
Mobil yang dikemudikan Satya berlahan mengurangi kecepatannya, jarak sekitar 100 meter dari motor yang dikendarai oleh istri kecilnya.
"Den jalan didepan akan menuju kearah Bandara," ucap pak Yanto mengingatkan majikannya.
Satya tersenyum, dan langsung membelokan mobilnya kearah hutan. Mobil kembali lagi melaju dengan kencang memacu adrenalin yang penuh dengan tantangan.
Satya yang melihat jalan samping lengang segera membelokkan dengan cara menikung kemudian dia membanting setir kekanan kembali agar mobil tak hilang kendali.
Pak Yanto hanya bisa komat Kamit seperti membaca doa, Satya hanya tersenyum melihat pak Yanto yang berpegangan erat pada hand grip dimobil. Mobil sudah sampai disimpang yang akan dilalui oleh Senja, Satya kembali melihat posisi Istrinya yang sudah mulai mendekati lokasi dimana dirinya berada.
Satya melintangkan mobilnya ditengah jalan yang akan dilalui oleh istrinya, suara deruan motor sport yang dikendarai Senja diserati suara klakson yang tidak berhenti berbunyi.
Ciiiiitttt....
Suara decitan rem motor sport yang mengerem mendadak membuat Satya mendengus, melihat wanita yang di cintainya itu bukannya mengerem dari jauh.
Senja turun dari motornya berjalan dengan tergesa-gesa menghampir mobil warna putih yang sudah berani-beraninya menghalangi jalannya, dia mengetuk-getuk kaca jendela mobil dengan keras berharap si kemudi membukakan kaca mobilnya.
"Dasar brengsek!" umpat Senja yang tidak mengetahui kalau suaminya yang di dalam mobil yang sudah menghalanginya. Mobil sport yang dipakai Satya tidak pernah digunakan semenjak Bundanya menangis memohon kepadanya untuk tidak mengikuti balap liar lagi.
Senja membuka helemnya kemudian meletakkan dispion motor, karena takut tidak bertemu lagi dengan suaminya terpaksa dia harus melakukan dengan kekerasan. Istri dari Satya Nugraha itu melangkah dengan tatapan tajam menghampir mobil yang tidak mau menyingkir dari jalan.
Satya tersenyum melihat istrinya yang menatap kearah mobilnya dengan tajam.
"Pak Yanto lihat singa betinaku sangat mengemaskan," kata Satya sambil terkekeh.
Pak Yanto tidak menjawab hanya menggelengkan kepalanya dengan situasi yang seperti ini majikannya masih bisa tertawa, Satya menarik nafas panjang saat Senja sudah berjarak sekitar dua langkah dari mobilnya.
Satya membuka pintu mobil kemudian keluar dan bersandar dimobilnya dengan kedua tangan melipat didadanya, Senja yang terkejut menghentikan langkahnya.
Wajah yang tadinya penuh amarah kini terlihat bahagia saat melihat lelaki yang berdiri didepannya dengan gaya coolnya, Senja sudah tidak bisa menahan air matanya dibiarkan mengalir membasahi pipi putihnya.
Walau jalanan terlihat gelap hanya remang-remang cahaya lampu disepanjang jalan, masih bisa terlihat oleh Satya kalau Istrinya sedang menangis. Senja berlari berhambur memeluk tubuh suaminya dan membenamkan kepalanya didada bidang lelaki yang sudah membuatnya kembali lagi mengendarai motor sport.
__ADS_1
"Bby, jangan tinggalkan Mmy lagi," ucap gadis kecil yang sangat mencintai suaminya.
Satya hanya diam, dia hanya ingin memberikan pelajaran kepada istri kecilnya yang meminta kebebasan darinya. Rasa sayang yang tidak tega melihat wanita yang begitu dicintainya menangis, Satya membalas pelukan Istrinya berlahan mulai melepaskan pelukannya ditatapnya wajah yang sudah sembab itu dengan senyum yang tulus penuh cinta.
"Apa Mmy menikmati kebebasan yang sudah Bby berikan!" kata Satya sambil menatap intens kedua mata yang masih terlihat merah.
"Tidak, Mmy tidak menginginkan lagi huwwwa, Bby jangan pernah tinggalkan Mmy lagi," tangisan Senja langsung pecah memeluk kembali tubuh kekar suaminya.
