Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)

Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)
threat


__ADS_3

Ainsley berusaha kabur dari tempat itu, terasa sedikit aneh karna ia seperti lebih mudah keluar dari mansion megah itu, tak sesulit yang di perkiraan nya.


"Apa mereka tak menyadari? Sudahlah mungkin ini hari keberuntungan ku!" batin Ainsley saat mengendap-endap keluar.


memang tak masuk akal jika bisa berhasil kabur, namun itulah yang terjadi. Ia pun keluar dari halaman mansion megah itu, saat ia melihat keluar hanya jalanan sunyi dengan pepohonan di kanan dan kiri jalan.


Mansion megah tersebut berdiri jauh dari pemukiman. Ainsley pun mulai berjalan di jalanan gelap tersebut, angin dingin menerpa tubuh nya yang sedang memakai pakaian terbuka. Rasa takut yang menyelimuti tubuhnya begitu besar, takut akan semua kemungkinan.


Jika ia tak keluar dari mansion iblis tersebut pasti pria bertopeng tersebut akan menyiksa nya abis habisan, namun saat ia keluar bahaya lain juga mungkin mengincar nya.


Ainsley tetap melanjutkan langkahnya, ia memeluk dirinya sendiri agar dapat menghangatkan tubuhnya yang memakai gaun terbuka.


Sedangkan beberapa pengawal Richard mengikuti nya dari belakang tanpa sepengetahuan Ainsley.


Richard pun dengan santai nya meminum wine di mansion megah nya, ia sendiri yang membiarkan Ainsley kabur darinya. Maka dari itu Ainsley bisa sangat mudah keluar dari tempat itu.


"Tuan, anda sungguh akan melepaskan nya?" tanya Liam yang bingung dengan sikap tuan nya yang sangat santai.


"Melepaskan? Tidak! Aku tak akan melakukannya...


Dia akan menjadi mainan ku sampai aku bosan." jawab Richard dengan seringai di wajahnya.


"Lalu kenapa tuan membiarkan nya kabur?" tanya Liam bingung, karna jika Richard membiarkan Ainsley lepas bukan tak mungkin jika Ainsley akan memberitau apa yang ia lihat dan terjadi padanya.


"Karna dia sangat ingin pergi aku akan membiarkan nya, dan aku juga akan membuatnya datang kesini lagi dengan kemauan nya sendiri." jawab Richard dengan seringai di wajah nya.


"Pastikan dia kembali dengan aman." perintah Richard pada Liam.


......................


Apartemen Winter Garden.


Ainsley pun akhirnya sampai ke apart mewah nya, ia tiba-tiba mendapat tumpangan mobil dari seorang wanita, tanpa tau wanita tersebut salah satu orang suruhan Richard.


Ia membuka pintu apart nya dan mulai masuk ke dalam, kakinya langsung terasa lemas, tangis nya pecah. Ia langsung menangis sejadi nya saat baru memasuki apart nya.

__ADS_1


Jujur saja Ainsley benar-benar terkejut atas apa yang terjadi padanya, diculik lalu mengalami penganiayaan serta pelecehan seksual sekaligus membuat batin nya yang lembut terguncang menciptakan trauma pada dirinya.


Ia pun mulai berjalan ke kamar mandi dan membersihkan dirinya, ia langsung membuang apa yang ia kenakan dari mansion Richard ke tempat sampah miliknya.


Ainsley pun dengan tangis nya yang masih meleleh berusaha membersihkan dirinya dengan menyikat kuat tubuh nya menggunakan power puff berulang kali dan tentu nya juga mandi berulang kali, masih banyak bekas pukulan dan ciuman di tubuh nya tertinggal membuat nya semakin merasa jijik pada dirinya sendiri.


"Sean...


Maaf..." ucap Ainsley lirih dengan masih menangis saat ia berendam di bathup nya, ia sangat takut jika Sean tau apa yang terjadi padanya.


Takut jika Sean meninggalkan nya karna orang lain sudah menyentuh tubuh nya, walau tak jadi mengambil kesucian nya, namun ia tetap saja merasa kotor karna teringat dengan tangan dan bibir basah yang menjamah tubuh nya.


