PENGANTIN PENGGANTI IBUKU

PENGANTIN PENGGANTI IBUKU
Episode 77


__ADS_3

Cuaca pagi yang cerah, terlihat banyak orang berlalu lalang melewati jalan gang sempit sebuah kontrakan sederhana.


Di sinilah akhirnya seorang Diana anak dari seorang pengusaha yang kini ia harus merasakan perubahan hidup 180° dari sebelumnya. Ia dulu yang begitu dikagumi oleh teman-temannya saat SMA, tapi kini semuanya hanya masalalu.


Anak dari tunggal dari Pasangan Prasetyo dan Fifi itu, kini harus merasakan akibat kelakuannya yang sudah berani mengganggu' istri dari Satya Nugraha.


Satya tidak pernah main-main dengan ucapannya, dalam hitungan jam Perusahaan Prasetyo yang bergerak di bidang jasa konstruksi dibuat bangkrut karena Satya menarik sahamnya.


Tidak sampai disitu akibat sikap semena-menanya, Diana harus kehilangan Ayahnya untuk selamanya akibat serangan jantung saat mengetahui alasan Satya mencabut sahamnya karena ulah anaknya.


Sekarang di rumah kontrakan sederhana ini, Diana dan Bundanya tinggal. Karena rumahnya sudah disita.


"Bunda...kita tidak bisa tinggal disini lama-lama," kata Diana.


"Bertahanlah, ini yang bisa Bunda sewa saat ini, ingat semuanya ini karena salahmu," jawab Bunda sambil mencuci piring.


Ini gara-gara Senja, awas lo....gue akan balaskan, kalau gue sekarang menderita. Gue pastikan lo akan lebih menderita!


"Nak..., sebaiknya kita pakai uang hasil jual perhiasan untuk jualan saja," kata Bunda Fifi.


"Aku akan cari kerja, Bunda dirumah saja," ucap Diana kemudian segera keluar dari rumah kontrakan yang begitu sempit.


Diana mengehela nafas sebelum melangkahkan kakinya, semenjak ia jatuh miskin teman-temannya mulai menjauhinya. Tekatnya semakin kuat untuk membalaskan kepada Senja, wanita yang dari dulu menjadi saingannya.


Sekarang ia harus mencari kerja, untuk membantu Bundanya. Namun, ia bingung kerja apa sedangkan dia hanya punya ijazah SMA.


Diana melihat toko bunga yang membuka lowongan sebagai kurir, ia segera mendatangi toko. Namun, ini untuk kerja sementara dari pada harus menganggur.


"Assalamualaikum," katanya sambil memperhatikan sekeliling.


"Walaikumsalam, ia ada yang bisa dibantu Dik?" tanya Wanita paruh baya itu.


"Maaf Bu, ini ada lowongan kerja apa masih ada?" tanyanya.


Ibu Ani yang memiliki toko itu memperhatikan Diana, ia merasa ragu.


"Apa kamu bisa naik motor?" tanya Ibu Ani.


"Alhamdulillah, bisa Bu," jawabnya.


"Ya .. sudah kamu sekarang bisa Langsung kerja ya, tapi sebelumnya kamu bisa simpan tas dan barangmu dilaci.


Diana dengan semangat segera menyimpulkan barangnya, kemudian ia menghampiri Ibu Ani.


"Nah...ini ada bunga yang harus kamu antar, ini alamatnya," kata Ibu Ani.


Diana segera mengambil helem dan motor metik warna merah milik Ibu Ani. Tanpa menunggu lama Diana segera melajukan motornya menuju Alamat yang pemesanan Bunga.


Diana tersenyum sinis, saat melihat seorang akan menyebrang. Ia tahu itu Senja yang baru saja keluar dari kampus.


Senja yang akan naik Bus, menuju rumah Kakeknya berjalan dengan santai menyebrangi jalan. Tanpa ia sadari motor metik warna merah melaju dengan kecepatan tinggi untuk menabraknya.

__ADS_1


"Awas...." teriak seseorang kemudian menarik tubuh Senja sampai terjungkal ke aspal.


Senja yang masih begitu shock diam mematung, ia tidak percaya akan ada seseorang yang akan menabraknya.


"Kamu tidak apa-apa?" lelaki yang tak lain Raditya Wijaya.


"Ia... tidak apa-apa..., Auuuu....," teriak Senja saat berdiri merasakan perutnya sakit.


"Ada apa...? mana yang sakit." tanpa menunggu lama Radit segera mengangkat tubuh Senja. wanita itu ia baringkannya di kursi depan.


"Ma...u, kemana?" tanya Senja yang menahan skait diperutnya.


