
Ainsley menatap bingung pada para pria yang memiliki niat tak baik padanya namun ia bahkan tak mengetahui rencana sekumpulan pria tersebut.
"Ini baru pertama kali nya kau kesini?" tanya salah satu pria pada gadis cantik itu.
"I-iya...
Bi-bisa tunjukan di mana privat room nya..." jawab Ainsley gugup dan seketika memundur saat para pria tersebut mulai mengerubungi nya bagai lalat.
"Boleh...
Setelah kau minum ini nanti kakak tunjukan di mana..." jawab salah satu pria dengan menyodorkan alkohol pada gadis itu.
"Aku tak bisa minum alkohol...
Aku akan cari sendiri..." ucap Ainsley yang segera ingin pergi karna semakin tak nyaman.
Para pria tersebut pun mulai tersenyum dan langsung mencekal nya.
Sementara itu.
Richard mulai bosan melihat para wanita penghibur yang bagi nya tak menarik sama sekali, ia menunggu gadis itu sampai namun tak kunjung datang ke ruangan nya.
Pria itu pun mulai bosan dan langsung turun ke bawah tempat dimana banyak pria maupun wanita yang sedang menari mengikuti alunan musik.
"Lepas! Gak mau! Ukh!"
Richard pun mulai mendengar suara gadis yang ia kenal sedang berusaha memberontak namun ia tak dapat menemukan nya karna tertutupi oleh segerombolan pemuda pria.
Mata Ainsley mulai berair saat ia di berikan minuman keras tersebut hingga membuat gaun selutut yang ia gunakan terkena tumpahan minuman keras tersebut.
Dua pria memegang erat tangan nya dan satu lagi mencengkram erat rahang nya lalu memaksa nya untuk menegak minuman memabukkan yang tentu nya sudah memiliki fungsi lain itu.
Richard pun mendatangi sekumpulan pria tersebut dan melihat gadis yang ia cari sedang dalam situasi yang menjepit nya.
"Kalau kau mau juga, harus antri!" ucap salah satu pria dan kembali melihat Ainsley yang sudah gemetar ketakutan.
Richard hanya memandang dingin tak menghiraukan ucapan pemuda tersebut.
"Kau bawa tugas mu?" tanya Richard pada Ainsley dan di jawab dengan anggukan.
"Su-sudah...
Sudah ku rapikan dalam bentuk file dan laporan..." jawab Ainsley lirih.
"Mana?" tanya Richard singkat pada gadis itu.
__ADS_1
"Di-di tas..." jawab Ainsley yang masih terlihat takut.
Richard pun mengambil yang ia inginkan dan mulai beranjak pergi.
"Lanjutkan yang ingin kalian lakukan tadi..." ucap Richard enteng pada para pemuda tersebut.
Sekumpulan pria tersebut pun mulai ingin membawa Ainsley pada ruangan privat yang berbentuk seperti kamar dengan di lengkapi ranjang.
Gadis itu tersentak dan memberontak, pria yang baru saja menjadi dosen nya ternyata tak perduli sama sekali.
"Pak! Tolong...
Tolong saya..." mohon Ainsley memelas pada Richard saat melihat punggung pria itu semakin jauh.
Pria tampan itu menghentikan langkah nya dan mulai menyeringai, walaupun ini tak masuk dalam rencana namun para pria tersebut membantu nya secar tak sengaja.
"Apa bayaran ku? Aku tak melakukan apapun secara gratis, dan lagi ini juga di luar jam kuliah maka dari itu aku bukan dosen mu disini." tanya Richard walaupun gadis itu sudah semakin di seret.
"Apa saja yang anda inginkan...
Ku mohon...
Banti aku..." tangis Ainsley yang semakin takut saat para pria tersebut semakin menyeret nya dan membuat nya semakin jauh.
Prang!!!
Suara hantaman botol kaca tersebut terdengar jelas menghantam bagian kepala pria yang sedang menyeret Ainsley.
