PENGANTIN PENGGANTI IBUKU

PENGANTIN PENGGANTI IBUKU
Episode 91


__ADS_3

Ibnu masih fokus mengemudi, Sari semenjak kejadian tadi masih diam. Untuk melirik kearah Ibnu saja dia tidak ada keberanian.


Selama diperjalanan mereka diam hingga mobil berhenti didepan gerbang besar warna coklat, Ibnu menoleh kearah Sari yang masih asik dengan pikirannya sendiri.


Ibnu keluar dari mobil, kemudian ia segera membukakan pintu untuk mahasiswinya itu.


"Mau dicium lagi," ucapnya berbisik ditelinga Sari.


Sari yang kaget langsung menoleh, tapi naasnya keduanya kini saling menempelkan bibirnya, Ibnu juga yang merasa terkejut hanya diam mematung.


Ibnu segera menarik wajahnya, kini ia berdiri disamping pintu mobil.


"Mau keluar enggak," ucapnya


"I..i..iya," ucapnya gugup.


Ibnu tersenyum melihat Sari yang salah tingkah, kemudian Sari segera melangkah menuju gerbang untuk masuk kerumahnya.


Namun saat ia akan membuka pintu, Ibnu memanggilnya.


"Sari tunggu," ucapnya sambil menghampiri wanita baru saja mengecupnya.


"Iya Pak, ada apa?" tanyanya.


"Mulai sekarang kamu jadi pacarku," ucapnya langsung pergi meninggalkan sari begitu saja menuju mobilnya.


Sari hanya bisa menarik nafas, ia juga heran kenapa ada lelaki menyatakan cinta sekaku itu.


"Ehmm... dasar kanebo," ucapnya lirih.


Kemudian ia segera masuk rumah, karena hari sudah semakin gelap. Gadis itu kini segera membersihkan tubuhnya, dia duduk di depan meja riasnya.


Sari meraba bibirnya walau hanya Kecupan, tapi sampai sekarang masih terasa sentuhan lembut bibir Ibnu si pria kanebo.


Saat ini ia sedang membaringkan tubuhnya di kasur size kingnya, ia hanya senyum-senyum saat wajah sang Dosen selalu membayang di ingatannya.


*******


Dikediaman Ibnu, saat sampai rumah ia segera masuk kamar untuk membersihkan diri, setelah selesai Ibnu segera menuju ruang kerjanya.


Ia terdiam saat mengingat kecupan dari Sari tadi. Dia sadar kalau hal tadi terjadi karena refleks saja, tapi hal itu mampu membuat jantungnya berdebar kencang.


Senyum mengembang dibibirnya, saat mengingat bagaimana wajah wanita itu ketika ia mengatakan kalau mulai sekarang dia akan menjadi pacarnya.


Ibnu sudah lama tidak merasakan hal seperti ini semenjak pacarnya dulu kecelakaan, sampai akhirnya meninggalkannya untuk selama-lamanya.


Apakah ini waktunya untuk membuka hatinya kembali, dan menjadikan Sari sebagai istrinya. Terus apa bedanya dia dengan Satya, pencinta daun muda. batinnya.


Ibnu mencari kontak Sari, ingin rasanya ia menghubungi wanita itu. Namun, ia sadar ini sudah malam.


Kini Pria tampan berbadan tegap itu mulai memeriksa tugas-tugas mahasiswanya, ia kemudian tersenyum saat melihat tugas atas nama Sari.


Ibnu menuliskan sesuatu di tugas yang dikumpulkan oleh Sari, kemudian ia tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


*******

__ADS_1


Di kediaman Satya setelah kepulangan Sari dan Ibnu tak lama Ranga dan Diana juga pamit.


Kini sepasang suami-istri itu duduk diruang keluarga, Senja yang sedang bersandar di bahu suaminya sambil menonton drakor di handphonenya.


"Sayang lagi nonton apa sih?" tanyanya sambil mengecup kening istrinya.


"Bby lihatlah kasihan suaminya selingkuh," ucapnya sambil memperlihatkan layar ponselnya.


"Jangan tonton lagi itu enggak bagus," ucap Satya.


Wanita itu kini meletakkan handphonenya, ia tersenyum melihat suaminya yang cemberut.


"Jangan cemberut lagi," ucapnya.


Satya hanya menghela nafas panjang, ia kemudian mengajak istrinya untuk sholat Maghrib berjamaah, karena suara azan berkumandang.


Kini keduanya telah selesai sholat, Senja membaringkan tubuhnya disamping suaminya.


"Apa masih capek?" tanya Satya sambil mengusap perut datar istrinya.


"Enggak juga, Bby besok Mmy ikut acara pembukaan butiknya Diana ya," katanya sambil memohon.


Satya hanya menghela nafas panjang, ia bingung bagaimana istrinya akan pergi karena pak Yanto akan ikut dengannya besok untuk keluar kota.


