
Universitas.
Gadis itu menutup buku di depan nya, wajah yang tersenyum saat berbicara dan menatap dengan mata biru nya yang terlihat cerah.
"Nanti aku kabari," ucap nya sembari mengangkat tas nya saat pelajaran telah selesai.
Gadis itu berjalan keluar, namun seseorang mencegah nya.
"Celine?"
Ia menoleh menatap pria yang berlari dari jauh ke arah nya, langkah nya berhenti sembari menunggu kakak kelas nya yang sekelas dalam salah satu mata kuliah mendekat ke arah nya.
"Ini buat kamu," ucap nya sembari memberikan tas kecil yang berisi sesuatu di dalam nya.
Gadis itu mengernyit, paper bag dengan label brand ternama itu ada di tangan nya sekarang.
"Untuk? Aku kan tidak ulang tahun." ucap nya yang bingung.
"Aku cuma mau kasih aja," jawab Michael tersenyum.
"Gak mau, nanti suami ku marah." ucap Celine langsung menyodorkan kembali paper bag yang isi nya saja ia tak tau apa itu.
Pria itu tertawa mendengar nya, gadis yang bahkan terlihat seperti gadis remaja yang baru tumbuh itu mengaku sudah punya suami? Tentu nya ia tak mempercayai nya sama sekali.
"Malah bagus kan?" tanya nya yang kembali menyodorkan paper bag tersebut dengan tersenyum dan beranjak pergi segera.
Celine diam sejenak, "Dia itu percaya tidak sih?" gumam nya lirih dengan bingung.
...
Steve melirik sejenak pada paper bag yang di bawa istri kecil nya itu, sedangkan gadis cantik itu terlihat santai sembari memakan coklat nya.
"Itu apa? Kapan kamu beli?" tanya Steve sembari melirik sejenak ke arah gadis nya.
"Bukan beli kak, tadi ada yang kasih sama aku." ucap gadis itu yang terus memakan coklat di tangan nya.
"Siapa?" tanya pria itu semakin mengernyit.
"Michael," jawab nya singkat.
Steve langsung menepikan mobil nya dan menatap ke arah gadis nya.
"Kakak? Kenapa berhenti tiba-tiba?" tanya Celine terkejut melihat reaksi sang kakak.
"Pria?" tanya Steve memastikan.
Celine mengangguk atas pertanyaan sang kakak.
"Kamu kenapa masih bisa ada yang cari perhatian? Kamu tidak bilang sudah menikah? Sidah punya anak?" tanya Steve langsung.
"Udah kak, Udah Celine bilang, dia nya malah ketawa waktu Celine bilang udah punya suami." jawab gadis itu langsung.
"Kamu sih," decak Steve dengan alis yang berkerut.
"Kenapa kak?" tanya Celine dengan bingung saat melihat raut cemburu suami nya, tangan nya langsung menyentuh pipi pria itu.
Ia tau jika suami nya itu kadang bersikap menakutkan dengan tak membiarkan nya selangkah pun keluar dari apart saat sedang cemburu.
"Makanya kamu itu kalau di jemput jangan panggil 'kak' mana ada yang percaya kalau aku suami mu," ucap nya dengan menatap kesal ke arah sang istri.
Cup!
Gadis itu mendekat ke arah bibir yang terlihat cemberut dengan alis mengkerut itu.
"Yauda besok kalau kakak antar atau jemput Celine, Celine panggil nya sayang..." ucap nya yang mulai merayu pria itu.
Steve hanya menatap wajah gadis nya, ia tak mengatakan apapun namun mulai mengemudikan mobil nya lagi sembari merebut paper bag pemberian orang lain itu.
Brug!
Satu lemparan keluar dari kaca mobil nya membuang barang pemberian pria yang mengincar istri nya.
"Kenapa di buang kak?" tanya Celine melihat paper bag yang entah berisi apa itu sudah tergeletak di jalan dan semakin menjauh.
"Kalau kamu butuh barang kan kakak bisa beliin, suami kamu juga bukan miskin." jawab pria itu tak memandang istri nya sama sekali.
