinga nya penuh dengan suara tutor pembelajaran nya untuk persiapan ujian masuk kuliah.


"Kamu pakai make up yah? Hm?" tanya Steve yang mulai menciumi leher gadis nya.


Celine tersentak, ia baru menyadari jika sang kakak sudah berada di samping nya.


"Kakak? Jangan ganggu ih! Celine mau belajar kak," ucap nya yang langsung mendorong pelan tubuh sang kakak agar jauh dari nya.


"Gak mau, mau nya deket kamu..." ucap pria itu yang malah menarik pinggang gadis nya yang kini sudah ramping kembali itu.


"Kakak nih manja banget," ucap gadis itu sembari menepis tangan pria yang melingkar dengan erat di pinggang nya.


"Manja sama kamu kan ga apa-apa," ucap Steve yang enggan melepaskan pelukan nya pada gadis kecil kesayangan nya itu.


"Tapi Celine mau belajar kak, nanti Celine gak bisa masuk kuliah..." ucap gadis itu pada pria yang kini telah menjadi suami nya.


"Boleh aja, tapi kamu jangan cuek sama kakak, masa kakak pulang kerja bukan nya di kiss atau something gitu buat kakak malah di biarin." ucap nya yang semakin memeluk erat gadis nya.


"Kan Celine ma- Humph!" ucap nya terbungkam begitu ia menoleh pada suami nya.


Steve tak memberikan jeda, tak peduli walaupun pengasuh bayi-bayi kesayangan nya melihat lum*tan panas nya.


Gadis itu mendorong pelan namun ketika leher nya tercegah oleh tangan yang menahan nya membuat nya memilih membiarkan pria itu melakukan apa yang ia inginkan.


"Tumben kamu pakai make padahal lagi di rumah aja? Hm?" tanya pria itu dengan suara rendah sembari menatap gadis nya.


Celine menunduk sejenak, ia tak bisa melihat wajah sang kakak, "Ce...Celine kan mau cantik kalau waktu kakak pulang kerja..." jawab nya lirih.


"Bukan nya kamu lagi hobi baru yah?" tanya Steve tertawa karna melihat gadis nya yang kini mulai tertarik dengan make up ataupun segala sesuatu yang membuat semua remaja putri tertarik.


Ia tau masa remaja gadis itu terpotong sejenak karna harus melahirkan bayi-bayi mungil mereka.


"Kakak gak suka? Aneh yah kak Celine pakai make up?" tanya gadis itu lirih.


"Makin cantik sayang, malah kakak takut kamu keluar terus malah di culik karna terlalu cantik." ucap Steve tersenyum.


"Ih kakak! Gombal terus!" selak gadis itu pada pria yang malah tertawa ringan melihat nya.


"Kamu mau pindah ke kamar?" tanya nya sembari mendekat ke arah tubuh yang selalu berbau harum itu.


"Kalau udah di kamar kakak mau ngapain? Gantiin baju Key, Rey, Fey sama Ken?" tanya Celine menatap ke arah pria tampan itu.


"Kakak mau buka baju kamu," jawab Steve tertawa ringan sembari mulai membopong tubuh kecil itu ke dalam kamar nya.


Hua...


Suara tangis bayi mulai terdengar menggema, pria itu menarik napas nya, belum sempat melakukan apapun bayi-bayi mungil nya sudah histeris.


"Kak? Ada yang nangis tuh?" tanya Celine pada sang kakak sembari mendorong tubuh yang menangkup nya.


"Kan masih ada yang jaga mereka? Jam sembilan ke atas kan gak bisa sayang..." ucap nya yang tau dari jam 9 malam ke atas, maka para pengasuh itu sudah akan pulang.


"Kak..." ucap gadis itu lirih sembari mendorong tubuh sang suami menjauh sejenak.

__ADS_1


Humph!


Namun tentu pria itu tak ingin menjauh, ia selalu merindukan gadis nya walau hanya sesaat dan rasa nya tak pernah puas untuk bersama dengan istri kecil nya.


Celine tak lagi mendorong, ia sudah mulai terbiasa dengan pria yang tak mengenal waktu dan tempat itu.


...


Ke empat bayi gembul itu kini berada di dalam bak mandi khusus nya, posisi nya sudah mulai dapat duduk karna kini sudah semakin bertambah usia dan pertumbuhan.



"Fey sama Key kenapa lihat kita begitu yah kak?" tanya Celine saat menatap ke arah wajah bayi mungil yang terlihat cemberut itu.


"Mungkin karna tadi kita tinggal," jawab Steve terkekeh melihat ekspresi bayi nya yang menggemaskan.


"Kakak sih! Masih sore juga!" jawab Celine sembari mencubit pinggang pria itu.


"Makanya cuma sebentar Celine," jawab Steve pada gadis nya.


Pasangan itu tak selalu memandikan bayi-bayi mungil itu namun dalam seminggu sekali mereka melakukan agar tetap dekat dengan putra-putra nya walaupun memakai pengasuh.


"Kamu kenapa jauh gitu?" tanya Steve yang selalu melihat sang istri tak begitu mendekati putra nya saat ingin di mandikan.


"Celine takut ninggalin mereka lagi kak..." jawab nya lirih hampir tak bersuara.


"Tapi kan sekarang ada kakak? Kamu juga sekarang makin pinter urus mereka walaupun gak ada kakak." ucap Steve pada gadis nya sembari mengecup puncak kepala yang berdiri di samping nya.


Celine tak mengatakan apapun, namun melihat Baby Ken yang tertawa ceria ketika tangan nya mulai membasuh air hangat itu membuat nya tersenyum tipis.


