
Prangg...
Suara gaduh dengan piring dan barang-barang pecah membangunkan anak lelaki menggemaskan yang masih berumur 6 tahun.
Ia mengucek mata nya yang masih terasa kantuk sembari bangun mencari sumber keributan.
Walaupun ia masih kecil namun ia tau rumah yang ia tempati sekarang lebih nyaman karna bersama ibu nya. Tidak dengan wanita kejam beserta anak-anak nya yang sangat suka menyiksa nya, namun malam ini ia mendengar suara gaduh di tempat ibu nya.
Pintu kamar sang ibu yang tertutup namun terdengar samar suara tangisan dan teriakan di balik nya, ia membuka perlahan dan melihat di balik cela pintu yang terbuka sedikit.
"Papah?" gumam nya lirih.
Ia melihat ibu nya yang terduduk menangis dengan wajah dan tubuh yang terlihat habis di pukuli serta barang-barang yang berserakan di lantai.
"Brengsek! Kenapa kau tidak mau melepaskan ku?! Kau sudah punya istri kan? Kenapa masih menahan ku?!" teriak wanita cantik itu yang menangis tersedu dengan wajah dan tubuh yang membiru memar.
Ukh!
Rambut panjang nya tertarik dengan kuat hingga membuat nya mengandah menatap pria yang sedang berdiri di depan nya.
"Kau milik ku! Kau pikir kau bisa lari?! Berani sekali! Kau sudah tak ingin melihat Sean lagi?!" jawab pria itu sembari melayangkan tamparan dengan kuat di pipi wanita itu.
"Brengsek! Sean anak ku! Aku akan membawa pergi! Kalian iblis! Istri mu dan putra mu menyiksa putra ku! Kau tidak pantas menjadi ayah nya!" teriak Irene dengan tangis sembari menahan rasa sakit di kepala nya.
"Kau bisa? Kau...
Tak memiliki kemampuan untuk itu! Kalau kau masih mau bertemu dengan putra mu, lebih baik bersikap patuh!" ucap Daniel pada wanita di depan nya.
Wanita yang sudah ia hancurkan hidup nya dan reputasi nya bahkan harus menyandang dengan julukan wanita simpanan.
"Biarkan Sean tinggal dengan ku..." ucap nya melemah saat pria itu mengungkit tentang anak nya.
Wanita yang memiliki paras cantik dan tubuh yang ideal serta bersikap lemah lembut dan baik hati, ia tak memiliki siapapun sejak kecelakaan kedua orang tua nya dan di besarkan di panti asuhan hingga ia dewasa.
"Tidak! Dia tetap tinggal dengan ku! Kalau masih mau bertemu dengan nya bersikap lah dengan baik!" jawab Daniel yang selalu menggunakan kelemahan wanita itu untuk mengikat nya.
"Kenapa melakukan ini pada ku? Aku salah apa pada mu?" tanya Irene dengan suara melemah saat tubuh nya di lempar ke ranjang.
"Karna aku mencintai mu..." jawab Daniel singkat dan mulai memaksa wanita itu melayani nafsu nya lagi.
__ADS_1
Anak lelaki itu terdiam membatu ia menangis ketakutan saat melihat ibu nya satu-satu nya wanita yang paling baik di dunia bagi nya di pukuli dan di paksa melakukan hal yang belum ia mengerti namun ia tau ibu nya terlihat sangat kesakitan.
Ia tak beranjak dan terus melihat nya dengan tangisan nya yang menjadi, pertengkaran kedua orang dewasa yang bahkan tak menyadari kehadiran buah hati mereka.
"Papah jahat sama Mamah...
Huhuhu..." tangis anak lelaki itu melihat semua yang di lakukan sang ayah pada ibu nya.
Ia tak tau alasan kenapa orang tua nya tak bisa tinggal bersama dan tinggal dengan wanita kejam yang selalu suka menyiksa nya berserta kakak-kakak lelaki nya yang lain yang sangat suka merudung nya.
Di rumah yang sangat tak ia sukai itu hanya ayah nya yang bersikap baik pada nya walaupun sang ayah sering sibuk di luar karna pekerjaan nya maka dari itu ia tetap suka tinggal dengan ibu nya, tak ada lagi makian dan pukulan saat ia bersama ibu nya, namun ia hanya bisa bertemu sebulan sekali dengan ibu kandung nya atas izin dari ayah nya.
Malam panjang dengan tangisan nya yang membuat cara pandang nya terhadap sang ayah berubah, sosok baik yang dulu ia impikan hancur saat melihat ibu nya di siksa.
......................