Setelah mandi ia pun berusaha untuk tidur dengan meminum obat tidur yang biasa ia gunakan namun sekarang ia menambah jumlah nya agar bisa tertidur lebih cepat.


......................


London.


Setelah menerima laporan di mana ponsel Ainsley terakhir kali membuat Sean mengerutkan dahinya, ia sangat mengenal sifat Ainsley yang begitu penakut dan tak mungkin bepergian jauh sendirian dan bahkan ponsel tersebut sekarang sudah tak aktif lagi.


"Kenapa dia tiba-tiba tak bisa di hubungi? Apa dia sedang...." ucap Sean lirih dan mulai berpikir negatif jika Ainsley mulai mengencani pria lain saat ia tak ada, di tambah lagi lokasi Ainsley terakhir kali yang berada jauh dari tempat tinggal nya membuatnya semakin berfikir negatif.


"Ckk, aku akan menghukum nya saat kembali!" ucap Sean berdecak kesal saat melihat belum ada satupun pesan yang terbalas dari gadis nya.


Sean memang sering menghukum Ainsley, dari mulai hukuman yang tidak menyakitkan hingga hukuman yang menyakitkan fisik Ainsley sampai gadis cantik itu terkadang takut dan gemetaran memohon pada nya untuk berhenti.


Namun separah hukuman apapun yang di berikan Sean pada Ainsley, gadis itu tetap tak mau jika Sean meninggalkan nya, baginya Sean adalah segalanya, Sean memberikan apa yang ia butuhkan, yaitu kasih sayang dan pengakuan. Sesuatu yang tak akan bisa ia dapatkan di keluarganya walau sudah berusaha sekeras mungkin.


......................


Apartemen Winter Garden.


Malam yang melelahkan akhirnya berlalu, Ainsley mulai tersadar dari tidurnya yang terus mengalami mimpi buruk berulang kali.


"Sudah pagi? Kali ini benar-benar sudah pagi kan?" ucap Ainsley lirih yang masih bingung antara nyata dan tidak karna mimpi buruk berulang kali.

__ADS_1


Ia pun merasa sangat malas untuk bangun dan pergi ke kampus bukan hanya merasa malas namun ia juga takut untuk keluar, tapi ia berusaha untuk tetap kuat dan berani. Ia pun segera bersiap lagi pergi ke kampus nya dengan berusaha memendam trauma nya.


Saat menyadari ponselnya yang tak ada karna sudah di hancurkan saat Richard menculiknya membuat nya membuka komputernya guna melihat info terbaru dari kelas nya, agar ia tak salah masuk kelas.


Namun saat ia membuka konputernya ia melihat satu email yang terkirim padanya dengan pengirim anonim.


Ainsley pun mulai membuka pesan tersebut.


Kau ingin lari? Kau tak takut jika video ini tersebar?


Bunyi pesan di email nya dan ia pun mulai membuka video yang dikirim padanya. Ainsley menelan saliva nya dengan susah dan tangan nya mulai bergetar membuka video tersebut, jantung nya terus saja berdebar dengan kencang saat video itu akan terputar.


Deg...


Rasa nya jantung nya hampir berhenti berdetak, ia menatap tak percaya pada layar komputernya. Tangis nya mulai meleleh dengan tubuh gemetar nya ia langsung menutup mulut nya melihat hal itu.


Video yang menunjukkan dirinya setengah telanjang dan ciumi oleh pria bertopeng dengan tangan nya yang masih terikat membuat wajah nya terlihat sangat jelas.


Ainsley benar-benar tak tau apa yang harus ia lakukan, ia sangat kalut melihat hal itu.


Ting...


Masuk lagi satu pesan email ke komputernya.


Sudah melihat nya? Sayang sekali kita tak membuat video nya sampai habis.


Email dengan kalimat seperti itu pun mulai masuk seperti spam chat yang bertubi-tubi membuatnya semakin kalang kabut dan tubuhnya semakin gemetar.


...****************...


Sabar yah mbak Ainsley🤧🤧


Maaf yah udah dua hari ga up dikarnakan kesibukan othor hihi😅🤧


Jangan lupa like komen vote rate 5 dan dukung othor selalu🥰🥰❤️

__ADS_1


Happy reading❤️❤️❤️


__ADS_2