
B'One grup.
"Kebocoran data?! Kenapa bisa begini?!" tanya Michele pada sekertaris nya saat mendapat kabar tentang perusahaan nya yang di retas.
"Informasi pribadi juga di retas tuan," ucap bawahan pria itu lirih.
"Siapa?! Fanny? Informasi ku? Ainsley?" tanya Michele lagi yang langsung menatap sekertaris nya.
"Informasi data nona Ainsley juga di retas," jawab sekertaris Cion pada Michele.
Michele menggertak gigi nya ia takut masalah kejiwaan putri nya terungkap dan menjadi masalah untuk nya.
"Si*l! Kalau saja dia tak gila, mungkin tak ada masalah!" decak nya sembari memiliki kemarahan pada putri nya.
......................
Mansion Zinchanko.
"Tuan!" ucap Liam tergesa mengabari atasan nya.
Sedangkan Richard masih mengusap tangan nya yang berlumuran darah karna baru saja melakukan pekerjaan nya dengan menyingkirkan tikus-tikus penghalang nya.
"Ada apa?" tanya Richard tanpa melihat ke arah bawahan nya.
"Video yang di rekam nona Ainsley tersebar," jawab Liam singkat.
Richard diam sejenak, ia tau jika tak mungkin Ainsley yang menyebarkan nya sendiri karna gadis itu tak akan memiliki keberanian.
"Ada yang lain?" tanya Richard sembari memandang wajah Liam.
"Terjadi kebocoran data di B'One grup, dan mungkin itu yang membuat video nya tersebar." jawab Liam pada Richard.
"RinX008? Dia yang melakukan nya?" tanya Richard lagi sembari mengerutkan dahi nya.
"Benar tuan," jawab Liam, "Tapi bukan itu masalah penting nya, O'prey mencari celah dari masalah ini dan berusaha memantik minat masyarakat."
"Dia masih belum tenang? Susah sekali membunuh ular si*lan itu!" decak Richard sembari membuang sapu tangan berlumuran darah itu.
"Alihkan perhatian masyarakat pada KS company dan buat Presdir Kay menanggung nya," ucap Richard mengalihkan perhatian agar tak tertuju pada nya.
Karna ia tau hukum yang paling tinggi bukanlah perdata namun hukum masyarakat, jika memiliki suatu peristiwa yang memantik minat dan amarah masyarakat maka ia tak lagi bisa memainkan hukum lagi.
Richard yang saat ini mulai di sibukkan dengan masalah video dan belum lagi masalah organisasi O'prey yang semakin mengganggu nya membuat nya tak sadar jika gadis yang ia inginkan menghilang.
......................
Mansion Sean.
Prang!
__ADS_1
Makanan yang sebelum nya rapi kini luluh lantah setelah di lempar gadis itu.
"Aku mau keluar..." ucap Ainsley menatap pria di depan nya.
"Tidak, kalau aku melepaskan mu kau akan pergi!" jawab Sean tegas tak memberi keinginan gadis itu.
"Aku tak mau makan! Aku tak mau apapun! Aku mau keluar!" ucap Ainsley yang menolak perlakuan Sean.
"Ainsley...
Kau bisa minta apapun...
Tapi jangan minta keluar, Hm?" ucap Sean dengan lembut sembari mengelus rambut gadis itu.
"Aku mau keluar...
Kenapa Sean jahat? Aku salah apa? Maaf..." ucap nya memelas menatap pria di depan nya.
"Tidak ada salah apapun, aku tak mau kau pergi hanya itu saja, kalau kau tidak mau aku menyentuh mu aku tak akan lakukan, aku akan melakukan apa saja...
Apapun asal kau bisa bersama ku..." ucap Sean sembari terus mengelus rambut gadis itu dengan lembut.
Ia mengganti makanan yang baru saja di lempar dan meminta pelayan mengantar makanan yang baru.
Ainsley tak menjawab ia menepis tangan pria itu dan kembali ke ranjang yang berada di dekat nya, rantai di kaki nya masih terus terikat dan saat ia kembali di ranjang nya maka Sean akan menggulung dan memendekkan rantai itu lagi dan hanya di beri panjang kurang lebih setengah meter.
Sean yang dulu nya suka meminta izin di kampus gadis itu setiap kali Ainsley sakit karna hukuman nya ataupun hal lain yang harus membuat nya tak bisa menghadiri pembelajaran seperti biasa.