Menggemaskan dan merepotkan namun membuat nya merasakan sesuatu yang lain di hati nya, seperti rasa gelisah yang perlahan hilang ketika wajah gemas dengan pipi bulat itu tersenyum.


"Kak?" panggil nya lirih.


"Kurang apa? Kamu itu gak ada kurang nya, kecuali kurang tenaga kalau main sama kakak." ucap Steve tertawa kecil menggoda gadis nya.


"Ih kakak! Celine serius tau!" jawab gadis itu segera.


"Kakak juga serius sayang," ucap Steve sembari mengeupi gemas gadis itu.


Plash!


Baby Key langsung menyibak air dengan tangan nya, membuat pria itu melepaskan kecupan pada gadis nya.


"Tuh, di marahi sama Key karna gangguin Mommy nya." ucap Celine tertawa melihat pria nya mulai menjauh ketika mengecupi nya.


"Kamu mau Daddy cium juga? Hm?" tanya Steve sembari mulai mengecup putra pertama nya itu dengan gemas.


Celine tertawa menatap ke arah prianya yang terus menciumi bayi nya dengan gemas walaupun bayi mungil itu merasa risih.


......................


2 Tahun Kemudian.


Suara pintu yang terbuka dari apart itu membuat pria tampan itu menoleh ke arah suara.


"Sayang? Mommy pulang..."


Suara yang terdengar berseri begitu memasuki apart nya, anak-anak yang masih bisa berucap beberapa kata itu langsung mendekati ke sumber suara.


"Mommy?"


"Mom?"

__ADS_1


"Mommy!"


"Mmyy!"


Batita mungil itu langsung rintip mendekat ke arah gadis yang batu memasuki usia 20 tahun itu.


"Sayang Mommy kangen?" tanya nya sembari menciumi satu-satu ke arah anak yang menggemaskan itu dan meletakkan tas yang ia bawa.


"Kamu sama mereka bisa panggil sayang, sama suami kamu sendiri manggil nya terus 'kakak' padahal suami kamu kan juga mau di panggil sayang." ucap Steve pada gadis nya.


"Gak biasa kak," jawab gadis itu tertawa.


Steve hanya membuang napas nya dengan wajah mengerucut melihat gadis yang tertawa kecil.


Pria itu pun hanya tertawa kecil dan mulai mendekat ke arah gadis nya namun Celine langsung mendorong nya pelan.


"Kak? Masih di lihat mereka loh?" ucap nya sembari menunjuk ke arah wajah polos yang tak tau apapun itu dan menatap ke arah kedua orang tua nya.


"Kalian kenapa lihat terus?" tanya Steve sembari menutup mata Ken dan menggendong nya.


Ke empat anak-anak mungil nan menggemaskan itu pun langsung membuka tangan nya dan tentu nya ingin ikut di gendong juga.


"Au endong..." ucap Fey membuka tangan nya agar sang ayah ikut menggendong nya juga.


Celine hanya tertawa melihat pria itu yang kewalahan dengan anak-anak yang menggemaskan yang ingin minta di gendong itu secara bergerombol.


...


Gadis itu membuang napas nya melihat sang kakak yang masih nyenyak tertidur dengan pakaian asal yang terpakai begitu saja membuat otot perut pria itu terlihat dengan jelas.



"Kak? Bangun kak?" ucap gadis itu yang terus menggoyangkan tubuh yang terus terlelap itu.


"Kakak baru tidur Celine..." ucap Steve yang langsung menarik tubuh gadis nya agar ikut tertidur bersama dengan nya.


Setelah permainan panas nya dalam proyek adik baru untuk putra kembar nya pria itu tak langsung tidur seperti sang istri melainkan melakukan pekerjaan tertunda yang harus segera ia selesaikan, ketika menjelang pagi ia pun baru mulai tertidur tentu nya hal itu membuat nya masih ingin memejamkan mata nya.


"Morning luv," bisik gadis itu di telinga sang kakak ketika tubuh nya di dekap dengan erat.


Steve langsung berusaha membuka mata nya begitu mendengar kata-kata manis dari istri nya.


Melihat wajah kecil yang terkurung dalam dekapan nya itu membuat nya tersenyum dan semakin memeluk nya sembari memejam kembali.


"Luv you..." balas nya dengan seutas senyuman dan mata yang masih memejam itu.


......................


Prancis.


Mansion Evans.


Pria itu hanya membuang napas nya lirih, sang istri yang kini terus berada di atas tempat tidur seakan kehilangan semangat nya.


"Hey? Aku akan berangkat ke New York malam ini, kamu tunggu aku yah? Hm?" tanya nya mencoba berbicara pada sang istri.


Tak ada jawaban sama sekali, ia pun hanya membuang napas nya lirih dan mendekat berbisik ke arah sang istri, "Mereka pasti pulang kok, kamu jangan sakit lagi yah..."


Freya tak mengatakan apapun, ia merasa menyesal membuat putri nya meminum obat penggugur itu, jika saja ia tak melakukan nya mungkin putra sambung nya tak akan membawa lari putri nya hingga selama ini.


Cairan bening itu jatuh melewati hidung mancung saat tidur dengan posisi miring itu.


Mike tak bisa mengatakan apapun lagi selain menghapus air mata istri nya, ia pun mengecup kening wanita itu sejenak dan mulai bangun lalu menyiapkan keberangkatan nya untuk perjalanan bisnis yang bertebaran di segala negara itu.

__ADS_1


__ADS_2