
2 Hari kemudian.
Ainsley mulai terbangun, mata nya masih terasa berat dan sangat berbayang. Mengandarkan seluruh pandangan nya ke ruangan di mana ia berada hingga penglihatan nya benar-benar jernih.
Ia perlu memproses semuanya beberapa saat dan menyadari jika saat ini ia belum mati. Gadis cantik itu tak pernah menginginkan kematian.
Yang ia inginkan adalah kebebasan dan kebahagian, ia tak tau bagaimana cara mendapatkan nya dan malah berpikir jika ia tiada maka ia bisa mendapatkan apa yang ia inginkan.
Gadis itu perlahan bangun walaupun tubuhnya masih terasa sangat berat dan belum mengumpulkan tenaganya dengan baik, masih belum lama ia tersadar, suara pintu terbuka pun mulai terdengar di kepala nya.
Cklik...
Mata Ainsley menatap kosong pada pria yang berdiri di depan pintu, ia mulai merasa hambar pada pria yang ia harapkan kedatangan nya sebelum nya.
"Kau sudah sadar? Masih ada yang sakit?" tanya Sean saat melihat gadis nya yang sudah duduk di tepi ranjang pasien itu.
Kaki nya berjalan mendekat dan mencoba menyentuh gadis nya, memeriksa apakah gadis cantik itu baik-baik saja atau tidak.
Ainsley langsung menghindar saat pria yang ia cintai ingin menyentuhnya guna memeriksa keadaan nya.
"Kenapa?" tanya Sean bingung saat gadis tak ingin ia sentuh.
"Aku kotor...
Kau membuang ku karna aku kotor kan? Makanya tak usah menyentuh ku..." jawab Ainsley lirih sembari menjatuhkan bulir bening nya tanpa sadar di wajah datar nya.
Deg...
Sean terdiam beberapa saat ia tak menyangka jika gadis yang ia sukai mulai berpikiran seperti itu, tak pernah sekali pun ia ingin membuang nya walaupun terkadang ia bersikap kasar namun ia masih sangat menyukai gadis cantik yang memilki sifat lembut itu.
"Kenapa kau pikir aku membuang mu?" tanya Sean lirih sembari berjongkok agar bisa melihat wajah gadis nya yang terus duduk tertunduk di pinggir ranjang.
"Berhenti seperti ini Sean! Kalau mau membuang ku maka jangan bersikap baik pada ku!" ucap Ainsley dengan suara serak karna tangis yang merasa mulai pecah, ia benar-benar merasa sendiri saat pria itu meninggalkan nya tempo hari.
"Kau yang melepaskan ku lebih dulu..." sambung nya lirih yang mulai terisak karna tangis nya, ia menutup wajah nya dengan kedua tangan kecil agar menutupi semua air mata yang ia keluarkan.
Sean masih diam ia ia mulai berdiri dan menatap gadis itu yang terus larut dalam rasa takut dan kesedihan nya.
"Aku tak membuang mu...
Aku juga tak ingin melepaskan mu..." ucap Sean dengan lirih sembari mengelus kepala gadis yang sedang menangis tersedu itu.
"Bohong! Kau juga pergi kan?! Sekarang apa?! Merasa kasihan?! Aku terlihat menyedihkan?! Kenapa tak biarkan aku mati saja?!" teriak Ainsley dalam tangis nya sembari menepis tangan pria yang mencoba mengelus kepala nya.
Ia ingat dengan jelas bagaimana mata dan penolakan pria tampan itu saat dirinya meminta untuk tetap tinggal.
"Kau bahkan tak menjawab panggilan ku..." sambung gadis itu lagi dengan lirih.
Ia tak pernah mendapatkan kasih sayang apapun sejak ia kecil dan mulai mengenal kata "Cinta" saat ia beranjak dewasa. Walaupun ia memiliki hubungan yang beracun namun ia tetap sangat mencintai pria di hadapan nya.
"Aku sedang ada urusan saat itu...
Maaf..." ucap Sean yang tetap mencoba menghapus bulir bening yang di jatuhkan gadis nya dari manik coklat indah itu.
"I Love you...
You know that, right?" tanya Sean lirih sembari mencoba memeluk gadisnya.
Hati nya luluh saat mendengar kalimat yang ingin ia dengar itu, tak peduli itu suatu kebohongan atau tidak, gadis itu tak peduli lagi.
__ADS_1
Hua...
Huhuhuhu...
Tangis nya yang pecah seperti anak kecil di dalam pelukan pria itu, seperti melepaskan jutaan balon yang meluap di hati nya ke udara, memberikan ruang agar ia bisa bernafas dengan lega.
Satu pelukan...
Hanya itu yang ia butuhkan sejak awal, membutuhkan seseorang yang menangkap nya agar lebih kuat saat kaki nya hendak masuk ke jurang tak bertepi yang menyesakkan dada nya.
"Sstt...
Tidak apa-apa...
Semua akan baik-baik saja...
Kau bisa menangis sampai kau merasa tenang..." bisik Sean sembari terus memeluk dan mengusap rambut panjang gadis nya.
Tubuh Ainsley bergetar dalam tangis nya, air mata yang melambangkan semua kesedihan, rasa takut dan kesepian nya hari ini tumpah dalam tangis nya.
