
Kediaman Clarinda.
"Mamah!" panggil gadis itu menggema ke seluruh ruangan mencari ibu nya sembari membawa cake yang baru ia panggang dan masih sangat harum tersebut.
"Yes, Love?" jawab Clarinda yang menyahut dari ruang kaca mendekati putri angkat nya yang selalu penuh dengan senyuman itu.
"Cobain ini, Mah!" ucap nya sembari memberikan cupcake berbentuk kelinci tersebut.
Clarinda tersenyum lirih sembari memandang ke arah sekertaris Edgar, ia sangat ingat dengan semua rasa aneh di balik cupcake tersebut.
"Mamah kok gitu wajah nya? Ini kulit telur nya gak masuk lagi Mah, Chef Felipe juga uda bilang enak kok!" ucap Calesta pada ibu nya.
"Iya, Mamah cobain yah..." Clarinda pun mengambil salah satu cupcake yang di bawa putri nya.
Ia mencoba satu gigitan, dan benar saja kali ini adalah percobaan yang paling berhasil, kalau saja ia tak menyadari gadis itu suka memasak kue dan tak memanggil Chef untuk jadi pengajar langsung mungkin ia akan terus terkena sakit pencernaan setelah memakan makanan buatan putri cantik nya.
"Enak! Anak Mamah sudah pintar buat cake..." puji nya sembari mengelus rambut gadis itu.
Calesta tersenyum, ia merasa puas karna kali ini kue buatan nya berhasil, "Paman Edgar mau coba juga tidak?" tanya nya pada sekertaris sekaligus tangan kanan yang sangat di percayai ibu nya.
Sekertaris Edgar awalnya enggan namun ia mencoba memakan nya, dan kali ini memang percobaan cake yang di buat gadis itu berhasil.
"Enak kan paman?" tanya gadis itu penuh akan senyuman manis nya.
"Benar, kali ini cake buatan mu enak." ucap sekertaris Edgar yang ikut memuji cake buatan gadis cantik itu.
"Mah, Calesta mau punya toko kue mah! Boleh yah..." pinta nya pada sang ibu.
"Toko pastry? Seperti itu?" tanya Clarinda memastikan.
Calesta memgangguk semangat mendengar nya, namun wanita itu tau jika kemampuan seperti ini masih belum cukup, tetapi ia juga tak mampu menolak keinginan gadis itu.
"Boleh, tapi setelah latihan sama chef Felipe selama tiga bulan yah? Kalau chef Felipe sudah benar-benar mengatakan kau bisa membuat nya dengan baik, Mamah akan buatkan toko yang kamu mau." ucap Calesta dengan lembut pada gadis itu.
"Janji yah, mah!" ucap Calesta dengan senyuman cerah.
Gadis itu pun dengan senyum yang merekah melenggang pergi setelah memberikan cake buatan nya.
Clarinda tersenyum ia suka melihat senyuman cerah gadis itu, "Kalau Robert dan Zen masih hidup dia pasti lebih akan lebih bahagia kan?"
Sekertaris Edgar mengangguk ia merasa perkataan tersebut benar, karna keluarga dau salah satu putri bangsawan yang ia layani termasuk kelurga yang sangat harmonis.
......................
Jalanan yang masih di penuhi dengan beberapa bangunan yang tampak klasik memenuhi kota yang ia lalui.
Gadis itu Memilih jalan kaki menelusuri toko-toko kecil seperti, kue, kafe dan pernak-pernik yang membuat nya sangat suka berjalan seperti itu.
__ADS_1
Ia merasa lega, bebas dan perasaan yang seakan melepaskan beban yang ia miliki di hati nya.
Sementara itu.
Pria yang tengah menatap layar iPad di depan terlihat mulai lelah dan menghembuskan napas nya dengan kasar, ia mengangkat wajah nya dan menatap ke arah lain.
Deg!
Ainsley?
Mata nya terbelalak ia melihat gadis yang sangat mirip dengan yang ia cari selama ini, gadis yang tengah melahap es krim nya dan terlihat sangat menikmati waktu nya.
Ia pun langsung turun dan dan kebawah, karna sebelum nya ia melihat dari cafe atap dan tentu nya hal itu membuat nya langsung bergegas.
Greb!
Calesta tersentak saat tangan nya di tarik tiba-tiba hingga membuat es krim yang ia pegang terjatuh.
