Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)

Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)
Mommy gak sayang Axel


__ADS_3

Lantai dingin yang berwarna putih itu kini penuh dengan noda merah kental, tangan yang bergetar saat melihat tubuh yang tak lagi bergerak itu membuat nya langsung menggendong nya.


Ia tak mencabut pisau yang menancap di dada wanita itu agar tak memperburuk perdarahan nya.


"Siapkan mobil," ucap pria itu dengan panik dan terdengar getaran di suara nya.


Semua pelayan yang melihat nya terkejut, mereka mengira kali ini pertengkaran kedua nya menjadi lebih serius.


Tak akan ada satu pun para pelayan di mansion itu yang akan percaya jika tau wanita cantik itu yang menusuk dirinya sendiri.


Bersikap ramah dan selalu memperlakukan para pelayan dengan setara membuat nyonya di mansion itu di sukai oleh para pelayan yang berada di sana.


Namun tak ada satupun yang berani membantu setiap kali ia bertengkar dengan pria itu karna mereka lebih takut pada malaikat kematian.


"Tuan menikam nyonya?" tanya Liam terkejut saat pria itu menggendong tubuh istri nya dan memasukkan nya ke mobil.


Tak ada jawaban yang terdengar karna kali ini Richard tak memikirkan hal lain ataupun bisa mendengar yang lain nya selain fokus pada wanita yang berlumuran darah itu.


...


Suara monitoring terdengar, kasa yang di tekan setelah benda tersebut di cabut dan juga cairan merah kental yang mengotori semua sekeliling nya.


Para dokter yang tengah sibuk untuk mengembalikan tanda kehidupan di tubuh wanita itu.


Richard mematung, pikiran nya terasa kosong tak sempat memikirkan hal lain hingga membuat nya bahkan tak bisa mengatakan apapun.


3 Jam kemudian.


Waktu yang cukup lama untuk nya seperti menunggu ribuan hari, setiap detik yang menghantui nya memberi nya segala debaran rasa takut.


Tidak, dia tidak akan mati!


Aku bahkan pernah meracuni nya, dia masih hidup.


Dia juga tetap akan hidup seperti sebelum nya...


Pria yang memakai pakaian berwarna biru dengan pelindung rambut yang memiliki warna yang sama, ia tak memakai jas dokter nya karna harus masuk ke ruang operasi setelah pengecekan.


"Biasakah saya berbicara dengan Anda?" tanya pria yang terlihat cukup berumur itu sembari membenarkan kaca mata nya.


Richard mengangguk dan mengikuti pria itu hingga ke ruangan nya.


Setelah duduk, tanpa berbasa-basi dr. Terry segera memberikan hasil pemeriksaan nya.


"Sebelum nya ibu Ainsley mengalami luka tusukan dan mengenai bagian jantung yang menyebabkan pendarahan bahkan sampai menyebabkan syok tadi nya," ucap nya menjelaskan.


"Lalu? Sekarang dia sudah baik-baik saja kan?" tanya Richard lagi yang terlihat gelisah.


dr. Terry menggeleng mendengar nya, "Setelah melakukan pemeriksaan saya mendapati ibu Ainsley pernah mengalami kecelakaan besar sebelum nya."


"Apa itu mempengaruhi?" tanya Richard mengernyit.


"Jantung ibu Ainsley mengalami kerusakan, kami sebelum nya ingin mengusahakan untuk menggunakan alat pompa jantung tapi karna tubuh nya menolak kami tidak bisa memberikan nya." ucap nya dengan membuang napas nya dengan berat.


"Lalu apa yang harus di lakukan?" tanya Richard mengernyit dengan perasaan yang semakin hilang tak bisa ia kendalikan.


"Mungkin jalan terakhir adalah mencari donor jantung akan tetapi bukan semua resiko hilang begitu saja ketika sudah menjalani prosedur transplatasi jantung."


"Ketidakcocokan jantung pada tubuh baru, efek samping pengobatan, infeksi dan masih banyak resiko lain nya." ucap nya lagi menambahkan.


"Mana kemungkinan yang lebih besar untuk tetap hidup?" tanya Richard lagi, ia bingung hingga tak dapat mencerna situasi nya.


"Transplantasi jantung?" tanya nya lagi sebelum sang dokter menjawab.

__ADS_1


"Benar, dan yang menjadi masalah utama di sini adalah batas waktu yang di miliki sampai menemukan donor hanya dua Minggu karna jantung ibu Ainsley tidak dapat bertahan lebih dari itu dan alat pompa jantung pun tidak bisa di gunakan karna ada penolakan." jawab dr. Terry


"Bagaimana jika mengusahakan nya lebih dulu sampai mendapat donor?" tanya Richard lagi.


