Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)

Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)
Club night


__ADS_3

1 Bulan kemudian.


Ainsley sudah kembali ke kampus nya lagi, perlahan terapi nya membawa hasil membuat nya tak takut akan dunia luar lagi, walaupun ia masih tertutup sesekali namun tak separah sebelum nya.


"Sakit apa sih Ains? Lama sekali tidak datang kuliah..." tanya Vindi yang meletakkan tas nya di samping gadis cantik itu duduk.


"Iya...


Kemarin ada sedikit kecelakaan...


Jadi ada cidera..." jawab Ainsley lirih dan memberikan senyum manis nya pada teman yang ia kenal sejak awal masuk kuliah tersebut.


"Ada dosen baru loh hari ini...


Wajah nya itu...


Lebih tampan dari Sean mu..." ucap Vindi sembari dengan antusias saat sebelum masuk ia melihat salah satu dosen yang akan mengajar selama 3 bulan terakhir.


Ainsley tak menjawab dan hanya tersenyum pada teman nya.


Tak lama kemudian ia melihat pria tampan yang masuk dengan wajah dingin dan tak asing baginya.


"Tampan kan?" tanya Vindi antusias pada teman nya.


"Iya..." jawab Ainsley lirih sembari mengingat di mana ia bertemu dengan pria tersebut sampai ingatan nya memutar tentang bunga di taman rumah sakit satu bulan yang lalu.


"Kalian sepertinya sudah ada beberapa yang mengenal saya kan? Tapi tak apa kali ini saya akan memperkenal kan diri lagi." ucap Richard sembari melirik sekilas ke arah Ainsley.


Ia mulai memperkenalkan dirinya dan setelah itu melakukan pembahasan ringan atau briefing agar tak terlalu merasa penat di hai pertama ia mengajar.


"Oh iya setelah ini mahasiswi bernama Ainsley Setya Belen, ke ruangan saya yah..." ucap Richard yang pura-pura tak mengenal karna memanggil gadis itu sembari melihat daftar nama kelas.


Jam nata kuliah nya telah usai ia kembali dan tersenyum simpul saat meninggalkan kelas.


Berbeda dengan Ainsley yang merasa takut akan nilai akademis nya karna ia sudah terlalu lama bolos dan cuti kuliah.


"Ainsley!!! Ih seneng deh kalau aku yang di panggil, di marahin juga gak apa-apa kalau wajah nya begitu..." ucap Vindi kegirangan karna sangat menyukai dosen baru nya.


"Vin...


Mau temenin aku gak?" ajak Ainsley pada teman nya.


"Mau! Mau!" jawab Vindi dengan senang hati


Setelah seluruh mata kuliah nya selesai dan di waktu istirahat, Ainsley dan teman centil nya pun mulai menemui Richard.


Walaupun hanya dosen sementara namun pihak universitas sangat memfasilitasi pria itu karna merupakan salah satu tokoh yang sangat sulit di undang dan tak terlalu suka menonjolkan dirinya.

__ADS_1


Melihat Ainsley yang membawa teman nya membuat pria itu sedikit berubah raut wajah dengan kesal.


"Kau terlalu takut untuk menghadapi masalah mu sampai ikut membawa teman mu?" tanya Richard dengan tatapan tajam.


"Ma-maaf pak..


Bukan begitu maksud saya..." ucap Ainsley lirih gadis penakut itu langsung ciut saat melihat sepasang tatapan tajam ke arah nya.


Vindi pun yang merasa bersalah akan teman nya mulai membuka suara.


"Maaf pak...


Tadi saya ikut kesini mau minta tanda tangan...


Ma-mana tau saya bisa menjadi sukses seperti anda..." ucap Vindi canggung.


"Sukses tidak ditentukan dari tanda tangan tapi dari usaha." jawab Richard dingin dan seketika membuat suasana menjadi lebih tak menyenangkan.


Ia memang di kenal sebagai pria yang mudah di dekati begitu saja, dan Vindi pun juga tak merasa sakit hati namun lebih tepat nya merasa ingin segera di telan bumi karna jawaban telak tersebut.


Ia pun mulai pamit keluar dan hanya menyisahkan teman nya dan juga dosen baru tersebut di ruangan itu sendirian.


Richard tersenyum simpul sembari menatap wajah panik gadis itu.


"Sebelum kau dinyatakan cuti karna ada masalah kau bolos kan? Dan lagi nilai mu menurun sejak dua bulan terakhir, tak hanya itu tadi di kelas ku, kau juga seperti tak terlalu mendengarkan." tanya Richard dan membuat Ainsley semakin panik.


