PENGANTIN PENGGANTI IBUKU

PENGANTIN PENGGANTI IBUKU
Episode 67


__ADS_3

Bunda sampai kamar segera mendekati anak mantunya, ia memeluk Senja sambil mengusap rambut Senja dengan lembut.


"Ada apa, Nak?" tanya Bunda setelah melihat Senja sudah tenang.


Satya menarik nafasnya dengan berat, dipandangnya wanita yang kini tengah mengandung anaknya.


Satya menceritakan semuanya kepada Bundanya, Bunda hanya mengulum senyumnya.


"Nanti kamu ajak Senja ke kamar Tante Mela ya, kebetulan beliau Dokter kandungan," ucap Bunda sambil tersenyum.


Satya menganguk menangapi ucapan Bundanya, Satya kembalin lagi menyuap bubur kemulut Senja. Namun, Istrinya menggelengkan kepalanya.


"Sayang, dua suap saja setelah itu minum obatnya," rayu Satya.


Senja akhirnya membuka mulutnya, saat menelan buburnya Senja merasakan mual ia segera berlari kekamar mandi.


Satya yang terkejut segera menyusul isterinya, ia melihat istrinya muntah segera memijat tengkuk Senja.


"Sayang," ucap Satya ia merasa kasihan melihat Istrinya yang mengeluarkan semua makanannya.


"Bby, tolong buatkan Mmy teh ya," pinta Senja.


"Ia sayang, Bby tinggal sebentar ya," ucap Satya kemudian ia segera keluar kamar.


Saat Satya menuruni tangga, Satya melihat Bunda dan Tante Mela sedang mengobrol di meja makan.


"Bun, Senja muntah lagi," kata Satya.


"Enggak apa-apa itu normal sayang," jawab Bunda.


Satya segera pergi kedapur, ia membuat teh hangat untuk Istrinya, bik Ida yang melihat itu terkejut.


"Aden, bikin apa?" tanya bik Ida.


"Bikin teh Bik," ucap Satya.


"Kenapa enggak panggil Bibik Saja Den!" kata Bik Ida merasa tidak enak.


"Enggak apa-apa Bik, santai aja ini buat anak Satya," ucapnya sambil tersenyum.


Bik Ida terkejut, kemudian tersenyum kalau Nonanya sedang mengandung. Bik Sum yang baru datanh melihat temannya senyum-senyum sendiri langsung memukulnya.


"Aduh...Sum sakit," kata Bik Ida sambil mengusap lengannya.


"Lagian masih pagi sudah senyum-senyum sendiri," jawab Bik Sum.


"Sum, kata Den Satya tadi sedang buat teh untuk anaknya," kata Bik Ida.

__ADS_1


"Maksudnya apa sih... Ida," gerutu Bik Sum.


"Kamu ini,..Nona Senja sedang hamil," jawab Bik Ida.


"Hah.... serius, Alhamdulillah akhirnya doa hamba dijabah Ya Allah." kata Bik Sum sambil bersujud sukur dilantai dapur.


Melihat itu Bik ida tersenyum, ia kemudian melanjutkan perkeraannya.


Dikamar.


Satya tersenyum saat melihat istrinya sedang menyisir rambut, dia terlihat lebih segar.


"Sayang ini tehnya," kata Satya.


"Terimakasih Bby, ayo kita turun Mmy bosen diatas terus," jawab Senja.


"Ia sayang," kata Satya dengan sabar ia mengikuti Istrinya.


Sampai dibawah Senja tersenyum dengan Bunda dan Tante Mela.


"Bagaimana Nak, apa masih mual," tanya Tante Mela.


"Enggak Tante," jawab Senja.


Mela tersenyum melihat Senja yang masih terlihat pucat, Bunda yang melihat Satya hanya bisa menghela nafas.


"Tante, kata Bunda tadi Tante Dokter kandungan," kata Satya.


"ini Tante, kenapa istri Satya selalu muntah , setiap pagi.


“Trimester pertama dimulai pada hari pertama haid terakhir dan berlangsung hingga akhir minggu 12. Pada trimester ini, kebanyakan ibu hamil mengalami morning sickness alias mual berulang," jawab Tante Mela.


"Biasa berapa Senja akan mual, Tante?" tanya Satya.


Melati tersenyum saat Satya menayakan itu, rasa ingin tahu Satya begitu besar. Lalu ia mulai menjelaskan kehamilan adalah hal yang menggembirakan bagi pasangan suami istri.


Bagi wanita, kehamilan adalah momen penting. Asap suka cita akan datangnya si buah hati, kehamilan juga berubah menjadi perubahan pada tubuh Ibu.


