
Pria itu menunggu kabar setelah ia membawa gadis cantik yang berlumuran darah itu ke rumah sakit.
"Anda suami nya?" tanya seorang dokter saat selesai melakukan perawatan.
Richard mengerutkan kening nya namun ia menjawab nya, "Benar, apa dia baik-baik saja?"
Ia tak peduli tentang tanggapan orang lain karna yang ia pedulikan saat ini adalah kondisi gadis itu.
"Mari kita bicara sembari menunjukkan luka tusukan nya," ucap pria yang memakai kaca mata serta rambut yang mulai memutih di sisi kanan dan juga sisi kiri nya.
"Baik," Richard mengikuti langkah dokter yang bernama Theo tersebut di name tag nya.
dr. Theo duduk di kursi nya sembari menunjukkan hasil scan nya dan luka tusukan di perut gadis itu.
"Istri anda hamil sekitar 5 Minggu tapi jika anda ingin kami bisa memastikan usia kandungan nya. Walaupun terjadi luka namun pisau tidak berada dalam zona yang membahayakan," terang dr. Theo
Richard terperangah, ia sama sekali tak tau apapun tentang kehamilan gadis itu ia juga merasa mungkin Ainsley sendiri masih belum tau tentang kehamilan nya.
Melihat wajah terkejut dari pria di depan nya membuat dr. Theo berspekulasi jika wali pasien nya itu juga tak tau tentang kehamilan istri nya.
"Walaupun tadi sempat terjadi kendala karna darah yang di keluarkan cukup banyak namun hal tersebut sudah teratasi, saya akan sarankan apa yang harus di lakukan untuk pemulihan istri anda dan menguatkan janin anak anda." sambung dr. Theo lagi.
Richard kembali mengatur ekspresi nya, "Tidak apa-apa, saya akan bawa dia pulang sekarang juga. Istri saya tidak begitu menyukai rumah sakit," tegas nya dan berlalu pergi.
"Tapi sekarang dia memerlukan perawatan untuk sementara," cegah dr. Theo karna ia merasa kondisi pasien yang baru ia tangani tidak memungkinkan jika ingin pergi sekarang.
Karna Richard yang bersih keras ingin membawa Ainsley akhirnya dr. Theo membiarkan nya. Ia tak dapat mencegah keinginan wali dari pasien nya.
......................
Mansion Zinchanko.
Richard menatap ke arah gadis itu, jika Ainsley tidak tinggal di mansion kekasih nya mungkin ia tak akan begitu ragu karna ia melakukan nya beberapa hari sebelum gadis itu di bawa ke mansion Sean.
Yah, kegiatan panas yang membuat tubuh nya meleleh di dalam mobil saat itu karna Ainsley yang di berikan afrodisiak dan narkotika oleh saudara tiri kekasih nya.
Namun tak lama setelah itu Ainsley juga di bawa Sean dan tidak kembali selama beberapa waktu.
"Sudah lihat rentang waktu nya?" tanya Richard pada Liam.
"Lebih baik jika di lakukan tes DNA saja tuan," jawab Liam karna tak ingin mengatakan sesuatu yang nanti nya akan menjadi masalah besar di kemudian hari.
"Yang menusuk nya? Sudah cari tau?" tanya Richard lagi.
"Kami menemukan lambang bintang segitiga kemungkinan besar organisasi O'Prey yang mengatakan nya," jawab Liam setelah penyelidikan nya.
Richard diam sejenak, ia mulai teringat dengan pengkhianat di mansion nya yang mengatakan tentang Ainsley pada lawan nya.
Ia tau apa yang terjadi pada Ainsley saat ini adalah peringatan yang datang pada nya, peringatan yang tak bisa ia abaikan seperti angin lalu.
"Karena tikus sialan itu memberitahu hal tak penting?" tanya Richard yang ingat dengan pengkhianat di mansion nya waktu itu.
"Apa kita harus mengurung nya sampai dia melahirkan? Atau melakukan tes DNA dalam kandungan?" tanya Richard pada bawahan nya.
"Tes DNA sangat berisiko karna kondisi nona Ainsley yang lemah tuan," jawab Liam memberitahu kondisi gadis itu.
"Gugurkan," ucap Richard menghela napas nya.
Liam tersentak, karna janin yang berada dalam kandungan gadis itu masih memiliki kemungkinan jika ia berasal dari darah tuan nya.
__ADS_1
"Tapi bagaimana jika kandungan itu milik tuan?" tanya Liam terkejut.
"Lalu kalau bukan? Kalau itu anak pacar yang sangat ia sayangi pasti dia tak akan mau mengugurkan nya, kan?" tanya Richard dengan kemungkinan nya.
Liam diam tentu saja itu adalah yang mungkin saja terjadi.
"Dia...
Kalau benar ini anak nya, pandai sekali dia. Memutuskan hubungan tapi meninggalkan sesuatu." sambung Richard lagi berdecak kesal.
Rasanya hasrat untuk membunuh Sean semakin bertambah hingga ke ujung rambut nya.
"Saya akan siapkan prosedur nya," ucap Liam pada tuan nya dan berlalu pergi.
...
2 Hari kemudian.
Ainsley di beri bius dan melakukan pemulihan karna kondisi nya yang melemah setelah mengeluarkan darah yang cukup banyak.
Richard juga belum bisa melakukan aborsi yang ia inginkan karna menunggu kondisi gadis itu sedikit stabil agar tak mempengaruhi hal lain yang dapat merugikan di kemudian hari.
"Semua nya sudah selesai, tinggal melakukan prosedur nya saja." ucap Liam memberitahu persiapan untuk melakukan aborsi sudah siap.
