
Flashback on.
Rumah sakit.
"Bagaimana keadaan nya? Dia sudah membaik kan?" tanya pria itu pada psikiater yang merawat kekasih nya.
"Trauma nya mulai membaik, phobia sosial nya juga sudah bisa teratasi. Namun saya melihat hal lain dalam diri nona Ainsley." jawab psikiater wanita paruh baya tersebut.
"Hal lain? Seperti apa?" tanya Sean mengernyit.
"Nona Ainsley berusaha bersikap baik dan semua nya sudah di luar batas, ia tak tau cara membedakan sikap yang salah dan benar. Cara pandang nya tentang sosial juga berbeda, dia juga memiliki ketakutan berlebih dan trauma yang di sembunyikan." terang dr. Canly yang setelah beberapa kali konsultasi menemukan hal lain pada pasien nya.
Selain trauma dan phobia sosial karna mengalami kekerasan *****al dan pelecehan ia juga mendapat kan sesuatu yang lain.
Gadis itu selalu gugup dan berusaha menunjukkan jika ia baik-baik saja, ia dapat memahami jika gadis itu sudah tertekan dan depresi untuk waktu yang lama.
Tidak tau cara mencintai diri nya sendiri, atau pun melakukan pembelaan untuk diri nya, bahkan gadis itu tak tau cara nya untuk membedakan sudut pandang yang benar.
Entah apa yang sudah di lalui nya hingga semua cara dan pola sikap nya sudah benar-benar salah yang harus nya tak di lakukan oleh orang normal lain nya.
"Yang terpenting dia tidak phobia sosial lagi kan? Jadi dia tak akan bunuh diri lagi." ucap Sean yang mengacuhkan semua nya.
Sean sendiri tau jika gadis itu sudah bermasalah dalam psikologis nya sejak pertama kali ia bertemu dengan gadis itu, tatapan mata yang putus asa, sikap kekanakan dan polos, bahkan di usia gadis itu ia masih mempercayai "Drakula" yang harus nya sudah bisa berfikir jika itu semua tak ada.
Ia pun merasa jika gadis itu membutuhkan perhatian dan kasih sayang dan ia membutuhkan seseorang untuk memperkuat pondasi nya dalam menjadi pewaris.
Yah, itu adalah awal yang buruk karna ia hanya ingin memanfaatkan gadis itu untuk mencapai posisi nya. Tak butuh waktu lama untuk membodohi gadis polos yang tak tau apapun untuk mencintai nya.
Namun pada akhirnya ialah yang jatuh akan rencana nya sendiri, seiring waktu berjalan ia sendiri yang ternyata mencintai gadis itu.
Cinta dengan obsesi gila nya. Ia pun memanfaatkan sikap patuh gadis itu yang di luar batas kewajaran karna di bangun dari rasa sakit dan trauma nya.
"Tapi kondisi nona Ainsley saat ini tengah sangat tidak baik, walaupun masalah phobia sosial nya teratasi namun tetap sa-"
"Yang terpenting dia sudah membaik dan tidak takut dengan sosial lagi," potong Sean cepat.
Ia tau jika gadis itu memang sudah bermasalah sejak awal, maka dari Ainsley bisa tetap mencintai nya dengan tulus, memberikan senyuman hangat dan menerima semua hukuman nya tanpa banyak berkomentar atau pun marah.
Karna ia tau hal tersebut tak akan bisa di miliki oleh gadis lain yang dapat berfikir jernih atau pun gadis normal lain nya. Maka dari itu ia hanya ingin mengobati sebatas trauma pelecehan nya saja namun tak mengobati penyakit psikologis yang lain nya.
"Namun ini sangat berbahaya untuk nona Ainsley sendiri, dia saat ini sedang menuju ke tahap Borderline personality disorder (BPD) bahkan seperti nya sudah mulai memasuki Complex post traumatic stress disorder (CPTSD) dan kemungkinan terburuk nya bahkan bisa menuju ke Dissociative disorder jika di biarkan lebih lanjut hal ini sangat membahayakan," terang dr. Canly yang masih ingin agar pasien nya tetap menjalani perawatan medis dan tau gangguan psikologis gadis itu sudah sangat berat.
NB KET : Borderline personality disorder (BPD) adalah gangguan terhadap kepribadian seseorang dan membuatnya memiliki pola pikir, perasaan, atau perilaku yang sangat berbeda dengan kebanyakan orang.