"Jika kondisi Ibu Ainsley saja yang masih baik tentu nya tetap akan meninggalkan bekas di jantung dan akan mengakibatkan cacat jantung seumur hidup, tapi kali ini hanya mampu bertahan sekitar dua Minggu," jawab pria berkaca mata itu menjelaskan diagnosa pemeriksaan nya.


"Hanya dua Minggu?" gumam Richard lirih saat mendengar ucapan dr. Terry


"Maka dari itu kemungkinan untuk selamat sangat kecil, di mulai dari kondisi tubuh dan juga waktu yang akan di lakukan, belum lagi prosedur pemeriksaan untuk pencocokan dengan jantung pendonor," ucap dr.Terry


Richard diam, ia memang tau jika prosedur transplantasi jantung bukanlah hal yang mudah apalagi mencari pendonor yang memenuhi persyaratan utama dari prosedur donor.


Pikiran nya terasa kosong hingga membuat nya hanya memikirkan satu hal yang membuat nya terucap tanpa sadar.


"Kalau begitu coba lakukan pemeriksaan pada ku lebih dulu, golongan darah kami sama." ucap nya tanpa sadar.


"Salah satu syarat pendonor adalah pasien yang mengalami mati otak ataupun seseorang yang baru meninggal dan memiliki kondisi jantung yang masih baik," ucap dr. Terry mengernyit karna pria di depan nya mengatakan hal yang besar namun terlihat kecil.


"Lakukan saja apa yang ku katakan, aku akan cari jantung yang tepat." ucap Richard dengan mengernyit dan tampak kesal.


...


Hanya suara mesin dan wanita yang terlihat lemah berbaring di atas ranjang pasien itu.


"Kau mau membalas ku?" tanya nya lirih sembari memegang tangan wanita itu.


"Setelah bilang cinta kau mau pergi begitu saja? Kau pikir aku akan membiarkan mu?" sambung nya menatap wanita itu.


Biasanya ia yang tak pernah menjawab permintaan wanita itu di hari sebelum nya kini wanita itu yang tak menjawab ucapan nya bahkan mungkin tak mendengar nya sama sekali.


"Kau mau bertemu Axel? Kau mau bilang kau menyayanginya kan? Baik! Aku akan bawa dia pada mu setelah itu kau harus katakan sendiri kalau kau menyayangi nya."


Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu, ia sudah tau siapa yang datang.


"Jantung yang sebelum nya apa sudah di lakukan transplantasi?" tanya Richard pada pria itu.


"Sudah, kita tidak bisa memakai jantung itu lagi." ucap Liam lirih.


"Cari jantung yang tepat untuk nya, kita harus segera menemukan nya. Hanya dua Minggu waktu yang tersisa." ucap Richard menatap ke arah Liam.


"Baik tuan," Liam mengiyakan walau ia tau sangat tak mungkin menemukan jantung yang tepat.


Di mulai dari golongan darah yang harus sama, ukuran dan juga belum lagi di lakukan nya pencocokan pendonor dengan penerima donor.


......................


Anak lelaki yang menggemaskan yang dulu nya terlihat begitu ceria kini semakin terlihat murung.


"Daddy sekalang juga uda lupa Axel kayak Mommy?" gumam nya saat menunggu sang ayah yang tak kunjung datang padahal sudah lewat jam nya.


Wajah nya terlihat lesu dan murung, ia merasa kesal dan marah jika sang ayah pun tak datang juga.


Karna bagi nya ayah nya kini juga akan mengabaikan nya seperti ibu nya juga.


Mata nya terlelap saat menunggu sang ayah dengan tangisan lirih nya karna ia juga merasa seperti di abaikan.


Suara pintu yang terbuka membangunkan telinga sensitif nya akan suara sehingga langsung membuat nya terbangun.


"Daddy? Kenapa telambat?" tanya nya sembari mengucek mata nya dan langsung turun dari ranjang nya lalu memeluk sang ayah.


Richard masih diam, ia mengelus halus punggung putra nya yang memeluk nya.


Sejenak pikiran pengab dan kesulitan nya hilang saat tubuh mungil itu memeluk nya.

__ADS_1


"Axel kangen sama Mommy gak?" tanya Richard sembari melepaskan pelukan putra nya.


