Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)

Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)
Daddy udah gak ada


__ADS_3

Ainsley memejam mendengar ucapan putra nya yang tidak ada habis nya menceritakan tentang adik nya.


"Axel? Adik yang mana? Anak Mommy itu cuma Axel nak..." ucap Ainsley peda putra nya yang kini semakin tak tahan ketika mendengar putra nya mengatakan tentang adik.


Tak salah jika ia berpikiran kalau suami nya memiliki anak lain nya dari wanita lain dan itulah yang membuat alasan kenapa pria itu tak pernah mendatangi nya sama sekali ketika ia sadar walaupun sudah lewat beberapa hari.


"Enggak kok, tanya deh sama paman Liam." jawab Axel dengan polos dan beranjak memanggil pria itu.


Ainsley diam sejenak mendengar nya, ia membiarkan putra kecil nya beranjak keluar dan memanggil bawahan suami nya itu.


"Paman? Daddy lagi pelgi jemput adik kan?" tanya nya pada pria itu.


"Axel? Udah, sini sama Mommy," ucap Ainsley memanggil putra nya.


Liam masih tak mengatakan apapun, setelah pembicaraan beberapa hari yang lalu dengan wanita di depan nya ia tak pernah lagi bicara.


"Axel? Paman mau bicara sama Mommy Axel dulu, Axel beli susu sama kakak pengasuh dulu yah?" tanya Liam pada pria kecil itu.


"Axel gak boleh ikutan?" tanya Axel dengan polos.


"Kalau Axel ikut yang beli susu buat Mommy Axel siapa? Kan Axel yang paling tau kesukaan Mommy." ucap Liam pada Axel.


Axel pun berpikir sejenak dan mulai beranjak dari duduk nya, lalu pergi membelikan apa yang di katakan oleh pria itu.


Ainsley tau jika pria di depan nya memang ingin berbicara pada nya, ia melihat ke arah pria itu yang masih belum bisa mengatakan apapun.


"Ada yang ingin saya beri tau," ucap nya dengan suara yang berat pada wanita itu.


Ainsley masih diam tak memberi respon dan hanya menatap pria itu.


Liam pun beranjak pergi, wanita itu mengernyit karena ia tadi jelas mendengar jika ada yang ingin di katakan tapi pria di depan nya malah pergi?


Namun tak lama kemudian Liam pun datang memberikan map berisi tentang data kesehatan wanita itu, prosedur transplantasi jantung dan pesan yang di tinggalkan suami nya.


"Ini apa?" tanya Ainsley mengernyit.


"Di sana ada foto kandungan anda yang berusia kurang lebih satu Minggu," jawab Liam pada wanita itu.


Deg!


Ainsley tersentak mendengar nya. Ia bahkan tak tau apapun namun pria di depan nya mengatakan sesuatu tentang kandungan nya.


"Kandungan apa?" tanya Ainsley terkejut dan dengan cepat langsung membuka map yang di berikan.


Liam bisa memberitahukan nya sekarang karna kesehatan wanita itu yang mulai membaik dan tak mungkin ia terlalu lama memberi tau tentang kematian pria itu.


Karna di pesan yang di tinggalkan Richard sebelum operasi yaitu jika operasi berhasil maka ia mau diadakan pemakaman nya bersama dengan istri dan putra nya, seperti memastikan apakah wanita itu sudah benar-benar sadar atau tidak.


Dan jika operasi nya gagal maka ingin di lakukan pemakaman bersama sekaligus kremasi secara bersamaan dan berdekatan dengan wanita yang ia cintai.


"Aku hamil?" gumam Ainsley terkejut melihat nya.


"La-lalu anak ku?" tanya nya sembari menatap ke arah pria itu.


Liam tak mengatakan apapun namun diam nya pria itu sudah membuat nya tau sesuatu.


Buliran bening jernih jatuh dari ujung mata wanita itu, ia tak percaya jika kehilangan anak yang bahkan belum ia ketahui sama sekali.


"Dia adik yang selalu di sebutkan Axel," ucap Liam dengan menarik napas nya sejenak.


Iris yang bergetar itu kembali melihat ke arah pria itu ia masih tak mengerti apapun dan masih mencoba mencerna situasi nya.


Tangan nya pun kembali membuka isi map tersebut satu persatu hingga sampai di mana ia melihat sesuatu di dalam nya.


Dokumen yang berisi tentang apa saja prosedur kesehatan jantung nya.


Deg!


Mata nya kembali membulat melihat nya, iris hijau itu membesar saat melihat nama dari pendonor yang ia dapatkan.


Ia tau jika ia melalukan prosedur transplantasi karna dr. Terry mengatakan semua nya kecuali siapa yang memberikan jantung nya.


