
Mansion Evans.
Suasana rumah yang tak seperti biasanya membuat pria itu terlihat bingung.
"Celine dimana?" tanya nya pada sang ayah yang menatap nya dengan tajam.
Plak!
Pria itu terperanjat, sang ayah yang tiba-tiba menampar nya dengan begitu keras hingga membuat sudut bibir nya mengeluarkan cairan merah kental.
"Kau gila! Di mana pikiran mu?!" tanya Mike yang langsung membentak putra nya.
"Papa kecewa dengan mu!" sambung pria yang memiliki sejuta wibawa itu.
Ia murka melihat putra yang ia banggakan malah menghancurkan kepercayaan nya.
"Padahal Papa sudah percaya kamu! Tapi kamu bukan nya jaga adik kamu malah kamu yang hancurin dia?!" tanya Mike dengan tatapan yang begitu marah melihat putra nya yang bahkan menatap dingin dan datar.
Steve diam sejenak, ia langsung sadar jika sang ayah sudah mengetahui segala nya dan semua yang terjadi sesuai dengan perkiraan nya.
"Hancur? Dia hanya hamil kan?" tanya Steve yang tak merasa bersalah sama sekali.
Tangan nya mengepal karna jujur yang ia tau gadis itu adalah saudara tiri yang tak punya ikatan darah apapun pada nya.
"Gila kamu! Dia itu adik mu!" ucap Mike lagi.
"Adik? Apa kami berasal dari ibu yang sama? Atau mungkin Papa ayah biologis nya?" tanya Steve menatap sang ayah dengan tatapan yang dingin dan wajah yang tak memberi ekspresi apapun.
"Kalau Papa sudah menikah, dia itu menjadi adik mu!" ucap Mike pada putra nya.
"Dia tidak punya hubungan darah apapun dengan ku! Papa menikah? Aku terima dia jadi ibu ku! Tapi Celine? Kenapa aku harus anggap dia adik ku?"
__ADS_1
"Kami, bukan dari darah yang sama!" sambung Steve pada sang ayah.
Mike sejak dulu memang bukan lah orang yang fleksibel, mungkin jika ia memiliki seorang putri pun ia akan begitu sangat protektif namun saat ia benar-benar di berikan putri sambung yang menggemaskan ia begitu teledor dan sangat mempercayai putra nya.
"Papa tidak akan setuju! Lagi pula kamu tidak pikir? Kalau adik mu sampai hamil, sekolah nya bagaimana? Kamu tau apa impian nya?!" tanya Mike yang begitu menahan amarah nya agar tak meledak.
"Aku bisa hidupin dia, kalau dia suka musik aku bisa dukung, tapi tidak sekarang!" ucap Steve yang terus melawan sang ayah walaupun tau pria itu harus nya ia hormati.
"Kamu bisa hidupin dia itu karna kamu masih bergantung sama Papa!" ucap Mike yang tak tau jika putra nya sudah memiliki kekayaan dan karir lain tanpa sepengetahuan nya.
"Baik, aku keluar. Aku akan hidup tanpa semua uang Papa, jadi aku harap Papa tidak akan mengatur hidup ku lagi!' ucap nya pada sang ayah.
"Dan satu lagi, kalau sesuatu terjadi pada Celine atau anak ku. Aku tidak akan tau apa yang akan ku lakukan selanjutnya." ucap nya mantap tajam sang ayah.
Ia sadar jika gadis yang ia sayangi dan cintai tak berada di mansion mewah itu.
Entah sedang di bawa kemana namun yang jelas nya ia tak akan membiarkannya begitu saja.
Freya tak bisa menatap rasa sesak di dada nya memang tak ada hukum yang melarang jika saudara tiri tak boleh menikah ataupun berhubungan.
Bahkan saudara kandung pun memiliki hukum legal menikah di tempat itu namun yang paling melukai hati nya adalah melihat putri nya yang bahkan tak tau apa yang sedang terjadi pada nya.
Impian untuk ke Itali dan berusaha memasuki universitas impian pun bisa pudar dan mungkin tak akan ada kesempatan yang sama datang dua kali.
......................
Gadis itu menatap dengan bingung ke arah para pengawal yang di tempatkan di mansion yang ia tinggali.
"Kenapa banyak banget pengawal nya?" tanya nya lirih dengan tak tau sama sekali apa yang terjadi.
Ia membuang napas nya, jujur saja ia sangat terkejut ketika sang ibu yang bahkan jarang marah pada nya kini malah menampar pipi nya dengan kuat.
__ADS_1
"Mama sebenci itu aku punya hubungan sama kakak? Tapi kakak bilang kan itu wajar," gumam nya lirih yang merasa begitu bosan ketika tak ada siapapun yang ia kenal di tempat itu.
Apa lagi ia yang sudah ketergantungan dengan sang kakak tentu nya membuat nya seakan tak bisa hidup tanpa pria itu dan seakan menjadi hilang arah.
......................
Sementara itu.
Apart.
Kini pria itu tak lagi memegang semua yang diberikan sang ayah pada nya.
Tak ada black card ataupun mobil dan semacamnya.
Namun tanpa itu semua pun ia sudah memiliki bekal yang bisa di jadikan nya sebagai sandaran.
Walaupun baru sebentar memulai karir nya namun dengan kemampuan nya, ia benar-benar meroket dengan tinggi.
"Dimana dia?!" gumam nya lirih yang mulai meretas semua cctv di mansion nya lebih dulu untuk tau apa yang sebelum nya terjadi.
"Kecewa? Dia pikir karna dia seorang ayah kecewa?"
"Aku juga..."
"Aku juga akan jadi ayah, dia pikir bisa mengambil anak-anak ku dan Celine?!" gumam nya sembari memegang begitu
erat gelas alkohol yang berada di tangan nya.
Prang!
Gelas tersebut pecah, wine merah yang bercampur dengan darah menyatu menjadi satu.
__ADS_1
Dimana pun dia akan ketemukan...