
Tangisan yang menggema terdengar pilu membuat beberapa orang itu menjadi kesal.
"Suruh diam apa tidak bisa?!" ucap salah satu pria yang langsung melihat ke arah bayi mungil yang tersedu tersebut.
Beberapa pria yang berada di sana terlihat bingung bagaimana cara nya mendiamkan bayi yang berusia 4 bulan itu.
"Ambil selotip!"' perintah nya dengan kesal karna merasa emosi mendengar tangisan bayi mungil itu
Salah satu pria pun langsung mengambil nya walau tak tau untuk apa.
Krek!
Suara selotip yang di tarik pun terdengar sedangkan bayi mungil itu masih menangis tersedu.
Tempat yang asing tak ada ibu atau ayah nya, serta perasaan tak nyaman entah karna ingin memakan sesuatu atau mungkin karna ingin mengganti popok nya, tak ada yang tau namun tangisan bayi mungil itu semakin nyaring.
Egghh...
Tangisan nya tersedat, bibir dan kulit nya yang masih rapuh tertutup dengan selotip yang melekat hingga membuat nya terbungkam dengan paksa.
Tubuh kecil dan mungil itu terus menggeliat tak nyaman, "Bos, jangan kena hidung nya nanti dia mati."
Salah satu bawahan pria itu mengingatkan agar ia tak menutup hidung nya dan masih membiarkan napas yang mengalir keluar.
"Apa? Kau mau menangis?! Anak iblis seperti bisa nangis ha?!" bentak pria itu saat mendengar tangis yang tersendat dan lirihan yang terbungkam.
Tak ada yang kasihan sama sekali dengan makhluk yang masih sangat rapuh dan tak tau apapun.
"Jangan di bunuh sekarang, kita harus buat baj*ngan itu lihat apa yang sudah dia lakukan!" ucap nya yang merasa geram saat mengingat ia kehilangan semua jutaan dolar dan bisnis gelap nya yang hancur karna pindah tangan ke arah pria itu.
"Tapi kalau mengirim kepala nya kita bisa lihat reaksi nya kan?" tanya salah satu pria yang sedang memikirkan dengan segala cara mengerikan pada bayi yang sangat tak tau menahu tentang apa yang di lakukan orang tua nya.
"Kepala? Aku dengar dia suka dengan wanita itu kan?" tanya nya setelah mengetahui pria yang memakai wanita tak lebih dari bagai sekedar sepatu itu menikahi bahkan pergi bulan madu.
"Istri nya? Apa kita culik juga dia sekalian?" ucap nya berpikir sembari ingin mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Kita buat dia memilih dan setelah itu kita bunuh kedua nya," ucap nya dengan smirk yang memikirkan hal mengerikan.
Baginya ia sudah tak memiliki apapun hingga membuat nya tak takut lagi dan ingin pria itu merasakan hal yang sama.
Ke empat pria itu yang berada di tempat kumuh gelap nan sumpek itu memilih keluar meninggalkan tempat yang bagi mereka bukanlah tempat yang menyenangkan namun malah meninggalkan bayi yang tengah menangis dalam bungkaman selotip itu.
......................
Tulip Fields, Lisse, Netherland.
Senja yang mulai turun dengan bunga yang cantik berwarna memberikan udara serta Ar yang dapat membuat siapapun nyaman.
"Kau suka bunga nya?" tanya pria yang tersenyum melihat melihat istri nya tengah mencium seikat bunga yang ia berikan.
Dari ujung kaki hingga hiasan di rambut wanita itu, ia lah yang membuat nya dan mengatur nya.
Walaupun ada penolakan kecil namun pada akhir nya wanita itu tetap memakai apa yang telah di atur oleh pria yang ia nikahi.
"Perasaan ku tidak nyaman," ucap Ainsley lirih.
"Kenapa?" tanya pria itu yang senyuman nya perlahan turun melihat wajah cantik yang terlihat gelisah itu.
"Aku mau Axel..." ucap nya lirih.
Richard mengangguk perlahan dan merangkul wanita itu, " Kita kembali dulu?"
Ainsley mengangguk perlahan, dan pria itu pun membawa nya ke tempat mereka bermalam.
...
