
Richard melihat wanita yang sudah menjadi istrinya saat ini terus menerus menarik napas.
"Ada apa? Kau terlihat tidak baik?" tanya nya sembari menyentuh bahu wanita itu.
Tak ada jawaban sama sekali, hanya suara dari musik klasik yang melewati telinga mereka dengan lirih dan binar nya cahaya lampu malam dari atas saat terpantul dari dinding kaca.
"Atau kau tidak suka tempat ini?" tanya Richard sembari mendekat dan memeluk pinggang ramping itu dari belakang.
Setelah pesta pernikahan selesai, mereka menginap di hotel selama beberapa hari lalu setelah itu berencana melakukan perjalanan bulan madu nya.
"Suka," jawab Ainsley lirih saat merasakan hembusan napas hangat pria itu di telinga nya saat ia di peluk dari belakang.
"Lalu? Kenapa diam saja? Ini kan malam pernikahan kita," ucap Richard pada wanita yang sudah menjadi istri nya.
"Aku lelah, hanya itu..." jawab Ainsley lirih pada pria itu.
"Pesta tadi menguras energi mu?" tanya Richard pada gadis cantik itu.
"Iya, banyak yang hadir tadi." jawab wanita itu sembari mendengar sayup musik yang melewati telinga nya.
Richard tak bertanya apapun lagi, ia hanya mencium dan mengecup telinga wanita yang detik ini sudah berganti status menjadi istrinya.
Ainsley sedikit menghindar namun ia tak menolak sama sekali.
"Malam ini juga yah..." bisik pria itu lalu membalik tubuh kecil itu agar melihat nya.
Ia menarik pinggang dan tengkuk istri cantik nya lalu mel*mat bibir merah yang terasa sangat manis bagi nya.
Meraih dan mendorong tubuh mungil nya ke atas ranjang, Richard pun menarik simpul pita di pinggang wanita itu hingga membuat piyama berwarna hitam itu mulai terbuka.
Seperti perasaan yang masih terasa mengganjal hingga membuat nya merasa seakan ada yang berkurang.
"Pelan yah..." ucap Ainsley saat pria itu mulai menggerayangi tubuh nya dan menarik semua pakaian yang melekat di tubuh indah itu.
Tak ada balasan dan hanya senyuman tipis di wajah pria itu, senyuman yang memperlihatkan semua rasa senang dan puas nya menyatu dalam pandangan nya.
Malam pernikahan yang melelahkan dan memanas itu akhirnya terlewati.
Tubuh yang membakar dan basah membuat udara dingin yang berada di kamar presiden suit itu menghilang terserap oleh tubuh yang yang tengah menyatu.
...
Pagi yang mulai datang dengan sinar yang indah membuat mata yang tengah lelap itu mulai terbuka.
"Hey? Bangun..." ucap pria itu yang kini dengan nada lembut pada nya.
Tangan nya mengusap pipi dan rambut wanita yang kini sudah benar-benar menjadi milik nya.
"Masih ngantuk," jawab Ainsley dengan suara serak sembari mengusap mata nya.
"Kau mau kita berangkat nya besok saja?" tanya Richard pada wanita itu.
"Kita mau kemana?" Ainsley membuka mata nya yang masih setengah terpejam saat pria itu mengatakan akan pergi ke suatu tempat.
"Honeymoon, don't forget about that." jawab pria itu yang gemas dengan wajah imut yang masih setenagh tersadar tersebut.
"Our son?" tanya Ainsley menanyakan putra nya.
"Dia tinggal, kita kan bulan madu bukan liburan keluarga." ucap Richard pada wanita itu.
"I Miss him," ucap Ainsley lirih yang ingin memeluk putra nya.
__ADS_1
Kini sehari tak bertemu saja sudah membuat nya begitu merindukan bayi kecil dan gemas itu.
Pria itu tersenyum melihat istrinya yang kembali tertidur setelah memegang ibu jari tangan ketika menanyakan putra nya.
"Apa aku terlalu bersemangat semalam?" gumam Richard saat melihat wanita itu.
......................
Mansion Sean.
"Anda mabuk lagi?" tanya sekertaris Jhon saat melihat pria yang menjadi atasan nya kembali mabuk.
"Aku hanya minum sedikit," Sean menjawab dengan senyuman di wajah nya.
Sekertaris Jhon menarik napas, di bandingkan mabuk di mansion ia lebih suka pria itu manik di bar atau club' karna pasti akan ada wanita yang tak melewatkan kesempatan lalu membuat cinta semalam.
"Anda tidak bisa seperti ini terus," ucap sekertaris Jhon.
Bekerja dengan super keras lalu tidur dengan meminum alkohol agar bisa nyenyak.
Dan hal ini hanya akan membawa pria yang memiliki pontensi itu hancur.
"Kau akan mengundurkan diri? Tenanglah, Sation tidak akan sampai hancur." ucap Sean tertawa.
