
Keesokkan pagi nya.
Mansion Evans
Celine memakan makanan nya dengan lesu, ia tak bersemangat sama sekali semenjak mendengar kata-kata yang menyakiti hati nya.
"Celine masih sakit?" tanya Mike melihat putri nya itu yang terlihat lesu.
"Celine udah gak apa-apa Pah," jawab Celine dengan senyuman tipis yang di paksa.
Ketika melihat jam yang sudah menunjukkan jika ia akan masuk sekolah, gadis itu pun beranjak dari tempat duduk nya.
"Aku diantar supir aja kak," ucap nya saat melihat sang kakak ikut bangun.
Steve tak mengatakan apapun namun saat gadis itu pergi ia pun tak lama pergi juga.
"Steve habiskan makanan mu." ucap Mike ketika melihat putra nya melenggang pergi.
Tak ada jawaban dari pria itu, ia hanya ikut mengambil mobil nya dan menyusul mobil yang membawa gadis nya itu.
...
Ckit!!!
Steve memotong dan menghalangi mobil yang membawa gadis nya, ia turun dan juga langsung membuka pintu mobil gadis itu dan masuk serta duduk bangku kedua samping gadis itu.
"Keluar, dan bawa mobil di depan." ucap Steve pada sang supir.
Melihat hawa yang suram supir tersebut pun langsung beranjak keluar tanpa melawan.
Celine mengernyit, ia menghindari sang kakak karna tak ingin melihat nya dan takut di bilang kotor dan menjijikkan lagi.
"Kamu diapain sama dia?" tanya Steve tanpa berbasa-basi di samping gadis itu.
"Gak ada," elak Celine singkat pada sang kakak.
"Yakin? Kalau kamu gak suka dia, kakak bisa hilangin dia dari kamu." ucap nya pada gadis itu.
"Maksud kakak?" tanya Celine mengernyit.
"Bukan nya sekarang banyak yang bisa mati muda?" tanya pria itu tanpa memberikan ekspresi sama sekali di wajah nya.
"Kakak!" ucap Celine seketika, "Jangan bercanda!"
"Memang nya aku terlihat bercanda?" tanya Steve mengulang dengan wajah yang tak tahu sedikit pun.
"Aku gak apa-apa kak..." ucap nya lirih sembari membuang wajah nya.
Steve mengernyit, ia ingin membalas namun ia juga harus tau apa yang terjadi pada adik nya setelah itu baru bisa menentukan apa yang harus ia lakukan.
Tangan nya beranjak memegang kedua bahu gadis itu, "Celine? Bilang sama kakak apa yang terjadi?" ucap nya pada gadis itu.
Tak!
Celine langsung menepis tangan sang kakak, "Kakak bisa gak sih jangan deket-deket aku terus?" tanya nya dengan nada tinggi dan menahan tangis sekaligus.
"Kenapa?" tanya Steve yang bingung melihat perubahan adik cantik tercinta nya itu.
"Karna Celine gak mau di sentuh kakak!" jawab nya dengan asal pada pria itu.
Steve mengernyit kali ini apa lagi yang di katakan adik nya, ia pun menarik tengkuk gadis itu dan menahan nya seketika.
Humph!
Celine memberontak, merasakan perlawan dari gadis yang tak pernah menolak nya itu Steve pun semakin mel*mat habis bibir merah muda dan menahan nya.
Tenaga gadis itu melemah, terasa tetesan basah dari pipi nya hingga membuat pria tampan itu melepaskan lum*tan dari ciuman paksa nya.
"Celine gak mau di bilang kotor lagi kak..."
"Celine bukan gadis murahan..." ucap nya lirih dengan tangis nya yang semakin jatuh.
Steve tersentak, dari mana gadis kesayangan nya itu mendengarkan ucapan dan kata-kata kasar itu?
"Siapa yang bilang? Rosie?" tanya nya langsung menebak ke poin utama.
Celine tak menjawab, ia hanya diam dan diam nya itu lah yang menjadi jawaban.
"Celine tau kok, kalau bukan karna Papa Celine gak akan begini, harus nya kan tau diri..."
"Udah di kasih hidup enak, udah di sayang. Celine gak boleh lewat batas, kalau Celine sama kakak terus-terusan begini..."
"Berarti Celine gak tau malu, gak tau diri, Celine kotor terus jadi gadis murahan. Kalau tanpa Papa sama kakak kan Celine kan bukan siapa-siapa, cuma orang rendahan..." tangis nya pada sang kakak.