La-lalu saya tadi juga bukan nya tak mendengar anda..." jawab Ainsley lirih dengan terus menunduk.


"Kerjakan ini, buat literatur serta laporan rinci dan selesaikan secepatnya, batas pengumpulan hari ini pukul 7 malam." ucap Richard sembari menyerahkan map yang berisi tugas, ia tau jika tugas yang ia berikan tak akan dapat di siapkan.


"Ta-tapi ini sudah pukul tiga sore?!" jawab Ainsley lagi dengan takut.


"Pengurangan poin 60 di mata kuliah saya kalau begitu, semua nya terserah pada mu. Sekarang sudah selesai kau boleh keluar." ucap Richard enteng.


Ainsley pun terkejut dan mau tak mau ia tetap keluar, gadis itu terkejut bukan main mendengar pengurangan poin sebanyak 60.


Ia pun mulai berjalan ke perpus dan mengerjakan agar dapat menyelesaikan tugas agar tak ada pemotongan poin di nilai nya.


......................


Pukul 10.00 PM.


Suara dentuman musik di salah satu club malam terbesar membuat para pengunjung semakin meriah.


Pria yang berada di salah satu privat room tersenyum simpul melihat jam tangan nya yang sudah menunjukkan pukul 10 malam namun masih belum ada tanda-tanda jika gadis cantik itu akan menelpon nya.


"Putar tubuh kalian..." perintah Richard dingin pada para wanita penghibur di ruangan tersebut yang terus berusaha memancing birahi para tamu pria.

__ADS_1


Tak selang berapa lama telpon nya mulai berdering, saat gadis itu mengirim pesan. Awalnya Ainsley ingin menelpon namun karna sudah malam ia takut membuat dosen nya terganggu.


Richard pun menyeringai dan mulai membalas pesan tersebut agar gadis itu memberikan nya secara langsung padanya ke club malam tersebut.


.....................


Ainsley yang masih berada di perpustakaan pun mengernyitkan dahi nya, ia sama sekali belum pernah ke club malam, namun jika ia ingin tugas nya di terima maka harus ke sana.


Gadis itu ingin menghubungi sang kekasih namun takut jika ia lagi-lagi akan merepotkan, hingga membuat nya bertindak sendiri.


Kelinci kecil yang polos memasuki tempat dimana sekumpulan serigala yang selalu ingin memakan nya.


Sesaat sebelum gadis masuk itu masuk ia sudah di hadang dengan para penjaga yang melihat apakah ada yang belum cukup umur ke tempat itu.


"Kenapa aku tak bisa masuk?" tanya Ainsley menatap takut pada dua pria berbadan tegap dan tinggi tersebut.


"Tidak untuk anak di bawah umur, silahkan kembali setelah usia mu cukup!" jelas salah satu pria penjaga.


"Aku sudah 22 tahun, aku punya tanda pengenal." ucap Ainsley sembari menunjukkan tanda pengenal nya.


Para pengawal pun melihat ke arah gadis itu dengan seksama hingga membuat Ainsley membuang pandangan nya.



Rambut yang di ikat satu dengan bando mutiara dan sudah tak begitu rapi karna sejak sore ia mengerjakan tugas nya dengan gaun berwarna putih polos, sangat tak cocok dengan tempat yang akan ia kunjungi.


Karna tanda pengenal yang mirip dan tak ada lain, akhirnya para pengawal membiarkan nya masuk.


Cahaya gemerlap dengan musik keras yang masuk ke telinga gadis itu membuat nya merasa risih. Gadis yang sangat terlihat kontras seperti malaikat yang masuk ke sarang iblis itu pun menjadi pusat perhatian beberapa pria.


"Ruangan nya dimana?" gumam Ainsley lirih karna ia tak tau tempat di mana ruang privat room hingga membuat nya bertanya pada salah satu pria.


"Ohh...


Kau mau kesana? Mau kakak antarkan?" tanya pria tersebut tersenyum simpul melihat gadis polos yang sedang kebingungan itu.


"Tak perlu di antarkan, cukup beri tau saja letak nya." ucap Ainsley pada sekumpulan pria tersebut.


Para pria tersebut pun saling memandang satu sama lain dan kembali melihat gadis cantik itu.


...****************...


Maaf yah kalau lama gak up, soal nya kemarin draft nya hilang, othor buat nya di word karna lagi gak mengang hp yang ada mangatoonnya.


Alhasil jadi mikir ulang wkwk


Aduh mbk Ainsley jangan polos-polos amat nanti othor kenalin sama Mbk Louise deh biar ketularan bar-bar sedikit😅

__ADS_1


Setelah ini othor usahakan up 3 hari sekali yah👌


__ADS_2