Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)

Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)
Summer dream


__ADS_3

Ainsley menyetujui permintaan Sean untuk berkencan dengan nya sekali lagi sebelum hubungan mereka benar-benar berakhir.


Setelah hari itu Ainsley kembali pulang ke apart nya, ia kembali memiliki kehidupan yang ia inginkan.


Setelah pemulihan dan kondisi kedua nya sudah membaik, hari yang di tentukan pun datang.


Gadis itu memakai balutan dress berwarna biru muda dengan corak bunga di dalam nya serta menata rambut nya seperti rambut asli nya yang memang ikal.


......................


Pria itu tersenyum melihat gadis tang berlari ke arah nya sembari membawa tas nya.


"Mau ke taman bermain? Hari ini ada karnaval," ucap Sean sembari meraih tangan kecil itu dan menggenggam nya.


Ainsley tersentak dan menatap tangan yang tengah bertaut menjadi satu itu lalu melihat ke arah pria yang berada di samping nya.


"Kenapa? Kita kan sedang kencan hari ini," ucap Sean yang seakan mengerti apa yang ada di pikiran Ainsley.


Ainsley menggeleng dan membuang napas lirih lalu tersenyum, "Sudah lama."


Sean mendengar apa yang di katakan gadis nya, Ya! Memang terasa sudah sangat lama hubungan mereka tak seperti ini setelah semua kejadian buruk beruntun datang hingga membuat pecahan yang tak bisa di rekatkan lagi.


HUAA!!!


Teriakan menggema yang bercampur dengan teriakan pengunjung lain nya yang menaiki roller coaster saat terjun meluncur dengan bebas dan berbalik.


"Benar-benar mengerikan...


Ja-jantung mau lepas..." ucap Ainsley dengan suara tak beraturan dan pijakan yang hampir terjatuh.


Sean menangkap tubuh gadis itu yang masih terhuyung saat baru turun dari permainan yang memicu adrenalin itu.


Pria itu tertawa tanpa melihat gadis di depan nya, "Rambut nya sampai seperti ini."


Sean merapikan rambut yang seperti terkena tegangan arus listrik tersebut karna debaran angin yang menerpa barusan saat mereka menaiki wahana.


"Sudah lapar?" tanya Sean setelah merapikan rambut gadis nya.


"Belum! Tapi mau makan gulali terus mau es juga!" jawab Ainsley tanpa sadar.


Ia bersikap sama seperti saat masih menjalin hubungan dulu, manja dan begitu bergantung dengan pria di depan nya.


"Yasudah, kita beli yah..." ucap pria itu dengan lembut sembari membawa gadis nya menuju tempat makanan ringan.


Hubungan seperti ini lah yang dulu mereka jalankan sebelum rasa takut akan yang dimiliki pria itu akan ditinggalkan semakin besar.


Rasa suka dan rasa cinta yang tidak tau bagaimana cara mengekspresikan nya hingga membuat nya salah tindakan sejak lama.


"Mau juga?" tawar Ainsley saat ia memasukkan gulali manis yang seperti awan tersebut ke dalam mulut nya.


"Tidak, untuk mu saja." tolak Sean sembari memegang rambut gadis itu kebelakang seperti mengikat nya agar tak ikut masuk kedalam mulut.


"Habis ini mau kemana?" tanya Ainsley dengan mata berbinar nya menatap pria itu setelah makanan manis nya habis.


"Ada tempat yang ingin ku datangi kalau kau sudah sembuh dulu, tapi akan menginap satu malam, kau mau?" tanya Sean hati-hati.


Ia memang sudah merencanakan tempat tersebut dari sejak lama, namun tak pernah sempat karna begitu banyak masalah yang datang.


Ainsley diam sejenak lalu mulai menganggukkan kepala nya, ia berfikir jika tidak apa-apa untuk membuat kenangan manis dan menghapus kenangan menyakitkan yang sempat terukir di kepala nya.


......................


Gadis itu memejam merasakan hangat nya mentari dan menghirup udara yang segar.



"Kau suka?" tanya Sean saat melihat gadis itu menghirup udara segar di tempat yang ia bawa.


"Hm, disini menyenangkan..." jawab Ainsley membuka mata nya dan tersenyum ke arah pria tampan itu.


"Ayo! Kita mau kemana lagi?" ajak Ainsley pada Sean sembari menarik tangan pria itu dan menelusuri tempat yang memiliki pemandangan indah tersebut.


Pria itu memandang lurus ke arah gadis di depan nya yang berjalan mengitari tempat yang memiliki pemandangan indah tersebut.


