PENGANTIN PENGGANTI IBUKU

PENGANTIN PENGGANTI IBUKU
Episode 108


__ADS_3

Setelah sampai di kantornya, Satya segera mengajak istrinya untuk menuju ruangannya. Banyak mata yang menatap Senja iri pasalnya baru sekali ini melihat Bos dinginnya membawa wanita ke kantornya .


Senja dengan cuek berjalan beriringan dengan suaminya, saat sampai lantai atas ia bertemu dengan Ranga sambil membawa berkas yang harus di tanda tangani.


“Tumben ikut?” tanya Ranga.


Senja hanya mencibirkan bibinya ke arah Satya, Ranga yang tahu maksud dari istri bosnya itu hanya mengangguk. Kini ketiga ya masuk ke ruangan Satya, Ranga langsung meletakan berkas yang di pegangnya tadi di atas meja.


“Apa jadwalku hari ini?” tanyanya sambil menghidupkan laptopnya.


“Ada acara jamuan makan saat siang nanti,” jawabnya.


“Dengan siapa?” tanyanya sambil mendatangani berkas yang kini di pegangnya.


“Pak Kusuma,” jawabnya.


Satya langsung menatap Ranga tajam, bukannya tadi orang itu dari rumahnya. Apa lagi yamg di diinginkannya?


“Apa tidak bisa dibatalkan?” tanya Satya penuh selidik.


“Ini sekalian membahas kerja sama nantinya,” kata Ranga yang langsung duduk di dekat Senja.


Satya hanya menarik nafas saat melihat Ranga yang kini duduk bersandar sambil memejamkan matanya, ia tahu kalau sahabatnya itu sedang ada masalah. Namun, ia tidak ingin ikut campur.


“Senja, Deo itu sepupu Sari ‘kan?” tanya Ranga


Senja hanya mengangguk menanggapinya, ia tahu kalau Ranga begitu cemburu dengan Deo. Pasalnya Diana sudah menceritakan kalau tiba-tiba Deo datang ke butik untuk menjemputnya saat kuliah pagi kemarin.


“Sebaiknya Om Ranga percaya apa kata Diana,” ucapnya sambil melihat Ranga.


“Bukan gue enggak percaya, tapi hati gue sakit melihat calon bini gue naik motor berdua sama cowok lain,” katanya sambil memegang dadanya.


Satya dan Senja saling tatap, keduanya tersenyum melihat Ranga yang seperti di filem yang baisa ia tonton.


“Makanya lo jemput!,” kata Satya kesal.


“Gue kesiangan bangunnya,” jawab Ranga.


“Makanya bangun pagi biar calon bini lo enggak di patok orang,” ujar Satya.


“Sembarangan lo…bos, masak bini gue lo samakan dengan ayam!” gerutunya sambil menatap ke arah Satya kesal.

__ADS_1


“Bby…,”ucap Senja melotot karena suaminya  tega menyamakan sahabatnya seperti ayam.


“Itu hanya perumpamaan saja,” kata Satya sambil tersenyum melihat keduanya menatapnya tajam.


Ranga yang merasa masih sakit hati karena Diana dan Deo sekarang untuk kerjapun tak konsentrasi lagi, hal itu membuat Satya menggelengkan kepalanya.


“Udah sana lo kerjain, tahu kerjaan banyak!” kata Satya sambil kembali memeriksa dokumen di mejanya.


“Iya….Iya…bawel!”katanya sambil keluar ruangan Satya.


Senja merasa kasihan melihat Ranga yang masih belum baikan dengan Diana, wanita itu yang melihat suaminya sibuk kini merasa bosan. Ia segera mengambil handponenya untuk memainkan gamenya.


Satya tersenyum melihat istrinya yang suka main game online, tapi setidaknya ia bisa melihatnya setiap hari kalau istrinya tidak ada jadwal kuliah. Pria yang sedang duduk di kursi kebesarannya itu merasa tak konsentrasi untuk mengerjakan berkasnya yang ada di atas meja.


Senja yang sedang serius dengan gamenya tak menyadari kalau suaminya dari tadi memperhatikannya, wanita yang  kini hamil muda itu berbaring di sofa sambil mengangkat kakinya ke atas meja.


Satya segera berjalan ke arah pintu untuk menguncinya, ia takut kalau Ranga tiba-tiba masuk ke ruangannya melihat posisi Senja yang sedang santai di sofa.


“Bby kenapa di kunci, nanti di kira kita sendang gitu-gitu lagi?” tanyanya sambil kembali lagi duduk.


Satya yang sedang mengetik di lektopnya , mengalihkan pandangannya sambil tersenyum. Namun, kini ia segera berdiri menghampiri istrinya.


