
Sudah ketiga kalinya panggilan untuk penumpang dengan tujuan Surabaya agar segera naik ke pesawat, Satya menatap Senja dengan tatapan sulit di artikan.
Ranga yang melihat itu, segera menepuk pundak Satya, Satya yang mengerti langsung pamit kepada Yoga dan Tari, Satya memeluk Senja dengan erat, di kecupnya kening Senja.
"Bby pergi ya, jaga diri baik-baik jangan nakal," ucap Satya mengacak rambut Senja
"Bby juga jaga diri," sahut Senja dengan wajah sedihnya.
Satya langsung pergi meninggalkan mertuanya dan istri. Tiba-tiba terdengar teriakan Senja membuat Arga, Ranga dan Satya menoleh kebelakang.
"Bby..., I LOVE YOU," teriak Senja sambil lompat-lompat dengan kedua tangannya membetuk hati.
Satya tersenyum, melihat tingkah istrinya begitu juga dengan si kembar. setelah akan berbelok Satya melihat kebelakang saat itu juga Senja melambaikan tangannya, Satya membalas dengan gerakan tangan berbentuk hati sambil tersenyum menatap wajah Senja yang terlihat malu.
Ranga dan Arga melebarkan matanya tak percaya melihat CEO dingin dari kutup bisa melakukan hal itu, Ranga setelah sampai pesawat duduk sambil bernyanyi.
"Baby i love you, love you love you so much
Since i found out love is you," kata Ranga sambil tangannya membetuk hati ke arah Satya.
Arga yang melihat tingkah adiknya tertawa sampai keluar air matanya, Satya yang menjadi bahan ejekan hanya tersenyum simpul, dirinya heran kenapa bisa melakukan seperti itu.
Sementara di mobil semenjak kepergian Satya, Senja merasa ada yang kurang dalam dirinya, Mentari yang mengerti perasaan anaknya hanya tersenyum.
Mobil sampai di mall terbesar di Jakarta, Yoga akan mengajak anak dan istrinya nonton, hal ini yang sangat di inginkan Yoga sejak dulu, di saat melihat keluarga membawa buah hati mereka berlibur atau hanya jalan-jalan.
"Cie....yang jauh dari Bbynya," goda Tari.
Yoga tersenyum melihat tingkah istrinya, yang suka sekali membuat anaknya jadi bad mood.
"Ayah..., Ibu menggoda terus," adu Senja sambil memeluk Yoga.
"Yoga membalas pelukan anaknya," sambil tersenyum menatap wajah istrinya.
"Nona-nona mau di antar kemana dulu," Ucap Yoga menirukan gaya pemandu jalan.
"Kita Nonton saja bagaimana?" usul Senja dengan girang, karena sudah lama tidak pergi nonton dengan Ibunya.
"Baiklah Nona," jawab Yoga langsung menarik kedua tangan anak dan istrinya.
Terlihat dengan jelas kebahagiaan mereka, tanpa mereka sadari ada sepasang mata memperhatikan sedari tadi.
Orang suruhan Kakek Roby yang selalu mengikuti Yoga dan keluarganya, sebenarnya Yoga tahu kalau saat keluar dari rumah di ikuti mobil, tapi sebelumnya Yoga sudah menyelidiki bahwa orang itu suruhan mertuanya.
Kakek Roby selama ini tahu bagaimana Yoga berkerja keras untuk menjadi layak di matanya, untuk bisa bersanding dengan Mentari.
Karena ke benciannya dengan orang tua Yoga, Kakek Roby menghalalkan segala cara untuk membalaskan dendam atas kesalahan Ibu Yoga yang dengan tega menggugurkan anaknya.
"Mia adalah nama dari Ibu kandung Yoga, sebelumnya Mia merupakan sekertarisnya Roby, karena sebuah kesalahan keduanya melakukan hubungan yang tak seharusnya di lakukan, saat itu Mia masih sendiri, sedang Roby sudah menikah tapi belum juga dikaruniai anak, saat Robby tau Mia hamil sangat senang dan akan segera menikahinya, tapi Mia menolak karena tidak ingin merusak rumah tangga sahabatnya, ya itu Mama Murni, hingga sampai kejadian Ibu Yoga terjatuh di tangga saat ada orang suruhan Roby mengikuti Mia tidak sengaja menabrak mengakibatkan Mia terjatuh dan akhirnya keguguran. Sejak saat itu Kakek Roby begitu membenci Mia dan keluarganya, karena laporan dari orang suruhannya kalau Mia sengaja menggugurkan kandungannya.
Senja diam-diam memperhatikan lelaki yang duduk di samping mejanya, Senja tau lelaki itu sudah mengikutinya saat di bioskop.
__ADS_1
Senja mengirimkan pesan kepada Suaminya minta tolong cari tau siapa dia. Mentari yang melihat anaknya sibuk memainkan ponselnya.
"Sayang simpan ponselmu!" ucap Mentari tegas.
Senja hanya menampilkan senyuman manisnya ke arah Ibunya, Yoga yang melihat itu hanya bisa tersenyum.