Ia tak tau apakah ia bisa atau tidak melepaskan gadis itu setelah ia menghabiskan hari yang begitu menyenangkan dan membekas di ingatan nya.

__ADS_1



"Sean?" panggil Ainsley saat merasa pria itu terus menatap nya dengan dalam.


"Hm? Kau lelah? Aku sudah memesan kamar nya," ucap Sean sembari menghampiri Ainsley.


Tempat yang terkenal karna mentari senja nya yang hangat sekaligus sejuk tentu nya memiliki beberapa vila atau kamar inap untuk melengkapi liburan para pengunjung yang datang.


"Kenapa kau terus melihat ku? Ada yang aneh dengan ku?" tanya Ainsley sembari mulai menelisik ke tubuh nya sendiri.


"Cantik," jawab Sean dengan mulai tersenyum ke arah gadis itu.


"Hm?"


"Kau cantik, maka nya aku terus melihat mu." ucap Sean sekali lagi saat melihat gadis itu dengan raut bingung nya.


Sean tersenyum saat melihat pupil mata gadis itu membesar tangan nya bergerak mengelus rambut halus Ainsley dengan lembut.


...


"Kalau seperti ini jadi mirip dengan mimpi indah di musim panas," ucap gadis itu tersenyum di balkon kamar nya yang langsung menghadap ke hutan dan jurang yang memberikan kesan hutan yang menyejukkan.


Greb...


Ainsley tersentak saat ia merasakan tangan yang melingkari perut nya dan mendekap tubuh kecil nya dari belakang.


"Hm...


Summer dream..." jawab Sean sembari memeluk gadis itu dengan erat.


Ainsley terdiam sejenak, tangan nya tak jadi menepis tangan yang tengah memeluk nya.


"Sean," panggil nya lirih di tengah udara sejuk dan lembut yang menerpa wajah nya, "Kau tau alasan ku bertahan dengan mu dulu?"


Pria itu terperanjat namun ia tak melepaskan pelukan nya sama sekali dan tetap mendekap tubuh kecil itu, "Karna kau membutuhkan ku?"


"Bukan, aku bertahan karna kau terasa hangat. Sentuhan, pelukan bahkan senyuman mu membuat ku merasa hangat. Aku seperti punya sandaran, aku tidak merasa sendiri..." jawab Ainsley lirih


Sean masih diam dan tak menjawab sama sekali. Ia hanya mendengarkan apa yang ingin di katakan gadis itu.


"Aku takut, aku juga merasa tidak pantas, dan..." ucap nya terputus.


"Dan apa? Maaf...


Aku hanya..." Sean yang penasaran akan kalimat selanjutnya namun juga merasa bersalah sekaligus.


"Aku seperti tak pernah mengenal mu, aku tidak nyaman dan merasa ragu..." sambung Ainsley dan mulai membalik tubuh nya menatap ke arah pria itu.


Sean menurunkan pandangan nya dan menatap iris jernih yang tengah melihat nya nanar.


"Kau itu pria yang seperti apa? Pria yang menghukum ku tanpa belas kasihan atau pria yang memperlakukan ku dengan lembut? Aku tidak tau..."


"Aku seperti mengenal mu tapi juga seperti tidak mengenal mu sama sekali, aku ragu..." sambung Ainsley lirih dan menurunkan pandangan nya tak melihat ke arah pria itu lagi.


"Apa aku masih punya kesempatan? Aku akan perbaiki semua nya..." ucap Sean sembari menangkup pipi gadis itu dengan satu tangan nya sedang tangan yang lain masih menarik pinggang Ainsley agar tetap dalam pelukan nya.


Ainsley menggeleng pelan, sebelum ia ragu pada pria itu ia juga ragu pada diri nya sendiri, ia bahkan masih belum melupakan semua ingatan nya saat dulu ia berhubungan dan tidur dengan Richard walau tak mau namun masih menjalin hubungan dengan Sean.


"Aku tidak pantas..." jawab gadis itu lirih.


"Lalu aku? Aku juga bukan pria baik kan? Aku juga melakukan kesalahan kan?" tanya Sean lagi.


Ainsley menengadah menatap kembali iris mata yang melihat nya dengan lekat dan sorot penuh pengharapan.


"Nanti...


Saat kita bertemu lagi, aku harap kita bisa menyapa dengan senyuman dan aku harap aku bisa melihat siapa Sean yang sebenar nya. Sean yang lembut dan pengertian atau Sean yang dingin dan tanpa belas kasihan." jawab Ainsley dengan senyuman tipis di wajah nya.


Tangan nya naik dan mengelus rahang kekar pria itu dengan lembut, Sean merasakan sentuhan tangan halus yang membelai nya dengan lembut.


