
Situasi yang semakin tak mendukung gadis cantik itu membuat Ainsley berusaha mempertahankan dirinya dan berulang kali mendorong Richard.
Baginya hanya Sean yang boleh menyentuh dirinya.
...
Sementara itu.
Sean yang sudah masuk ke club malam tersebut langsung mencari kekasih nya diantara ratusan wanita yang menari dengan menunjukkan bagian-bagian tubuh nya.
Pria tampan itu sudah terbiasa dengan club malam dan wanita, ia juga sama dengan pria lain nya yang suka bermain namun ia berhenti saat sudah mulai menyukai gadis yang menjadi kekasih nya sekarang.
Bahkan rasa suka nya semakin meninggi setiap hari nya, gadis yang benar-benar bisa masuk dan mengisi hati nya yang sudah sekeras batu.
"Privat room?" gumam Sean dengan mata panas menahan marah yang semakin menjadi.
Saat ia melihat dan mengikuti pelacak yang berada di ponsel gadis itu.
Ia pun naik ke lantai atas dari club malam yang besar tersebut, hingga kaki nya terus mengikuti arah yang di tunjukan pada nya.
"Ini bukan privat room biasa, ini...." pria itu semakin tak bisa menahan emosi nya saat ia tau jika gadis nya memasuki privat room yang berbentuk kamar.
Mata nya memejam sesaat menahan emosi dan mulai menekan bel serta memukul dan menendang pintu tersebut dengan emosi.
Ting... ting...
Brak! Brak! Brak!
Suara yang begitu menganggu saat pria tampan itu dengan emosi yang begitu memuncak menendang dan menekan bel pintu tersebut hingga membuat salah satu pelayan club mendatangi nya.
"Tuan, maaf anda tak bisa seperti itu!" cegah pelayan wanita tersebut.
Ukh!
Pekik pelayan wanita tersebut saat leher nya tercekik dengan begitu kuat hingga membuat nya tak bisa bernafas.
"Tutup mulut mu jalang! Kalau tak mau mati pergi!" ucap Sean sembari melepaskan tangan nya dan mendorong pelayan wanita tersebut hingga jatuh.
Ia kembali memukul pintu tersebut lagi dengan terus menerus.
Sementara itu...
Richard baru saja ingin melakukan puncak aksi nya semakin terganggu dan tak bisa melakukan penyatuan nya, ia bangun dan memakai mantel tidur yang berada di kamar tersebut.
__ADS_1
Ia pun menutup tubuh gadis itu dengan asal menggunakan selimut tebal yang berada di atas ranjang empuk itu.
Richard pun mulai melangkah dan membuka pintu nya.
Pintu yang terbuka semakin perlahan dan mulai membuat kedua wajah pria tersebut berhadapan.
Deg...
Mata Sean semakin terbelalak melihat pria yang hanya mengenakan mantel tidur dan melihat beberapa pakaian gadis nya berserak di atas lantai dan sekitar ranjang.
Berbeda dengan Sean yang terlihat emosi, Richard malah terlihat biasa saja dan hanya tersenyum simpul melihat kekasih dari gadis yang ingin ia tiduri.
Tangan Sean mengepal dengan sempurna hingga membuat darah nya mendidih.
Buagh...
Satu pukulan melayang telak ke wajah pria yang ia dapati bersama kekasih nya.
Richard hanya menyeringai, ia merasakan anyir darah yang mengalir di ujung lidah nya dan tentu nya perih di wajah nya. Namun bagi pria itu semua nya semakin menyenangkan.
Tak cukup hanya sekali Sean ingin memukul pria tersebut sekali lagi namun kali ini, Richard menahan tangan nya dengan segera.
Tap...
Kedua tangan pria itu sama-sama bergetar menahan kekutan masing-masing. Yang satu memukul dan yang satu nya lagi menahan.
Buagh!!!
Sean pun sontak melepaskan tangan nya dan memundur, ia hampir terjatuh namun menahan tubuh nya dengan segera.
