Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)

Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)
Keliru


__ADS_3

Gadis itu berjalan menelusuri mansion megah tersebut. Bunga, taman, bahkan tempat kelinci yang ia sukai berada di sana.


"Dia kenal Ainsley? Kenapa sekarang banyak sekali yang kenal Ainsley?" gumam nya sembari memijat pelipis nya.


Pikiran nya buyar saat seorang pelayan memanggil nya untuk makan siang.


"Kau suka kan?" tanya Richard tersenyum saat gadis itu datang.


Calesta diam namun ia duduk di bangku nya dan menatap semua jenis makanan yang ia sukai.


"Kenapa diam saja? Ada yang membuat mu tidak nyaman?" tanya pria itu lagi.


"Aku mau pil KB," ucap gadis itu menatap pria di depan nya.


Richard mengangguk kecil, "Kau tak mau punya anak?" tanya pria itu.


"Tentu saja mau, tapi tidak sekarang." jawab Calesta sembari mulai memotong steik nya.


"Apa sekarang kau tidak memiliki nya?" tanya pria itu dengan nada rendah yang penuh akan rasa ingin tau.


Calesta terperanjat ia menatap pria itu kembali, dahi nya berkerut karna ia merasa bingung.


"Kenapa tanya begitu?" Calesta yang malah berbalik bertanya.


"Karna aku ingin tau, kau mengugurkan anak itu seperti apa yang kau ingin lakukan sebelum nya atau melahirkan nya." jawab Richard yang dulu ingat gadis itu pernah membawa kandungan nya ke rumah sakit untuk di gugurkan.


"Aku? Mengugurkan kandungan? Kenapa?" Calesta semakin bingung dengan pertanyaan tersebut.


"Sekarang kau mengaku sebagai Ainsley? Padahal sebelum nya kau menolak nya," Richard yang memberikan smirk nya pada gadis itu.


Bibir nya tertutup ia malah mengatakan hal yang harus nya tak ia katakan karna pikiran nya yang kacau akan pertanyaan tersebut.


"Bukan, aku..." jawab nya lirih dengan bingung.


"Kenapa kau bisa hilang ingatan? Berarti anak itu sudah tidak ada? Apa yang terjadi pada mu tiga tahun terakhir?" pria itu mulai menuntut jawaban yang ia inginkan.


Calesta mulai bingung dengan pertanyaan bertubi yang datang pada nya sedang ia tak ingin tau apapun tentang Ainsley.


"Berhenti! Jangan tanya apapun! Aku tidak tau! Aku sama sekali tidak tau!" sentak Calesta seketika saat ia merasa mendapat tekanan.


Kenapa dia juga tanya? Bukan nya Sean juga tanya? Lalu dulu apa yang terjadi?!


Richard menatap wajah yang terlihat takut dan terkejut tersebut, gadis itu mulai pucat dan kepala nya mulai terasa sakit.


"Calesta? Kau baik-baik saja?" tanya Richard sembari mulai menyentuh bahu gadis itu.


Deg!

__ADS_1


Mata Calesta terbelalak dan langsung menepis nya dengan kuat, "Jangan sentuh!" ucap nya refleks tanpa sadar.


Richard terkejut namun gadis itu juga terlihat sama terkejut nya seperti dirinya.


"Maaf, a-aku tidak sengaja..." ucap nya lirih saat mengatur tatanan pikiran nya kembali.


Richard diam namun memperhatikan wajah gadis itu yang mulai pucat, "Hm, tidak apa-apa."


Ia menangkup wajah yang pucat tersebut dan melihat nya dengan lekat.


"Paman?" panggil nya lirih saat melihat pria itu menatap nya lekat.


"Jangan sakit, jangan terluka, jangan menangis dan jangan menghilang lagi." ucap Richard saat melihat wajah gadis itu.


"Setiap orang pasti akan sakit dan terluka kan? Aku juga bisa seperti itu, atau mungkin rasa sakit dan luka ku nanti paman yang membuat nya." Calesta yang membalas perkataan tersebut.


Perkataan yang penuh akan ketulusan pengharapan di dalam nya.


"Mungkin saja, selama kau tetap dengan ku, aku tak akan menyakitimu." jawab pria itu.


"Mungkin saja kalau aku dengan paman aku akan terluka," ucap Calesta pada pria itu.


"Setidaknya aku tak akan membiarkan mu menghilang lagi," jawab pria itu dengan mata yang penuh akan keyakinan.


"Egois," satu kata yang terpikir di dalam kepala gadis itu saat mendengar jawaban pria di depan nya.


"Aku tau, tapi aku juga tidak mau kehilangan mu lagi." ucap pria itu jujur.