Mata gadis itu memejam saat minuman beralkohol tersebut tumpah ruah yang bercampur dengan darah pria yang sedang menyeret nya.
Pria tersebut pun langsung ambruk dan tentu nya membuat para pengunjung lain terkejut serta para teman pria tersebut yang setika marah melihat salah satu teman nya di pukul hingga terkapar.
Richard pun langsung menarik tangan Ainsley dan membawa ke sisi nya. Ia memberi kode mata agar para penjaga di club tersebut yang mengurus nya, karna club itu adalah milik nya sendiri.
"Ayo." ucap Richard tersenyum simpul dan menarik tangan gadis itu.
"Ta-tapi mereka..." ucap Ainsley terbata saat para pria tersebut mulai di tarik dengan penjaga club yang memiliki badan besar dan tegap.
Richard tak mengacuhkan hal tersebut dan terus menarik tangan gadis itu ke salah satu privat room yang lain.
"Eh?!" gumam Ainsley bingung saat ia di bawa ke kamar.
Reaksi alkohol dan sesuatu yang di campurkan dalam minuman keras tersebut sudah mulai bereaksi pada nya, aliran darah yang terasa begitu cepat dengan jantung yang berdegup kencang membuat nya semakin merasa melayang.
Ctik... Ctik...
__ADS_1
Jentikan jemari di depan wajah gadis itu sama sekali tak membuat aliran listrik aneh di tubuh nya hilang.
"Sekarang aku mau bayaran ku...
Oh iya satu lagi, aku disini bukan dosen mu tapi orang yang sudah membantu mu, selain jam kuliah dan tidak di kelas aku sama sekali bukan pengajar mu!" ucap Richard yang penuh penekanan dan mulai mengetahui sesuatu yang berbeda dari gadis itu.
"Ra-rasa nya aneh..." gumam Ainsley dan hampir terjatuh.
Richard pun mulai memanfaatkan situasi dan memeluk tubuh Ainsley
Aroma tembakau, alkohol, parfum, dan aroma khas dari tubuh pria itu bercampur di indra penciuman Ainsley.
"Pak...
Lepas..." ucap Ainsley yang semakin merasa aneh dan mendorong tubuh pria tersebut menjauh.
"Sudah ku bilang aku bukan dosen mu kan? Jangan panggil aku dengan pak..." bisik Richard dan meniup pelan telinga gadis itu.
"Ja-jangan..." Ainsley semakin merasa aneh ketika telinga nya di tiup.
"A-aku harus panggil apa?" sambung lirih dengan mata yang semakin sayu.
"Just call my name..." bisik Richard dan langsung mendorong tubuh gadis itu ke ranjang ranjang ke kasar.
Tanpa basa-basi Richard pun langsung menindih dan mencium bibir merah muda gadis itu.
Ainsley terbelalak dan berusaha mendorong pria yang sedang menghimpit nya namun ciuman yang di berikan pada nya semakin membuat tubuh nya memanas.
......................
Apart Winter garden
Sean mencari menyeluruh keberadaan sang kekasih, namun tak menemukan nya.
"Dimana dia?" gumam Sean dan mulai melihat Gps dimana gadis itu berada dari ponsel nya.
Mata nya Sean terbelalak begitu ia melihat riwayat kekasih nya pergi ke sebuah club.
"Astaga Ainsley! Bodoh sekali sih!" ucap Sean marah.
Pria itu pun langsung menuju dan menghampiri kekasih nya, sudah mendapatkan peristiwa tak menyenangkan dan baru saja pulih tapi malah masuk ke sarang berkumpulnya serigala liar dan iblis.
"Sudah di larang masih di langgar! Sudah tidak bisa dimanjakan lagi!" gumam Sean marah sembari menyetir mobil nya.
Karna kali ini merasa gadis nya sudah kembali normal dan dapat menerima semua perlakukan nya seperti sebelum nya, pria itu sudah tak dapat lagi menahan sikap nya dan ingin menghukum gadis nya seperti yang biasa ia lakukan dulu.
__ADS_1