"Kalau kakak miskin aku juga tetep sama kakak," jawab Celine tertawa kecil sembari meraih lengan pria itu untuk merayu nya.
"Terus kamu belanja mau pakai apa?" tanya Steve menggeleng mendengar ucapan gadis nya.
Ia tau keuangan yang paling besar dan terbanyak yaitu untuk keperluan sang istri, entah apa yang di belanja kan dan di habiskan di mana ia tak pernah menanyakan nya sama sekali selagi gadis itu terus tersenyum dan tetap berada di sisi nya.
Celine hanya tertawa mendengar ucapan sang kakak, ia tak mengatakan apapun kecuali hanya memeluk lengan pria yang tengah menyetir itu sembari memakan coklat nya.
...
Apart.
Anak-anak menggemaskan itu langsung mendekat ke pintu ketika mendengar suara pin yang di buka.
"Uhh, my babies..." ucap Celine yang melihat gemas ke arah pipi bulat serta tubuh gembul putra-putra yang sudah bisa berjalan dan berdiri itu.
__ADS_1
Keadaan rumah pun tak bisa selalu rapi karna ulah ke empat anak berusia 2 tahun 8 bulan itu yang terus menyebarkan semua mainan nya ke lantai dan selalu membuat repot para pengasuh yang merawat nya karna terlalu aktif.
"Mom..."
"Mommy!"
"Daddy?"
"Dadda,"
Suara berisik yang masih belum fasih itu terdengar menyelimuti gadis itu.
"Ih, anak Mommy gemes banget." ucap nya yang tak tahan dan menciumi putra-putra yang menggemaskan itu.
Steve melihat istri yang baru saja pulang sudah sibuk menciumi anak-anak nya yang mungil itu.
"Kita ke kamar," ucap nya yang langsung menarik tangan gadis nya.
Mata Celine membulat melihat nya, ke kamar saat waktu masih sore?
"Kak? Katanya kakak mau siapin kerjaan kakak?" tanya Celine yang berusaha menghindar.
Pria itu tak menyahut sama sekali, sedangkan para pengasuh yang berada di rumah itu sudah tau dan mulai terbiasa dengan pria yang selalu posesif dengan istri kecil nya itu.
Bruk!
"Aduh! Kakak!" selak Celine saat tubuh nya langsung tertidur di atas ranjang yang empuk.
Steve membuka kancing kemeja nya satu persatu dan mulai mendekat ke arah gadis nya.
"Eh? Kak? Tunggu dulu kak! Aku bel- Humph!" bibir merah muda itu sudah terbungkam dengan pangutan suami nya.
Steve perlahan menarik gaun gadis nya yang hanya setinggi paha itu dan membuka nya.
"Kamu besok jangan keluar rumah," bisik nya setelah melepaskan ciuman nya sekaligus gaun gadis nya.
"Celine kan mau tamat cepat kak, masa gak di bolehin kuliah mulu?" tanya Celine yang tau jika libur nya sudah terlalu banyak karna suami nya.
"Aku tidak suka banyak yang dekat kamu," ucap nya sembari dengan perlahan melucuti apa yang di kenakan istri kecil nya.
"Besok ada ulangan kak," ucap nya lirih ketika suami nya terus menciumi leher nya.
"Ulangan? Pria itu datang juga?" tanya Steve sembari melepaskan ciuman nya.
Celine mengangguk atas pertanyaan suami nya, Steve pun tersenyum simpul mendengar nya. Ia mulai sedikit menaiki tubuh gadis itu dan mengigit leher nya di tempat yang tidak mudah tertutupi.
Membuat bekas percintaan nya dan ingin orang lain melihat nya agar tau gadis itu sudah memiliki pemilik.
Auch!
"Sekarang kamu mau gantian? Hm?" tanya Steve yang langsung beranjak ke arah samping kasur dan ia tau gadis itu akan segera naik ke atas tubuh nya.
"Memang nya kakak kita gak sakit apa di gigit gitu?" tanya Celine menatap pria yang melihat nya dengan senyuman tipis.
"Celine gigit juga nih?" ucap gadis itu yang bermaksud mengancam dengan cara yang sama.