Menangis mungkin tak akan menyelesaikan masalah, namun tangisan dapat meluapkan emosi yang tertahan pada gadis itu.
Setelah semua rasa yang menumpuk di hatinya terlepaskan, gadis itu pun mulai menghentikan tangis nya.
Sean melepaskan pelukan nya perlahan dan melihat wajah sembab serta mata merah karna tangis gadis nya yang begitu tumpah.
"Kau haus? Mau ku belikan milkshake?" tanya Sean tersenyum seperti tak ada kejadian apapun sebelum nya.
Gadis itu hanya menjawab dengan menggelengkan kecil kepala nya. Tangan nya mulai meraih tangan kekar yang sedang menyentuh wajah nya dengan halus.
"Sean...
Ka-kalau pun kau cuma kasihan pada ku...
Aku takut...
Aku gak mau sendiri...
Aku bakal jadi anak baik kok..." ucap gadis itu lirih sembari memegang tangan kekasihnya.
Sean tak menjawab dan terus melihat gadisnya yang terus menunduk tak berani melihat matanya, Ainsley terus saja memegang tangan kekar pria di hadapan nya seperti tak ingin agar di lepaskan lagi.
"Nanti kalau kau bosan...
Tetap jangan tinggalin aku yah...
Kalau nanti punya wanita lain, kau cuma perlu menyangkal nya saja, aku bakal percaya pada mu kok..." sambung gadis itu, sekarang ia sudah benar-benar menggantungkan semua kehidupan nya pada pria di hadapan nya.
"Aku tidak merasa kasihan pada mu...
Kau cantik, kaya, berbakat dan pintar...
Aku harus kasihan di bagian mana? Hm?" tanya Sean sembari menyentuh dagu gadis nya agar melihat wajah nya.
Tangan nya yang awalnya terus di genggam oleh gadis cantik itu kini ia lah yang berbalik menggenggam tangan dengan jemari lentik itu.
"Maaf...
Aku seharusnya tak meninggalkan mu waktu itu...
__ADS_1
Sekarang lihat kan? Aku tak akan melepaskan mu lagi...
Jadi jangan menangis lagi yah..." ucap Sean tersenyum sembari memperlihatkan tangan nya yang sudah menggenggam tangan kecil itu.
Ia tau dengan sifat polos dan lembut gadis nya sangat mudah membuat gadis itu terpengaruh, rasa kesepian yang besar juga membuat gadis nya memiliki rasa takut yang besar.
Sean mulai berbicara dan bersikap seakan-akan tak pernah terjadi apapun untuk membuat gadis nya sedikit melupakan akan ingatan buruk yang melanda nya.
......................
4 Hari kemudian.
Gadis itu berangsur membaik dalam segi fisik namun tidak dengan mental nya, ia masih takut. Takut akan orang asing dan tak ingin keluar sama sekali.
Sean pun mulai membujuk dan ingin agar gadis nya bisa mendapatkan terapi psikologis.
"Kita terapi yah...
Semua nya perempuan kok...
Dokter nya, perawat nya, yang jagain..." bujuk pria itu pada gadis nya, ia masih mencari siapa yang sudah menyentuh gadis kesayangan nya namun semua pencarian tak membuahkan hasil bagaikan mencari asap tanpa api.
"Takut Sean..." cicit gadis itu yang masih sangat takut dengan orang asing.
"Kenapa takut? Mereka kan perempuan semua? Kau tidak takut pada ku tapi takut pada mereka?" tanya Sean sembari terus membuat gadis itu yakin.
"Kan beda...
Kalau aku penurut, kau kan tak akan menyakitiku..." jawab nya lirih.
"Kalau aku tetap menyakitimu?" tanya Sean lagi.
"Kau kan orang baik..." jawab nya lirih pada kekasihnya.
"Aku bukan orang baik!" jawab Sean lagi.
"Kau tau? Aku mau berkencan di bioskop, wisata bermain, melihat kembang api, berbelanja bersama dan melihat karnaval..." sambung Sean pada gadisnya, itu bukan lah keinginan nya namun keinginan dari gadis cantik itu.
Ainsley terdiam, itu semua adalah keinginan nya yang pernah ia katakan pada kekasihnya.
"Kau kan gak suka yang seperti itu...
Kau bilang itu norak..." jawab gadis cantik itu lirih.
"Tapi sekarang sudah tidak...
Mau yah? Kau bilang suka pada ku, tapi aku minta hal seperti ini saja sudah tak mau. Katanya nya mau jadi penurut? Tapi ini apa?" ucap Sean lagi dan terus menuntut agar gadis nya mau menjalani terapi.
"Iyah...
Tapi jangan tinggalin aku yah?" ucap nya lirih dengan nada terpaksa, rasa ketergantungan yang di berikan pria itu semakin menjadi padanya.
"Tentu saja..." jawab Sean tersenyum simpul dan mengecup lembut kening gadis nya.
...****************...
Jangan lupa like komen vote fav rate 5 dan dukung othor yah🥰🥰❤️❤️
Happy Reading❤️❤️
__ADS_1
**Oh iya kalau ada kritik dan saran silahkan berikan yah😉😉
Slow up yah, maaf gak bisa daily up🙏🙏🤧🤧**