PENGANTIN PENGGANTI IBUKU

PENGANTIN PENGGANTI IBUKU
Episode 60


__ADS_3

Semua yang ada di ruang tamu menatap Poppy, menunggu jawaban ia atau tidak. Rendy meremas tangan Ranga yang duduk disebelahnya, membuat sahabatnya itu meringis menahan sakit.


Terdengar Popy menarik nafas panjang, kini ia memandang Bunda dan Ayahnya kemudian pandangannya ke arah Rendy.


"Bismillah, Ia saya terima," jawab Popy segera menundukkan wajahnya.


"Yesssss....," terik Rendy membuat yang lain hanya bisa tersenyum, sedangkan Mentari menutup wajahnya merasa malu dengan tingkah adiknya.


"Alhamdulillah," ucap Yoga .


"Jadi untuk kapan pastinya kita tunggu mereka saja yang memutuskan, kalau saya sebagai Ayah dan Bundanya Popy hanya ngikut aja," kata Ayah Popy.


"Niat baik jangan terlalu lama di tunda," ucap Yoga tersenyum menatap adik iparnya.


Setelah selesai hidangan mulai disajikan, bermacam kue. Kehangatan begitu terlihat diantar dua keluarga itu.


Karna waktu sudah larut kini rombongan dari keluarga Rendy pamit untuk pulang, keluarga Popy berharap mereka mau menginap. Namun, Yoga mengatakan masih ada kerjaan lain dibandung yang belum diselesaikan.


Mobil yang dikendarai oleh Ranga kini berhenti disalah satu kafe di Bandung, mereka turun untuk menikmati berbagai hidangan.


"Kita besok harus menjumpai sesorang yang tahu motif apa yang sebenarnya Ronald rencanakan untuk memiliki usaha Papa," ucap Rendy.


"Bukankah Om Ronald sudah lama kerja dengan Papa, apa mereka dulu pernah ada masalah?" tanya Mentari.


"Itu yang harus kita selidiki Kak, dan orang itu kini tinggal dikota Ini," jawab Rendy.


"Kok gue enggak tahu apa-apa, terus Ayah gue tahu dari mana?" tanya Satya.


Rendy menarik nafas panjang, sahabatnya itu terlalu kaku dulu. kemudian Rendy menceritakan kalau orang yang dicarinya adalah mantan kariawan Grup Nugraha.


"Serius lo, berarti gue kenal." kata Satya.


"Lo kenal? tidak karena dia hanya enam bulan berkerja setelah itu ia memilih keluar kerja karena tidak tahan dengan Om Ronald," ujar Rendy


"Siapa sih Bro, gue penasaran jangan main teka-teki gini..., enggak asik Lo...!" kata Ranga kesal.


"Ia gue kasih tahu orang itu adalah adiknya Om Ronald," jawab Rendy.


"Tunggu bukankah Adik Om Ronald orang tua kak Suci yang sudah meninggal?" tanya Senja.


"Ia mereka kecelakaan, Ayah suci sahabatnya Ayah Nugraha mempunyai saham digrup Nugraha 30%," jawab Rendy.


"Jadi mereka masih hidup?" tanya Ranga.


"Waktu kecelakaan itu mobilnya di sabotase, saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi remnya blong hingga hilang kendali. Mobil sempat berhenti di pinggir tebing, saat itulah Paman dan bibik Arnold keluar sambil menarik Arina adik Arnold yang sekarang masih koma dirumah sakit," ucap Rendy.


"Apa ini ulah Om Ronald?" tanya Yoga.

__ADS_1


"Ia,.. karena ingin menguasai harta milik adik iparnya, hingga melakukan segala cara sampai menghabisi saudaranya," jawab Rendy.


"Rend, bukannya dulu beritanya mobilnya jatuh ke jurang terus meledak." tanya Satya.


"Makanya itu, untuk melindungi orang tua Suci Ayah Nugraha menyembunyikan mereka." jawab Rendy.


Satya menghela nafas panjang ternyata masalah utamanya adalah Om Ronald, dia memperdaya Kakek Roby untuk mencapai tujuannya, sungguh licin cara bermainnya, batin Satya.


Yoga yang melihat anak mantunya senyum-senyum sendiri mengkerutkan keningnya.


"Mulai gila lo!" kata Yoga sambil melempar kulit kacang ke arah Satya.


"Cih untung mertua gue lo," jawab Satya.


Senja dan Mentari hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah suami mereka.


"Udah yuk, balik ke hotel badan gue sudah enggak bisa diajak kompromi," ucap Ranga.


Yang lainpun mengiyakan, karena malam juga sudah larut.