Gadis yang tak memakai sehelai benang pun tengah berada di atas perut nya tentu nya membuat Steve tersenyum alih-alih takut dengan ancaman yang terdengar menggemaskan itu.
"Kamu mau gigit atau makan kakak juga boleh," ucap nya pada gadis cantik yang menjadi istri nya itu.
Dengan satu tarikan kecil, tubuh itu langsung dapat telungkup di atas dada bidang nya da menahan leher jenjang itu agar bisa langsung menautkan ciuman panas nya.
......................
Ke esokkan hari nya.
Michael melihat bekas yang tertutupi di leher gadis yang ia sukai, sedangkan gadis itu mencoba menutup nya dengan melerai rambut panjang nya.
Pakaian yang ia kenakan pun sedikit mencolok untuk bekas yang terlihat karna sang kakak yang memilihkan nya.
"Celine? Nanti waktu pulang aku mau bic-"
"Tunggu dulu! Jangan dekat lagi, bicara dari sana aja." ucap nya yang langsung mencegah agar pria itu duduk dekat dengan nya.
Tentu nya ia tak mau pinggang nya semakin sakit karna ulah suami nya yang tak suka ia dekat dengan pria lain.
Michael tentu nya tak mudah menyerah, bukan hal yang tabu jika seseorang tidur bersama ataupun melakukan hal yang lebih tanpa status di tempat itu.
"Kamu suka kalung nya?" tanya Michael.
"Kalung? Kalung apa?" tanya Celine bingung tak tau jika paper bag yang ia terima adalah kalung dengan permata.
"Kamu belum buka yang aku kasih semalam?" tanya Michael.
"Yang semalam? Belum, kan aku bilang aku gak mau..." ucap Celine sembari membuang pandangan nya yang tak mengatakan jika suami nya sudah membuang barang itu menjauh.
"Kamu cantik," ucap pria itu tiba-tiba yang tersenyum melihat gadis itu tak peduli dengan bekas kepemilikan yang terlihat di tubuh itu.
"Iya, aku juga tau." jawab Celine kembali melihat buku nya dan menggeleng pelan mendengar rayuan dari pria selain suami nya itu.
Setelah ulangan dan aktifitas kelas yang selesai, Steve yang kembali menjemput gadis itu di tengah kesibukan nya yang mulai mendirikan perusahaan nya sendiri itu.
__ADS_1
"Celine? Tunggu!" ucap Michael yang tetap mengajar gadis yang sudah berusaha lari sejauh mungkin itu.
Celine mempercepat langkah nya menuju tempat jemput atau daerah yang bisa di masuki mobil agar bisa langsung bertemu sang kakak.
"Sayang? Kamu lama nunggu?" tanya Steve yang keluar dan langsung menarik tangan gadis nya hingga Celine terkejut.
"Kak?" panggil Celine dengan bingung.
Michael pun telah sampai mendekat ke arah gadis cantik itu, mendengar gadis itu mengatakan 'kak' dalam bahasa Prancis karna ia sedikit tau bahasa antar negara itu membuat nya menatap dan terlihat menghormati pria itu.
"Anda kakak Celine? Saya Michael," ucap nya sembari mengulurkan tangan nya.
"Kakak? Aku suami nya," ucap Steve tersenyum sembari memutar tubuh gadis nya menghadap pria yang mengejar istri kecil nya.
Ia pun mengecup leher jenjang gadis itu di depan pria yang menginginkan istri nya, "Iya kan sayang? Aku juga bawa anak-anak karna kita mau sekalian keluar." ucap nya yang melihat ke arah mobil nya.
Celine pun melihat sang kakak yang mengenakan mobil yang berbeda, mobil yang bisa mengangkut lebih banyak orang untuk keluarga nya dengan empat anak kembar itu.
Key, Rey, Fey dan Ken terlihat dari kaca mobil melihat ke arah ayah dan ibu nya.
"Mereka ikut?" tanya Celine yang langsung menjauh dan mendekat ke arah mobil lalu membuka nya.
"Anak-anak mommy ikut? Manis nya..." ucap nya yang selalu menatap gemas pada anak-anak nya.