Steve tercengang mendengarkan penuturan dari gadis kesayangan nya itu, air mata yang meleleh melebar ruah dari mata biru itu membuat nya menghapus dengan lembut.
"Celine dengar kakak? Kamu itu berharga, bukan murahan, Kamu itu memang harus berada di puncak tertinggi bukan orang rendahan. Kamu gak kotor sama sekali malah kamu itu yang paling bersih dan yang paling polos di antara semua orang." ucap nya pada gadis itu.
"Papa itu sayang sama kamu, terlepas kamu putri kandung nya atau engga, tapi kakak rasa malah Papa lebih sayang kamu dari pada kakak." ucap nya menekankan jika gadis itu benar-benar berharga bagi nya dan sang ayah.
"Celine? Yang bicara begitu sama kamu itu cuma iri, dia gak suka lihat kamu bahagia. Makanya mau hancurin kebahagian kamu." ucap nya pada gadis itu sembari menghapus air mata nya.
"Tapi kalau Celine sayang kakak berarti Celine kotor kak! Celine itu gak tau diri!" ucap nya pada sang kakak yang semakin menangis.
"Kalau gitu kakak yang sayang Celine," ucap Steve langsung memotong.
"Celine kamu harus dengar ini baik-baik, kakak itu sayang nya cuma sama kamu, gak ada orang lain." ucap nya pada gadis itu.
"Tapi kakak bakalan nikah kan? Celine tuh gak tau kenapa tapi di sini itu sakit banget kak, Celine sesak, rasa nya sakit tapi gak bisa Celine jelasin." ucap nya yang mengadu sekaligus menangis pada sang kakak sembari memegang dada nya.
"Siapa yang bilang kakak bakalan nikah? Kakak gak bakal nikah sama dia," ucap nya langsung, "Dan kalau kamu merasa begitu tanda nya kamu itu cemburu," ucap nya pada gadis itu.
Celine diam sejenak, ia marasa malu mengaku jika ia di katakan sedang cemburu.
"Kenapa kakak gak nikah sama dia?" tanya nya lirih.
"Cause I love you, you really know that, right?" ucap nya pada gadis itu.
"But, I'm your sister, you can't love me as a girl right?" jawab gadis itu lirih.
"No, I can love you. You're the only one." Steve yang merengkuh tubuh kecil itu dalam pelukan nya.
"Kamu itu yang paling berharga buat kakak, Kalau kamu gak ada kakak juga gak akan ada. Apapun yang kamu dengar kamu gak usah pedulikan." ucap nya di telinga gadis nya.
"Do you love me?" tanya gadis itu lagi.
"I love you most..." jawab nya pada gadis itu seketika.
Steve mengusap dengan lembut dan menenangkan gadis yang ia cintai itu, tangan lembut nya sangat berbeda dari mata yang menghunus saat ingat adik tercinta nya itu mendapatkan hinaan terlebih lagi menyinggung status nya asli gadis itu yang berasal dari kalangan biasa.
......................
Tiga hari kemudian.
__ADS_1
Mansion Evans.
Mike tersenyum cerah melihat sang putra kesayangan kini seperti tertarik dengan wanita yang akan di jodohkan untuk nya.
"Benar kan? Pilihan Papa tidak salah? Dia wanita yang baik, dia seperti juga suka sama kamu dan bisa sayang Celine." ucap Mike tersenyum.
Steve masih menampilkan ekspresi datar tak memberikan emosi itu.
"Papa yakin?" tanya nya sembari mengangkat gelas berisi teh mawar tersebut.
"Tentu saja," jawab Mike tersenyum.
Steve memiringkan bibir nya mendengar hal tersebut, selama tiga hari ia sudah mencari tau semua masa lalu dan kekasih wanita itu sebelum nya dan pembalasan nya pun akan segera di mulai.
"Kamu suka teh mawar? Kamu bilang tidak suka aroma nya." ucap Mike yang heran melihat putra nya yang meminum teh yang tak begitu di sukai nya.
"Celine suka, ini dia yang buat kan." jawab Steve pada sang ayah.
Bahkan jika gadis itu memberi nya racun pun ia tetap akan meminum nya karna cinta nya menang sudah sebuta itu pada gadis kecil yang begitu menggemaskan dan mendebarkan hari nya.
Mike tak mengatakan apapun, ia tak merasa curiga dan hanya tersenyum pada putra kesayangan nya itu.