Maka dari itu saat ia mengurung Ainsley tak ada yang tau tentang kejanggalan perbuatan nya.
"Terapi akan di lakukan disini, aku akan minta dr. Canly kesini nanti nya." ucap Sean pada Ainsley dan mengecup puncak kepala gadis itu sebelum pergi.
...
dr. Canly yang di beri tau jika saat ini Sean tengah mengurung gadis itu dan harus melakukan terapi di Mansion Sean membuat nya terkejut.
"Anda tak bisa mengurung nya seperti itu, apalagi merantai kaki nya, dia sangat sensitif saat ini!" ucap dr. Canly dengan nada yang sedikit meninggi karna marah.
Karna ia yang merupakan dokter psikiater yang merawat gadis itu membuat nya tau jika Ainsley tak dapat di perlakukan seperti saat masih dalam tahap pemulihan.
"Selain mengurung nya dan merantai nya, aku tak melakukan apapun!" ucap Sean yang masih berdalih dan tak ingin di salahkan.
"Tapi nona Ainsley saat ini sedang masih sangat riskan, dia bisa menyakiti diri nya lagi ataupun mengalami halusinasi seperti sebelum nya!" ucap dr. Canly pada Sean memberi pengertian.
"Lakukan nya saja terapi nya dengan baik! Jangan terlalu banyak bicara! Kau harus ingat perjanjian yang sudah kau tanda tangani!" ancam Sean sekali lagi dan melenggang pergi begitu saja.
dr. Canly tak lagi bisa membantah, ia tau saat ini Ainsley akan mulai mengalami tahap depresi lagi karna tiba-tiba di kurung dan tarik dari sosial secara paksa tak hanya ia, merantai kaki gadis itu adalah tindakan yang sangat buruk karna akan memperparah BPD yang dialami nya.
Dan untuk Sean sendiri ia sudah dapat memahami dari konsultasi nya jika pria itu tak hanya memiliki Obsessive Love Disorder (OLD) pada pasangan nya namun juga memiliki kepribadian sosiopat.
__ADS_1
NB KET : Obsessive Love Disorder (OLD) adalah suatu kondisi di mana seseorang menjadi terobsesi terhadap orang yang sangat dicintainya.
NB KET : Sosiopat perilaku anti sosial, tidak memiliki empati, minim rasa bersalah, manipulatif, dan cerdas (Hampir sama dengan psikopat namun berbeda) Termasuk salah satu penyakit kejiwaan serius, dapat diakibatkan dari peristiwa traumatis.
....
Pukul 01.34 am.
Sean mendatangi kamar Ainsley di tengah malam tersebut, ia melihat gadis itu sudah tertidur dengan memeluk selimut nya dengan erat.
Tangan nya membawa salep untuk mengobati memar di pergelangan kaki gadis itu karna rantai yang menjerat nya.
Ia melepas rantai itu perlahan dan mengoleskan salep di kaki gadis nya selembut mungkin lalu setelah itu memasangkan kembali rantai tersebut.
Ia memang tidak tidur di ranjang yang sama karna tak ingin membuat gadis itu semakin takut pada nya.
Mata gadis itu mengkerut, tangan nya bergerak dan raut yang gelisah dalam tidur nya.
"Sstt...
Tidak apa-apa, kau aman...
Jangan takut, aku akan menjaga mu..." bisik Sean dengan lembut di telinga gadis itu.
Tangan nya meraih tangan kecil gelisah itu dan menggenggam nya sedangkan tangan yang satu nya terus mengusap lembut kepala gadis itu dan berbisik menenangkan nya.
Sean dengan perlahan tidur di samping gadis nya agar tak membangunkan nya. Ini sudah hari ketiga ia mengurung gadis itu.
"Maaf...
Aku juga tak mau seperti ini, tapi kalau ku lepaskan kau akan pergi..." ucap pria itu lirih dan mendekap lembut gadis itu perlahan.
Ainsley perlahan mulai tenang, ia terus mengusap punggung gadis itu dan sesekali mengecup kening nya dengan dalam.
....
Hangat...
Aku takut dan terus gelisah, seseorang seperti mengejar ku...
Tapi aku mulai merasa hangat, sentuhan hangat yang terasa di tangan ku dan membuat ku merasa nyaman....
Rasa gelisah ku perlahan mulai hilang...
Aku seperti terlindungi...
Aku tak ingin bangun...
Bisakah aku terus berada di sini?
__ADS_1