
Sean POV.
Aku tak bisa menggerakkan apapun dari tubuh ku, suara lirih mereka terdengar jelas namun aku tidak tau apa yang di katakan.
Mata ku tak bisa ku buka, seluruh tubuh ku merasakan rasa sakit yang tidak bisa ku katakan hingga mulai terasa kebas.
Aku ingat...
Aku harus menemui nya, aku harus dengar penjelasan nya, kenapa dia pergi begitu saja?
Apa dia benar-benar tidak mencintai ku lagi?
Oh ya, aku lupa...
Mungkin dia memang tidak pernah mencintaiku karna aku tau dia hanya membutuhkan ku saja...
Makanya aku selalu takut, takut kalau dia juga meninggalkan ku...
Aku tidak mau mati sekarang...
Aku ingin menemui nya dulu, setidak nya aku harus mengatakan selamat tinggal dengan benar kan?
Sakit sekali...
Aku tak mengantuk, tapi rasanya aku ingin terus tertidur...
Satu kali lagi, berikan satu kali kesempatan...
Aku ingin menemui nya sekali lagi, kalau bisa aku ingin memeluk nya satu kali saja.
Sean POV end.
...
"200 Joule!" teriak sang dokter guna mengembalikan detak jantung pria tampan itu.
Dokter pun terus bergegas melakukan penyelamatan, darah yang terus meleleh keluar pun harus di lakukan penanganan segera agar tak terjadi perdarahan berlebih.
Suara monitoring kembali menunjukkan stabil, setidak nya detak yang sempat melemah dan hampir menghilang telah kembali.
"Siapkan ruang operasi!" perintah sang dokter pada para perawat yang berada di sekeliling Sean.
......................
Kabar pesawat yang kehilangan kontak pun mulai terdengar dan menyebar luas, topik yang mulai hangat di bicarakan dan semua orang pun pasti tau jika kecelakaan pesawat sangat memiliki kemungkinan kecil untuk ada yang bertahan hidup.
Deg!
Mata pria itu membulat, ia segera mengembalikan berita yang sempat terlewat di layar ponsel nya.
"Bukan nya ini?" gumam nya terbelalak, no pesawat dan jadwal keberangkatan yang sesuai dengan gadis kesayangan nya terpampang jelas.
"Tuan!" ucap Liam yang langsung datang tergesa-gesa begitu mendapat berita tersebut.
Richard menengadah menatap bawahan nya yang menampilkan raut gusar, "Selidiki apa dia menaiki pesawat nya,"
Pria itu tetap berusaha tenang agar tak kehilangan rasionalitas nya, walaupun ia sudah sangat teramat gelisah.
"Nona Ainsley sudah memasuki pesawat, ia sudah melakukan check-in dan duduk di bangku nya," jawab Liam lirih.
PLAK!
Pria itu tak dapat menahan tangan nya, ia tanpa sadar memukul bawahan setia nya karna merasa marah sekaligus kesal dengan perkataan yang menunjukkan jika gadis itu tak akan selamat.
"Kau sudah cari tau?! Kenapa langsung menyimpulkan?!" bentak Richard emosi.
"Kalung yang tuan berikan hilang kontak saat berada di pesawat dan lokasi nya juga menunjukkan berada di dalam pesawat." jawab Liam dengan hati-hati.
Dan hal itu lah yang membuat nya yakin jika gadis itu sudah memasuki pesawat.
"Pesawat nya sudah di temukan?" tanya Richard setelah ia tertegun dengan pernyataan tersebut.
"Kabar ini belum di katakan oleh media, tapi kemungkinan besar pesawat tersebut meledak di udara dan jatuh di laut," jawab Liam dengan raut wajah yang berat.
Richard kembali membatu, ia semakin gelisah mendengar perkataan tersebut.
"Selagi aku tak melihat mayat nya aku tidak akan percaya di la sudah mati!" ucap pria itu dengan nada penuh keyakinan.
__ADS_1
"Cari tau lebih banyak lagi dan laporkan setiap ada perkembangan," perintah pria tampan itu bawahan nya.
"Saya juga mendapatkan informasi jika putra ketiga Sation grup kecelakaan kemarin siang," ucap Liam memberikan informasi.
"Kecelakaan? Kau sudah mengatur nya?" tanya Richard yang mengira rencana nya sudah berhasil.
