Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)

Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)
Find me


__ADS_3

6 Bulan kemudian.


Berita menggemparkan tentang kecelakaan pesawat itu pun kini telah redup, seiring berjalan nya waktu orang-orang mulai melupakan kejadian pilu tersebut dan hanya di ingat sebagai 'Kecelakaan' namun bagi para keluarga korban tentu nya hal ini bukan lah sesuatu yang bisa di lupakan dengan mudah.


Dari 270 korban keseluruhan yang di temukan hanya 156 korban terindentifikasi dan selebihnya hilang tanpa jejak di lautan biru yang dalam tersebut.


Diantara 114 korban gadis cantik itu juga termasuk di dalam nya, banyak keluarga korban yang sudah menabur bunga di laut untuk mengenang orang-orang terkasih mereka.


......................


Sementara itu.


Darah yang mencuat dan mengeluarkan aroma anyir nya begitu terasa di penciuman siapapun yang berada di tempat itu.


"Tuan, Semua nya sudah beres." ucap Liam pada tuan nya.


Richard berbalik ia mendengar namun tak menjawab sedikit pun, bahkan sebanyak apapun kekuasaan ia masih tak dapat menemukan gadis itu.


Bahkan untuk tau gadis itu sudah mati atau masih hidup, walaupun ia terus membangun kepercayaan jika Ainsley nya masih hidup.


Liam hanya menghela napas nya melihat atasan nya yang semakin berubah sifat nya menjadi lebih dingin.


Richard melampiaskan semua rasa sedih dan frustasi nya dengan penaklukan wilayah dan pembantaian besar-besaran.


Ratusan nyawa berhamburan di tangan nya tanpa ampun, pria itu merasa semakin kosong dan hanya ingin kembali mendapatkan gadis yang ia inginkan.


...


Mansion Zinchanko.


Richard membasuh tubuh nya dengan guyuran shower yang terasa hangat, air jernih yang jatuh ke tubuh nya menurunkan air yang sudar berubah menjadi merah.


Bahkan saat tubuh nya terluka pun ia tak begitu merasakan nya.


Setelah membersihkan semua bekas darah yang tertinggal di tubuh nya pria itu mengambil mantel mandi nya dan mengusap rambut basah nya dengan handuk.


Bunga matahari?


Iya! Cantik kan? Satu untuk paman deh!


Deg!


Mata nya menatap ke arah vas yang di berikan bunga cantik berwarna kuning penghasil kuaci tersebut.


Prang!


Ia langsung melempar nya hingga membuat vas yang berada untuk menaungi bunga tersebut pecah berhamburan.


Ia tertawa sinis, pikiran nya tiba-tiba teringat saat ia masih memakai topeng 'Paman baik' untuk mengelabui gadis polos itu.


Kenapa?! Kau pergi setelah menjadi kelemahan ku?!


Kau di mana? Kau belum mati! Belum sampai aku lihat sendiri tulang belulang mu!


Ia mengepal dengan kuat, pikiran nya hampir tak waras dan terus menerus melakukan peluasan wilayah, yang membuat nya jengkel atau kesal pun bisa kehilangan nyawa nya dengan mudah.

__ADS_1


Tak ada yang bisa ia temukan selama 6 bulan terakhir, tak ada satupun hingga membuat nya mulai mempercayai tentang kematian yang sangat ingin ia tolak tersebut.


......................


Sation Company.


Daniel kembali menjabat dan menurunkan posisi Histon lalu mengeluarkan sepenuh nya hak waris, walaupun terlihat jelas jika ia sedang pilih kasih namun memang itu lah yang terjadi sejak dulu.


Baginya Sean adalah putra pertama sekaligus terakhir, mungkin itu juga yang membuat Sean terus di ganggu oleh kedua kakak tiri nya.


Ia juga menceraikan istrinya walau penuh dengan proses yang rumit, tak hanya itu ia juga membuat wanita itu masuk ke dalam jeruji besi atas tindakan percobaan pembunuhan lalu mengirim Histon keluar negeri.


Kondisi Sean juga tak memungkinkan untuk di jadikan pewaris karna ia masih belum tersadar namun bagi Daniel selagi putra masih dinyatakan hidup maka ia akan menyembunyikan fakta jika putra nya masih koma.


Ia membangun opini jika saat ini Sean sedang dalam masa pemulihan sehingga ia tak bisa beraktivitas seperti biasa ataupun muncul di publik.


...


Rumah sakit.