"Kapan kamu mau berkencan lagi? Kali ini kalian harus pergi berdua kan?" tanya Mike dengan semangat.
"Tentu," jawab Steve yang terlihat sudah menyiapkan sesuatu.
......................
Cafe.
Rosie tersenyum cerah, ia merasa memang tidak ada yang bisa menolak pesona nya.
"Apa yang tidak kamu sukai dan kau sukai?" tanya Rosie dengan tersenyum cerah.
"Aku tidak suka kau dan aku suka adik ku," jawab Steve gamblang dengan datar.
Rosie langsung memandang tak suka namun ia menahan nya dan tetap memperlihat senyum palsu nya.
"Tentu saja dia kan adik mu," ucap nya dengan senyuman namun menekan kan kata-kata jika mereka hanya saudara.
"Benar, tapi kau bukan siapa-siapa." jawab Steve ketus dan membalas tanpa eskpresi.
Rosie sudah sangat geram, jika saja pria di depan nya tidak tampan dan menarik perhatian nya mungkin ia sudah melempar wajah pria itu dengan gelas.
Ia pun meminum minuman nya yang di pesan, Steve melirik dan menatap minuman tersebut sampai habis.
"Aku pergi dulu," ucap nya yang sudah memastikan minuman wanita itu telah di minum.
......................
Pantai.
Steve melihat ke arah gadis yang dengan tengah membaca buku nya sembari tidur di sofa dan memakai pakaian piyama tidur.
Padahal sebelum nya gadis itu yang ingin pergi ke pantai sepulang sekolah dan tidur di basecame atau tempat bermain sewaktu ia kecil dulu di pantai pribadi milik sang ayah.
Mike membangun bangunan mungil yang hanya bisa untuk tempat bermain putri nya dulu namun sampai sekarang gadis itu lebih nyaman berada di sana di bandingkan hotel atau resort yang tak jauh dari pantai.
"Celine?" panggil Steve sembari membuang napas nya melihat sang adik.
Ia hanya mengenakan kaos putih dan juga celana pantai yang memperlihatkan motif burung flamingo.
Celine menoleh pada suara yang memanggil nya, gadis berkucir satu dengan rambut yang di kepang itu melihat ke arah sang kakak.
"Kakak cocok deh pakai itu," ucap nya tersenyum tipis.
Steve hanya membuang napas nya, ia tak bisa berkutik jika dengan gadis kecil kesayangan nya itu.
Auch!
"Sakit kak..." ucap Celine seketika saat pipi nya di cubit gemas pria itu.
"Kamu gemesin banget, jadi mau kakak makan." ucap pria itu sembari beranjak menuduh gadis itu dan menciumi leher nya.
"Geli kak," ucap Celine yang langsung tertawa.
Rasa gelisah nya hilang saat pria itu sudah menenangkan nya, dan ia pun yang sudah begitu bergantung pada sang kakak tak mungkin bisa lepas dengan mudah.
"Kamu beneran 17 tahun? Hm?" tanya Steve dengan gemas sampai mengigit pipi gadis itu.
"Kakak! Kalau lapar makan gih!" ucap nya dengan kesal karna sang kakak terus mengigit pipi nya.
Pria itu tersenyum, bagi nya raut kesal itu lebih baik dari pada tak bersemangat dan lesu.
"Kakak itu mau nya makan kamu," ucap nya pada gadis itu.
"Kan Celine bukan makanan kak..." jawab Celine pada sang kakak.
"Celine?" panggil Steve dengan gemas.
"Hm?"
"Mau minum vitamin gak?" tanya pria itu menggoda adik nya.
"Yang mana? Yang pil atau yang dari kakak? Aku gak mau deh, rasa nya aneh! Celine gak suka." jawab nya dengan polos pada sang kakak.
"Yauda kalau gitu nanti keluarin nya di sini aja," jawab pria itu sembari menyentuh bagian privasi adik nya.
"Bukan nya memang di situ yah?" tanya Celine dengan polos nya karna setiap kali ia melakukan nya sang kakak selalu mengeluarkan sesuatu di dalam tubuh nya.
"Kamu suka kan?" tanya nya sembari kembali menciumi leher gadis itu dan merasakan aroma bayi serta bunga yang segar dari tubuh adik nya.
Wajah gadis itu memerah bagaikan kepiting rebus namun ia tetap gadis polos yang tak mengerti hingga membuat nya mengangguk, "Iya, soal nya enak..." jawab nya lirih.