"Mommy," ucap Fey sembari meminta sang ibu untuk menggendong nya.
Michael terdiam melihat nya, "Jangan bermimpi memiliki apa yang orang miliki," ucap Steve yang beranjak pergi membawa keluarga nya itu dari pria yang menginginkan istri nya.
Celine menatap ke arah suami nya sementara anak-anak nya bergantian ingin duduk di pangkuan nya.
"Kakak sengaja yah?" tanya Celine pada pria itu.
Steve tak menjawab namun ia menoleh pada Rey yang duduk di pangkuan sang ibu sembari tangan yang berusaha membuka blouse ibu nya karna menginginkan asupan gizi nya seperti yang dulu ia dapatkan.
"Kamu gak boleh minum susu lagi, sekarang Daddy aja yang boleh, kamu kan udah besar." ucap Steve sembari mencubit pipi bulat putra kedua nya itu.
"Au inum ucuu!"(Mau minum susu!) balas Rey pada sang ayah.
"Kamu udah besar gak boleh minum susu mommy nya lagi yang boleh itu cuma Daddy." ucap nya menanggapi anak kecil yang tak tau apapun itu.
"Mommy?" Rey langsung memeluk ibu nya.
"Sayang Mommy, Daddy nakal nak?" tanya Celine menatap wajah bulat putra nya.
Steve hanya tersenyum kecil mendengar pertanyaan istri nya dan melajukan mobil yang juga berantakan dengan mainan itu.
......................
Dua Minggu kemudian.
Mall.
Mike mengernyit menatap gadis yang dari kejauhan tengah berdiri sembari melihat pakaian yang di salah satu etalase yang di pajangkan.
"Celine?" gumam nya lirih.
Ia langsung mengetik di ponsel nya agar mengirimkan beberapa pengawal secepat nya.
Sedangkan gadis itu terlihat begitu senang mengabiskan uang suami nya itu dengan barang-barang baru yang memanjakan mata nya.
"Sekalian beli ini deh buat kakak," ucap nya tersenyum yang mengambil satu kemeja dengan ukuran tubuh suami nya.
Setelah melakukan pembayaran ia pun hendak keluar dan menuju parkiran tempat di mana supir nya menunggu.
Dug!
Karna kurang fokus gadis itu menabrak seseorang di depan nya, ia tak sampai terjatuh namun langsung menengandah dan menatap pria-pria yang mengenakan jas hitam mulai mengelilinginya.
"Ke...kenapa di sini? Minggir mau lewat," ucap nya yang bingung.
"Nak?"
Gadis itu tersentak, suara yang tak pernah ia dengar hampir tiga tahun kini terdengar kembali di telinga nya.
"Papa?" gumam nya yang masih terkejut.
Mike tersenyum ia mendekat dan memeluk putri sambung nya itu dengan erat.
"Kamu kemana saja selama ini?" tanya nya sembari terus memeluk putri sambung nya yang ia anggap anak nya sendiri.
Celine terdiam, bagi nya kedua orang tua nya tak mau peduli walaupun ia sudah mengirimkan beberapa pesan sebelum nya namun tak ada jawaban.
"Kamu pulang yah sama Papa?" tanya Mike yang senang dan ingin segera memberi tau istri nya.
Celine menggeleng dan memundur ketika pelukan nya di lepaskan, "Celine mau sama kakak Pah." ucap nya yang ingin langsung pergi namun para pengawal itu langsung menghalangi nya.
"Kamu pulang sama Papa, kakak kamu juga sudah bilang akan menyusul." ucap Mike pada putri nya.
Ia tau cara tercepat menemukan dan membuat putra nya kembali hanya dengan membawa gadis yang di cintai putra nya itu.
"Tapi kakak ga ada bilang apapun Pa," jawab Celine mengernyit.
__ADS_1
"Mama kamu sakit, kamu ikut pulang kan?" tanya Mike yang menekan gadis itu dan mulai mengarahkan pengawal nya untuk membawa gadis itu secara perlahan dan mengambil tas nya.
Sekarang putra nya akan kembali menunjukkan. diri nya dengan sendiri nya karna tau gadis yang ingin ia sembunyikan sudah di temukan.