
Satya hari ini akan menghadiri acara makan bersama, atas undangan dari grup Kusuma, karena istrinya sudah kenal dengan Alan ia mengajak istrinya untuk ikut.
Wanita itu kini merias wajahnya dengan make-up natural, serta mengenakan gaun yang simpel. Namun, masih terlihat anggun.
Satya cemberut melihat istrinya yang mencepol rambutnya hingga terlihat tengkuk putih dan mulus milik istrinya, Satya segera memeluk dari belakang kemudian ia menyesap tengkuk istrinya memberikan tanda pemilikan disana.
Senja melotot dengan apa yang dilakukan suaminya, ia meraba tengkuknya pasti suaminya sengaja. Akhirnya wanita itu melepaskan cepolan rambutnya, kini ia mengurai rambut panjang hitamnya.
"Bby, dasar mesum!" sungutnya kesal
Satya terkekeh melihat istrinya yang kesal kepadanya, setidaknya kini wanita itu sekarang mengurai rambut panjangnya. Egois sudah tentu, bagi seorang Satya Nugraha ia tidak ingin apa yang menjadi miliknya di lihat orang lain.
Kini keduanya sudah ada dalam mobil, Senja tipe wanita yang kalau marah tidak butuh ber jam-jam. Siapa sangka marah baru 10 menit ia sudah bisa menggoda suaminya, hal itu terkadang yang membuat Satya tak ingin jauh dari sang istri.
Mobil Satya kini memasuki area parkir khusus tamu VIP, bagaimana tidak restaurant yang dipesan grup Kusuma adalah milik keluarganya. Senja berjalan dengan anggun disamping suaminya, wanita itu selalu senyum kepada karyawan restaurant keluarga besar suaminya.
Kini Satya yang sedang mau masuk ruang VIP tak sengaja melihat Radit, apa mungkin jamuan makan siang kali ini
ada grup Wijaya juga, batinnya.
Satya segera masuk ruangan yang di pesan, ia menarik nafas panjang. Karena pertanyaannya tadi terjawab sudah, kini Pak Kusuma beserta istrinya berdiri menyambut kedatangan Satya dengan wanita muda seumuran dengan Alan.
Senja juga terkejut melihat sahabatnya ada satu ruangan dengannya, Alan hanya tersenyum melihat Senja siang ini tampil dengan begitu anggun.
Tak lama Radit datang dengan Mery, wanita itu tidak berubah masih memakai pakaian kekurangan bahannya. Satya tetap diam dan cool saat semua sudah berkumpul, kini mereka makan siang dengan obrolan ringan, terkadang Satya hanya menanggapi dengan senyuman saja.
Berbeda dengan Senja ia asik mengobrol dengan Mamanya Alan, wanita itu begitu senang dengan Senja ia berencana akan menjodohkan Alan dengan gadis yang kini ia rasa masih ada hubungan dengan keluarga Nugraha.
"Nak Radit dan Mery selamat ya atas pernikahannya," kata pak Kusuma.
Radit hanya tersenyum kikuk, pasalnya sekarang ada Satya yang terlihat acuh dan begitu juga dengan Istrinya yang asik mengobrol dengan istri Kusuma.
Setelah selesai Satya dan Senja segera pamit, keduanya masuk mobil. Satya melajukan mobilnya menuju tempat yang Senja sendiri tidak tahu.
__ADS_1
"Bby kita mau kemana?" tanya Senja dengan ke bedanya.
Satya hanya tersenyum, ia juga tidak tahu, akan membawanya kemana. Namun, mobil yang dikemudikan oleh Satya tetap melaju dengan kecepatan sedang.
"Mmy maunya kemana?" tanyanya sambil tersenyum menatap istrinya sekilas kemudian kembali lagi fokus mengemudi.
Senja bingung mau kemana, karena ia lebih suka di rumah saat weekend begini, tapi karena sudah berada di luar kepalang tanggung.
"Kita nonton atau enggak beli baju saja, karena baju Mmy sudah agak sempit di bagian perutnya,” ucapnya
Satya hanya menganggukkan kepalanya, kini ia menuju mall terbesar di kotanya, Kini mobil sudah memasuki area parkir.
Keduanya turun dan berjalan beriringan, Satya melihat istrinya tersenyum, karena ia jarang jalan ke mall untuk membeli baju. Namun, mulai sekarang ia akan mulai membiasakan diri demi istrinya.