"Tunggu," cegah Richard karna ia juga masih kebingungan selama dua hari.
Bukan ia tak pernah menghadapi situasi jika wanita yang ia tiduri hamil, karna walaupun wanita-wanita yang ia anggap mainan nya itu hamil atau mengaku sedang mengandung keturunan nya ia juga akan mengugurkan makhluk tak berdosa itu sebelum lahir ke dunia.
Namun karna kali ini memiliki perasaan pada wanita yang menjadi wadah dalam benih nya tentu jika ia anak nya ia juga akan menyayanginya.
Dan jika tidak tentu saja tak ada yang bisa menghentikan amarah nya.
"Lalu nona Ainsley?" tanya Liam bingung.
"B'One grup akan ku hancurkan jadi dia tak akan memiliki kekuatan apapun untuk melawan ku, setelah itu tentu saja aku harus mengirim ayah nya juga kan?" jawab Richard dengan senyuman simpul nya.
Liam mengangguk dan ia sesaat menyadari jika saat ini nona nya tak akan memiliki situasi aman karna tuan yang ia layani sedang memiliki perselisihan dengan kelompok lain.
"Kau berpikir bagaimana dia akan menghadapi situasi kita?" tanya Richard yang menyadari kegelisahan bawahan nya.
"Benar tuan," jawab Liam segera.
Richard menghembuskan napas nya dengan kasar, ia sadar bahkan sangat menyadari jika gadis itu tak akan aman kecuali ia mengurung nya.
Namun ia juga mendapatkan informasi tentang kesehatan mental gadis itu saat ini, ia tak ingin membuat Ainsley menjadi gila ataupun tak ingin gadis cantik itu terluka.
"Aku akan melepaskan nya, setelah organisasi O'Prey selesai aku akan datang lagi dan memastikan anak milik siapa itu," jawab Richard lagi.
Walaupun ia tak mau namun bagi nya lebih baik melepas selama beberapa tahun dan menyelesaikan semua kekacauan agar tak ada lagi yang menghalangi nya.
"Tapi kalau di pikir lagi dia bisa kembali dengan pria itu kan?" tanya nya saat memikirkan tentang Sean.
"Mungkin saja," jawab Liam setelah memikirkan hal yang sama.
"Dia harus mati, cari data tentang semua perjalananan nya dan bunuh karna kecelakaan lalu lintas," titah Richard yang harus menyingkirkan pesaing asmara nya lebih dulu agar ia bisa tenang saat melepaskan gadis cantik itu.
...
Ainsley mulai terbangun, mata nya menerjap menatap sekitar dan menoleh ke segala arah lalu menyadari dimana ia berada.
__ADS_1
Kenapa bisa disini?!
Batin Ainsley begitu terkejut dan langsung bangun namun terhenti saat merasakan luka di perut nya yang terasa berdenyut.
Auch!
Ringis nya menahan sakit sembari memegang ke perut yang saat ini tengah berbalut perban.
"Jangan banyak bergerak, kau baru saja ditikam." ucap Richard saat menyadari gadis itu sudah sadar.
Ainsley pun langsung menoleh ia mencari siapa yang yang berbicara padanya hingga ia sadar ia tak sendirian di kamar tersebut.
"Pa-paman?" ucap nya lirih dengan terkejut.
Richard mendekat ke arah gadis itu dengan membawa kotak perhiasan kecil di tangan nya.
"Kau mau aku melepaskan mu?" tanya pria itu tiba-tiba.
Walaupun hanya sementara hingga situasi tenang namun hati nya sangat berat, jika saja gadis itu tak memiliki penyakit mental mungkin ia sudah mengurung nya saja.
Namun ia juga tak mau gadis cantik di depan nya menjadi gila ataupun seperti orang linglung yang ia temui di rumah sakit.
Boneka manekin yang tak punya ekspresi ataupun emosi yang membuat nya hidup.
Ainsley terkejut namun ia takut berharap banyak pada ucapan yang baginya dapat menjadi harapan palsu.
Richard pun membuka kotak perhiasan yang ia bawa selama beberapa hari dan mengambil kalung yang begitu indah di dalam nya.
"Pertama kau tak boleh melepaskan kalung nya, yang kedua jangan nakal selama aku melepaskan mu." ucap nya sembari memasangkan kalung indah tersebut di leher jenjang Ainsley.
Ainsley menatap dan memegang kalung itu, ia tak mengerti namun menatap pria yang baru saja memasangkan lalung di leher nya.
"See you," ucap Richard sembari memangut bibir gadis itu.
Ia berencana untuk melepaskan gadis cantik itu sementara waktu setelah perselisihan nya selesai sekaligus memastikan anak milik siapa yang berada dalam perut rata tersebut.
Ainsley terperangah, ia tak begitu mempercayai situasi yang tiba-tiba datang padanya.
Pertama ia di tikam, lalu di bawa ke mansion setelah itu pengakuan jika ia akan terbebas.
Ia tak bisa mempercayai sepenuh nya ucapan pria di depan nya namun, bukan berarti ia tak merasa senang.
"Paman akan melepaskan ku? Benarkah?" tanya gadis itu lagi.
"Hm, jangan jadi kelinci nakal atau aku akan menangkap mu." ucap pria itu sembari mencubit pipi gadis itu.
Hal yang tak pernah ia pikirkan jika ia benar-benar tak akan menemui wajah menggemaskan itu lagi untuk waktu yang benar-benar lama.
...****************...
Ainsley Setya Belen
Sean Justin Xavier
__ADS_1
Richard Zinchanko