Calesta melepaskan tangan tegap yang menangkup pipi nya dan kembali menatap makanan nya.


"Aku mau obat ku nanti setelah makan," ucap gadis itu mengalihkan pembicaraan.


"Akan ku berikan nanti," jawab Richard mengerti keinginan gadis itu.


Setelah meminum obat, Richard masih menatap gadis cantik di depan nya. Ia tak mengatakan apapun selain memandang gadis itu.


"Kau punya hubungan seperti ini dengan ku?" ucap pria itu yang ingin memiliki hubungan dari sekedar kenalan ataupun one night stand dengan gadis itu.


"Hubungan seperti apa? Pertemuan saat malam? Atau saat membutuhkan?" tanya gadis itu lagi.


"Mungkin, tapi aku juga ingin sesuatu yang lebih?" ucap pria itu.


"Lebih? Contoh nya seperti apa?" tanya gadis itu tak mengerti.


"Mungkin seperti kencan sungguhan?" jawaban sekaligus pertanyaan.


"Aku tidak mau punya hubungan yang saling terikat," jawab gadis itu.

__ADS_1


"Kalau begitu kenapa tak mencoba hubungan seperti ini dengan ku? Kau ingin sesuatu yang baru kan? Sesuatu yang menyenangkan seperti yang kau lakukan kemarin?" tanya Richard yang mulai mengiming-imingkan sesuatu.


"Kenapa paman terobsesi tidur dengan ku?" tanya Calesta mengernyit bingung.


"Kenapa yah? Karna aku tidak ingin kau melakukan nya dengan orang lain lagi." jawab Richard tanpa berkedip.


"Berarti ini hubungan yang saling mengikat?" tanya Calesta memastikan.


Richard diam, ia memang ingin membuat hubungan yang saling terikat namun tak bisa mengatakan nya terang-terangan atau gadis itu akan memandang nya sama seperti saat sudah mengetahui kebohongan nya dulu.


Mungkin ia dulu hanya ingin mendapatkan tubuh gadis itu walau tak mendapatkan hati nya, namun kini rasa serakah nya bertambah, ia ingin mendapatkan tubuh sekaligus rasa sayang gadis itu.


"Kau bisa berkencan dengan pria lain kalau mau," jawab Richard dengan tarikan napas panjang karna sebenarnya ia sangat tak ingin melakukan nya.


"Sungguh?" tanya Calesta tak yakin saat melihat wajah yang enggan tersebut.


"Hm, tapi kau tidak boleh tidur dengan nya," jawab Richard yang memang tak pernah ingin membiarkan pria lain menikmati tubuh indah yang memabukkan tersebut.


"Kalau salah satu dari kita ada yang ingin berhenti maka bisa berakhir?" tanya gadis itu lagi yang mulai tertarik.


Alasan ia tertarik bukan lah gaya berc*nta ataupun cara pria itu memuaskan nya atau bahkan imingan yang di katakan pria itu namun perasaan hangat yang seperti hilang dalam hati nya.


Ia memang tak ingin mencari tau ataupun peduli tentang ingatan masa lalu nya.


Namun ia seperti melupakan sesuatu yang penting, walau ia tak tau apa itu dan saat pria itu membawa nya mandi bersama membuat nya kembali merasakan perasaan mengganjal yang seakan melupakan sesuatu yang penting.


"Kalau kau mau, Bisa saja." jawab Richard yang memang harus mengiyakan semua permintaan gadis itu.


"Baik! Kita sekarang teman kencan saat malam dan aturan dari ku jangan terlalu kasar lalu paman juga pakai KB biar lebih aman!" ucap gadis itu mengiyakan.


"Baik, kau juga tak boleh tidur dengan pria lain selain aku. Itu aturan dari ku." jawab Richard.


Ia memang setuju untuk mengatur kekuatan nya saat melakukan hubungan yang membuat nya candu itu namun soal ia juga memakai KB ia tak ingin melakukan nya, karna bagi nya mungkin dengan adanya jiwa yang hadir dalam perut gadis itu akan membuat nya semakin dapat mengikat gadis di depan nya.


Calesta mengangguk ia tak yakin namun ia ingin mencari bagian yang hilang yang tak dapat ia ingat tersebut.


Aku tidak salah kan?


Dia juga bilang kami dulu punya hubungan yang tak beda?


Aku...


Aku tidak tau...


Tapi aku merasa aku melupakan sesuatu yang berharga, padahal aku merasa tidak menyukai ingatan Ainsley...


Ini sudah benar kan?

__ADS_1


Apa itu dia?


__ADS_2