Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)

Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)
Harapan


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


Pemulihan Sean semakin berjalan dengan lancar, walaupun masih tersendat oleh beberapa halangan karna kecelakaan parah yang menimpa pria itu namun semangat nya begitu besar.


"Kau sudah cari dimana Ainsley tinggal sekarang?" tanya Sean pada sekertaris nya setelah latihan pergerakan otot nya.


Sesuai janji sang ayah yang akan mengembalikan sekertaris pria itu setelah sebulan sekertaris Jhon pun kembali menemui Sean.


"Anda harus lihat ini dulu," ucap sekertaris Jhon yang awal nya diam sejenak saat di tanyai tentang Ainsley.


Ia pun memberikan I pad nya guna memberitahukan tentang berita kecelakaan pesawat 7 bulan yang lalu.


Sean mengerutkan dahi nya ia masih belum mencerna apapun tentang apa yang ingin di beri tau oleh sekertaris nya.


"Kecelakaan pesawat, maksud nya?" tanya Sean yang masih bingung.


Sekertaris Jhon menarik napas sejenak, ia tau tuan nya akan sangat terkejut saat mendapat berita tersebut.


"Nona Ainsley berada di dalam pesawat tersebut, kecelakaan nya di hari yang sama saat tuan kecelakaan, pesawat sempat hilang kontak selama 18 jam." jelas sekertaris Jhon.


Deg!


Mata pria itu membulat sempurna, tubuh nya terasa lemas kehilangan semua otot-otot yang baru saja ia gerakkan.


"A-apa maksud mu? Dia?" tanya Sean lirih dengan berita yang begitu mengejutkan diri nya.


"Mayat nona Ainsley belum di temukan, dan B'One grup juga tak menggelar pemakaman ataupun menyampaikan berita kematian pewaris mereka." ucap sekertaris Jhon pada Sean.


"Kalau begitu mungkin dia masih hidup, dia masih akan tetap..." ucap nya tercekat tak mampu mengatakan apapun.


Sekertaris Jhon diam, ia tak ingin langsung mengatakan 'Tidak' dan mematahkan semangat atasan nya namun juga tak ingin langsung mengiyakan dan membuat pria itu memiliki harapan palsu tentang kabar kematian wanita yang di cintai nya.


......................


Bar.


Pertemuan ilegal yang di balut dengan tempat yang mewah guna menutup tindakan kriminal yang di lakukan sekelompok orang itu, membuat pria tampan itu memilih Bar besar yang sudah menjadi rahasia umum untuk beberapa transaksi yang di gelapkan hukum.


Richard beserta Liam dan juga beberapa bawahan lain nya berkumpul di sana, alunan musik yang terdengar di dalam ruangan privat yang cukup luas tersebut memenuhi indra pendengaran para pria tersebut.


"Sekarang kan sudah lengkap!" ucap seorang pria yang cukup berumur saat beberapa wanita penghibur datang.


Richard tak menolak ataupun menerima, ia hanya membiarkan wanita-wanita itu duduk di samping nya, semenjak gadis itu pergi ia tak lagi meniduri wanita lain.


Entah kenapa ia tak bisa melakukan nya, ia pernah mencoba sekali dengan pikiran untuk menghapus stress nya dengan cara bersenang-senang yang lain, namun wajah gadis itu kembali lagi di mata nya.


Entah tangisan atau senyuman yang membuat nya menjadi enggan menyentuh wanita lain hingga hubungan yang dalam seperti dulu.


"Ini berlian nya," ucap Liam sembari memberikan berlian dengan mata merah muda kehitaman yang langka tersebut.


Bukan menukar dengan uang melainkan sesuatu yang berharga lain nya.


Pria yang cukup berumur itu tertawa, ia senang akhirnya bisa mendapatkan apa yang ia inginkan, maka dari itu ia juga tak segan menukar dengan salah satu perusahaan nya.


"Tuan, mau minum?" tanya seorang wanita dengan suara yang dilembutkan dan berusaha menggoda pria tersebut.

__ADS_1


Richard tak menjawab ataupun memperdulikan nya, ia hanya mengambil gelas kecil tersebut dan meneguk minuman tersebut.


"Tuan, anda kuat sekali...


Anda suka minuman nya?" tanya wanita itu sembari mengelus paha dan dada bidang pria tampan itu.


Merasa tak ada penolakan wanita itu langsung dengan cepat dan tanpa malu naik ke pangkuan pria tersebut.


Mencoba menggoda nya dengan kecupan di leher pria itu dan meraba dada bidang tersebut dan membisikkan kata yang membuat amarah pria itu naik.


"Daddy..."


Deg!


Richard tersentak, ia langsung mendorong wanita tersebut hingga jatuh, "Seperti nya kau sudah tak ingin tangan mu lagi!" ucap nya dengan suara rendah namun begitu menusuk dan tatapan yang begitu tajam.


"A-aku memang nya apa yang ku lakukan?" tanya wanita tersebut dengan takut dan terkejut.


Richard tak menjawab ia menatap ke arah pria yang melakukan pertukaran pada nya.


Pria tersebut tersentak, ia membatu dengan tatapan tajam yang seperti memiliki sihir untuk membuat seseorang tak bisa bergerak sedikit pun.


"Disini tak ada yang bagus untuk di lihat, karna transaksi nya sudah selesai saya akan pergi," jawab Richard dengan tatapan tajam nya.