"Apa saat itu aku boleh mengejar mu lagi? Kalau aku sudah menentukan orang seperti diri ku?" tanya Sean pada gadis itu.


"Kalau saat seperti itu memang ada, tidak apa-apa kalau aku yang jadi egois kan?" tanya gadis itu tersenyum.


Ia tau ia masih merasa kotor namun mungkin akan ada hari di mana ia tak peduli sekotor apapun dirinya namun tetap ingin bersama dengan pria yang tidak membuat nya ragu lagi.

__ADS_1


Sean tertawa dan kemudian menatap dengan lembut wajah gadis itu, "I love you...." ucap nya lirih.


"I know..." jawab gadis itu pelan sembari membalas tatapan mata pria di depan nya.


Sean terhipnotis sejenak dan menatap nanar iris gadis itu, ia tak tau dari mana mulai nya dan dorongan seperti apa namun...


Humph...


Tanpa aba-aba ia menautkan bibir nya, Ainsley tersentak sejenak namun tak mendorong ciuman yang terasa lembut tersebut.


Ia perlahan memejamkan mata nya, ia bahkan mulai lupa sudah berapa lama ia tak berciuman seperti ini dengan Sean.


Pria yang mengambil semua saat pertama nya, dari mulai ciuman bahkan pengalaman pertama nya.


Pangutan lembut yang mulai berubah menjadi lum*tan halus yang saling menghisap satu sama lain, pria itu pun tanpa sadar sesuai naluri tubuh nya menaikan tubuh kecil itu dalam gendongan nya tanpa melepaskan ciuman nya.


Ia membawa gadis itu seperti menggendong bayi koala besar, entah suasana yang mendukung ataupun permintaan tubuh dan hati yang sejalan tangan Ainsley pun merangkul pundak kekar itu ketika menggendong nya.


"Se-sean..." ucap nya lirih saat ia tanpa sadar sudah diatas ranjang dan merasakan geli di leher nya.


"Boleh kah?" tanya Sean sembari melepaskan hisapan kecil nya di lengkung leher gadis itu.


Ainsley diam sejenak sembari mengunci pandangan masing-masing, "Aku takut..." cicit nya yang masih mengingat pengalaman menyakitkan nya.


"Kau mau memberi kesempatan untuk mengganti ingatan rasa sakit itu? Mungkin ini salam perpisahan kita..." ucap Sean tanpa sadar, terlihat jelas sorot yang sedih dibandingkan ***** di mata pria itu.


Ainsley lagi-lagi diam sejenak dan kembali menatap pria itu, "Lakukan dengan lembut..." jawab nya lirih.


Sean tersenyum dan kembali memangut bibir gadis itu, "I've totally fallen for you." bisik pria itu dengan lembut di telinga gadis nya.


Ia mulai mencium dan menyentuh dengan lembut, kecupan serta hisapan halus yang membakar tubuh gadis itu.


Buliran keringat mulai terjatuh, Ainsley tanpa sadar mencakar lengan pria itu, ia tak merasakan sakit namun rasa lain yang membuat tubuh nya menggila.


Rasa panas yang memasuki nya dan tertinggal di dalam diri nya setelah teriakan kecil dan yang sama-sama keluar dari bibir kedua orang tersebut.


Sean menjatuhkan dirinya di samping Ainsley yang terlihat mulai sayup dan menutup mata nya karna merasa lelah.


Tubuh dan rambut gadis basah oleh keringat, ia ingin tak bersikap berlebihan namun tubuh nya terus bergejolak hingga membuat tubuh ringkih gadis itu mencapai pasang ombak terus menerus.


Ia menyingkirkan anak rambut yang basah di dahi gadis itu, dan menatap nya nanar sedangkan Ainsley sudah jatuh tertidur setelah ia melepaskan semua kehangatan di tubuh kecil itu.


Apa aku benar-benar bisa melepaskan mu?


Aku takut menyakiti mu lagi, ku harap kau bisa datang pada ku suatu hari nanti...


Aku akan tetap sama, karna aku percaya aku akan tetap mencintai mu...


Aku baru tau...


Mencintai seseorang seperti menggenggam pasir...


Semakin kuat ku genggam pasir nya akan hancur dan melebur keluar dari tangan ku, hingga akhir nya tak ada satupun yang tersisa...


Kau benar...


Ini seperti mimpi indah di musim panas...


...****************...


Bonus di malam minggu wkwk😅


Salam penuh love dari othor😘😘♥️♥️




Ainsley Setya Belen




Sean Justin Xavier

__ADS_1


__ADS_2