Giethoorn, Overijssel.
__ADS_1
"Sudah di angkat? Aku tidak bisa menelpon pengasuh nya, Bagaimana ini?" ucap Ainsley yang semakin gelisah saat tak ada panggilan nya terjawab.
"Sebentar, mungkin dia lagi jaga Axel..." ucap pria itu mengelus kepala wanita yang menjadi istrinya.
"Kita tidur? Hm?" tanya Richard sembari membawa wanita itu ke kamar dan mulai menidurkan nya.
Ainsley masih gelisah namun tak ada yang bisa ia lakukan, setelah menaikkan selimut di tubuh mungil dan menutup nya ia pun segera keluar dan menelpon ke kepala keamanan mansion setelah ia merasa ada yang mengganjal dari orang-orang yang berada di mansion nya.
"Apa?! Aku sudah bilang jangan bawa dia keluar!" ucap nya dengan penuh penekanan dan amarah yang memuncak.
"Pengasuh yang membawa nya sudah di bunuh, kami menemukan dia yang sudah terluka parah dan tidak lagi bisa di selamatkan," jawab suara kepala pengawal mansion dengan suara yang gemetar.
"Dia mati begitu saja? Setelah membuat anak ku dalam bahaya?!" tanya nya begitu marah.
"Cari dia! Kalau kalian masih mau nyawa kalian!" ucap Richard dengan penuh amarah.
Ia pun menutup telpon nya dan membuang napas nya dengan kasar.
Kaki nya kembali melangkah, ke kamar di mana wanita itu berada dalam balutan selimut namun di penuhi kegelisahan.
"Sudah telpon mereka? Kenapa tak ada yang angkat?" tanya Ainsley lirih.
"Mereka sedang sibuk, katanya Axel flu sedikit." ucap nya dengan nada rendah yang sedang menenangkan rasa gelisah di dalam hati wanita itu.
"Flu? Sudah di bawa priksa? Kenapa telpon ku tidak di angkat?" ucap nya dengan banyak pertanyaan.
"Sudah, dia lagi istirahat. Makanya kau khawatir berlebihan seperti ini." ucap Richard dengan nada lembut.
"Aku tidak bisa tidur sama sekali, Aku mau lihat dia dulu, panggilan video ku tidak diangkat." ucap Ainsley dengan khawatir.
"Iya, karna dia butuh istirahat, kau mau mengganggu nya?" tanya pria itu sembari terus mengusap rambut dan kening istri nya.
"Tapi aku masih tidak bisa tenang!" ucap Ainsley yang lebih membutuhkan bukti dari pada hanya sekedar ucapan menenangkan.
Humph!
Satu kecupan, di bibir istri nya dan mengesap nya pelan, namun tangan kecil itu malah mendorong nya saat ia merasa tak bisa tenang walaupun di berikan kecupan seperti itu.
Richard melepaskan kecupan nya dan mengusap perlahan wajah cantik itu lalu bangkit dan pergi keluar tanpa memberikan sepatah kata pun.
Serbuk yang ia letakkan di dalam mulut nya beberapa.
Dosis seperti ini tak akan membuat nya ketergantungan.
ucap nya dalam hati saat ia memasukkan obat-obatan tersebut dalam mulut nya agar bisa menenangkan sedikit kegelisahan yang tidak ada henti nya dalam diri wanita itu.
"Richard?" tanya Ainsley yang keluar dari kamar nya.
ll itu pun langsung mendekat dan menyambar bibir merah muda yang manis itu.
Ainsley membelalak, ia merasakan ciuman yang sedikit berbeda rasa dari sebelum nya namun karna belitan dan lilitan lidah yang membuat nya kewalahan membuat nya ikut menelan apa yang pria itu berikan.
...
Richard mengusap punggung kecil yang berada dalam dekapan nya, akhirnya ia bisa membuat wanita itu tertidur walaupun dengan beberapa obat-obatan.
Ekor mata yang terikut pada bayangan yang terlihat di balik kaca tempat ia tidur, pria itu memejamkan mata seakan ia seperti tertidur untuk melihat siapa yang datang.
Rasa yang semakin mendekat, dan...
Set!