Wajah berbinar itu perlahan hilang dan terlihat tatapan marah saat sang ayah menyebut ibu nya.


"Enggak! Mommy aja gak kangen Axel! Gak sayang Axel!" ucap nya yang langsung berteriak.


Richard pun langsung mengernyit, ia hanya ingin putra nya membenci mantan kekasih istri nya namun ekspetasi nya melebihi dari yang ia perkirakan.


"Mommy gak bisa sama Axel karna ada paman Sean," ucap Richard sembari mengelus kepala putra nya.


"Sama aja! Masa kalna sama Paman Sean Mommy langsung lupa sama Axel! Katanya Mommy sayang Axel! Tapi Mommy pembohong!" ucap nya yang meneriaki sang ayah dengan bercampur tangis nya yang mulai keluar.


"Daddy udah bawa Mommy kok sekarang, terus Mommy mau ketemu Axel tapi gak bisa karna Mommy lagi sakit." ucap pria itu yang mulai memperbaiki suasana hati putra nya.


Axel masih terlihat marah, "Axel gak peduli! Mommy aja gak peduli sama Axel! Axel tuh sakit! Tiap hali nungguin Mommy tapi Mommy gak pelnah datang!" ucap nya dengan suara serak karna tangis nya yang semakin menjadi.


Richard diam sejenak, ia membawa susuatu bersama nya. Cake cantik yang selalu di buat setiap hari oleh istri nya untuk putra nya dengan harapan akan ada hari di mana itu bertemu dengan putra nya.


"Ini cake buatan Mommy untuk Axel," ucap nya sembari memberikan nya pada pria kecil dengan wajah menggemaskan itu.


Brak!


Seketika susunan cake cantik itu berhamburan di lantai dan rusak seketika. Axel yang langsung membuang nya begitu sang ayah memberikan nya.


"Kenapa Mommy balu sekalang peduli sama Axel?! Huhuhu..."


"Axel gak mau sayang Mommy lagi..."


Hua...


Huhuhu...


Tangis nya yang pecah seketika memenuhi ruangan tersebut.


"Axel," panggil Richard lirih pada putra nya yang menangis pilu tersebut.


"Mommy gak sayang Axel, huhuhu..." tangis pria kecil itu terdengar pilu dengan tubuh gemetar nya.


...****************...


Oh iya buat pernah mikir donor jantung atau tranplantasi jantung itu bisa langsung di kasi kalau ada yang bersedia atau kalau ada jantung pendonor itu salah yah.


Prosedur transplantasi itu gak mudah, apa lagi jantung, syarat dasar nya minimal goldar harus sama dan ukuran jantung dan pemeriksaan tentang jantung di penerima dan pendonor.


Jadi kalau misal nya si Sean mau pun kasih jantung nya dia gak akan bisa karna goldar nya beda, kalau sama dia kan pasti ngasih darah nya ke Ainsley waktu si Ainsley coba bundir pertama kali.


Tapi dia gak bisa karna beda kan. Apa lagi Axel yang ukuran dan goldar nya beda sama Richard Ainsley.


Kalau kalian bingung, kok bisa beda? Sedangkan Richard Ainsley sama goldar nya.


Jawaban nya bisa yah. yang goldar Ibu AB ayah AB anak nya bisa B bisa A bisa juga AB atau sedang kan yang gak bisa itu kalo misal nya Ibu O ayah O si anak ini goldar nya B itu baru di pertanyakan wkwk


Atau Ibu B ayah B si anak bisa A bisa B ataupun bisa O yang akan tetap sama kalo goldar ortu nya sama juga itu O yah.


Pahami lah wkwk, othor bingung menjelaskan nya. Tapi bisa cari info nya lagi kalau mau lebih jelas karna itu juga pelajaran semester lawas jadi othor mungkin sedikit lupa.


Jadi jangan anggap yang transplantasi atau donor itu tahapan nya mudah yah, donor darah aja yang kita lihat nya simpel itu sebenernya tahapan nya sedikit ribet di lab.


Karna misal nya transfusi darah aja itu harus ada pemeriksaan kecocokan, salah sedikit atau di Rhesus aja waktu transfusi darah ancaman nya nyawa, kalau pun selamat bakal cuci darah seumur hidup.


Ngeri kan? Jadi prosedur apapun yang ada memindahkan sesuatu ke tubuh kita itu gak segampang kasih makan anak ayam yah ekwk


Just info 🤗🤗🤗

__ADS_1


Happy Reading dan jangan lupa dukungan nya💕💕💕


__ADS_2