PENGANTIN PENGGANTI IBUKU

PENGANTIN PENGGANTI IBUKU
Episode 58


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan jam 1.30, mereka akhirnya keluar restoran. Rangga dan Yoga menurunkan barang-barang segera di pindahkan kemobil yg dibawa oleh Arga.


"Lo yakin kagak ikut," kata Rendy ke Arga.


"Sorry bro, pas lo nikah saja ya gue datang," ucap Arga kemudian ia naik mobil yang dikemudikan oleh Adrian.


Setelah kepergian Arga yang lainnya segera naik mobil, kini Ranga yang membawa mobil karena ia lebih suka mengemudi dari pada duduk diam.


Mobil yang dikemudikan oleh Ranga melaju dengan kecepatan sedang, Satya sebenarnya tidak ingin pergi hanya satu mobil. Namun, karena mereka ingin bersama akhirnya Satya memutuskan untuk membawa mobil Arga yang Muat enam orang.


Selama diperjalanan terkadang mereka terlibat pertengkaran kecil, akhirnya mengundang tawa.


Senja selama perjalanan hanya diam, melihat istrinya menatap keluar jendela membuat Satya menjadi penasaran.


"Sayang," panggil Satya.


Senja menoleh sambil tersenyum, kemudian dia bergeser mendekati suaminya. Satya segera menyandarkan kepala Istrinya didadanya, Senja dengan nyaman memejamkan matanya.


Sedangkan dibelakang, Yoga dan istrinya sibuk dengan membaca promil yang sedang mereka jalani.


Ranga dan Rendy sibuk bercerita tentang bisnis dan teman masa kuliahnya dulu, Rendy mengungkit saat dirinya harus mengakhiri hubungannya dengan Mery waktu itu.


"Gue kira lo yang bawa kabur Mery," kata Ranga.


"Gue enggak sebodoh itu," jawab Rendy.


"Ia enggak bodoh, tapi lo dapat teman Satya yang sempat heboh akan hubungan meraka berdua." ujar Ranga.


Rendy terdiam, dulu banyak yang mengatakan Popy dan Satya ada hubungan sepecial. Namun, itu hanya hisapan jempol semata.


"Itu hanya gosip, buktinya mereka tidak pernah menjalin hubungan," ucap Rendy.


"Rend bagaimana dengan kasus Om Ronald?" tanya Satya.


"Ini yang akan kita cari tahu, karena selain kita melamar Popy ada misi kusus," kata Rendy.


"Maksudnya?" tanya Yoga dari belakang yang mulai tertarik dengan cerita Rendy.


"Kemarin guekan jumpa sama Ayah Nugraha," ujar Rendy.


Satya yang mendengar nama Ayahnya disebut, seketika membuka matanya.


"Ada apa sama Ayah gue?" tanya Satya.


Rendy dan Ranga terkekeh mendengar ucapan Satay, karena setahunya tadi Satya tidur.

__ADS_1


"Ayah ngasih tau gue untuk kebandung, menjumpai seseorang yang tau apa motif Om Ronald ingin mengambil alih perusahaan Papa," ujar Rendy.


"Jadi kita bukan hanya melamar Popy!" sagah Satya.


"Bener banget," jawab Ranga.


"Lo tahu!" selidik Satya.


"Apa yang enggak gue tahu," kata Ranga membangakan dirinya.


Yang lain hanya menggelengkan kepalanya, saat mendengar ucapan Ranga.


Setelah menempuh perjalanan selama empat jam, mereka sampai ke tujuan sekitar jam 17.30 sore.


Karena acara malam bada Magrib, Satya mengajak yang lain untuk istirahat di hotelnya.


Sampai didepan hotel, mereka turun menuju lobby. Di lobby sudah ada orang kepercayaan Satya ya itu Romi teman kuliahnya dulu.


"Apa kabar, bro?" sapa Romi menyalami mereka satu persatu.


"Alhamdulillah baik," balas Satya


Mereka segera mengikuti Romi untuk menuju kamar yang sudah disiapkan, sedangkan Satya langsung menuju ruang kerjanya bersama Romi dan Istrinya.


Senja yang merasa badannya sakit semua, segera menuju kekamar yang ditunjukkan Satya tadi.


Matanya melebar saat membuka pintu, sebuah kamar yang tak kalah luas dari kamarnya yang ada dirumah Suaminya.


Senja bukannya tidur dia berjalan kearah balkon kamar, dari balkon yang langsung menghadap ke kolam renang yang luas membuatnya sangat terpesona akan keindahan alam.