Satya kalau baju biasa pakai langganan butik Bundanya, ia tidak ingin repot-repot hanya untuk membuang waktunya memilih baju.
Keduanya berjalan menuju salah satu pakaian wanita, otomatis banyak mata yang menatap lapar saat melihat pria yang sedang memilihkan baju untuk sang wanitanya. Satya yang lelah duduk di kursi tunggu tak jauh dari istrinya.
Senja yang berjalan agak jauh dari suaminya karena ia tertarik dengan model baju yang agak besar dari tubuhnya, ia sudah mendapatkan apa yang dia cari. Namun, saat akan ke tempat suaminya menunggu ia melihat seorang wanita yang tepatnya tante-tante mencoba mencari perhatian suaminya.
"Tante, apa menurut mu dia tampan?" tanya Senja sambil mengedipkan matanya ke arah Suaminya.
"Tentu saja, siapa yang tidak mengenalnya," jawabnya dengan gaya centilnya.
Senja mengangguk, kemudian ia tersenyum saat ada ide untuk mengerjai calon-calon pelakor seperti wanita di sebelahnya saat ini.
"Tante bagaimana kalau kita taruhan dia akan memilih siapa nantinya diantar kita!" tentangnya sambil tersenyum.
Wanita itu menatap penampilan Senja dari atas sampai bawah, seulas senyum cemeeh tersungging dari sudut bibirnya. Dia begitu yakin kalau Satya akan memilihnya dari pada anak bau kencur dengan gayanya seperti kampungan.
"Oke gue mau, ingat jangan menangis bocah!" hardiknya
Sejak hanya menaikkan bahunya, kini wanita yang berpakaian seksi itu berjalan lengak- lenggok menghampiri seorang pengusaha sukses termuda di kotanya.
__ADS_1
Satya begitu terkejut saat ada wanita duduk di sampingnya, ia hanya menarik nafas hal ini paling membuatnya tidak suka kalau ke Mall.
“Lepas!" kata Satya dengan dingin, membuat wanita itu langsung melepaskan pelukannya dari lengan Satya.
Senja melihat itu hanya menggelengkan kepalanya, kemudian ia segera menghampiri suaminya.
"Bby ayo kita cari hotel untuk cek in," kata Senja sambil tersenyum memeluk lengan kekar suaminya.
Satya terperangah mendengar ucapan istrinya, akhirnya ia mengerti maksud dari Senja.
"Ayo...," jawab Satya.
Wanita penggoda itu hanya bisa membeo menatap keduanya menjauhinya, Senja hanya
melambaikan tangan kepadanya.
Satya hanya tersenyum menanggapi tingkah istrinya untuk mengerjai wanita yang akan mengganggunya.
"Suka sekali jahil," ucapnya saat keduanya menuju kasir untuk membayar belanjaannya.
"Sesekali kerjain mereka tidak ada salahnya, Bby," jawabnya sambil tersenyum tipis.
"Iya tadi membuat Bby kaget," ucapnya.
Senja hanya tersenyum, ia baru tahu kalau suaminya tidak menyukai keramaian seperti mall, dia juga kurang suka. Namun, karena bingung ia harus kemana akhirnya lebih baik pergi dengan suaminya membeli baju.
Kini Senja hanya keliling-keliling saja untuk menghabiskan waktu bersama dengan suaminya, tapi karena sudah sangat lelah keduanya memutuskan untuk pulang.
Satya juga lelah mengikuti istrinya berkeliling, saat ini keduanya sudah ada di mobil. Satya segera mengemudikan mobilnya menuju arah pulang. Pria itu tersenyum saat melihat istrinya sudah terlelap, kini Satya melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Tak lama mobil memasuki halaman rumahnya, tapi saat ia keluar mobil melihat ada mobil Bundanya. Satya segera mengangkat tubuh istrinya ke dalam.
Bunda dan Ayah Nugraha yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya, tapi ada rasa bangga di hati wanita itu saat melihat bagaimana anaknya memperlakukan istrinya dengan baik dan lembut.
__ADS_1
Bunda sempat khawatir waktu Ranga mengatakan kalau Satya sangat cuek kepada istrinya, tapi kini ia bisa menepis prasangkanya itu.