Sean melihat ke arah gadis nya yang sejak tadi terdiam dan tak membuka suara sedikit pun bahkan saat ia mengantar nya.
Ainsley masih memikirkan pembicaraan tentang ibu kekasih nya, ia ingin bertanya namun takut akan jawaban pria itu.
Ia juga belum beranjak turun dari mobil mewah itu yang sudah mengantar nya ke apart yang ia tinggali.
"Sean...
"Akan lebih mudah kalau kau dari keluarga Belen." jawab Sean singkat.
Selain posisi dan kedudukan gadis yang menguntungkan nya menguntungkan nya ia juga tak perlu lagi melawan ayah nya karna kekasih nya berasal dari keluarga yang sebanding dengan nya.
Maka dari itu ayah nya tak perlu lagi menghalangi hubungan nya dan tujuan nya untuk menghancurkan keluarga yang baginya telah membunuh ibu nya akan lebih cepat selesai.
Ainsley tersentak ia benar-benar merasa jika ucapan dari ibu kekasih nya benar, bahwa pria yang sedang bersama nya saat ini hanya memanfaatkan nya.
"Ainsley..." panggil Sean lirih saat gadis itu ingin keluar dari mobil nya.
Ainsley tak jadi membuka mobil nya dan keluar, ia pun mengandah melihat kekasih nya dan menatap dengan iris mata nya yang berwarna coklat muda dan hijau keemasan itu.
Cup...
Satu kecupan malam melayang ringan di bibir gadis itu.
__ADS_1
"Tunggu sampai aku selesai dan aku akan membawa mu pergi...
Kita akan pergi ke tempat di mana tak ada yang mengenal kita dan memulai hidup kita sendiri." ucap Sean dengan mata yang berharap penuh akan impian nya dengan gadis nya.
"Kau akan mengajak ku juga?" tanya Ainsley dengan wajah polos nya.
"Hm...
Kita akan memiliki rumah seperti yang kau inginkan, tidak terlalu besar dan memiliki halaman belakang yang luas, kau bisa menanam bunga yang kau inginkan dan memelihara kelinci yang mirip dengan mu..." jawab Sean dengan senyuman lembut nya menatap gadis yang sudah mengambil seluruh hati nya.
"Kalau kita pergi dari semua orang yang mengenal kita, berarti nanti Sean tak akan kaya lagi?" tanya gadis itu dengan polos karna tak mau pria nya hidup kesulitan.
"Kau mau aku terus jadi kaya? Tenang saja, selama aku masih hidup aku bisa masih bisa memenuhi keinginan mu, bahkan tanpa bantuan dari Sation grup." ucap Sean terkekeh pada gadis nya.
"Kau lupa kalau pacar mu ini sangat pintar? Kemanapun kita pergi aku tak akan mengajak mu hidup susah..." sambung pria itu lagi sembari mengelus lembut rambut gadis nya.
"Yasudah nanti aku jadi pemain biola, biar Sean bisa bantu Sean!" ucap Ainsley yang semangat karna mulai membayangkan apa yang ada di pikiran pria itu.
"Tidak boleh! Nanti banyak yang suka dengan mu! Kau jadi istri yang baik saja nanti!" jawab Sean langsung membantah, ia tak suka banyak mata yang melihat gadis itu.
"Ya sudah! Yang penting nanti sama Sean terus!" ucap Ainsley dengan mata berbinar pada pria di depan nya.
"Nanti kita tinggal di rumah yang banyak tetangga nya yah!" sambung gadis itu lagi.
"Tentu saja, tapi kau tak boleh bicara dengan tetangga laki-laki lebih dua menit! Kalau perempuan kau bisa berteman sebanyak yang kau mau." jawab Sean dengan tetap menunjukkan sikap posesif nya.
"Muah! Sayang Sean!" ucap Ainsley setelah mencium pipi pria itu dan berhambur keluar dengan hati yang senang.
Ia tak peduli pria itu memanfaatkan nya atau tidak namun yang ia pedulikan adalah kehadiran pria di hidup nya.
Sean melihat dan menatap gadis itu yang masuk ke dalam lift di parkiran basement itu menuju lantai apart ia tinggal.
Senyuman di bibir pria itu naik melihat wajah semangat gadis nya.
Tunggu aku selesai dengan mereka yang membunuh ibu ku...
Setelah itu aku akan membawa mu pergi...
Pergi ke tempat yang tak ada mengenal kita dan memulai awal yang baru...
__ADS_1
Hanya kau dan aku...
Tanpa status pewaris Sation grup dan tanpa status putri tunggal Belen...