Steve mengangkat wajah nya dari lengkung leher gadis itu, ia menatap dengan gemas wajah yang malu-malu itu dan mulai menciumi bibir gadis cantik kesayangan nya itu.
......................
Sementara itu.
Raungan yang panas serta sekumpulan pria yang memakai topeng dan juga wanita yang mengenakan topeng yang sama namun berbeda warna itu tengah saling beradu.
Wine merah yang terlihat tumpah, lighting cahaya yang menampilkan potret dan rekaman yang tengah berputar.
Bukan satu pria melainkan 6 orang pria yang terus bergantian bermain di atas tubuh indah itu.
Bagaikan tak sadar, ia terus bersikap memohon seperti wanita yang haus akan sentuhan.
"Yes, Do it harder..." ucap nya lirih sembari mengecup bibir pria lain saat ia tengah bermain dengan pria yang berbeda juga.
__ADS_1
Setelah permainan usai wanita itu terkapar lemas dengan kondisi berantakan, ia bahkan tak sadar seseorang sudah melepas topeng nya di akhir.
......................
Satu Minggu kemudian.
Pria itu tersenyum puas, ia meretas jaringan perusahaan dari calon ayah mertua yang di jodohkan sang ayah.
Membobol akun saham dan membocorkan nya hingga terjadi kerugian yang begitu besar.
"Rendah? Sekarang kau harus lihat siapa yang rendahan..." ucap nya lirih.
Ia hanya mengembalikan kata-kata menusuk yang di berikan untuk gadis nya.
Membuat wanita angkuh itu merasakan bagaimana rasanya menjadi seperti orang ia rendahkan.
Tanpa perusahaan sang ayah wanita itu bukanlah apa-apa, maka dari itu hal yang pertama kali di lakukan nya adalah membuat perusahaan besar itu hampir bangkrut.
Dan di tambah lagi dengan video skandal yang masih menjadi teka-teki namun belum menampilkan semua video nya.
...
"Kak?" panggil Celine yang membuat pria itu menutup laptop nya.
"Kenapa?" jawab pria itu membuka tangan nya agar sang adik duduk di pangkuan nya.
Tanpa merasa canggung gadis itu langsung duduk di pangkuan sang kakak.
"Kak? Tau gak? Katanya sekarang ada video yang lagi viral itu loh kak? Lagi boom banget, masa kata nya anak pengusaha gitu kak, buat pesta..." ucap nya tak lagi melanjutkan.
Gadis itu tak akan tau berita seperti itu kalau bukan tidak di beri tau teman nya.
"Pesta apa?" tanya Steve menggoda adik nya.
"Pesta yang..." ucap nya menggantung, "Kakak punya video nya gak? Celine penasaran..." ucap nya berbisik di telinga sang kakak sampai membuat pria itu merasakan hal lain.
Steve memang begitu sensitif jika gadis kecil nya berada di dekat telinga nya, hal tersebut merupakan bagian sensitif di mana hasrat nya cepat di bangkitkan.
"Kenapa penasaran?" tanya Steve dengan bingung.
"Katanya yang di dalam video itu kak Rosie, tapi masih ada bantahan dari konfirmasi mereka." jawab Celine pada sang kakak.
Steve tersenyum, ia membuat wanita yang mengatakan adik nya rendah, menjijikan, dan murahan merasakan apa yang di ucapkan.
Kini semua orang memandang wanita angkuh itu sama seperti hinaan yang ia lontarkan pada gadis polos itu.
Steve juga masih menyimpan video akhir ketika wajah wanita itu terlihat, hal itu di lakukan nya untuk membuat wanita itu mengabiskan banyak uang untuk pengacara dan membantah video yang berisi di dalam diri nya.
Dan saat sudah mengeluarkan banyak uang di tengah krisis perusahaan ia akan menyebarkan akhir video dan membuat ending yang tragis untuk wanita yang berani menghina gadis nya.
"Terus kamu penasaran karna itu?" tanya Steve tersenyum simpul.
"Bukan juga sih kak, Celine tuh penasaran gimana sih yang begituan..." ucap nya lirih dengan malu, "Celine kan juga mau tau..."
Steve bingung mendengar nya, jadi selama ini apa?
Gadis itu tidak tau apa yang mereka melakukan selama ini sudah termasuk melakukan hal begitu?
"Celine? Kamu tau gak yang biasa kita lakuin itu apa?" tanya nya pada gadis itu.