Pak Yanto yang masih duduk dimobil tersenyum melihat kedua majikannya kini sudah berbaikan, walau dirinya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Pak, bapak pulang saja" ucap Satya sambil membuka mobil untuk mengambil jaket kulit warna hitamnya.
"Baik Den, kalau ada apa-apa jangan sungkan hubungi Bapak," kata Pak Yanto kemudian menjalankan mobilnya meninggalkan sepasang suami istri yang sedang di mabuk cinta itu.
Setelah kepergian Pak Yanto, Satya mengajak istrinya untuk naik motor sportnya yang sudah hampir tiga tahun tidak digunakannya. Satya tersenyum sebelum naik motor sport kesayangan, membuat wanita yang sedang menatapnya heran padahal ada dirinya disampingnya.
"Hufff... ternyata motor sialan ini lebih menarik dari pada aku Istrinya," guman Senja, tapi masih didengar oleh telinga Satya.
Satya hanya menanggapi ucapan Istrinya sambil tersenyum, Satya menaiki motor kesayangan melihat istrinya hanya diam saja jadi makin gemes.
"Iya....iya....ikut, Bby nyebelin!" gerutu Senja sambil cemberut, Satya hanya mengulum senyum melihat istrinya kesal.
Satya menarik nafas panjang, segera turun lagi dari motor untuk memakaikan helem pada istri kecilnya, Senja hanya diam pasrah.
Motor melaju dengan kecepatan sedang, Senja begitu nyaman menyandarkan kepalanya dipunggung Satya dengan kedua tangannya melingkar memeluk pinggang suaminya.
Ini baru permata kalinya buat keduanya naik motor berdua setelah drama kebebasan tadi, Satya menggemgam tangan Senja yang melingkar diperutnya ada rasa yang membuncah didadanya yang susah diungkapkan. Hanya satu yang diinginkannya oleh seorang Satya Nugraha, tetap bahagia dengan istri kecilnya.
Satya menghentikan motor sportnya dihalaman rumah yang tidak asing, karena Satya membawa istrinya kerumah besar Roby Sanjaya. Senja hanya bisa menarik nafas panjang saat menyadari sekarang sudah di rumah yang sudah lama tak dikunjunginya.
"Ayo, Nenek pasti sudah menunggu kita," kata Satya.
"Kenapa Bby tidak kasih tahu kalau mau kemari?" tanya Senja sambil melangkah beriringan menuju pintu.
__ADS_1
"Tadi waktu di mobil Nenek mengirimkan pesan ke Bby kalau Kakek sakit, ingat sayang bersikaplah seperti biasa!" kata Satya.
"Hemm," jawab Senja singkat.
Sampai dipintu keduanya sudah disambut oleh Rendy yang sudah diberitahu oleh mama murni. Rendy merasa heran melihat motor sport warna hitam yang parkir samping mobinya.
"Tumben lo pakai motor, jangan bilang karena ingin dipeluk sepanjang jalan," tebak Rendy sambil mempersilahkan keduanya masuk.
"To...lo tahu!" jawab Satya santai.
"Jangan kasih dia naik motor sport lo! kalau tidak ingin kejadian dua tahun lalu terulang lagi," ucap Rendy yang mengajak duduk di ruang keluarga.
"Telat lo kasih tahunya," jawab Satya.
"Maksud Lo?" tanya Rendy yang tidak mengerti.
"Senja tadi yang bawa motor kejalan pintas," ucap Satya.
"Gila..lo ya! kenapa lo kasih izin?" teriak Rendy yang terkejut.
"Dia enggak ada izin sama gue," talak Satya yang kesal karena Rendy meneriaki dirinya.
Senja yang ada dikamar Kakeknya terkejut mendengar teriakkan Rendy, segera keluar untuk melihat apa yang terjadi.
"Ada apa?" tanya Senja yang langsung duduk disamping suaminya.
"Lo naik motor lagi!" kata Rendy menatap tajam kepada ponakan itu.
"Iya, tapi karena darurat,Om." jawab Senja.
"Apapun alasannya itu tidak dibenarkan, ingat pesan Dokter dulu." ujar Rendy mengingatkan ponakannya.
"Apa kata Dokter?" tanya Satya...
__ADS_1
Bersambung ya.. jangan lupa dukung terus Pengantin Pengganti Ibuku dengan cara like 👍 dan votenya kalau suka berikan hadiahnya 🙏