PENGANTIN PENGGANTI IBUKU

PENGANTIN PENGGANTI IBUKU
episode 28


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam, Satya dan senja sampai di kediaman rumah Yoga. Keduanya turun langsung masuk kerumah.


Di ruang keluarga sudah ada Mentari dan Yoga, keduanya asyik mengobrol dan bercanda. Tanpa mereka sadari Senja dan Satya datang.


"Assalamualaikum Ibu," ucap senja sambil memeluk Ibunya.


"Waalaikumsalam," ucap Mentari dan Yoga bersamaan.


”Ayah,Ibu Senja kangen." ucap senja sambil memeluk Ayah dan Ibunya bergantian.


Satya yang melihat istrinya sangat manja kepada kedua orang tuanya ikut bahagia, Mentari membalas pelukan Senja sambil mengecup pipi kanan dan kiri Senja dengan gemes.


Yoga hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah istri dan anaknya yang sangat dicintainya.


"Sayang, Ayah pinjam suamimu sebentar ya, ada yang harus Ayah bicarakan dengan suamimu di ruang kerja Ayah." ucap Yoga sambil berdiri melangkah ke arah ruang kerjanya.


Setelah Yoga pergi Satya segera mengikutinya dari belakang. Senja melihat Ayah dan suaminya pergi hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Mentari tersenyum melihat tingkah anaknya, Senja mengedarkan pandangannya ke sekeliling rumah, Mentari yang melihat tingkah anaknya merasa khawatir.


”Ada apa sayang?" tanya Mentari kepada Senja.


"Ibu ke mana Nenek Wati sekarang?" tanya Senja kepada Ibunya.


"Nenek Wati sepertinya kelelahan sayang, tadi Ibu membawanya jalan-jalan ke mall," jawab Mentari sampai tersenyum.


Senja cemberut mendengar jawaban Ibunya, Senja heran kenapa Ibunya tidak mengajaknya saat mereka pergi kemall.


“Kenapa sayang bukannya Ibu tidak mengajak, ini rencana dari Ayah buat kejutan buat Nenek." ucap Mentari sambil membelai rambut senja.


“Tapi Senja mau ikut, Ibu kenapa enggak kasih tahu Senja dulu," jawab Senja sambil berdiri melangkah menuju kamarnya.


Mentari hanya tersenyum melihat anaknya sedang kesal kepadanya. Mentari berjalan menuju ruang kerja Yoga ingin bertemu dengan Satya langsung.


"Assalamualaikum," ucap Mentari sambil melangkah menghampiri suaminya.


"Waalaikumsalam sayang, sini duduk samping Mas," ucap Yoga sambil menepuk tempat kosong disampingnya.


Satya hanya menghela nafas panjang melihat sepasang suami istri yang terlihat mesra di depannya.


“Jadi bagaimana rencananya Mas?" tanya Mentari kesuaminya.


"Sayang ternyata uang yang selama ini di gelapkan oleh manager Pak Anwar ditransfer ke rekening Rendy Sanjaya.


“Apa Mas serius! apa ada buktinya Mas," teriak Mentari karena terkejut.


“Sayang jangan teriak seperti itu sakit telinga Mas jadinya." ucap Yoga rasa kesal.


“Hehehe maaf Mas," kata Mentari sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


Satya hanya tersenyum melihatnya, Satya yakin kalau Kakek Roby ingin memisahkan Yoga dan Mentari harus berpikir panjang terlebih dahulu melihat keduanya saling menyayangi.


“Jadi bagaimana bro?" tanya Yoga kepada Satya.


“Sebaiknya kita tunggu perkembangan dari Arga." jawab Satya.


"Satya sebaiknya kamu istirahat dulu," ucap Mentari sambil berdiri meninggalkan ruang kerja Yoga.


Yoga yang melihat istrinya pergi meninggalkannya hanya tersenyum, Satya hanya menghela nafas panjang melihat tingkah sahabatnya itu.


“Baiklah Ayah, menantumu ini akan istirahat di kamar." goda Satya melihat kearah Yoga.


"Sialan lo," ucap Yoga kesal.


Satya hanya terkekeh melihat temannya itu merasa kesal kepadanya. Satya segera melangkah pergi meninggalkan ruangan kerja yoga.


Di kamar senja.


Satya berlahan membuka pintu kamar istrinya, Satya tersenyum saat melihat istrinya tertidur lelap.


'"Sayang kamu begitu menggemaskan," batin Satya.


Satya membaringkan tubuhnya di samping senja dengan pelan-pelan. Tidak berapa lama Satya ikut tidur lelap ke dalam mimpi.


Di Surabaya.


"Ronald kenapa Ibu tidak mengangkat telepon dari tadi?" ucap Kakek Roby yang terlihat sangat kesal.


”Maaf Pak, biar saya coba hubungi sekali lagi."ucap Ronald karena merasa tidak enak.