"Kau tak bisa bangun sekarang? Papah sudah siapkan semua nya untuk mu..." pria itu melihat ke arah putra nya yang masih tak tersadar.


Sudah 6 bulan lebih pria itu tak lagi berkedip ataupun terbangun dan bergeming sedikitpun.


Ia hanya terus menutup mata nya tanpa tau kapan ia akan terbangun lagi.


......................


Kediaman Belen.


Fanny kini hanya ingin tidur dan tidur karna begitu shock atas peristiwa yang datang pada nya secara mendadak.


Michele kembali pulang, rumah yang ia tempati masih sama, ia juga baru kali ini merindukan putri tunggal nya.


Dulu ia tak pernah peduli karna merasa jika gadis itu tak akan pernah pergi kemanapun, ia merasa jika waktu yang akan di habiskan putri nya masih sangat banyak.


Di dalam hati nya ia menyesal bahkan sangat menyesali keputusan nya yang mengirim putri nya saat itu.


Ia bahkan baru mengetahui jika putri nya memiliki alergi buah persik namun ia juga sangat ingat gadis itu memakan buah tersebut di depan mata nya saat makam malam keluarga yang terakhir.


Ia kembali berjalan membuka beberapa album gambar putri nya, walaupun bukan ia yang mengambil nya namun ia tau jika para pelayan di kediaman nya sangat menyayangi putri nya


Dan hal itu lah yang semakin membuat dada nya tertusuk, ia yang memiliki satu aliran darah pun bahkan tak pernah memandang gadis kecil itu.


Menepis tangan nya dan mengabaikan nya, tak heran jika bahkan para pelayan di kediaman nya lebih mengenal gadis itu di bandingkan ia sendiri yang merupakan ayah kandung nya.


Ujung bibir nya terangkat, ia tak tau pelayan mana yang mengambil foto putri nya yang tengah tersenyum cerah hanya karna berhasil menanam pohon.


Ia memperhatikan dengan lekat wajah tersenyum tersebut.


Deg!


Pria itu mengernyit, ia baru sadar jika senyuman itu berbeda dengan senyuman yang biasa di berikan Ainsley untuk nya.


Senyuman yang begitu cerah dan polos, senyuman yang seakan-akan penuh akan ketulusan, berbeda dengan cara tersenyum putri nya saat bertemu dengan nya.

__ADS_1


"Berarti senyuman apa yang dia berikan pada ku?" gumam nya sembari mengingat cara tersenyum putri nya.


Deg!


Dada nya memanas, kali ini ia tau senyuman apa yang biasa di berikan putri kecil nya hingga beranjak dewasa.


Walaupun sama-sama menampilkan wajah ceria namun ia baru menyadari perbedaan nya.


Senyuman sembari menahan tangis!


Pria itu tersadar ia jatuh di atas lutut nya, tangan nya masih memegang album foto yang menampilkan potret putri nya.


Selain acara resmi ia tak pernah mengambil foto putri nya sama sekali, jika para pelayan tak pernah mengambil foto gadis itu mungkin ia baru akan tersadar jika ia benar-benar tak pernah memperdulikan nya.


Kini ia ingat, secarik senyuman yang berusaha terlihat cerah namun menyimpan pelupuk air mata di balik nya.


Putri kecil tumbuh dewasa dengan menyimpan semua kesedihan nya dan menjadi aktris yang hanya menampilkan sosok penuh senyuman dan sikap ceria.


"Apa yang sudah ku lakukan pada nya?" gumam nya dengan perasaan sesak yang meluap hingga membuat nya tak bisa bernapas.


Aku harus nya bisa melindungi nya...


Kenapa aku tidak mengetahui hal itu?


Aku...


Seharusnya aku berbalik, bukan meninggalkan mu...


Maafkan Papah...


......................


Sementara itu.


Alat monitoring yang mulai membunyikan sinyal nya membuat para dokter langsung datang bergegas segera mendekati pasien mereka.


"50 Joule!" ucap sang dokter yang mulai mengunakan alat pemicu jantung untuk mengembalikan detak nya.


"100 Joule!"


Tap!


Para dokter yang tengah sibuk mengembalikan kondisi agar pria itu kembali stabil.


Kalau kau hilang atau tersesat, kau tunggu saja...


Aku akan datang...


Benarkah? Sean akan datang? Sean tau aku di mana?


Aku akan cari, di manapun itu...


Jadi kau harus menunggu ku...


Kalau begitu cari aku...

__ADS_1


__ADS_2