Richard yang tentu nya memiliki lebih banyak pengalaman dari segi umur dan juga peristiwa membuat nya lebih kuat 10 kali lipat dari pria kuat lain nya.
Untuk menjadi seperti saat ini ia sudah di jadikan sebagai mesin pembunuh lebih dulu menjadi gangster dan mulai menduduki kekuasaan sebagai raja mafia.
Tentu nya berbeda dengan Sean yang merupakan pewaris dari perusahaan ternama, namun pria tampan itu juga tak di manja kan seperti pewaris dari perusahaan besar lain nya.
Karna status nya yang dianggap tercela membuat nya menjadi sasaran penindasan dari kakak lelaki nya yang lain, membuat pria itu berusaha mencari cara agar bisa melindungi dirinya sendiri.
Melatih nya lebih kuat sejak ia masih kecil.
"Kau seperti nya lebih kuat dari anak seusia mu...
Semakin menyenangkan, kalau saja kau tidak menatap ku sebenci itu, mungkin aku akan merekrut mu." ucap Richard menyeringai.
__ADS_1
Ia tentu nya tau melihat potensi Sean yang sangat bagus jika menjadi salah satu bawahan nya, hanya perlu sedikit mengasah lagi maka pria itu sudah bisa menjadi tak terkalahkan dari segi kekuatan.
"Siapa yang mau bekerja dengan mu brengsek!" maki Sean yang dengan amarah dan ingin memukul pria yang berada di depan nya.
Buagh!!!
Kali ini tak ada tangan yang menahan, Richard pun menghindar dan membalas memukul pria yang lebih muda di depan nya. Walaupun Sean kuat namun emosi pria itu terlalu meledak dan tidak tenang membuat gerakan nya lebih mudah di baca oleh Richard.
Tes...
Hidung pria tampan itu mulai mengeluarkan darah karna pukulan pria di depan nya.
"Kau perlu berlatih seratus kali lipat untuk mengalahkan ku..." jawab Richard menyeringai sembari mengusap bibir nya yang terluka.
"Sial!" umpat Sean dengan kesal.
Sean pun menarik kera mantel pria di depan nya dan membuat Richard melakukan hal yang sama.
"Kekasih mu sangat cantik..
Dan juga...
Sangat harum..." ucap Richard menyeringai pada pria yang menatap nya dengan emosi.
Deg...
Sean pun tersadar dan mulai mengingat alasan ia pergi ke club tersebut.
Sean pun melepaskan cengkraman tangan nya dengan kasar begitu juga dengan Richard yang melakukan hal yang sama.
Sean pun langsung berjalan ke arah ranjang dan melihat mata sayu gadis nya, ia pun menarik selimut yang menutup tubuh gadis itu dan melihat tak ada pakaian di balik selimut tersebut.
Mata nya semakin memerah menahan emosi melihat gadis itu, terlihat jelas bekas kepemilikan di tubuh gadis itu yang bertebaran di segala sisi.
Sean pun dengan cepat memungut pakaian gadis nya dan memakaikan nya secara asal, ia pun langsung mengendong gadis itu dan membawa nya keluar.
Namun sebelum keluar ia memandang sengit pada pria yang terlihat tersenyum simpul dengan wajah santai sembari melipat tangan nya di dada.
"Aku akan membalas mu nanti!" ancam Sean pada pria itu sebelum ia membawa gadis nya keluar.
"Tentu saja, berlatih lah lebih giat lagi untuk mengalahkan ku." jawab Richard menyeringai.
Ainsley dapat mencium samar aroma tubuh pria nya, namun ia tak bisa menggerakkan tubuh nya sama sekali yang sedang di gendong oleh Sean. Ia terasa sangat lemas dan tak memiliki tenaga sama sekali.
__ADS_1
"Sean?" panggil Ainsley lirih dengan suara yang sangat pelan sembari berusaha melihat pria nya dengan pandangan mata nya yang semakin mengabur.
"Diam! Dan terima hukuman mu nanti!" jawab Sean dengan amarah yang semakin memuncak.