PENGANTIN PENGGANTI IBUKU

PENGANTIN PENGGANTI IBUKU
Yona Murka


__ADS_3

Setelah pertemuan  itu karena sekarang yang diincar Yona bukan hanya Ilham saja melainkan juga Senja, Satya melarang sang istri untuk keluar dari rumah kalau tidak bersamanya.


Senja hanya patuh karena tidak ingin suaminya marah lagi jika tidak menurut.


Malam ini Satya masih mendiamkan Senja karena ingin memberikan pelajaran kepada istrinya untuk tidak menurut.


*****


Di sebuah kamar apartemen mewah seorang wanita tengah mengamuk membuang semua barang yang ada di atas meja riasnya.


Yona begitu  kecewa karena lagi-lagi harus gagal menangkap Ilham. Ia yakin jika pria itu sudah membeberkan  semua tentang dirinya.


"Brengsek! Kamu Ilham, saat kutangkap tidak akan aku kasih kesempatan untuk hidup lagi!" seru Yona begitu emosi.


Yona kini memijit pelipisnya, kepalanya begitu sakit karena ada rasa takut jika tidak bisa menyatukan Senja dan Yogi sesuai janjinya.


Gadis itu keluar dari kamarnya langsung menarik tas dan kunci motornya malam ini diantara Senja atau Ilham harus ada yang mati.


Kalau anak buahnya tidak bisa membunuh  Ilham dan Senja kini ia yang akan turun tangan. 


Yona sampai di lobby langsung menuju ke motor besarnya setelah memakai helm gadis itu mengendarai motor dengan kecepatan penuh. Kini Yona menuju ke kediaman Senja karena sesuai laporan anak  buahnya jika Senja tinggal di rumah pengusaha sukses Nugraha.


Setelah selama empat puluh  menit Yona sampai di kediaman pengusaha kaya yang bernama Nugraha, gadis itu tersenyum sinis saat menatap rumah yang megah yang lampunya masih menyala itu.


"Yogi sesuai janjiku, aku akan membuat hidup Senja tidak tenang, hingga ia akan menyerah dan memilih untuk mati," kata Yona sinis.


Matanya menatap kamar atas, gadis itu langsung mengarahkan pistolnya antar dua kamar itu. Ia akan membuat ancaman yang tidak main-main.


Yona kedua tanganya memegang sengaja api, kini ia mengarahkan kedua di kamar itu," Rasakan ini." Suara tembakan mengudara, Yona langsing tancap gas meninggalkan kediaman Nugraha.


"Astagfirullah suara apa itu!" membuat yang lain terkejut.


"Bunda dan Ayah tunggu saja di bawah," kata Satya karena ia mendengar tembakan.


Arga dan Satya langsung naik ke lantai dua, Satya menatap pintu kaca pembatas balkon retak, ia juga melihat balkon kamar Arga. 

__ADS_1


Keduanya segera turun langsung masuk ruangan kecil, Satya memutar CCTV yang mengarah ke arah kamarnya. Pria itu juga memeriksa setiap CCTV yang mengarah ke arah masuk komplek yang berjarak seratus meter dari kediamannya.


Kedua pria itu memperhatikan dengan seksama  setiap apa yang di rekam, saat jam menunjukan pukul sembilan malam terlihat motor hitam melintasi jalan untuk menuju rumah Satya, pengendara.


"Siapa itu?" tanya Arga.


"Gue juga tidak tahu!" jawab Satya .


Kini keduanya begitu teliti saat pengendara terekam dari kamera depan rumah Satya, Pengendara itu membuka helmnya dan turun dari motor besarnya.


"Siapa wanita itu, gue belum pernah lihat?" tanya Arga.


Satya mengambil ponselnya dan menghubungi Ilham yang kini tinggal di samping rumahnya, sayangnya sahabat istrinya itu tidak mengangkat teleponnya.


Satya mengirimkan pesan kepada Ilham untuk datang ke rumahnya malam ini, tidak lama mendapatkan balasan oke dari Ilham. 


"Apa itu wanita yang mencari Senja?" tanya Arga.