Fase kehamilan terbagi dalam tiga trimester. Trimester pertama (0-3 bulan), trimester kedua (4-6) dan trimester ketiga (7-9 bulan).


"Untuk Senja ini trisemester pertama fase krusial, tubuhnya mengalami perubahan. Seperti pagi tadi mulai mengalami mual, muntah, dll. Hal ini karena tanda-tanda keberadaan janin mulai muncul. Pada tahap ini, akan muncul kantung yang berisikan ketuban udara, terbentuk di sekitar embrio. Fungsi udara ketuban adalah sebagai pelindung janin selama kehamilan. Kemudian, Ibu juga akan mulai mengalami pesanan plasenta, yang berbentuk bulat, rata, dan berfungsi sebagai penyalur nutrisi dari Ibu ke bayi serta kotoran bayi," ujar Tante Mela.


"Tante maaf, Senja masih kuliah apa nanti berefek kepada anak yang ada dalam perut saat Senja kecapekan?" tanya Senja.


Tante Mela tersenyum, ia pegang tangan Gadis kecil seusia ananya Suci.


"Kamu masih bisa tetap kuliah sayang, karena mualnya biasanya saat pagi saja. Setelah selesa kuliah beristirahatlah, karena trimester pertama kehamilan, karena perubahan hormon yang begitu cepat akan menyebabkan dan butuh banyak istirahat. Tidurlah lebih awal seminggu, rilekskan diri dengan hal-hal yang menyenangkan, matikan telepon genggam dan hindari stres. Perbanyak tidur karena begitu bayi lahir Ibu akan sangat berkurang,"ucap Tante Mela.

__ADS_1


"Terimakasih Tante, boleh peluk," kata Senja.


"Boleh sayang," jawab Tante Mela kemudian keduanya saling berpelukan.


Bunda tidak mau kalah, ia juga memeluk anaknya Satya.


Senja dan Mele yang melihat Satya berpelukan dengan Bundanya, hanya tersenyum.


...💞💞💞...


Di Jakarta.


Di kediaman Yoga, selepas dari rumah sakit untuk mengambil hasil tesnya kesuburan Mentari.


Yoga selalu tersenyum, dirinya begitu lega karena 80 % Mentari masih basa hamil lagi. Ia berjanji tidak akan membuat Istrinya capek.


Tak lama handphonenya bergetar ada pesan dari Bik Sum, mengatakan kalau Senja tengah hamil.


Yoga melotot membacanya, karena yang ia tahu anaknya belum siap mempunyai anak. Mentari yang melihat suaminya gelisah segera menghampirinya.


"Mas, ada apa kenapa gelisah?" tanya Mentari sambil membawa gelas berisi jus jeruk.


"Sayang, kata Bik Sum Senja sudah hamil," jawab Yoga.


Mentari begitu terkejut, kemudian senyum mengembang di bibirnya.


"Alhamdulillah, sebentar lagi kita jadi Kakek dan Nenek," ucap Mentari yang terlihat begitu bahagia.


Yoga yang tidak ingin membebani pikiran Istrinya, ikut tersenyum bahagia. Namun, dalam hatinya tidak.


"Ini Mas minum duku Jusnya, tadi hauskan," kata Mentari.


"Ia terima kasih sayang," kata Yoga.


Mentari sebenarnya tahu ada sesuatu yang disembunyikan oleh suaminya, tapi ia lebih baik menunggu suaminya untuk cerita sendiri.


Keduanya asik dalam obrolan, Yoga kadang dibuat tertawa oleh Mentari saat ia menceritakan masa kecilnya Senja waktu itu.


Akhirnya Yoga tidak terlihat lagi murung, Mentari tersenyum ia tahu suaminya itu selalu memendam masalahnya sendiri.


Yoga yang merasa diperhatikan menoleh kesamping, seketika Mentari menjadi salah tingkah karena ketahuan sedang memperhatikan suaminya.


"Apa aku terlalu tampan!" goda Yoga


Wajah mentari seketika memerah, membuat Yoga semakin gemes. Kemudian Yoga memeluk istrinya, rasa sayangnya kepada wanita cinta pertamanya begitu besar.


Yoga sangup bertahan bertahun-tahun, untuk mempertahankan cintanya. Mentari juga rela kabur dari rumah untuk mencari cinta sejatinya.

__ADS_1


Terkadang mempertahankan itu lebih sulit, tapi ia tidak bisa membohongi kalau masih ada rasa cinta untuk suaminya.


Bersambung ya jangan lupa dukung terus Pengantin Pengganti Ibuku dengan cara like 👍 dan votenya kalau suka berikan hadiahnya 🙏


__ADS_2