Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)

Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)
Cooking


__ADS_3

Mansion Sean.


Gadis cantik itu kembali ke mansion kekasih nya sebelum pulang ke apart nya sendiri, ia ingin memasak untuk pria tampan.


Entah dorongan apa yang ia miliki hingga ingin membuatkan sesuatu untuk kekasih nya.


Gadis itu pun melihat jam dinding yang akan menunjukkan kekasih nya akan segera kembali, ia pun mulai memotong bahan-bahan nya dan membuat masakan nya. Tak tau apa yang ia buat namun ia hanya bermodalkan niat dan melihat sekilas pelayan di rumah nya dulu saat membuat makanan untuk nya.


"Garam nya kurang tidak yah? Tambah lima sendok lagi deh...


Kan aku buat nya banyak..." gumam gadis itu dengan wajah ceria nya yang tak tau takaran dalam memberi bumbu.


Setelah selesai memasak gadis itu pun menghias nya hingga memiliki tampilan yang sangat bagus dari luar tanpa tau rasa yang sungguh luar biasa di dalam nya dengan 8 sendok teh penuh garam yang ikut terlarut di dalam masakan nya.


Sean pun sampai ke mansion nya dan memasuki nya, baru saja ia hampir sampai gadis itu sudah lebih dulu menghampiri nya dan memeluk nya.


Greb...


"Sean...


Aku masakin makanan buat kamu, cobain yah..." ucap Ainsley dengan mata berbinar sembari terus memeluk pria tampan dan mengandahkan kepala nya.


Sean dengan senyuman yang mampu membuat nya tertular pun dengan lembut mengusap punggung gadis yang sedang memeluk nya dengan erat.


"Jangan di peluk sekali, aku belum mandi, masih bau keringat..." ucap Sean sesaat sembari melepaskan pelukan gadis itu perlahan.


"Tidak kok! Sean malah makin wangi..." jawab Ainsley sembari mengendus lengkung leher pria itu karna sangat suka aroma tubuh kekasih nya yang bercampur dengan parfum menimbulkan wangi tersendiri untuk nya.


Sean hanya tertawa dan mencubit gemas pipi gadis itu, rasa lelah dan penat karna menemui orang-orang brengsek di luar sana hilang saat melihat kelinci polos nya.


"Ihhhfff...


Sudafh Seahff ayof makanhhf... (Sudah Sean ayo makan)" ucap Ainsley tak jelas karna kekasih nya sibuk mencubit pipi menggemaskan milik nya.


Sean pun perlahan melepaskan cubitan nya dan membuat gadis itu menarik tangan hingga ke ruang makan.


"Ini kau yang buat?" tanya Sean melihat makanan yang tertata rapi dengan sempurna.


Ainsley pun mengangguk semangat atas pertanyaan Sean.


Sean sedikit mengkerutkan kening nya, ia ingat saat gadis itu membuat telur dadar dan hampir membuat setengah dari cangkang telur nya teraduk karna tak tau cara agar memisahkan cangkang dari telur nya. Walaupun ia juga tak pandai memasak namun setidaknya pria itu lebih bisa diandalkan dalam hal memasak di bandingkan kekasih cantik nya.


"Sini duduk..." ucap Ainsley sembari menarikkan kursi untuk kekasih nya.


Sean pun duduk dan berhadapan dengan makanan yang terlihat mengundang selera dari luar.


"Kau tidur disini kan hari ini?" tanya Sean pada gadis itu sebelum meminum minuman nya.


"Tidak aku pulang sesudah makan malam." jawab Ainsley pada pria nya.


"Kenapa? Kau tak mau tinggal dengan ku saja? Aku akan pindahkan barang-barang mu kesini..." ucap Sean masih sangat ingin gadis itu tinggal dengan nya.


"Tapi aku mau punya pengalaman yang lain...

__ADS_1


Mau coba tinggal sendiri Sean..." jawab Ainsley lirih karna keinginan pertama sejak kuliah adalah tinggal terpisah dari orang tua nya dan ingin memiliki waktu nya sendiri lebih dulu.


Sean pun menghela nafas melihat kegugupan gadis itu, jika ia sedikit memaksa lagi ia tau mau tak mau gadis itu pasti akan tetap menuruti nya juga.


"Yasudah...


Nanti ku antar yah..." ucap Sean sembari mengelus kepala gadis cantik itu.


"Iya!" jawab Ainsley semangat.


"Setelah kita mandi bersama." timpal Sean lagi dan langsung membuat wajah gadis itu memerah.


Blush...


"Be-berarti nanti..." ucap Ainsley gugup, karna ia tau setiap kali mereka masuk ke dalam bathup bersama akan terjadi hal yang baru lagi untuk gadis itu.


"Kau tak mau melihat ku? Bentuk tubuh kan bagus, masa tak mau lihat?" tanya Sean menggoda gadis itu. Ia tau Ainsley selalu menutup mata nya saat melihat tak memakai apapun karna malu.


Dan saat tubuh mereka sama-sama terendam dalam bathup yang penuh air dan busa gadis itu akan membuka mata nya lagi, maka dari itu Ainsley tak pernah benar-benar melihat tubuh kekasih nya.