"I..Iya tentu saja..." jawab pria paruh baya itu dengan terbata-bata.


Richard pun keluar, Liam mengikuti langkah tuan nya, "Aku mau lidah ja*ang itu itu di potong."


"Baik tuan," jawab Liam tanpa bertanya ada apa.


...


Flashback on.


Pria itu berjalan mengikuti langkah kecil gadis di depan nya, setiap kali kuliah selesai di pelajaran nya maka ia selalu dapat menemukan alasan untuk membuat gadis cantik itu mengikuti nya.


"Paman tidak suka di panggil 'paman'?" tanya gadis itu dengan sembari terus berjalan dan menjatuhkan kelopak bunga matahari yang ada di tangan nya.


"Tidak, memang nya aku paman mu?" jawab Richard dengan nada datar nya.


"Kalau 'Daddy' bagaimana?" tawar gadis itu dengan senyuman dan membalik tubuh nya menatap ke arah pria yang berjalan di belakang nya.


"Memang nya aku ayah mu?" ucap Richard sekali lagi dengan nada yang mulai ketus.


"Bukan..."


"Lalu kau mau membuat jadi sugar mu?" tanya nya sembari memicingkan mata nya mencari maksud gadis itu.


"Bukan juga..." jawab nya tetap sama.


"Jadi kenapa?"


"Aku mau tau rasa nya punya ayah, paman kan baik jadi mirip ayah yang ada di buku cerita yang ku baca." jawab gadis cantik itu dengan senyuman tulus dan polos membayangkan tentang cerita tema keluarga yang ia pernah ia baca.


"Walaupun aku brengsek aku juga tak mau meniduri putri ku, makanya aku tidak mau jadi ayah mu." ujar pria tampan itu menghela napas.

__ADS_1


"Kenapa paman bilang mau meniduri? Memang nya paman mau meniduri putri paman?" tanya gadis itu dengan polos.


"Hush! Memang nya aku tidak waras?!" Richard tak habis pikir dengan pertanyaan konyol tersebut.


"Terus tadi kenapa bilang begitu?" tanya nya yang sama sekali tak mengerti.


"Kan itu kalau kau yang jadi putri ku!" jawab Richard sembari membuang napas kasar.


"Makanya itu, kenapa paman mau tidur dengan ku?" tanya gadis itu yang masih tak mengerti dan menatap dengan bola mata yang jernih dan tatapan nya yang masih begitu polos.


Flashback off.


Richard menyandarkan kepala nya pada bantalan empuk di bangku mobil nya, ia masih memikirkan di mana gadis itu, ia tak ingin percaya dan tak akan percaya sebelum benar-benar menemukan bangkai gadis cantik itu, walaupun hanya sekedar tulang belulang biarpun ia akan hidup dengan harapan palsu selamanya.


......................


2 tahun kemudian.


Masih tak ada kabar yang dapat membantu tentang gadis cantik itu walau sudah hampir berlalu tiga tahun.


Sean yang awal nya ingin menghancurkan Sation ketika sudah menduduki nya tak dapat melakukan nya karna ia masih perlu perusahaan tersebut untuk mencari gadis yang ia sangat sayangi dan tak pernah mengurangi sedikitpun porsi rasa cinta di hati nya walau sudah memakan waktu selama hampir tiga tahun.


Berbeda dengan B'One grup yang mulai hilang kendali saat pewaris tunggal nya hilang, hal itu membuat Michele berkerja lebih keras hingga situasi kembali normal walaupun para direktur mulai mengatur siasat untuk membuat anak-anak mereka mewarisi universitas, yayasan serta perusahaan penerbit yang berada dalam nama B'One grup.


Waktu yang cukup lama untuk menghancurkan harapan seseorang namun beberapa orang lain nya tetap memegang harapan kosong yang bagaikan duri tak terlihat tersebut.


...****************...


Hayo...


Pada kangen mbak Ainsley gak wkwk?


Othor aja kangen sama mbak polos bin nyebelin tapi ngemesin hihi🤭🤭🤭


Oh iya othor mau info buat sesama othor, kalo misal nya kalian mampir atau singgah ke tempat othor biasa kan kalian komen tuh...


Komen (Promo karya kalian) nya jangan di hapus terlalu sebelum othor samperin balik, karna kadang othor liat sekilas kan,abis itu othor ngerjain tugas lain, karna kan memang da semester akhir😭 dan itu sangat...


Mantap lah pokok nya😂😂😂 sampe sakit kepala awkwo


Jadi pas ada waktu luang othor nyari komen yang promosi karya buat othor feedback tapi uda ga ada jadi othor lupa itu siapa dan judul karya yang mau di feedback balik itu apa.


Jadi buat yang sesama Author, ga apa-apa kalo mau promosi di lapak othor, walaupun yang baca juga ga banyak-banyak amat😂 tapi othor ga permasalahin promosi yah...


Jadi inti yang mau di feedback balik jangan terlalu cepat di hapus komentar kalian, karna pas nanti mau othor feedback tapi pas buka komentar udah hilang😉😉😉


Dan buat para pembaca othor, othor mau bilang...


Love you😘😘


Makasih sudah membaca cerita othor♥️♥️♥️


Maaf yah kalau sekarang kurang menyapa seperti awal baru buat nopel, karna memang waktu othor udah gak sesenggang dulu lagi😭


Love Readers😘♥️

__ADS_1


__ADS_2