Satya hanya menaikkan bahunya, pria itu belum bisa mengatakan iya karena belum pernah melihat bagaimana wanita yang bernama Yona itu. Tidak lama pintu terbuka sosok Ayah Nugraha dan Ilham masuk.


"Kamu mengenal ini?" tanya Satya.


Ilham memperhatikan dengan seksama video wanita, pria itu mengusap wajahnya datar dan berkata."Yona."


"Dari mana anak itu tahu alamat rumah ini?" tanya Arga.


"Yona itu bos mafia ,Bro. Jadi akan lebih mudah untuk mencari alamat, "jawab Satya.


"Senja enggak apa-apa' kan?" tanya Ilham panik.


Satya hanya mendengus saat ada pria lain memperhatikan istrinya, Arga yang menyadari itu mengusap bahu saudaranya itu.


Kini mereka turun menuju ruang keluarga, bik berdiri terpaku saat melihat Ilham sudah tumbuh dewasa dan lebih tampan begitu mirip dengan Bagas.


"Bik," panggil Ilham.

__ADS_1


Keduanya berpelukan sama seperti itu dulu untuk saling menguatkan, Bik Sum tangisnya pecah. Senja yang sedang duduk mengingat bagaimana bagaimana dirinya, Bik Sum dan Ilham selalu saling mendukung.


Sebisa mungkin ibu anak satu itu tidak ingin ikut larut dalam kesedihannya. Senja yang tidak kuat langsung berjalan dengan langkah cepat naik ke lantai dua. Melihat Itu Satya hanya bisa menarik napas panjang.


Ia segera menyusul istrinya karena begitu khawatir kepada istrinya. Perlahan dibukanya pintu kamarnya. Senja sedang menangis dan menyembunyikan wajahnya di bantal.


"Sayang," panggil Satya lembut.


Senja sama sekali tidak bergeming karena ia ingin begitu memeluk bik sum dan Ilham. Namun, saat ia meminta izin hanya menatap suaminya Satya langsung menggelengkan kepalanya.


"Yang, aku nggak mau kamu dipeluk pria lain." Satya berkata selembut mungkin.


Senja langsung duduk, ia menatap suaminya tidak percaya jika mengatakan Ilham itu orang lain.


"Mas, asal kamu tahu Ilham itu satu-satunya orang yang selalu melindungi aku saat semua orang mulai menjauhi aku karena tidak memiliki Ayah."Senja begitu sakit hatinya saat sahabatnya yang sudah dianggap kakaknya sendiri walau hanya berbeda beberapa tahun saja.


"Yang, bukan itu maksudku," kata Satya karena panik melihat istrinya begitu marah kepada dirinya.


"Lalu apa, Mas? selama ini aku selalu mengalah dan menurut hanya semalam saja aku membantahmu itu juga karena urgent." Senja menatap suaminya intens.


Satya tidak ingin sampai ribut dengan istrinya, bisa -bisa akan puasa nantinya, ia mencoba menenangkan hati ibu dari anak-anaknya nanti walau sudah ada Jingga.


Satya memeluk Senja erat dan berkata."Jangan marah lagi aku mohon, Yang."


Senja hanya diam, ia juga salah tidak seharusnya teriak kepada suaminya. Wanita itu membalas pelukan suaminya dan berkata."Mas, maaf aku sudah membentakmu."


Satya tersenyum karena Senja akan mudah luluh, tapi ada sesuatu yang membuat pria itu penasaran. Bukankah Akte lahirnya ada nama Yoga kenapa istrinya di bully.


"Yang, Apa Ilham dan Sasa ada hubungan selama ini?" tanya Satya.


"Entahlah Mas, yang aku tahu Sasa itu sahabat sama Yona, tapi sejak kapan." Senja merasa ada sesuatu yang membuat Sasa, Yeni dan Diah membencinya.


"Mas, apa ini ada hubungannya kenapa Sasa begitu membenciku dengan Yona?" tanya Senja.


Satya menatap sang istri, pria itu merasa hadirnya sahabat Senja adalah sesuatu yang misterius. Apalagi jika menghubungkan dengan Yona dan Ilham. Namun, masalah ini berhubungan dengan pemain gelap seperti Yona sampai wanita itu menginginkan nyawa istrinya.

__ADS_1


__ADS_2