"Kan! Siapa sih?" gerutu nya menatap pria yang yang tengah memegang tangan nya.
"Ini benar kau kan?" ucap pria itu lirih.
"Hm?" gadis itu bingung, pria yang memegang tangan nya dengan erat hingga tak dapat ia lepaskan sama sekali menatap nya dengan tatapan dalam dan nanar.
"Pa-paman...
Lepas...
Greb!
Dalam satu tarikan gadis itu masuk ke dalam pelukan pria itu, pelukan yang begitu erat hingga membuat gadis itu merasa sesak.
"Aku menemukan mu...
Kau masih hidup..." gumam Richard yang tak bisa melepaskan pelukan nya.
Gadis itu kesulitan, ia tak bisa bergerak dengan bebas dan terus memukul punggung pria itu agar melepaskan pelukan erat nya.
Paman nya tampan tapi tidak waras!
Batin gadis itu yang semakin terbenam di pelukan pria bertubuh kekar tersebut, "Lefas..." ucap nya lirih tak jelas.
Richard pun melepaskan pelukan nya, dan memegang tengkuk gadis itu lalu sedetik kemudian,
Humph!
Calesta lagi-lagi membelalak saat mendapatkan ciuman yang begitu tiba-tiba tersebut, pria yang mel*mat habis bibir nya hingga semakin membuat nya bungkam dan kehabisan napas setelah belum sempat menghirup banyak udara setelah pelukan nya.
__ADS_1
Richard pun melepaskan pelukan nya dan menatap wajah terkejut gadis itu yang belum memproses situasi nya, hingga...
DUK!!!
🐣🐣🐣 (Tak dapat di suarakan tapi dapat di rasakan )
Ukh!
Ia terkejut, tangan nya langsung memegang bagian tengah nya, setelah tendangan maut pembelaan diri gadis itu, ia sendiri bahkan tak menyangka dan tak siap sama sekali dengan tendangan yang seakan memecahkan sesuatu di tubuh nya.
"Paman mesum!" teriak Calesta dan langsung kabur secepat kilat.
Yang mengajari nya hal tersebut adalah sekertaris Edgar sama baik nya seperti Clarinda pada nya, pria paruh baya itu mengajari nya cara tercepat kabur dari seorang pria jika memungkinkan.
"Astaga! Dia Ainsley kan?" ringis Richard yang tak dapat menyembunyikan rasa sakit nya yang melebihi tusukan pisau ataupun tembakan timah peluru.
Ia tersenyum dan tertawa kecil karna merasa bahagia namun mata nya mengalirkan sesuatu yang tak pernah ia keluarkan sejak kecil.
"Mata ku basah? Aku kelilipan?" gumam nya masih dapat mengalihkan rasa sakit di bagian tengah nya dengan bahagia bertemu gadis itu.
...
Hah...hah...hah...
Calesta berlari hingga membuat kaki nya terasa sakit dan tak sanggup lagi berlari, setelah kecelakaan nya yang begitu parah hampir seluruh tulang nya patah dan beberapa tempat yang di pasang pen.
NB KET : Sejenis alat penyangga seperti alumunium yang anti karat dan di pasangkan untung menyambung tulang yang patah.
Bruk!
"Aduh! Kenapa hari ini?" batin nya yang terjatuh saat menabrak seseorang hingga terjatuh.
Pria yang menabrak nya tersentak saat mendengar suara gadis itu, ia segera membantu gadis itu bangun dan mata nya membuat sempurna menatap gadis itu.
"A-apa lagi ini..." ucap nya lirih melihat raut wajah yang hampir sama dengan paman tampan yang ia temui sebelumnya.
Gadis itu langsung ingin kabur lagi-lagi tangan nya tertahan hingga membuat nya tak bisa melangkah.
"Kau..." ucap pria itu dengan suara serak dan lirih, tubuh nya bergetar, tangan nya perlahan meraih wajah gadis itu dan menyentuh pipi lembut itu.
Tes...
"Eh? Ke-kenapa?" ucap Calesta terkejut saat melihat pria itu menetaskan air mata, namun bibir nya penuh akan senyuman.
*Dia menangis, namun terlihat bahagia? Ada apa dengan orang-orang tampan ini?
Apa sekarang sedang memiliki trend tampan tapi aneh*?
__ADS_1
Batin nya yang heran melihat sikap pria yang memiliki ketampanan namun ia merasa juga memiliki sikap yang tak normal.
.......