"Kenapa bisa ada nama nya?" tanya nya dengan suara gemetar dan percaya.


Liam pun tak mengatakan apapun namun ia memberikan iPad di tangan nya yang berisi video yang di buat sebelum operasi di lalukan, ia hanya menunduk dan perlahan keluar membiarkan wanita itu sendiri untuk waktu dan diri nya dulu.


Ainsley terus membuka semua dokumen yang di berikan pada nya, tangan nya bergetar. Buliran tak berwarna itu terus jatuh dari mata nya membasahi pipi nya.


"Ini palsu kan? Dia tidak akan melakukan hal seperti ini..." gumam wanita itu seperti mengatakan pada dirinya jika hal yang ia alami saat ini bukan lah kenyataan.


Mata nya kembali teralihkan ke arah iPad yang di bawa oleh pria itu.


Ia membuka nya dan menemukan satu video tepat saat layar itu hidup.


Wajah yang ia kenali ada tepat di layar utama video, jemari kecil nya pun mulai mengklik nya dan melihat nya.


Awal video di mulai dari seorang pria yang terlihat canggung di depan kamera dan tertawa kaku lalu duduk setelah ia merasa tak lagi kaku.


🌼🌼


"Ini sangat aneh saat aku membuat video sendiri seperti ini" ucap nya tertawa canggung.


"Tapi kalau kau sudah melihat nya berarti aku sudah tidak ada,"


"Lalu sekarang kau sudah bertemu Axel? Dia bertanya tentang mu sepanjang hari,"


"Maaf..."


"Seperti nya aku tidak pernah mengatakan nya pada mu,"


"Aku tidak tau harus bilang apa sebagai perpisahan kita, tapi kalau aku tau kita akan berpisah seperti ini..."


"Aku tidak akan bersikap dingin dengan mu,"


"Sekarang kalau ku pikir lagi aku menyesali nya..."


"Kita jadi kehilangan anak kedua kita, padahal aku janji mau beri Axel adik lagi," ucap pria itu tertawa kecil.

__ADS_1


"Aku mencintai mu,"


"Aku memang sering mengatakan nya tapi aku ingin mengatakan nya lagi pada mu,"


"Dan aku ingin tanya, kenapa kau mengatakan mencintai ku setelah itu pergi? Kau sedang menghukum ku?"


"Kalau itu hukuman, kau berhasil."


"Aku tidak bisa hidup tanpa mu,"


"Aku juga pernah bilang tidak akan membiarkan mu mati lebih dulu dari ku, setidak nya sekarang kau tau kan?"


"Sekarang kau bebas,"


"Aku akan melepaskan mu, walaupun mungkin lebih tepat nya aku tidak punya pilihan selain melepaskan mu?"


"Apapun itu, lakukan sesuka mu. Aku tidak bisa lagi mencegah ataupun mengekang mu..."


"Tapi kalau bisa aku ingin kau mengingat ku,"


"Setidak nya sebulan sekali? Atau dua bulan sekali?"


"Jangan lupakan aku..."


"Walaupun kau hidup dengan pria lain nanti, tetap jangan lupakan aku..."


"Kalau kau tidak bisa ingat sebagai pria yang kau cintai setidak nya bisa ingat aku sebagai ayah dari anak pertama mu kan?"


"Karna kita memiliki Axel..."


"Aku mencintai mu, mencintai Axel juga..."


"Aku tidak tau mengatakan kata perpisahan..."


"Tapi aku harap jika ada kehidupan di dunia lain lagi, entah di mana dan kapan itu."


"Aku ingin menemukan mu lagi dan mencintai mu lagi..."


"Selamat tinggal..."


"My Love,"


"My Life,"


"And My everything,"


🌼🌼


Layar itu pun menjadi hitam dan kembali ke playlist awal ketika video berakhir.


Ainsley masih terdiam, air mata nya luruh tak bisa tahan di kelopak mata nya.


Walaupun ia sangat ingin pria itu melepaskan nya namun bukan dengan cara seperti ini.


Ia pun langsung beranjak dari tempat nya, namun kaki yang belum bisa bergerak dengan sempurna itu langsung terjatuh.


Bruk!


"Anda baik-baik saja?" tanya nya pada Ainsley.


"Dia di mana? Dia masih ada kan? Bawa aku menemui nya," ucap wanita itu sembari meraih tangan pria di depan nya.


"Mommy? Mommy!"


Ucap Axel yang terkejut melihat sang ibu terjatuh walaupun paman nya juga ada di situ, tangan kecil nya langsung memberikan minuman yang ia bawa bersama sang pengasuh.


"Mommy? Mommy kenapa jatuh?" tanya Axel yang langsung mendekat.