"Bukan Sation tapi anda!" ucap sekertaris Jhon.
"Aku? Aku rindu dia lagi..." ucap pria itu yang mulai melantur.
Sekertaris Jhon tak mengatakan apapun lagi, ia mengambil segelas yang berisi alkohol berwarna teh itu lalu menyingkirkan nya dan memapah tubuh yang tengah mabuk itu ke atas tempat tidur.
......................
"Padahal aku mau naik pesawat komersial bukan pesawat pribadi," ucap Ainsley saat pria itu membuat nya duduk di kursi yang nyaman tersebut.
"Aku lebih suka kalau banyak orang," jawab nya lirih.
Richard mengangguk kecil dan mengusap kepala wanita yang kini menjadi istri nya.
"Nanti kita kembali pakai penerbangan yang kau inginkan," ucap pria itu tersenyum sembari menjatuhkan kepala istri nya di pundak nya.
...
Netherlands.
Ainsley tersenyum, ia sampai di tempat yang ia inginkan untuk di kunjungi nya saat bulan madu.
Walaupun bukan bersama dengan pria yang dulu membuat catatan kecil bersama nya tentang tempat yang ingin mereka kunjungi namun ia merasa senang.
"Kau mau kemana dulu? Hm?" tanya Richard saat mereka sudah sampai di hotel yang tempat menginap saat ini.
"Amsterdam's traditional row houses, we can take from here!" (Rumah petak tradisional Amsterdam, kita bisa pergi dari sini!) jawab Ainsley yang kini semangat nya mulai naik.
"Of course! We can go wherever you want," (Tentu saja, kita bisa pergi kemanapun yang kau mau,) ucap Richard sembari mengelus rambut sang istri.
Pukul 11.30 pm
"Kenapa belum tidur?" tanya Richard sembari memeluk tubuh polos itu.
"Apa kurang? Hm?" tanya nya yang lagi yang tak henti nya bosan bermain di atas tubuh indah itu.
"Aku mau melalukan sesuatu," ucap nya lirih.
__ADS_1
"Apa itu?" tanya Richard mengernyit sembari mengangkat wajah nya dan menatap ke arah wajah gadis itu.
"Something," jawab Ainsley singkat.
"Apa itu?" tanya Richard sembari mengernyit.
"Malam waktu paman pergi waktu kita di Spanyol, kalau ku pikir lagi aku juga mau merasakan nya, tapi kan dulu tidak boleh karna bahaya, maka nya aku gak di ajak." ucap Ainsley.
Yang tiba-tiba ingin berkendara pada malam hari, seperti saat pria itu tiba-tiba pergi karna masalah yang terdesak sewaktu ia menjadi Calesta.
"Mengebut?" tanya Richard lagi.
"No! Just drive! I thought that was such a cool thing!" (Tidak! Hanya berkendara saja! Aku pikir itu sesuatu yang keren!) jawab nya langsung yang tak berniat mengebut.
"I wanna try that," (Aku mau mencoba nya,) sambung nya lirih.
"Why?" tanya pria itu tersenyum.
"Just..." Ainsley tak bisa mengatakan alasan nya, ia hanya tiba-tiba terpikir saja karna tak bisa tidur walaupun pria itu sudah membuat tubuh kecil nya kelelahan dan mengatakan nya tanpa pikir panjang.
"Ayo, kita pergi sekarang." ucap Richard sembari bangun dan menarik tangan gadis itu.
"Kau mau kemana?" tanya nya sembari menoleh sambil berjalan ketika ia ingin memasuki mobil nya.
"Wherever you take me," (Kemanapun kau membawa ku,) Jawab Ainsley sembari mengikuti langkah pria itu dan masuk ke dalam mobil nya.
...
Pukul 9.30 am
Amsterdam's row houses
"Kau suka di sini? Apa kita buat mansion juga di sini?" tanya Richard saat melihat wajah tersenyum wanita itu sembari merasakan angin sejuk yang melewati wajah mereka.
"Boleh?" tanya Ainsley yang tanpa sadar.
"Kalau kau mau kau bisa mendapatkan," jawab pria itu dengan senyuman nya.
Ainsley tersenyum, pria itu senang saat melihat wajah yang kini terlihat bahagia di depan nya.
"Mau pakai topi?" tanya pria itu yang membelikan topi baret berwarna putih saat ia rasa istri menggemaskan nya akan cocok jika berada di atas rambut bergelombang terebut.
Ainsley menoleh, "Topi?" tanya nya saat benda tersebut sudah berada di atas kepala nya.
"Hm," pria itu mengangguk dengan senyuman nya.
......................
Jangan lupa like komen vote fav rate 5 dan dukung othor yah🥰🥰❤️❤️
Happy Reading❤️❤️
Oh iya buat yang mau tau nama asli nya.
Ainsley : Katya Chertykova
__ADS_1
Richard : Toni Mahfud
Sean : Xavier Serrano