Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)

Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)
Mommy!


__ADS_3

Internasional high school


Mack membalik tubuh nya setelah pelajaran usai melihat kedua teman nya yang terlihat berbeda dan terus saling diam satu sama lain.


"Kalian kenapa sih? Dari tadi diem terus?" tanya Mack pada kedua teman nya.


"Gak apa-apa kok," jawab Emily pada Mack sembari membuang wajah nya.


"Beneran?" tanya Mack mengernyit.


"Iya, memang nya kami kelihatan kayak apa?" tanya Axel pada teman nya.


"Apa yah? Gak tau," jawab Mack dengan bingung.


Ia pun kembali membalik tubuh nya dan memasukkan buku-buku ke dalam tas nya, "Hari ini kamu masuk les kan?" tanya Mack pada Axel lagi.


"Iya," jawab remaja itu dengan singkat.


"Bareng yah, aku juga mau ngambil catatan ku yang ketinggalan kemarin." ucap Mack lagi.


Sedangkan gadis itu terus diam dan tak bisa menatap wajah teman nya.


......................


Sementara itu pria yang dengan frustasi di balik jeruji saat ini mengepal dengan erat dan memendam kebencian pada wanita yang memasukkan nya ke dalam penjara tanpa menyadari jika diri nya memang pantas mendapatkan nya.


"Karna jal*ng sialan itu aku jadi di sini!" ucap nya berdecak dan penuh dengan emosi.


Ia pun memanggil pengacara nya untuk mengurus agar ia bisa keluar dari sana namun berapa banyak pun pengacara yang ia panggil tetap tak bisa mengeluarkan diri nya.


"Aku harus membuat nya merasakan penderitaan juga! Berani sekali dia membuat ku seperti ini!" gumam pria itu tak terima.


Dari sebelum nya memiliki posisi sebagai direktur yang di hormati kini di masukkan penjara ketika semua kesalahan nya sudah terkuak.


Rencana jahat pun mulai bermain di kepala nya tanpa memikirkan sebenarnya ia lah yang bersalah namun malah menuduh orang lain sebagai imbas dari yang ia dapatkan.


......................


Ainsley membuang napas nya lirih, ia sudah janjian ingin pergi dengan putra nya setelah ini namun ternyata harus di undur karna tiba-tiba beberapa klien datang mendadak.


Ia pun mengirim pesan pada putra kesayangan nya untuk memberi tau jika hari ini tak bisa pergi dengan putra nya.


Wanita itu menutup ponsel nya setelah mengirim pesan dan menatap ke arah pria di samping nya.


"Kenapa kalian bisa kerja sama?" tanya nya pada pria itu karna bingung perusahaan teknologi informasi itu bisa bekerja sama dengan perusahaan yang menjalankan kendaraan mewah itu.


"Seperti kalian yang memasok bahan bagian tubuh mobil kami memiliki kerja sama dalam sistem otomatis nya," jawab pria itu sembari meminum teh di depan nya.


"Kau tidak jadi pergi dengan Axel?" tanya nya lagi.


Ainsley menggeleng menjawab pertanyaan pria itu dan membuang napas nya lirih.


"Kau mau pergi dengan ku lusa nanti? Jika memiliki waktu luang?" tanya Sean pada wanita itu.


"Kemana?" tanya Ainsley mengernyit.


"Festival cake, di sana juga banyak chef baru atau pun yang masih baru, kau kan suka belajar tentang itu," jawab pria itu tersenyum.


"Boleh," ucap Ainsley mengangguk pada pria dengan senyuman tipis nya.


...


Pria yang memberikan berkas ke meja wanita di depan nya, setelah vakum dari dunia gelap itu dan menjalani kehidupan yang memiliki batas hukum sedikit membuat pria itu bosan namun ia tetap melakukan nya sekaligus untuk menjaga anak dan istri nya agar tak ikut tercemar bahaya juga.