"Tidak tuan, yang saya rencanakan adalah kecelakaan konstruksi saat mencoba mobil pintar yang akan di luncurkan Sation dalam waktu dekat," jawab Liam karna ia juga sekalian ingin menghancurkan reputasi perusahaan IT terkemuka tersebut.
"Lalu? Kecelakaan murni?" tanya Richard lagi.
"Seperti nya ada pihak lain," jawab Liam dengan kecurigaan nya.
"Dia sudah mati?" pria itu tak begitu memperdulikan dengan hidup dan mati rival nya, karna kini isi pikiran nya di penuhi dengan Ainsley.
"Belum, tapi saat ini kondisi nya sangat kritis dan kemungkinan hidup nya juga kecil," jawab Liam pada tuan nya.
"Kabarkan kalau dia sudah mati saja," ucap Richard sekenanya dan menyuruh agar bawahan nya segera keluar.
Liam pun mengiyakan dan mulai keluar, tak hanya perselisihan O'Prey yang membuat nya menguras tenaga, namun berita mengejutkan tersebut juga sungguh terguncang.
Gadis polos nan cantik itu mampu menggoyahkan hati tuan nya, dan menebar semua kebahagiaan.
Richard pun memijat pelipis nya, kini ia mulai menyesali keputusan nya yang melepaskan gadis itu.
Keputusan yang membiarkan gadis itu ingin pergi tanpa mencegah nya.
Seharusnya aku mengurung dia saja, tak peduli dia jadi gila atau tidak tapi dia akan tetap bersama ku...
......................
2 Hari kemudian.
Kediaman utama Xavier.
PLAK!
Pria itu langsung memukul wanita yang masih menjadi istri sah nya hingga membuat Selena tersungkur ke lantai.
Wanita itu terlihat begitu terkejut saat suami nya tiba-tiba memukul nya.
Wanita itu hanya tertawa hambar, "Memang nya aku salah apa?!" tanya nya dengan senyuman yang hampir menangis.
"Apa yang kau lakukan dengan putra ku!" bentak Daniel yang penuh dengan amarah.
"Kau pikir putra mu hanya satu?! Saat Donny meninggal kau tidak seperti ini!" ucap Selena marah.
"Kalau kali ini terjadi sesuatu pada nya, kau akan benar-benar menyesal!" ucap pria itu mengancam istri nya.
Ia melangkahkan kaki nya keluar dan berbalik meninggalkan wanita tersebut dengan keadaan yang menyedihkan.
"Apa ini salah ku? Kau yang selingkuh lalu membawa anak haram mu kesini!" ucap Selena lirih.
"Aku berusaha sebaik mungkin dan kau terus mengabaikan ku seperti aku tidak pernah ada, kau juga tidak pernah menyayangi Histon dan Donny, sejak wanita itu datang aku semakin tidak terlihat," sambung nya lirih.
"Lalu itu memberikan mu alasan untuk menyakiti anak ku?!" tanya Daniel berbalik kembali menatap wanita tersebut.
"Aku juga ingin melindungi putra ku," jawab nya lirih.
"Kita bercerai saja, kau juga pasti sudah muak kan dengan pernikahan cangkang kosong seperti ini," balas Daniel pada wanita tersebut, namun bukan berarti ia akan diam saja melihat apa yang terjadi pada putra kesayangan nya.
Sean kini mulai memasuki status koma saat ia tak memberikan respon sama sekali setelah operasi besar yang ia jalani.
Tak ada yang tau kapan pria tampan itu akan bangun lagi, walaupun bahkan ketika ia bangun berita besar sudah menunggu nya.
......................
Kediaman Belen.
Michele langsung berusaha mencari informasi tentang pesawat yang di naiki putri nya, namun ia langsung tertegun karna saat ini sudah mendapatkan berita pasti jika pesawat tersebut tak lagi hilang kontak.
Namun mengalami ledakan di udara karna panel yang terlepas dan menjatuhkan puing-puing bangkai pesawat ke dalam lautan dingin.
"Ti-tidak mungkin, aku yakin dia belum naik kesana..." ucap nya dengan suara gemetar saat melihat nama putri nya masuk ke dalam salah satu korban kecelakaan pesawat tersebut.
Kali ini ia benar-benar terguncang melihat nya, walaupun ia mendapatkan informasi berulang kali jika gadis itu dalam kondisi tak sehat karna mencoba bunuh diri namun bukan informasi Kematian.