"Kira-kira Bunda pergi enggak ya?" tanya Satya.


"Mmy enggak tahu," jawabnya sambil memeluk tubuh kekar suaminya.


Satya hanya tersenyum, istri kecilnya sedang mau manja dengannya, dibelainya rambut panjang Senja yang menutupi sebagian wajahnya.


Saat sedang mau turun tangga terdengar suara gaduh, Satya segera kebawah.


"Bunda," panggilnya sambil duduk diruang keluarga.


"Eh...mantu Bunda mana?" tanyanya sambil membenarkan bawakanya tadi.


"Lagi istirahat Bun, oh...iya besok Bunda datang enggak di acara pembukaan butiknya tante Fifi," ujarnya.


"Datang, makanya Bunda sekarang kesini bawakin baju untuk Senja," jawabnya.


Satya hanya mengangguk, kemudian Bunda duduk disamping anaknya.


"Ada apa?" tanyanya.


"Besok Satya titip Senja ya Bun, karena besok harus keluar kota," katanya dengan nada sedih.


"Kamu pikir istrimu barang," kata Bunda terlihat kesal.


"Bukan itu Bun, dia akan datang di acara Tante Fifi," ucapnya.


Bunda hanya mengangguk menanggapi ucapan Satya, karena ia paham pasti sangat khwatir kalau istrinya pergi sendirian.


"Iya besok Bunda jemput istrimu dulu," ujarnya.


"Terimakasih ya Bun," kata Satya sambil memeluk wanita yang telah melahirkannya.

__ADS_1


Bila ada pepatah surga di telapak kaki ibu, mungkin itu adalah gambaran yang paling mulia untuk setiap pengorbanan yang telah beliau lakukan terhadap anak- anaknya.


Tak hanya sebagai sosok yang lembut, bunda adalah seorang pendamping yang kuat bagi ayah untuk selalu menyemangati dikala pekerjaan kantor atau usaha sedang pasang surut.


Bunda selalu ada disaat dirinya terpuruk, sakit bahkan Bunda selalu ada disaat kita sedih.


Jika ditanya apa yang telah engkau berikan kepada wanita yang melahirkan mu? pasti jawabannya sampai sekarang belum bisa membalas kebaikannya.


Sebenarnya Bunda tidak pernah meminta imbalan kepada kita, yang beliau ingikan anaknya bahagia itu sudah cukup untuk membahagiakan wanita yang telah melahirkan kita.


Hari ini Satya baru menyadari


bahwa Bundanya adalah sosok yang paling mulia.


Seorang ayah mengajarkan kita bagaimana bertanggung jawab, tetapi seorang ibu yang menunjukan bagaimana cara mencintai dengan penuh cinta kasih.


Pintanya tak banyak, hanya hidup rukun dalam rumah tangga dan saudara. Bunda tidak pernah lupa mendoakan anak-anaknya saat sujud disepertiga malamnya.


Satya semakin erat memeluk wanita yang kini sedang mengusap bahunya, Senja yang baru bangun tersenyum saat melihat dua orang yang sangat disayanginya sedang berpelukan.


"Mau peluk juga," ucapnya.


Bunda dan Satya saling pandang, kemudian keduanya tersenyum. Sanja segera mengambil posisi ditengah setelah itu ketiganya berpelukan sambil tertawa.


Bik Sum yang melihat dari dapur tak kuasa menahan tangisnya, anak yang dulu rapuh kini bisa bahagia walau dengan suami dan mertuanya.


Tak lama handphonenya Satya bergetar, ada pesan dari Rendy kalau Kakek Roby dilarikan kerumah sakit karena ditemukan tak sadarkan diri dikamar mandi.


Satya terlihat terkejut, ia menatap istrinya yang kini tengah berbincang dengan Bundanya, Senja yang melihat raut wajah suaminya agak berbeda segera menghampirinya.


"Kenapa tegang gitu?" tanyanya sambil mengambil cemilan di atas meja.


"Mmy, kita harus kerumah sakit sekarang," ucapnya.


"Siapa yang sakit?" tanya Bunda sambil duduk di depan anaknya


"Kakek Roby ditemukan tak sadarkan diri di kamar mandi," ujarnya.


Deg...


Senja langsung terdiam, tapi air matanya menetes dipipinya, ia begitu sedih mendengarnya. Bunda memeluk anak mantunya supaya kuat dan tetap mendoakan yang terbaik buat Kakeknya.


Bersambung ya...jangan lupa dukungannya dengan cara like 👍


Vote


Jika suka berikan hadiahnya 🙏


Jangan lupa baca juga karya aku yang lain


🌾 Takdir Cinta Khansa


🌾 Menikah Muda


✍️ cerpen

__ADS_1


__ADS_2