"Nyonya?" panggil nya pada wanita itu.

__ADS_1


"Hm?" Ainsley menoleh menatap ke arah pria itu yang masih berdiri di samping nya.


"Apa anda berniat menikah lagi?" tanya nya karna merasa belakangan terakhir ini wanita itu sering bertemu atau menemui mantan kekasih nya.


"Entahlah, aku tak pernah memikirkan sampai seperti itu?" ucap Ainsley dengan jujur.


"Kalau pun aku mau menikah lagi kau akan mengatakan 'jangan' kan?" ucap Aisnaly dengan tawa kecil nya.


Liam masih tak mengatakan apapun atas jawaban itu.


"Saya tidak akan mengatakan seperti itu," ucap nya pada wanita yang tengah melihat ke arah nya itu, "Dulu saya berpikir jika anda harus tetap seperti ini karna memakai jantung tuan tetapi setelah saya pikirkan lagi ini adalah hidup anda, tuan juga sudah mengatakan untuk melakukan apapun yang anda inginkan."


"Jadi saya tidak akan berkomentar apapun untuk hidup yang akan Anda jalani, hanya saja apapun yang ingin anda lakukan tolong pertimbangkan pendapat Axel." sambung pria itu.


Ainsley diam sejenak dan menatap ke arah pria itu, sebenarnya ia tak tau harus bilang apa karna ia juga tak sampai berpikir untuk melakukan pernikahan yang kedua kali nya.


"Tentu, aku sampai seperti ini karna Axel kan?" tanya Ainsley dengan tersenyum.


Bertahan sampai di titik seperti ini tentu nya hanya untuk membesarkan putra nya yang dulu nya masih kecil.


Masih sering penuh dengan tangisan, kekanakan dan putra yang selalu menginginkan kasih sayang nya.


Seseorang yang paling berharga dan yang tak bisa ia abaikan begitu saja.


Liam hanya tersenyum tipis ia pun kembali memberikan satu map yang berisi tentang keterangan dari proyek yang akan di lanjutkan.


......................


Apart Venelue'ca.


Wanita melihat ke arah putra yang seakan melamun dan memainkan makanan makan malam nya.


"Kenapa?" tanya Ainsley pada putra nya terlihat tengah memikirkan sesuatu di kepala nya.


Ainsley melihat ke arah putra nya dan meletakkan sendok yang ia pegang di piring, "Kamu marah sama Mommy karna gak jadi pergi?" tanya Ainsley.


Axel menggeleng atas pertanyaan sang ibu, "Engga kok, bukan itu..." jawab nya lesu.


"Terus? Kenapa?" tanya nya lagi pada putra nya.


Axel pun melirik sang ibu dan mulai menatap wajah ibu nya yang terlihat khawatir dengan nya.


"Mom? Axel mau tanya," ucap nya pada sang ibu.


"Mau tanya apa?" Ainsley yang langsung menatap dengan tatapan penasaran.


"Kan ada temen aku yang punya temen terus biar temen nya gak pacaran sama temen yang lain waktu mereka mau kiss teman nya gagalin temen nya terus temen mau tau rasa nya kiss jadi temen nya kiss temen nya ini, terus temen yang di kiss sekarang diam aja, Mom. Temen nya itu marah yah?" tanya nya dengan mata penuh akan pengharapan jawaban.


Sedangkan Ainsley terdiam, ia menatap dengan penuh tanda tanya karna bingung dengan penjelasan yang sangat rumit dari dari putra nya.


Semua pertanyaan yang hanya berputar dengan kata kunci 'Teman'


"Mommy!" panggil Axel lagi yang melihat sang ibu yang berusaha mencerna pertanyaan rumit dan berputar nya.


"Eh? Iya?" jawab Ainsley dengan bingung.


"Mereka kenapa Mom?" tanya Axel lagi.


"Mereka..."