"Astaga, apa tidak ada berita lain?" ucap Fanny kesal karna hanya ada berita tentang pesawat yang hilang kontak sejak beberapa hari terakhir.
__ADS_1
Dan saat ini sudah di umumkan kecelakaan yang menyebabkan ledakan di udara.
Wanita tersebut pun memilih berhenti mengganti Chanel televisinya dan melanjutkan karangan bungan nya ke dalam vas berisi air es tersebut.
Prang!
Vas yang berisi air es serta bunga-bunga cantik dan segar itu pecah berhamburan ke lantai.
Wanita yang kecantikan nya belum pudar itu tertegun, ketika ia melihat nama salah satu daftar korban yang berada di pesawat tersebut.
"Kenapa nama anak itu bisa di sana?!" gumam nya begitu terkejut.
Ia memperhatikan lagi nama korban nya, nama yang sama persis dengan putri yang selalu ia abaikan bahkan ia perlakukan dengan keji.
Deg!
"Apa mereka hanya nama saja yang mirip? Tapi bukan nya dia juga pergi..." ucap nya lirih.
Ia pun langsung berjalan ke ruangan suami nya dan membuka langsung tanpa mengetuk.
"Apa berita itu benar? Ainsley naik pesawat itu?!" tanya Fanny dengan terkejut.
Michele melirik ke arah istri nya yang terkejut setengah mati.
"Bukan nya sekarang kau harus nya tersenyum? Ada apa dengan raut wajah mu? Ini kan yang selalu kau inginkan?" tanya Michele pada wanita itu.
Karna ia tau istri nya sangat membenci anak yang lahir dari benih yang ia berikan berbeda dengan anak pertama dari suami pertama istri nya tersebut.
Deg!
Fanny diam membatu, ia tau ia harus nya senang, namun ia begitu tak merasakan perasaan senang tersebut.
"Ka-kau mau kemana?" tanya Fanny dengan suara bergetar.
"Banyak mayat yang hanya menjadi potongan dan hilang di laut, setidaknya aku akan harus mendapatkan bagian dari putri ku, kan?" jawab pria itu dengan senyuman pahit.
Ia juga bergetar dan bingung serta begitu terkejut, namun dari pada mayat putri nya hilang di laut tanpa di temukan sedikitpun setidak nya ia ingin memeriksa diantara potongan-potongan tubuh yang terpisah dan hancur lebur tersebut.
Bruk!
Kedua kaki wanita itu langsung terjatuh ketika Michele meninggalkan nya, ia sangat terkejut hingga merasa semua nya hanya sekedar mimpi.
Aku benar-benar menyesal melahirkan mu!
Maaf, karna bukan saya yang mati, tapi kalau saya bisa memilih saya juga tidak ingin di lahirkan dari rahim wanita seperti anda.
Kau! Aku harap aku tak bertemu dengan mu lagi!
Apa itu kutukan kematian?
Benar!
Sekelebat ingatan tentang ucapan yang bagaikan kutukan terlintas di pikiran wanita itu, ia benar-benar terkejut.
Tes...
Satu cairan putih bening menetes dari mata nya, ia menutup mulut nya dengan rasa terkejut yang teramat sangat.
"I-ini bohong kan? Tidak mungkin dia mati semudah itu..." ucap nya lirih dengan suara gemetar.
Air mata nya terus mengalir tanpa bisa ia hentikan sama sekali, ia tak tau kenapa namun dada nya terasa begitu sakit dan menyesakkan hingga membuat nya tak bisa bernapas.
Mamah!
Ini bunga untuk Mamah, Mamah kan yang paling cantik!
Deg!
"A-apa yang sudah ku lakukan pada nya?" ucap nya gemetar saat tiba-tiba ingatan nya kembali ke masa kanak-kanak putri nya.
Dimana gadis kecil itu begitu ingin dekat dengan nya, memberikan senyuman cerah yang tak pernah pudar lalu bagaimana ia mengubah senyuman tersebut menjadi rintihan dan tangisan penuh rasa sakit.
Sesak...
Air mata nya terus luruh jatuh tanpa bisa ia hentikan, ia tak tau kenapa ia menangis padahal hal ini adalah hal yang sangat ia nantikan sejak dulu.
Namun rasa sesak yang meluap hingga membuat nya tak bisa bernapas sama sekali terus memenuhi dada nya, dibandingkan dengan perasaan kesedihan ia lebih merasakan rasa penyesalan yang sangat besar.
__ADS_1