“Bby ini kantor jangan macam-macam ya,” ucapnya sambil mendorong wajah Satya yang ingin menciumnya.


Satya cemberut karena wajahnya di tahan saat ingin mengecup bibir ranum milik istrinya, tapi ia tahu ini memang bukan tempatnya. Dia juga menyadari kalau tidak boleh sering-sering melakukannya.


“Yang, cium saja masak enggak boleh!” kata Satya yang kini menatap wajah istrinya.


“Mmy tahu yang pertama cium-cium, tapi nanti ,merambat kemana-mana,” ujarnya sambil melingkarkan tangannya di leher suaminya. Satya yang ,mengerti kode dari istrinya. Pria itu segera memeluk istrinya dan menyandarkan kapalnya di dada Senja.


Saat tangan Satya yang sudah mulai masuk ke balik baju istrinya, terdengar  ketukan pintu dari luar. Keduanya saling tatap dan Satya hanya mendengus kesal. Saat ingin bermain di tempat favioritnya ada saja yang mengganggunya.


Senja segera merapikan bajunya kembali, kemudian ia memainkan gamenya yang sempat di pause tadi. Setelah melihat istrinya sudah duduk dengan santai sambil bersandar Satya segera membuka pintu. Matanya melotot melihat ada kedua orang tuanya dan yang lainnya sudah berdiri di depannya.


“Ada apa ini?” tanya Satya merasa curiga karena mertuanya juga ada bersama bundanya.


“Kalian lagi ngapain kenapa di kunci?” tanya Rendy.


“Menurut lo!” kata Satya sinis.


“Ponakan durhaka lo…” Ucap Rendy mencibirkan bibirnya ke Satya.

__ADS_1


Senja tersenyum saat melihat bunda dan ibunya datang ke kantor suaminya, kini ia memeluk Mentari dan Bunda bergantian. Yoga merasa beruntung anaknya memiliki mertua yang sangat menyayanginya, ia dapat merasakan bagaimana bunda begitu menyayangi Senja.


“Ada apa?” tanya Satya yang kini duduk di samping mertuanya.


“Lo tegang banget…kenapa? ada yang belum lepas kah!” godanya kepada menantunya.


Satya mendengus kesal saat Yoga membisikkan sesuatu yang membuat moodnya jadi buruk, Rendy tersenyum melihat wajah Satya, tapi berbeda dengan Senja yang terlihat santai mengobrol dengan bunda dan ibunya.


Ayah Ngurah sedang duduk di kursi kebesaran Satya terlihat fokus melihat laporan yang sedang Satya bikin, tapi belum selesai. Pria paruh baya itu tersenyum melihat bagaimana performa perusahan kerja anaknya.


Semenjak Satya pegang semua terlihat perusahaannya semakin maju, dan keuntungan semakin naik. Satya yang melihat Ayahnya senyum-senyum di mejanya merasa heran, tapi tak berapa lama ayah Nugraha ikut bergabung dengan yang lainnya.


“Kita rencana makan siang bersama, besok pagi Yoga dan Mentari sudah kembali ke Jakarta,” kata Ayah Nugraha.


“Kenapa mendadak?” tanya Satya.


“Kenapa lo enggak bisa?” tanya Rendy .


“Gue ada janji sama grup Kusuma,” jawabnya  Satya sambil menarik nafas dalam.


“Bukannya tadi mereka sudah ke rumah,” sahut Senja sambil melihat ke suaminya yang hanya menaikkan bahunya.


Ayah Nugraha terkejut, sejak kapan Kusuma selalu menggabungkan urusan perusahan dengan pribadi, Satya yang melihat Ayahnya menatapnya mengerti pasti ada yang ingin di tanyakan  kepadanya.


“Apa ada masalah serius?” tanya Ayah Nugraha.


“Satya juga tidak tahu Yah,” jawabnya sambil menatap yang lainnya bergantian.


Ayah Nugraha mengangguk, karena selama dia membuka perusahan dan bekerja sama degan grup Kusuma tidak pernah membicarakan pekerjaan sampai ke rumah.


“Satya rasa ada sesuatu yang akan di sampaikan,’ kata Satya,


“Bukannya sudah selesai tadi pagi,” jawab Senja.


Bunda yang dari tadi hanya diam sekarang menatap anak dan suaminya, kini bunda beralih menatap ke arah Senja,


“Masalah apa tadi pagi, Nak?” tanya bunda.


“Pak Kusuma mau jodohkan Senja dengan anaknya,” jawab wanita yang sedang hamil muda itu dengan santai.


Yang lain begitu terkejut, Satya memijit kepalanya ia lupa kalau istrinya begitu polos membuat . Ayah Nugraha terlihat kesal, ia menggebrak meja  membuat yang lain terkejut.

__ADS_1


__ADS_2