"Mommy nangis? Mommy kok nangis?" tanya nya lagi melihat mata sang ibu yang sembab.


"Richard di mana? Jawab!" Ainsley yang tak lagi mendengarkan pertanyaan putra nya dan menuntut jawaban pada bawahan suami nya itu.


"Daddy udah balik?" tanya Axel dengan wajah polos nya yang tak mengerti apapun.


"Saya akan membawa nya, tuan belum melakukan..." ucap nya yang tak bisa melanjutkan kalimat nya.


Ia tak mau mengatakan kata 'Pemakaman' di depan putra kecil tuan nya.


"Kita mau ketemu Daddy yah?" tanya Axel yang perlahan tersenyum.


"Mommy? Daddy udah balik! Mommy kok nangis?" tanya nya dengan polos pada sang ibu.


Pria itu pun mulai mengangkat tubuh wanita itu ke atas kursi roda nya dan membawa nya menemui tuan nya.


"Ainsley? Kenapa nangis nak?" tanya Clarinda yang baru saja datang namun melihat putri angkat nya ingin keluar.


Ainsley tak menjawab apapun, mata nya sembab dan tatapan nya yang masih terlihat terkejut.


Liam memberikan kode mata pada wanita itu, Clarinda pun tau maksud nya, ia mengikuti dari belakang sedangkan Axel yang tersenyum cerah karna kerinduan nya pada sang ayah kaan segera hilang meminta untuk di gendong oleh nenek nya.


Clarinda pun membawa nya, hingga sampai di ruangan yang memiliki suhu sangat dingin, tentu nya saja hal itu di lakukan agar tak membuat jasad busuk ataupun rusak dan membuat nya masih terlihat sama seperti ketika baru meninggal.


"Daddy kenapa tidul?" tanya Axel pada sang nenek.


Mata bulat nya melihat sang ayah yang tidur berada di atas ranjang pasien.


"Dingin banget," ucap nya sembari memeluk sang nenek sekali lagi.


Ainsley tersentak ia mendekat dan meraih pria itu, wajah dan bibit yang tampak mulai membiru.


Tubuh kekar dan yang dulu nya kuat itu kini tak bergerak sama sekali.


Ia begitu terkejut, pandangan dan ekspresi nya kosong, tak ada satu tetes pun air mata yang keluar lagi dari nya.


"Bangun, jangan bercanda hal seperti pada ku." ucap wanita itu dengan suara bergetar melihat pria itu dan menyentuh tubuh dingin nya.


Deg!

__ADS_1


Ia melihat bekas operasi yang sama di dada pria itu ketika menyentuh nya.


Namun ia masih berpikir kalau ini semua tak nyata, ia ingin berpisah.


Namun bukan perpisahan seperti ini yang ia mau.


Axel pun beranjak turun dari gendongan sang nenek, mata nya menelisik ke arah sekitar sang ayah yang tak membawa adik nya.


"Daddy? Adik Axel mana? Jangan tidul dulu, bangun Dad..." ucap nya pada sang ayah yang mendekat.


Tangan mungil nya menyentuh tubuh dingin pria itu yang membuat nya langsung terkejut.


"Tangan Daddy dingin banget, Grandma naikin AC nya."


"Daddy kedinginan," ucap Axel pada sang nenek yang mulai menitikkan air mata melihat sikap polos nya.


"Mommy? Kok Mommy diam aja sih? Bangunin Daddy Mom..." ucap Axel ketika melihat sang ibu yang seperti sangat terkejut hingga terlibat linglung.


"Grandma nih kan Axel bilang naikin AC nya, kasian Daddy kedinginan nya..." ucap Axel lagi yang terus mengisi pembicaraan ketika ia merasa sang nenek belum menaikkan suhu nya.


Dan tubuh sang ayah yang terus dingin.


Tangan mungil nya menggenggam tangan sang ayah, mengusap nya agar kembali terasa hanya seperti yang ia ingat.


"Daddy kedinginan yah? Makanya sampe bilu-bilu gitu bibil nya? Axel selimutin yah?" tanya nya pada sang ayah.


Ia pun beranjak mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk menyelimuti ayah nya.


Tak ada yang bisa ia temukan kecuali jaket kecil nya yang tengah ia pakai saat itu, ia pun melepaskan nya dan memberikan nya pada sang ayah.


Memang tak akan bisa menutupi tubuh tegap itu seluruh nya namun masih bisa menutupi tangan yang begitu terasa dingin.


"Daddy kok dingin semua? Kelual yuk? Main sama Axel pasti nanti gak dingin lagi,"


"Adik Axel di mana Dad? Daddy nih gak angkat telpon Axel, Axel kesel!" ucap nya mendengus pada sang ayah.


