
Bar.
Beberapa mata pria yang tertuju pada gadis berbalut gaun putih dengan wajah polos dan menggemaskan tersebut.
Para pria yang ingin menerkam nya karna seperti sasaran empuk untuk dimangsa, namun tak semudah itu karna gadis cantik itu memiliki penjaga serigala di samping nya yang langsung menatap tajam ke arah para pria yang menatap nya.
"Sean! Mau minum alkohol juga!" ucap Ainsley yang hanya melihat pria di depan nya minum namun tak mengizinkan nya sama sekali.
"Minum saja yang di depan mu," jawab pria itu karna tak mau gadis nya mabuk.
Ainsley pun menghela nafas nya dengan lesu, ia mencoba mengikuti gaya hidup "orang dewasa" seperti yang di katakan teman dekat kuliah nya saat ini yaitu Vindi.
Hal ini membuat nya meminta kekasih nya untuk membawa nya pergi ke bar setelah konser bahkan ia sendiri belum mengganti gaun dan juga riasan nya.
"Kan yang mau kesini aku...
Masa aku yang tak boleh minum..." gumam Ainsley lesu pada pria di depan nya.
"Kau pindah ke privat room?" tanya Sean saat melihat raut lesu gadis nya, jika mereka berada di privat room akan mudah baginya untuk mencegah gadis kesayangan nya membuat masalah jika mabuk.
"Tidak mau! Mau disini! Kan biar mirip yang seperti di bilang Vindi!" ucap Ainsley dengan mata bekobar.
"Pftt..." Sean tanpa sadar tertawa melihat ke wajah menggemaskan gadis itu yang bicara dengan semangat berapi-api.
"Sean...
Cobain sedikit boleh? Nih tukar sama punya aku," bujuk Ainsley dengan memberikan gelas nya yang berisi soda dan ingin meraih gelas yang berisi alkohol milik kekasih nya.
"Kalau kau minum ini, orang lain akan mengira aku memberi minuman keras pada anak di bawah umur." ucap Sean dengan tawa kecil nya sembari menarik kembali gelas alkohol milik nya.
"Kan aku sudah dewasa!" ucap Ainsley dengan wajah menggemaskan karna kesal.
Sean hanya mengangguk dan mengangkat satu tangan nya guna memanggil pelayan, ia tau dari awal masuk saja gadis itu sudah di minta tanda pengenal karna penjaga bar mengira jika Ainsley masih anak di bawah umur.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya seorang pelayan bar tersebut.
"Kekasih ku mau pesan sesuatu," ucap Sean sembari menatap ke arah Ainsley.
Pelayan bar tersebut pun langsung melihat gadis di depan nya yang tersenyum cerah karna mengira mendapat apa yang ia mau.
"Ada yang bisa saya bantu nona?" tanya pelayan tersebut.
"Mau pesan minuman yang sama seperti dia," ucap Ainsley dengan senyuman manis dan cerah nya sembari menunjuk minuman yang sama dengan kekasih nya.
__ADS_1
Sean hanya menahan senyuman nya, ia tau pelayan pasti akan meminta kartu identitas lagi karna mengira jika gadis itu di bawah umur.
"Maaf sebelum nya, apakah nona sudah berada diatas umur 20 tahun?" tanya pelayan tersebut.
"Eh? Sudah, makanya aku bisa masuk kesini!" ucap Ainsley dengan wajah kesal yang membuat nya semakin terlihat kekanakan.
"Berikan dia soda lagi saja," ucap Sean dengan tawa kecil melihat raut kesal wajah gadis nya.
Pelayan tersebut pun menunduk dan mengambil pesanan nya. "Pelajar sekarang selalu membohongi penjaga agar bisa masuk," gumam pelayan tersebut yang mengira jika gadis itu masih berada di tingkat satu atau dua SMA.
"Sean!" protes Ainsley pada kekasih nya yang sedang tertawa.
"Kau boleh minum alkohol saat tidak ada lagi yang bertanya tentang umur mu," ucap Sean karna ia tau selain wajah, sikap gadis nya juga kekanakan.
"Seperti Sean?" tanya Ainsley lagi.
"Hm, seperti ku." jawab pria itu sembari mengusap puncak kepala gadis nya.
"Sean kan 4 tahun lebih tua dari ku, masih lama..." gumam nya lirih.
Pria tampan itu hanya tersenyum. "Ainsley," panggil nya laly mengambil dua tegukan alkohol nya dan menyimpan nya di dalam mulut nya.
Ainsley pun menoleh namun pria di depan nya langsung menyambar bibir merah muda nya.