Kakek Robby pergi meninggalkan ruang kerjanya, menuju ruang keluarga dilihatnya istrinya.


“Asik sekali nontonnya sayang," ucap kakek Roby sambil duduk di samping istrinya.


Nenek Murni hanya diam tanpa menghiraukan ucapan suaminya, Kakek Roby merasa istrinya masih kesal kepadanya.


"Mama, mau sampai kapan Mama seperti ini?” tanya kakek Roby kepada istrinya.


"Kapan mereka kembali Pa?" tanya nenek Murni kepada suaminya.


"Sayang besok senja pulang ke Surabaya," jawab kakek Roby untuk menyenangkan istrinya.


Mendengar ucapan suaminya mata Nenek Murni langsung berbinar senang, Kakek Roby ikut tersenyum melihat istrinya mau tersenyum kembali kepadanya.


"Tunggu kamu tidak berbohongkan sayang," ucap nenek Murni kepada kakek Roby.


"Tidak sayang, mana pernah aku berbohong padamu," ucap Kakek kepada istrinya.


"Awas kalau Papa bohong ya? lihat aja nanti apa yang akan aku lakukan!" ancam nenek Murni menatap tajam kearah suaminya.

__ADS_1


Kakek Robi hanya bisa menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan istrinya.


Setelah selesai mengucapkan kata-kata ancaman kepada suaminya, nenek Murni mulai pergi meninggalkan suaminya menuju ke kamar.


Randy melihat Papanya duduk sendiri di ruang keluarga lalu menghampirinya. Rendy langsung menghempaskan tubuhnya di sofa samping Papanya.


“Papa, kenapa ada uang masuk lagi dengan jumlah sangat banyak kerekeningku," ucap Rendi merasa bingung karena dia tidak merasakan ada kerjasama dengan perusahaan lain.


“Itu bonus untukmu, biarkan saja uang itu tetap ada di rekeningmu jangan pernah kau ambil," kata Papa Robi dengan tegas.


Rendy yang mulai bingung dengan sikap Papanya merasa ada yang janggal selama ini.


“Pa tolong jelaskan ke Rendi itu uang dari mana?" tanya Rendi merasa semakin kesal kepada Papanya.


"Rendy Papa bilang kamu diam saja!" triak Papa Robi ke arah anaknya.


Rendy yang di bentak oleh orangtuanya merasa sangat geram. Papa Robby meninggalkan Rendy di ruang keluarga sendirian.


"Sebaiknya aku mencari tahu dari mana asal uang ini masuk ke rekeningku," batin Rendy sambil pergi meninggalkan ruang keluarga menuju ke mobilnya yang terparkir di halaman.


Setelah kepergian Rendy kakek Robby mengusap wajahnya dengan kasar. Kakek Roby merasa kalau Rendy akan mulai memberontak dirinya.


Kakek Robi mengambil handphonenya dan mulai menghubungi asistennya. Tapi sayang Ronald tidak mengangkat teleponnya. Kakak Roby merasa merasa kesal dan coba menghubungi Senja melalui handphonenya.


Sudah berapa kali menghubungi nomor Senja, tapi sialnya Senja tidak pernah mengangkat telepon Kakeknya. Kakak Robby yang makin kesal dengan tingkah anak dan cucunya merasa sangat murka.


Di Jakarta


Di rumah Yoga, Mentari dan senja sedang menikmati makan malamnya. Entah mengapa tiba-tiba saja Satya membatalkan kepulangan hari ini.


Satya dan Yoga pergi ke kediaman Arga


Sesampai di apartemen Arga, mereka mulai memencet bel. Pintu dibuka oleh Arga, Arga merasa terkejut karena kedatangan Yoga dan Satya yang tiba-tiba datang tanpa memberitahunya terlebih dahulu.


Ketiganya masuk ke ruangan keluarga Dimana tempat itu tempat biasa mereka bersantai dan mengobrol seperti biasa.


“Ada apa tumben kemari tidak memberitahu?" tanya Arga merasa penasaran.


“Gue ingin membicarakan masalah penguntit yang selama ini mengikuti kemana gue pergi, jujur gue merasa terganggu dengan pengawasan dari mertua gue.” ucap Yoga yang mulai merasa frustasi.


"Apa yang bisa gue bantu untuk lo." ucap Arga merasa kasihan dengan Yoga.


Satya hanya diam saja mendengarkan kedua sahabatnya itu saling menceritakan masalahnya. Yoga hanya menatap Arga dengan mengerutkan keningnya.


"Lo yakin bisa bantu gue?" tanya Yoga kepada Arga.


“Selama gue bisa, gue akan membantu lo," jawab Arga mantap sambil mengusap bahu Yoga.


Bersambung ya, jangan lupa like dan Votenya, bila suka silakan kasih hadiahnya ditunggu komen dan sarannya. 😊 😊 😊 😊

__ADS_1


__ADS_2