Satya membuka pintu, keningnya berkerut saat melihat ranjang kosong. Ia melihat pintu balkon terbuka segera melangkahkan kakinya menuju dimana Istrinya berada.


"Sayang, kenapa tidak istirahat," Kata Satya sambil memeluk istrinya dari belakang.


"Bby lihatlah pemandangannya begitu indah," kata Senja sambil tersenyum.


"Apa kamu suka sayang," ucap Satya.


Senja tidak menjawab hanya senyum terukir di bibirnya, Satya melihat itu tak menunggu lama menempelkan benda kenyal yang begitu menggodanya.


Saat yang lain istirahat, Satya dan Senja seperti biasa melakukan olahraga sore. Saat keduanya lelah langsung terlelap dengan keadaan masih polos hanya tertutup selimut tebal.


💞💞💞💞


Sementara dikamar yang ditempati oleh Yoga dan Mentari keduanya tengah asik bercerita. Mentari menyandarkan kepalanya di dada suaminya.

__ADS_1


Yoga merasa dirinya begitu bahagia untuk mendapatkan restu dari mertuanya tidak mudah harus berbelasan tahun dirinya menjauh dari Istri dan anaknya.


Namun, kini ia merasakan pengorbanannya tidak sia-sia. Papa Roby sudah bisa menerimanya dengan ikhlas dan restu juga sudah dikantonginya.


"Mas kenapa?" tanya Mentari.


"Mas bahagia sayang," jawab Yoga sambil mengecup kening istrinya.


"Aku juga bahagia Mas, insyaallah keluarga kita semakin rukun," kata Mentari.


Yoga tersenyum dengan tangan yang selalu tidak bisa diam, Mentrari hanya mendengus kesal.


Yoga terkekeh melihat wajah istrinya yang kesal kepadanya.


"Sayang, angap sekarang kita bulan madu ya," kata Yoga sambil mengedipkan matanya.


"Udah tua Mas, enggak malu sama anak," jawab Mentari sambil tersenyum.


"Mantu kita juga tidak beda dengan kita, cuma lebih muda dia 10 tahun," jawab Yoga.


"Ia ya, tapi dia tetap cocok dengan Senja," ucap Mentari.


Yoga menghela nafas panjang, mengingat seharusnya anaknya sekarang masih bisa bebas seperti anak-anak seusianya. Andai dulu ia tahu Senja akan menikah dengan sahabatnya mungkin akan dicegahnya.


Namun, Yoga sadar ini takdir yang dikehendaki oleh Allah SWT. Sebagai hambanya ia hanya bisa berencana, tapi Allah SWT jua yang menentukan mana yang lebih baik untuk hamba-Nya.


Yoga melih istrinya sudah tertidur hanya bisa menarik nafas panjang, gagal sudah rencananya untuk membuat adik untuk Senja.


Ia segera membenarkan posisi tidur istrinya, kemudian Yoga membuka pintu balkon yang langsung menghadap kearah kolam renang yang begitu luas serta pemandangan alam yang asri


walaupun cuaca panas, tapi angin begitu terasa sejuk. Suara hembusan angin yang begitu syahdu membuat Yoga tersenyum.


Dulu memimpikan untuk bulan madu Bali, tapi karena setelah menikah Mentari langsung hamil. Keduanya membatalkan rencana bulan madunya, Tapi kini walau tidak dibali Yoga akan memperpanjang waktunya untuk tinggal dibandung.


Masalah kerjaan masih bisa dia percayakan kepada Adrian, Senyum mengembang saat alaram handponenya bergetar tanda ada hari penting yang harus dirayakan.


Yoga tersenyum besok adalah hari anniversary pernikahannya yang ke 19 tahun itu berarti sebentar lagi senja umur 19 th.


Yoga kembali lagi kekamarnya, ia berbaring disamping Istrinya.


"Sayang tanpamu, mungkin kini aku rapuh dalam menjalani indahnya mengenal agama Allah. Betapa aku bersyukur karena Allah mencintaiku dan mencintaimu sehingga kita dipertemukan dalam naungan cinta-Nya." ucap Yoga karena dengan Mentari dirinya belajar mengaji lagi, setelah sekian lama dia jarang lagi membaca Alquran.


Yoga merasakan hidupnya semakin indah, bahagia, dan penuh berkah karena Mentari selalu menjadi bagian dari hidupnya. Ditambah dengan adanya Senja telah menyinari hidupnya ia bersinar seperti pelangi yang selalu memberikan warna yang Indah.


Bersambung ya jangan lupa tinggalkan jejak

__ADS_1


__ADS_2