Alkohol yang tumpah sebagian melewati bibir mungil merah muda yang lembut tersebut karna sang pemilik terkejut saat mendapat kan ciuman tiba-tiba.
Ainsley yang awal nya tersentak namun dengan cepat sadar, ia pun memejamkan mata nya dan meneguk alkohol yang di berikan kekasih nya lalu menikmati setiap hisapan lembut di bibir dan lidah nya.
"Sudah mencoba nya?" tanya Sean saat ia melepaskan lum*tan halus nya setelah memberikan gadis nya alkohol dari mulut nya.
Ainsley yang nafas yang masih di atur pun mengangguk kecil dengan wajah nya yang bersemu. Sean pun tersenyum dan duduk lagi di kursi nya.
Deg...
Pria itu tersentak saat melihat pria lain yang berada dalam bar tersebut.
Dia orang yang sama!
Batin Sean saat melihat pria yang sama di hari ibunya meninggal dan bahkan sampai saat ini ia selalu percaya jika ibu nya tidak bunuh diri melainkan di bunuh.
"Ainsley, kau disini saja jangan kemanapun sebelum aku kembali." ucap Sean yang terburu-buru saat melihat pria itu ingin pergi.
Ainsley mengangguk dan melihat pria itu yang sangat terburu-buru langsung berlalu pergi dari nya.
__ADS_1
Setelah Sean pergi mata gadis itu tak bisa di alihkan dari alkohol milik kekasih nya.
"Minum sedikit boleh kan?" gumam Ainsley kecil dengan senyum nakal nya.
Ia tau jika Sean tak akan mengizinkan nya, namun rasa penasaran akan mencoba hal baru terasa begitu menggebu di dunia nya.
Ia pun mengambil segelas alkohol tersebut dan meminum nya dalam sekali tegukan. Tak butuh waktu lama untuk gadis yang tidak tahan dengan Alkohol tersebut mulai merasa mabuk.
"Kebetulan sekali?" suara seorang pria yang tak menyangka akan bertemu gadis cantik itu lagi setelah dari konser nya.
Ainsley pun yang mulai terasa pusing menoleh, mata sayu nya melihat dan mencoba mengenali lalu tersenyum ceria. "Paman!" ucap nya dengan wajah senang seperti anak kecil.
Pria itu hanya menyeringai melihat gadis di depan nya mulai mabuk, "Kau dengan siapa?" tanya Richard karna ia melihat dua gelas di meja tersebut.
"Sean! Paman dengan siapa?" tanya Ainsley lirih yang semakin kehilangan kesadaran nya dalam mabuk.
"Mau ku antar kembali?" tanya Richard tersenyum simpul pada gadis itu.
Ainsley menggeleng pada ucapan pria tersebut, "Sean suruh aku tunggu di sini," jawab Ainsley pada pria di depan nya.
"Benarkah? Tadi aku lihat dia pulang lebih dulu, dia yang menyuruhku datang ke sini menjemput mu," bisik Richard pada gadis yang menunduk di meja tersebut dengan mata sayu.
Ainsley yang sangat mudah mabuk membuat nya langsung berada dalam kendali alkohol begitu menghabiskan satu gelas dalam satu tegukan.
"Benarkah?" tanya Ainsley mengernyit.
"Hm," jawab Richard tersenyum simpul. Sifat polos dan sedang mabuk pasti akan semakin membuat gadis itu tak bisa berfikir jernih.
Richard pun mulai memapah tubuh gadis itu tanpa adanya perlawanan. Ainsley yang tak tau mana pura-pura baik dan yang baik sungguhan selalu mengira pria yang ia panggil paman adalah dosen yang baik hati.
Sementara itu.
Sean semakin mengikuti langkah pria yang bisa menjadi kunci akan kejadian sebenarnya dari kematian ibu tercinta nya.
Namun belum sempat ia semakin mengejar dan menangkap pria itu, ia malah melihat gadis nya yang sedang di papah pria lain masuk ke dalam lift.
"Ainsley?" gumam nya saat melihat gadis nya yang terlihat mabuk dan pria yang tak asing bagi nya.
Antara mengejar pria yang menjadi kunci kematian ibu nya atau memilih kekasih nya yang terlihat mabuk dan sedang dalam pelukan pria lain.
"Sial!" decak nya kesal dan berlari menuju lift yang sama.
Ia melewatkan kesempatan emas nya untuk mencari jawaban dari kematian sang ibu yang sangat ganjal dan berlari mengejar gadis nya.
__ADS_1