"Daddy?"


"Mom? Kok Daddy gak bangun sih? Daddy sakit? Kalau sakit kenapa gak ada yang bunyi-bunyi deket Daddy?" tanya Axel pada sang ibu yang masih terdiam.


Ia tau jika ada yang sakit maka akan seperti ibu nya yang di kelilingi banyak alat namun sang ayah tak ada sama sekali.


Ainsley masih diam mendengar nya itu terkejut dan belum bisa menerima kenyataan nya.


"Daddy? Bangun dong Dad..."


"Daddy gak mau bangun karna kedinginan yah?" tanya nya pada sang ayah.


Ia pun terus menerus mengusap punggung tangan ayah nya, dan menggulung dengan jaket kecil nya.


Ainsley tak tahan lagi melihat sikap putra polos nya yang tak tau apapun, entah kenapa ia terluka melihat nya.


Ia pun meraih tubuh kecil putra nya dan memeluk nya dengan erat.


"Daddy udah gak ada nak..." ucap nya dengan suara gemetar dan tangis yang mulai pecah' ketika memeluk putra nya.


"Daddy masih ada kok, itu Daddy di depan kita." jawab Axel polos dan tak mengerti.


Ia melepaskan pelukan sang ibu dan melihat air mata di mata ibu nya.


"Mommy kenapa nangis? Jangan nangis Mom..."


"Nanti Axel sedih," ucap nya pada sang ibu sembari menghapus air mata wanita itu dengan tangan mungil nya.


"Daddy udah gak ada sayang, Daddy udah pergi..." ucap nya pada putra nya sembari menjatuhkan buliran bening nya.


"Ada kok, itu Daddy." ucap nya pada sang ibu.


"Kita tinggal bangunin Daddy aja," sambung nya lagi.


Ainsley menggeleng sembari kembali memeluk putra nya dengan erat, tangis nya pecah dan luruh.


Walaupun ini bukan lah pernikahan yang ia inginkan dulu nya, namun tetap saja pria itu adalah suami yang bersama nya selama hampir 6 tahun.


Ayah dari putra kesayangan nya, dan semua kenangan yang sudah terbentuk tentu saja ada di memori nya.


"Daddy gak akan bangun lagi nak..."


"Daddy udah gak di sini, Daddy udah pergi..." ucap Ainsley dengan tangis nya pada putra nya.


Anak kecil yang tak tau apapun, situasi sendu ketika melihat air mata sang ibu tentu nya membuat nya juga merasakan emosional yang sama seperti di berikan oleh ibu nya.


Mendengar kata-kata sang ayah tak akan bangun lagi membuat nya takut, ia tentu tak mau menginginkan hal tersebut.


"Kenapa? Kalna Daddy kedinginan? Kalna Axel nakal? Kenapa Daddy gak bangun lagi?" tanya nya dengan suara bergetar dan mulai menangis ketika di pelukan sang ibu yang terus menjatuhkan bulir bening nya.


...****************...


HayπŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


Ini itu sesuai dengan judul yah "Never gone" dan ada yang bilang ini tuh semi reinkarnasi, Yap benar!


Nah jadi di kehidupan yang ini mereka gak akan bisa bareng tapi buat kapal Richard jangan sedih dulu karna nanti bakal ada spin off nya ketika cerita ini tamat.


Dan pemeran utama nya memang Richard yah dari awal, tapi kenapa othor buat ada dua pemeran pria yang mendapatkan bagian porsi yang sama, itu buat pembaca bisa memilih mana yang lebih di sukai, jadi othor mau buat gak harus pemeran utama pria yang di sukai.


Dan othor memang suka buat cerita genre tragedy love yah😘😘


Buat yang baca cerita pertama othor, sebum nya othor mau buat ini akhir buat nopel pertama othor dulu. Tapi karna othor mau buat begini pas mendekati akhir atau pertengahan cerita othor baru cari tau tentang transplantasi itu pun setelah di kampus dia adakan praktek pencocokan tranfusi darah.


Nah dari situ othor baru mikir, lah darah aja Proses nya panjang apa lagi jantung? Dan setelah othor lihat ternyata banyak yang uda beda dan gak mungkin ubah dari awal lagi.


Jadi di nopel kedua ini ending nya othor tentukan gini dan malah lebih cocok dengan judul nya.


Oh iya kalau ada yang mau Richard nya hidup lagi cerita nya bukan semi reinkarnasi tapi jadi semi horor dong wkwk


Yaudah kapal Richard tunggu spesial eps nya yah nanti😘😘😘

__ADS_1


Selamat menyambut ramadhan bagi yang merayakan.


Salam cinta dari othorπŸ’•πŸ’•πŸ’•


__ADS_2