"Sayang, bagaimana dengan kuliahmu?" tanya Yoga.
"Ayah tenang saja, semuanya sudah beres, Minggu depan sudah mulai masuk ospek," jawab Senja.
"Bilang sama suamimu, enggak usah ikut ospek," ucap Yoga.
"No...no..no...,Senja tidak mau di istimewakan," kata Senja sambil sibuk makan salad buahnya.
"Ayah cuma kasih solusi," kata Yoga.
Senja hanya diam, Senja sudah biasa tidak di istimewakan, karena ini juga yang membuatnya kuat menjalani hidup tanpa seorang Ayah.
Menteri yang melihat anaknya murung merasa khawatir, segera memberikan kode ke suaminya.
"Kenapa?" tanya Yoga melihat anaknya murung.
"Kangen sama Bby," jawab Senja.
Yoga langsung menautkan alisnya, mendengar ucapan Senja.
"Ini saja Satya baru sampai, apa dia belum menghubungimu," kata Yoga.
"Ya sudah kita mau kemana lagi?" tanya Mentari untuk menghibur anaknya.
"Senja mau pulang saja," jawab Senja dengan lesu.
"Dasar bucin, baru di tinggalkan sebentar sudah lesu, payah!" ejek Yoga sambil mencibirkan bibirnya.
"Ayah kelamaan pisah sama Ibu, sampi lupa pada hal lebih bucin," jawab Senja tidak mau kalah.
"Sudah malu di lihatin orang ," ucap Mentari.
Ketiganya pergi meninggalkan restoran, sampai di mobil Senja melihat seorang Nenek sedang meminta-minta segera menghampirinya.
"Nenek, ini sudah malam pulanglah," ucap Senja berjongkok di depan Nenek yang terlihat lelah.
"Nenek tidak berani pulang Cu, Sebelum dapat uang," jawab Nenek itu.
"Nek tunggu," ucap Senja.
"Ada apa Cu, kata Nenek sambil menoleh ke arah Senja.
"Ini buat Nenek, sekarang Nenek pulang, rumah Nenek dimana?" tanya Senja.
Tak lama datang laki-laki bertato menatap Senja dengan tajam, Senja ingat pria ini yang dari tadi mengikuti keluarganya.
__ADS_1
"Ibu tetap duduk disana sampai dapat uang," ucap pria bertato memangil Nenek dengan sebutan Ibu.
Senja mendengarnya terkejut, kenapa ada anak kandung tega menyuruh Ibunya untuk mengemis.
"Jadi Nenek ini Orang tua Om?" tanya Senja.
"Kalau ia kenapa, enggak usah ikut campur!" bentak pria itu.
Yoga yang melihat anaknya di bentak segera menghampiri Senja, dengan tatapan dingin ke arah pria bertato.
"Jangan pernah kasar dengan perempuan!" kata Yoga penuh intimidasi.
"Ini bukan urusan Lo," jawabnya.
"Percuma ngomongin dengan orang tidak punya hati, tega menyuruh Ibu kandungnya mengemis," ucap Senja.
"Apa?" tanya Yoga yang terkejut sambil melihat wanita paruh baya yang berpakaian kumal.
"Astagfirullah, Anda ini manusia atau bukan!" teriak Yoga kesal.
"Terserah,"Jawabnya.
Setelah mengucapkan itu pria itu pergi, meninggalkan Ibunya.
"Ayo Ibu, ikut kami pulang jangan pikirin anak Ibu itu," ucap Yoga lembut.
"Tapi Nak, Ibu tidak mau merepotkan," jawab Nenek.
"Ibu tidak akan merepotkan kami, saya akan sangat senang kalau Ibu mau," sahut Mentari sambil tersenyum.
Setelah mereka masuk mobil, selama tiga puluh menit mobil sampai di rumah klasik bercat putih, seperti rumah impian Mentari.
Mentari mengantar Ibu yang di ketahui bernama Wati, ke kamarnya, sedangkan Senja langsung menuju kamarnya, saat membuka pintu Senja menatap sekeliling, tiba-tiba merasa kangen dengan suaminya.
Belum sampai Senja menghubungi Satya , ponselnya sudah berdering, ada Video call dari Satya.
"Sayang," ucap Senja begitu senang saat muncul wajah tampan suaminya.
"Sudah pulang," ucap Satya
"Baru sampai, Bby kangen pengen peluk," kata Senja dengan manja.
Satya hanya tersenyum, andai dekat pasti sudah dipeluk istri kecilnya.
"Bby juga kangen sayang, kita tahan sampai seminggu ya," ucap Satya lembut.
"Lama," kata Senja cemberut.
"Mmy, Bby harus meeting lagi, nanti Bby hubungi lagi ya," kata Satya langsung pamit mengakhiri panggilannya, saat Ranga masuk keruangan.
Bersambung ya...
__ADS_1
mohon dukungannya dengan cara 👍 dan Votenya, kalau Suka berikan hadiahnya 💃💃💃💃