"Tau, itu kan berarti kakak lagi hukum Celine, atau lagi mau keluarin yang buat kakak sakit terus jadi vitamin Celine, sama kalau kakak lagi mau nunjukin kasih sayang sama Celine cara nya juga sama, tapi beda nya kakak kadang kasar kadang lembut." jawab nya dengan senyuman yang terlihat begitu alami dan cerah.
Steve menarik napas nya, ia baru sadar jika sang adik tak pandai dan juga sering tidur di jam pelajaran sekolah.
Pemakaian ponsel yang di batasi serta akun media sosial yang tak punya dan yang paling utama ia selalu memberikan film romantis yang sudah di sensor untuk gadis kesayangan nya.
Pantas saja bahkan sampai sekarang dan sudah sejauh ini gadis itu masih dengan santai dan penasaran apa yang di lakukan oleh orang dewasa.
"Celine? Kamu tau gak sih cara manusia berkembang biak? Atau buat keturunan?" tanya nya mengernyit pada adik nya.
"Tau!" jawab nya dengan semangat, "Pertama itu nikah dulu abis itu masuk ke kamar terus tidur di ranjang bareng..." ucap nya sembari berpikir.
"Setelah itu?" tanya Steve mengernyit.
"Gelap," jawab Celine dengan tatapan polos dan lugu nya benar apa ada nya.
"Ha? Gelap?" tanya Steve dengan bingung akan ucapan adik nya.
"Iya, di film yang aku lihat abis mereka tidur itu gelap abis gelap pagi deh waktu mereka bangun, terus nanti istri nya hamil deh!" jawab gadis itu tersenyum cerah dengan wajah polos nya.
Steve tertawa kecil mendengar nya, bukan salah gadis itu juga kalau sampai bisa sepolos itu.
Karna semua pergerakan dan apa yang di lakukan Celine adalah hasil campur tangan diri nya bahkan hingga membuat gadis itu menjadi tak mengerti apapun dan hanya bisa bergantung pada nya.
"Terus kamu kenapa gak hamil? Kan sering kakak temani tidur?" tanya nya tersenyum yang membiarkan pikiran polos itu tanpa ia beritau.
"Kan kita belum nikah kak, gimana mau hamil nya?" tanya Celine yang merasa sang kakak tak tau cara membuat bayi kecil.
"Kalau kita nikah terus tidur bareng kamu nanti hamil?" tanya Steve tersenyum yang semakin meladeni gadis nya itu.
"Iya! Tapi apa kita bisa nikah kak? Kan aku adik kakak? Kita kan gak boleh nikah." tanya nya dengan bingung.
"Boleh, kalau Papa Mama gak izinin kakak bakal bawa kabur kamu." jawab nya tersenyum.
Celine tertawa karna menganggap nya hanya lelucon tanpa ia tau jika sang kakak tengah mengatakan ucapan yang sungguh-sungguh.
"Celine?
"Hm?"
"Kalau kita cuma tidur bareng aja benih nya kapan masuk? Nanti gak bisa jadi bayi dong di sini..." ucap Steve yang kembali menjahili aduk cantik nya sembari mengusap perut rata gadis itu.
"Benih apa kak?" tanya Celine dengan dengan bingung.
Steve tak menjawab ia hanya tersenyum simpul dan menaikkan gadis itu ke atas meja nya setelah menyingkirkan laptop nya.
"Kamu masih kecil gak boleh tau hak begitu dulu," ucap nya pada sang adik.
Celine hanya menatap bingung ke arah kakak yang memiliki wajah tampan itu.
"Mending kamu minum vitamin aja, biar cepat dewasa." ucap nya mengelabui gadis lugu itu.
"Celine kenapa minum vitamin terus kak?" tanya gadis itu yang tak menolak saat piyama tidur nya perlahan di lepaskan.
"Iya, kan kamu masih kecil. Masih butuh vitamin..." jawab Steve dengan senyuman simpul nya sembari mengecup pipi gadisnya sekilas.
Ia akan mengatakan nya jika bagi nya gadis itu memang harus sudah tau, karna kini ia masih sangat menikmati dan menyukai kepolosan serta keluguan adik tiri nya itu.
...****************...
Karna ini side Story konflik nya ringan aja yah, othor nya lagi capek mikir berat wkwk
Dan untuk babang Steve jangan suka modusin adik nya terus yah๐๐๐
__ADS_1
Happy Reading๐๐