...💞💞💞...


Di Surabaya tepatnya di kediaman Ayah Nugraha.


Ayah Nugraha tengah duduk diruang tengah sambil membaca surat kabar hari ini, Seperti biasa usai sarapan dia akan duduk di ruang tengah terlebih dahulu.


Bunda membawakan teh hijau untuk suaminya, kemudian ikut duduk di samping Ayah Nugraha.


"Semalam Rendy sudah mengabari kalau mereka sudah selesai lamaran," jawab Ayah.


"Apa Ayah yakin Angkasa akan menerima mereka," ujar Bunda.


"Yakin, Ayah sudah menghubungi Angkasa, dan dia siap membantu," jawab Ayah.


"Semoga Mbak Mela tidak apa-apa," kata Bunda.


"Bunda yang sabar Mela selalu mengikuti terapi," jawab Ayah.


Bunda hanya diam, ia mengingat sahabatnya Melati wanita yang lemah lembut, sangat baik dan penyayang. Namun kini harus duduk di kursi roda akibat kecelakaan yang menimpanya.


"Bunda, kok malah melamun pagi-pagi," kata Ayah Nugraha.


"Bunda kangen dengan Mela Yah," kata Bunda.


"Kita tunggu saja, mereka pasti akan kembali lagi ke Surabaya ," jawab Ayah Nugraha.


"Ayah, kalau anak nakal itu telepon suruh hubungi Bunda!" teriak Bunda sambil menuju ke arah dapur.

__ADS_1


Ayah Nugraha hanya tersenyum melihat istrinya kemabali bar-bar. Terkadang Ia juga merindukan Istrinya yang bersikap semaunya sendiri.


"Istri bar-barku," lirihnya sambil tersenyum menatap istrinya yang berada didapur.


Tak lama bik Sum datang memberitahu kalau ada tamu yang ingin bertemu dengan Ayah Nugraha, Ayah dari Satya Nugraha itu hanya menautkan alisnya karena merasa tidak membuat janji untuk bertemu hari ini.


"Siapa Bik?" Tanya Ayah Nugraha.


"Aduh siapa tadi ya namanya, tapi yang penting orangnya ganteng kayak difilm yang biasa di tonton Non Senja," jawab Bik Sum sambil tersenyum malu.


Ayah Nugraha hanya menghela nafas panjang, melihat tingkah art yang sudah berumur masih doyan opa-opa.


Kemudian Ayah Nugraha menuju ruang tamu, seketika ia terkejut karena yang menemuinya adalah Arnold anak dari Ronald.


"Pagi Om, maaf menggangu," ucap Arnold sambil mengulurkan tangannya ke Ayah Nugraha.


"Ia pagi, Nak." jawab Ayah Nugraha sambil menyambut uluran tangan dari Arnold.


Kini keduanya sama-sama terdiam, Mata Ayah Nugraha tidak beralih dari Arnold.


"Ada apa Nak?" katanya untuk menghilangkan kecanggungan.


"Ada yang mau saya bicarakan Om," ucap Arnold.


"Ia silahkan, eh. sudah sarapan belum?" tanya Ayah.


"Alhamdulillah sudah Om kemarin," jawab Arnold sambil mengusap wajahnya karena malu.


"Hahahaha.... kamu tidak berubah, ayo kita minta sarapan ke Bunda," ajak Ayah Nugraha kemudian mereka menuju ruang makan.


Bunda yang melihat Arnold datang terkejut, ia segera mencuci tangan dan menghampir sahabat anaknya SMA.


"MasyaAllah, Nak." kata Bunda yang langsung memeluk Arnold.


Arnold membalas pelukan wanita paruh baya yang sudah dianggap seperti Ibunya sendiri, tangis Arnold saat Bunda mengusap kepalanya.


"Bunda yakin kamu baik-baik saja," kata Bunda.


"Alhamdulillah,Bun. Ini berkat doa Bunda dan Ayah," jawab Arnold.


"Bagaimana kabar Nenek, Nak?" tanya Bunda.


"Nenek sekarang juga sehat, dirumah sama Suci," jawab Arnold yang diajak duduk di kursi meja makan.


Bunda dengan cepat menyiapkan nasi goreng, Arnold begitu merindukan nasi goreng buatan Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu.


"Ayo makan, jangan lihatin Bunda," kata Bunda sambil memberikan piring yang sudah berisi nasi goreng dan telur ceplok.

__ADS_1


"Terimakasih,Bunda," jawab Arnold segera memakannya dengan lahap.


Bersambung ya... jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara like 👍 dan votenya kalau suka berikan hadiahnya.


__ADS_2