"Kamu tenang ya,.. kita kerumah sakit," Jawab Radit lembut.


Radit seperti tidak asing dengan wanita yang kini disampingnya, saat ia mengingat langsung tersenyum.


Setelah beberapa menit, mobil yang dikemudikan oleh Radit sampai depan UGD. Radit langsung menggendong Senja membawanya masuk.


"Maaf, sebaiknya Bapak tunggu diluar," kata Suster.


Radit segera keluar, ia segera kirim chat ke Satya kalau istri masuk UGD. Namun, belum dibalas oleh Satya. Ia segera menelepon Satya, tapi tidak diangkatnya.


Radit hanya menarik nafas panjang, ia kemudian duduk dikursi depan UGD.


****


Di kantor Satya.


Kini ketiganya sedang duduk diruang Satya, sambil menunggu Yoga untuk membicarakan desain projek barunya.


Satya mengamati handphonenya dari saku jasnya, keningnya berkerut saat melihat ada 20 panggilan tak terjawab dari Radit.


"Ranga,.. apa ada maslah dengan kerja sama dengan Wijaya?" tanya Satya.


"Tidak ada Bos," jawab Ranga.


Kenapa ia menelpon, kalau tidak ada hubungannya dengan kerja sama. sebaiknya aku menghubungi balik.


Saat Satya akan menghubungi Radit, ia melihat pesan dari rekan kerjanya.


Sat..lo harus kerumah sakit dekat kampus, bini lo sekarang sedang ditangani di UGD.


Deg.... seketika wajah Satya pias, ia segera menyambar kunci mobil yang ada di atas meja.


"Lo mau kemana?" tanya Rendy yang mencengkal tangan Satya.


"Kerumah sakit, Senja masuk UGD," jawab Satya yang terlihat panik.


Tanpa menunggu lama Ranga segera mengambil alih kunci mobil, mereka sampai lobby segera keluar menuju mobil Satya.


Mobil melaju dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba saja Ranga mengerem mendadak.

__ADS_1


Ciiitttty....suara rem mobil, seketika Rendy dan Satya langsung mengumpat tidak jelas.


"Maaf...maaf... ke rumah sakit mana?" tanya Ranga menatap Satya yang duduk dibelakang.


"Dekat kampus."


Tak menunggu lama mobil berbalik arah, menuju jalan arah rumah sakit swasta dekat kampus tempat Senja menimba ilmu.


Setelah tiga puluh menit, mobil memasuki parkiran rumah sakit. Satya segera berlari menuju UGD. Dari Jauh ia bisa melihat Radit duduk diruang tunggu, tanpa bertanya lagi dia langsung menarik kerah baju Radit.


"Apa yang lo lakuin kebini gue, Hah!" teriaknya membuat semua orang memperhatikan kedunya.


Ranga dan Rendy Yang baru sampai segera memisahkan keduanya, Ranga hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Radit kesal, karena dituduh sembarangan oleh rivalnya dulu wkatu kuliah.


"Apa yang terjadi?" tanya Rendy.


"Gue tadi enggak sengaja, berhenti di dekat halte, tapi saat gue mau masuk mobil lihat wanita menyebrang jalan dengan santai. Kemudian dari jauh ada motor warna merah melaju kencang, kearah Senja," ujarnya.


"Lalu...,"kata Ranga.


"Ya gue tariklah... enggak mungkin gue biarin dia tertabrak, lagian gue baru ingat kalau dia bini Satya waktu membawanya ke rumah sakit," kata Radit.


"Sorry....gue kira lo tadi," kata Satya.


"Ia gue paham, semoga bini lo enggak apa-apa," kata Radit lagi.


Tak lama pintu terbuka, keluar Dokter cantik memakai hijab, Dokter Ririn tersenyum kepada semau yang duduk diruang tunggu.


"Maaf dengan suaminya Ibu Senja," kata Dokter Ririn.


"Ia saya Dok," jawab Satya sambil berdiri menghampiri Dokter Ririn


"Begini Pak, karena benturan diperutnya tidak terlalu kerasa saat jatuh, Ibu senja bisa istirahat dirumah jadi tidak perlu dirawat," ujarnya.


"Alhamdulillaah, terimakasih Dok," ucap Satya merasa lega.


Tidak jauh dari mereka sesorang tengah menatap tajam, ada guratan amarah saat mendengar Senja tidak apa-apa!


Bersambung ya...jangan lupa dukungannya dengan cara like 👍


Vote


Jika suka berikan hadiahnya 🙏


Jangan lupa baca juga karya aku yang lain


🌾 Takdir Cinta Khansa


🌾 Menikah Muda

__ADS_1


__ADS_2