NB KET : Complex post traumatic stress disorder (CPTSD) ini lebih parah dibandingkan dengan PTSD. Biasanya orang yang mengalami CPTSD ini memiliki trauma pahit masa kecil dan trauma tersebut terulang kembali ketika dirinya telah dewasa. CPTSD lebih menggambarkan dampak negatif yang meluas dari trauma berulang kronis daripada PTSD saja. Hal ini dapat merubah pola sikap dan pikir seseorang dan perubahan persepsi diri.
NB KET :Dissociative disorder Gangguan ini adalah gangguan kejiwaan parah atau perubahan dalam ingatan, kesadaran, dan identitas umum tentang diri mereka dan lingkungan penderita. Gangguan disosiatif biasanya dikaitkan dengan stres luar biasa yang diakibatkan oleh peristiwa traumatis, gangguan ini yang nanti nya sama dengan DID atau kepribadian ganda.
"Dia tak memerlukan nya, dan ku harap kau tak lupa dengan perjanjian yang kau tanda tangani," ucap Sean beranjak pergi.
Ia tak ingin dr. Canly merubah gadis patuh nya, ia tetap kukuh ingin tetap membuat gadis cantik itu sebagai boneka tali kesayangan nya yang selalu bisa ia kendalikan.
Dr. Canly diam tak bisa membantah begitu mendengar tentang perjanjian yang ia tanda tangani. Ia hanya menatap punggung pria yang menghilang di balik pintu ruangan nya.
__ADS_1
Kondisi kejiwaan pasien yang ia tangani saat ini sudah benar-benar retak dan bahkan dapat di katakan sudah hancur. Ledakan emosi, keinginan bunuh diri, rasa putus asa, depresi bahkan sampai kepribadian ganda bisa terjadi pada gadis malang itu jika tak di tangani segera.
Belum lagi hormon stress nya yang nanti nya akan dapat mempengaruhi kesehatan fisik nya, namun ia juga tak dapat berbuat banyak dan hanya berharap gadis itu mampu hidup dalam kebahagian yang ia cari.
Flashback Off.
......................
Mansion Sean.
Setelah melepaskan ciuman agresif nya pria itu lantas menarik tangan kekasih nya dan membawa nya menuju bathup.
"Akh!" ringis Ainsley dengan wajah pucat nya setelah tubuh polos nya yang penuh luka di dorong masuk kedalam bathup.
Warna bening dari air yang tergenang di dalam bathup tersebut mulai terganti dan bercampur dengan warna darah dari tubuh nya.
Ainsley melihat dengan mata nya yang sayu dan wajah pucat ke arah kekasih nya yang membuka pakaian.
Sakit sekali...
Aku kedinginan Sean...
Lidah nya kelu dan tak mampu mengatakan apa yang ia rasakan, rasa sakit dan perih yang bersamaan bercampur dengan rasa dingin yang menusuk hingga tulang nya.
Sean pun mulai masuk ke dalam bathup tersebut dan membalik tubuh gadis itu ke dalam kungkungan nya,
Tubuh yang sama-sama terendam dalam air yang berwarna seperti wine karna darah gadis nya. Aroma anyir yang menusuk indra penciuman kedua orang tersebut.
"Dia penting bagi mu?" tanya Sean sekali lagi pada gadis itu, melihat wajah pucat gadis nya membuat nya sedikit memiliki rasa iba, "JAWAB!!" bentak nya saat tak ada balasan.
"Iya...
Ia merasa kaki nya yang di buka lalu tiba-tiba sesuatu memasuki nya secara paksa. Rasa sakit yang menembus dalam diri nya memberikan kesan ngilu dan perih yang teramat sangat.
"Sa-sakit..." ringis nya pelan dan mulai semakin menjatuhkan bulir bening dari mata sayu nya.
"Kau harus ingat kalau hanya milik ku!" bisik pria itu dan mulai bergerak setelah penyatuan nya yang begitu tiba-tiba dan memaksa masuk pada gadis yang belum tersentuh tersebut.
Ia bertindak impulsif dan begitu cemburu saat mendengar jika gadis itu memiliki pria lain yang penting.