"Se-sean cobain masakan ku..." jawab Ainsley gugup sembari menautkan jemari nya dan membuat pria itu tertawa kecil melihat gadis nya berusaha mengalihkan pembicaraan.


Sean pun mulai mencoba masakan yang terlihat lezat itu.


Uhuk!


Apa ini?! Asin sekali!


batin Sean seketika dan langsung terbatuk, Ainsley pun dengan cepat memberikan air minum untuk kekasih nya.


Sean pun beranjak melihat wajah melas gadis nya, mata yang tampak sendu dengan tangan yang di tautkan satu sama lain karna gugup walaupun memiliki beberapa luka goresan dari pisau saat ia memasak.


"Tidak...


Enak kok, sekarang sudah pandai masak... Belajar dari mana? Hm?" jawab Sean lembut sembari mengusap pipi menggemaskan gadis itu.


Ainsley pun langsung berbinar mendengar nya, setiap kali ia membutuhkan seseorang yang mengapresiasi kerja keras nya. Hanya pria di depan nya lah yang selalu melakukan hal itu.


"Lihat video memasak! Sean mau aku masakin terus tidak? Nanti aku mampir ke sini buat masakin kamu!" jawab Ainsley semangat pada pria nya.


Gluk...


Pria itu pun tertawa kecil dan menelan saliva nya. Jika ia memakan masakan yang rasa nya mirip garam itu setiap hari, ia bisa masuk kuburan lebih cepat karna darah tinggi.


"Tidak perlu! Kau sibuk kan? Kan sudah ada pelayan..." jawab Sean dengan menolak halus sembari mengelus pipi gemas gadis itu.


"Beneran?" tanya Ainsley lagi dengan wajah yang semakin ingin membuat pria itu mencium nya.


"Iya..." jawab Sean lagi meyakinkan gadis nya.


"Yaudah, ini makan...


Habisin yah..." ucap Ainsley dengan senyum manis dan ceria nya menatap ke arah kekasih nya.

__ADS_1


Sean pun menghela nafas sejenak sebelum memakan nya. Ingin ia memarahi gadis itu karna masakan nya yang super asin namun tak bisa ketika melihat wajah melas yang sedang ingin membuat nya tersanjung.


Untung aku suka padamu...


Kalau tidak sudah ku lempar dari balkon...


Batin Sean yang tetap memakan masakan gadis nya sembari melihat wajah Ainsley yang tersenyum polos dan ceria pada nya.


Setelah makanan yang di makan dan di dorong dengan jus agar dapat tertelan itu habis, Sean pun menatap ke arah wajah gadis nya yang sedari tadi terlihat senang.


"Kenapa hari ini terlihat sangat senang? Hm?" tanya Sean pada gadis itu sembari mengelus lagi sisi pipi yang lain dan merasakan sisi pipi tersebut agak membengkak dari yang sebelum nya.


"Tadi aku pulang, terus Mamah buat cupcake. Aku dikasih yang masih baru Sean..." jawab Ainsley dengan ceria.


"Pipi mu kenapa? Di pukul lagi?" tanya Sean dan mulai meraih wajah gadis itu. Ainsley menggunakan make up untuk menutup bekas tamparan ibu nya.


"Tidak apa-apa Sean...


Cu-cuma sedang sakit gigi makanya bengkak..." jawab Ainsley lirih karna berbohong.


"Siapa yang pukul? Ibu mu? atau Ayah mu?" tanya Sean lagi.


Gadis itu menggeleng pelan karna takut dengan nada bicara yang berubah dari kekasih nya.


"Jangan makan cake yang di berikan ibu mu!" ucap Sean menghela nafas nya melihat wajah memelas kekasih nya.


"Bukan cake rusak Sean...


Masih baru, aku tidak bohong...


Mamah kasih aku yang cantik..." ucap Ainsley memelas.


"Makanya jadi curiga! Kalau ada racun nya gimana?!" tanya Sean yang memang selalu berpikiran buruk ke Fanny mengingat tak ada satupun yang baik dalam hal mendidik Ainsley.


"Mamah tadi juga makan kok...


Boleh yah? Kan aku sudah jadi anak baik, tidak nakal lagi..." ucap Ainsley yang bahkan ingin memakan cupcake buatan ibu nya juga harus izin dengan kekasih nya.


Sean pun menghela nafas kasar dan mengusap rambut halus Ainsley.


"Nanti yah...


Aku lihat dulu cupcake nya..." ucap Sean pada gadis itu.


Ia takut jika Fanny berencana menyakiti kelinci polos nya karna tiba-tiba memberikan makanan yang masih bagus. Walaupun ia juga terkadang menyakiti gadis itu namun hal itu ia anggap sebagai wujud dari rasa cinta nya.


Ainsley pun mengangguk dan menatap Sean nanar. Sedang pria itu berdiri dan membawa nya.


"Mau kemana?" tanya Ainsley bingung.


"Mau mandi, tadi aku bilang apa?" tanya Sean dengan senyum menggoda nya tak sabar ingin menyentuh tubuh gadis nya lagi.


Blush...

__ADS_1


Wajah Ainsley pun memerah mendengar nya, ia mulai membayangkan apa yang di lakukan tangan pria itu pada tubuh nya di dalam air bathup.


__ADS_2