"Emmhh, coba ulangi lagi pertanyaan mu," ucap nya sembari mengambil jus jeruk di samping makanan nya dan meneguk nya.


"Ih! Mommy gak dengerin aku!" keluh nya dengan kesal.


"Mommy lagi gak fokus," ucap Ainsley dengan tawa kecil nya.

__ADS_1


"Mommy gak bisa bantuin Axel..." ucap remaja tampan itu dengan lirih.


Semenjak ia mencium teman nya yang cantik itu, Emily seakan menghindari nya dan tak bisa menatap wajah nya sama sekali.


Ia mulai berpikir negatif dan takut teman nya itu marah tanpa tau teman perempuan nya selalu ingat dengan ciuman mereka hingga membuat nya malu dan tak bisa menatap wajah nya.


Ainsley mengernyit melihat wajah lesu putra nya.


Teman? Ciuman?


"Kamu cium Lily?" tebak nya tiba-tiba pada putra yang makan dengan lesu itu.


Uhuk!


Remaja itu hampir mati tersedak mendengar perkataan ibu nya.


"Mo-Mommy ini bilang apa sih?!" ucap nya yang langsung salah tingkah dan wajah yang memerah seketika.


Melihat respon berlebihan dari putra nya membuat Ainsley malah tertawa.


"Bener kan?" goda nya lagi dengan tawa kecil nya.


"Ih! Aku balik ke kamar aja deh!" ucap nya kesal dengan godaan ibu nya.


"Besok gak jadi pergi sama Mommy nih?" tanya Ainsley yang semakin tertawa melihat putra nya.


"Jadi!" jawab nya dengan nada kesal namun ia tetap ingin pergi dengan ibu nya.


......................


Wanita yang sudah datang menjemput putra nya itu menunggu remaja itu keluar dari sekolah nya sembari masih duduk di mobil nya.


Ia melihat arloji nya sesekali dan kemudian melihat sekolah di mana putra nya belajar nya.


Beberapa anak sudah mulai keluar dari wilayah sekolah, ia pun keluar dari mobil nya tanpa menyadari seseorang sudah terus mengikuti nya sedari tadi.


Melihat sang ibu yang sudah mengunggu nya di luar membuat mata remaja itu langsung berbinar.


Ainsley hanya tersenyum melihat raut semangat putra nya, ia pun beranjak melangkah dan mendekat namun,


Bruk!


Seseorang seperti menabrak nya menahan tubuh kecil nya sembari menusukkan sesuatu yang tajam tepat di perut nya.


Ia dapat merasakan rasa perih yang menjalar begitu kuat dari dalam tubuh nya, bibir nya ingin berteriak namun benda tajam itu di tarik dan kembali di tancapkan masuk membelah kulit nya hingga menembus jantung nya.


Axel mengernyit memperhatikan dari jauh wajah sang ibu yang terlihat berbeda serta pria asing yang seakan memeluk ibu nya.


Ia pun dengan cepat berlari dan menghampiri sang ibu.


Pria itu melepaskan diri nya sembari mencabut benda tajam itu lalu segera pergi.


Ainsley masih berdiri, tempat yang ramai tentu nya tak akan membuat nya merasa curiga jika ada seseorang yang datang dan berniat mencelakai nya.


Akhhh!!!


Suara teriakan dari beberapa orang yang berada di tempat itu ketika melihat darah yang mulai jatuh dari wanita yang tak jauh dari mereka.


Sedangkan wanita yang penuh dengan darah itu masih terdiam, bukan nya ia tak ingin berteriak namun lidah nya yang sudah kelu hingga membuat nya bungkam tanpa bisa mengeluarkan sepatah kata pun.


Bruk!


Tubuh nya ambruk, ia pandangan yang mulai mengabur dan menghitam itu melihat ke arah putra nya yang terlihat khawatir dan berlari ke arah diri nya.


"Mommy!"

__ADS_1


__ADS_2