Ayah? Kau pikir dia akan menganggap mu sebagai putri nya?! Kau pikir aku percaya dengan kebohongan tak masuk akal kalau kau hanya menganggap nya sebagai Ayah?!
Pria yang sudah di tutupi dengan amarah kecemburuan tersebut pun merengkuh tubuh gadis nya dan melakukan gerakan secara kasar di pengalaman pertama gadis itu.
Ia tak pernah akan tau jika hari dimana ia merenggut kesucian gadis nya dengan cara seperti ini, namun hanya ini lah yang dapat meredakan amarah nya.
"Sa-sakit Sean..." tangis Ainsley lirih dengan segugukan pada pria nya.
Rasa sakit di punggung nya yang terluka belum habis dan bahkan tak berkurang sedikit pun, darah nya terus keluar menyatu dalam air bathup yang meleleh keluar di pinggir nya karna gerakan kasar pria itu dan kini ia merasakan sesuatu yang teramat sangat perih dan ngilu di bagian terpenting dirinya.
Sakit sekali...
Rasa sakit nya berbeda...
__ADS_1
Tangis gadis cantik dengan wajah malang tersebut semakin meleleh, ia tak pernah merasakan rasa sakit yang terasa asing tersebut.
Berbeda dengan cambukan, tamparan, ataupun pukulan rasa sakit yang ia alami tersebut benar-benar berbeda. Entah kenapa selain tubuh nya yang terasa sakit hati nya juga merasakan sakit.
Setelah gerakan yang teramat kasar hingga membuat gadis nya memekik, menangis, dan meringis pria itu mulai tenang sejenak dan menatap wajah pucat di depan nya.
"Ainsley?" panggil nya saat melihat mata sayu yang begitu sembab dan wajah yang sudah sangat pucat.
Ainsley pun mengandarkan pandangan nya menatap kekasih nya.
"Kau milik ku, kan?" tanya pria itu dengan nada penuh penekanan seakan-akan gadis nya harus mengiyakan pertanyaan nya dan suara nafas yang berat.
Ainsley diam sesaat, ia tak tau jika hal ini benar atau salah dan apakah hal ini lah yang benar-benar menuju kebahagian nya.
"Iya...
Aku milik Sean..." jawab nya lirih dengan bibir yang teramat pucat dan wajah yang seperti tak lagi memiliki darah.
Aku sudah bahagia kan? Tapi kenapa hati ku terasa sakit?
Apa perasaan bahagia memang seperti ini?
Ia menjawab dengan wajah pucat nya, tubuh nya tak lagi mampu menahan rasa sakit yang teramat sangat dan rasa sakit asing yang baru ia rasakan.
Dingin air yang merendam nya begitu menusuk tulang nya bagaikan selimut es tajam yang sedang mengelilinginya.
Sean tersenyum simpul begitu mendengar jawaban gadis nya, ia menatap wajah sayu penuh rasa sakit tersebut, perasaan nya mulai tenang dan melanjutkan apa yang tengah terjadi saat ini hingga penyelesaian nya.
Ia begitu menikmati tubuh suci gadis nya, tubuh yang belum pernah terjamah oleh pria manapun. Tubuh yang menjadi keistimewaan di bandingkan gadis lain nya.
Berbeda dengan Sean, Ainsley memekik dengan rasa sakit yang luar biasa, satu persatu tubuh nya kebas, pandangan dan pendengaran nya mulai mengabur. Ia menggigil dalam rasa sakit yang teramat sangat.
Sean merengkuh dan memeluk tubuh gadis nya yang perlahan kehilangan kesadaran nya.
Seperti ini...
Kau tak boleh berubah...
Kau tetap harus menjadi Ainsley ku yang patuh...
Boneka cantik kesayangan ku, yang bisa ku kendalikan kapan saja...
Aku sangat mencintai mu...
Ainsley ku...
...****************...
Itu yang tentang CPTSD kalau kalian kurang jelas bisa cari lagi, dan othor saranin yang basis web inggris nya.
Kenapa? Karna artikel ataupun jurnal bahasa indonesia dan segala macam tentang CPTSD sedikit sekali informasi nya karna banyak yang jelasin tentang PTSD aja.
Oh iya jangan salah yah CPTSD sama PTSD sama CTSD itu beda yah.
__ADS_1
Beda nya apa? Kalian cari atau pahami sendiri yah wkwk, othor malas nulis nya🤣🤣🤣