Pisau yang langsung tertangkap oleh tangan nya sebelum menusuk tepat di punggung nya.
"Tikus apa lagi ini?" ucap nya tajam sembari langsung bangun agar tak membiarkan wanita yang sudah susah payah ia tidurkan terbangun.
Tangan penyusup yang menyusup ke tempat nya seketika gemetar saat menahan kekuatan pria iblis itu.
Ia mendorong nya dan mengambil pisau dari tangan penyusup itu dan,
Crass!!
Cipratan darah langsung membanjiri dan melewati wajah tampan itu seketika.
__ADS_1
Beberapa pria lain langsung menyambar datang dan membuat Richard berdecak kesal.
Dusk!
Ia melempar pisau nya dengan segera telat berada di salah satu kening pria yang datang pada nya.
Kini tak ada lagi senjata di tangan nya namun, ia mengambil dasi yang tergantung dan memegang nya.
Tangan yang menangkis hingga membuat tak ada satupun goresan yang datang pada nya.
Eggkk!!!
Pria itu itu tercekik dengan tali dasi yang berada di tangan pria itu lalu membawa nya keluar.
Brak!
Suara gaduh saat ia membanting dan mencekik pria itu hingga mati, namun ttp saja ada suara gaduh yang datang di dalam tempat itu.
Ainsley kembali terbangun, pandangan nya mengabur dan bau anyir berselimut di ruangan itu namun tak membuat nya sadar.
Richard menutup dua mayat bersimbah darah dengan kain agar tak langsung terlihat oleh mata istri nya.
"Paman?" panggil nya yang masih seakan linglung sembari berjalan lirih bangun dari tempat tidur nya.
Richard mendengar suara lirih istri nya yang tanpa sadar kembali memanggil nya dengan sebutan paman.
Tangan nya meraih laci yang menyimpan obat-obatan ilegal itu lalu memasukkan ke dalam mulut nya dan langsung mendekat sembari menutup mata wanita itu.
Humph!
Ciuman yang berbelit sembari memasukkan dosis yang lebih tinggi dalam ciuman nya.
"Tidur, sekarang sudah malam..." bisik nya sembari menutup mata Ainsley agar tidak sempat melihat kejadian mengerikan itu.
Duk!
Ia menaiki mobil menuju tempat ia agar bisa menaiki pesawat nya, "Dasar tikus sialan!" umpat nya yang kesal sembari melihat dari balik jendela mobil.
...
Mata yang menerjap terbangun seketika saat mentari datang, wanita itu tak melihat siapapun di samping nya.
Secarik kertas berisi ucapan yang tertulis di dalam nya.
Aku pergi dulu, ada urusan mendadak.
Jangan lupa makan sarapan mu dan minum susu yang di siapkan, lalu jangan nakal dan tetap di sana.
Sepenggal kalimat yang terdapat di dalam carik kertas tersebut membuat nya mengernyit.
Tak ada lagi mayat atau darah saat semua sudah di bereskan.
"Ada apa ini?" gumam nya saat melihat semua pengawal yang begitu banyak di tempat ia berada.
Ia pun berjalan dan ingin melangkah keluar namun langkah nya tercegat.
"Kalian kenapa di sini? Apa bisa membawa pengawal sebanyak ini di tempat ini?" tanya Ainsley heran saat ia ingin keluar namun di hadang.
"Tuan sudah membeli rumah ini dan nyonya di larang keluar dari sini," ucap salah satu pengawal.
Ainsley bingung, tak ada yang menjelaskan apapun padanya, hanya ucapan yang membuat nya seakan tak memiliki hak untuk bertanya.
"Aku cuma mau keluar di depan saja..." ucap nya lirih.
Tak ada jawaban namun para pengawal itu menjaga nya seperti buronan yang takut lepas dan tak menginjakkan kaki nya keluar sedikit pun.
...****************...
Maaf yah kalau Othor lama buat nya, atau lama update soal nya othor nya PBL dan buat propsal dan sekarang berfokus di sana dulu.
Jangan lupa like komen vote fav rate 5 dan dukung othor yah🥰🥰❤️❤️
__ADS_1
Happy Reading❤️❤️
Salam penuh cinta dari othor💕💕💕💕