
Pagi itu Senja menyiapkan baju Satya untuk di bawa ke Jakarta, Senja membuka kamar Satya, di lihatnya sekelilingnya, kamar berwarna dominan abu-abu itu terlihat sangat mewah, Senja membuka tirai yang menghadap ke taman belakang.
Tiba- tiba ada tangan memeluk dari belakang, Senja memejamkan matanya, saat menghirup aroma maskulin dari suaminya.
"Sayang, Bby mencarimu dari tadi," ucap Satya membalikkan tubuh ramping istrinya.
"Ada apa Bby?" tanya Senja
"Bby kangen," ucap Satya langsung mendaratkan bibirnya ke benda kenyal Senja.
Senja langsung memejamkan mata menikmati sentuhan lembut Satya, Satya yang sudah berjanji tidak akan meminta haknya, sebelum Senja siap.
Satya menyatukan keningnya ke kening Senja, nafas keduanya sama-sama memburu.
"Bersihkan dirimu, kita akan pergi makan malam di rumah Bunda," ucap Satya sambil mencium kening Senja, setelah itu Satya keluar.
Senja memegang dadanya, entah kenapa dalam hati takut, tapi bibinya membalas ciuman Satya, dasar bibir laknat, batin Senja sambil memukul mulutnya dengan pelan....
'Ah....mau lagi' teriak Senja sambil pergi ke kamar mandi.
Satya yang sudah menunggu istrinya di ruang keluarga, sambil memainkan ponsel, saat Satya mendengar langkah menuruni tangga langsung memalingkan wajahnya melihat takjub dengan kecantikan Istri kecilnya.
"Bby, maaf sudah menunggu lama," kata Senja sambil bergelayut manja di lengan Satya.
"Ya sudah, ayo kita berangkat," kata Satya.
Senja dengan ceria berjalan di samping Satya menuju mobil. Satya membukakan pintu untuk Senja, Senja tersenyum lalu masuk ke mobil.
Tak lama mobil melaju dengan kecepatan sedang, selama di mobil Satya memegang tangan senja dengan lembut.
"Sayang, nanti di sana akan ada Mery," ucap Satya.
"Wah....benarkah," jawab Senja senang.
Satya melirikkan matanya ke arah Senja, kenapa ini anak menjawabnya dengan santai, batin Satya
"Nanti bersikaplah sewajarnya," ucap Satya.
Senja menghela nafas panjang, kenapa mantan suaminya bisa juga ikut makan malam bersama di rumah Bunda.
Setelah menempuh perjalanan empat puluh menit mobil yang di kemudikan Satya sudah sampai di rumah keluarga Nugraha.
Senja turun lebih dulu memperhatikan ada beberapa mobil terparkir di samping mobil suaminya.
"Ayo," ucap Satya
"Bby, aku tunggu di mobil saja ya?" tanya Senja.
Satya mengerutkan keningnya, kenapa tiba-tiba Istrinya tidak mau ikut masuk.
"Sayang," ucap Satya
__ADS_1
"Aku takut bikin Bby malu," jawab Senja sambil menunduk.
"Percaya sama Bby, semua akan baik-baik saja," kata Satya sambil memeluk Senja.
"Baiklah," ucap Senja melangkah sambil memeluk lengan Satya.
Satya melangkah beriringan dengan Senja, saat Satya memasuki ruangan semua mata memandang takjub ke arah Satya dan Senja.
Satya merasakan pelukankan tangan Senja sangat kuat di lengannya.
"Tersenyumlah biar tidak tegang," ucap Satya pelan.
Senja menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan pelan-pelan, Senja mulai tersenyum ramah kepada setiap orang yang di laluinya.
"Ah...ini dia yang di tunggu-tunggu," kata Ayah Nugraha sambil memeluk anak dan menantunya.
"Sayang," sapa Bunda memeluk Senja.
Acara itu tak luput dari media, Senja sekuat mungkin mencoba menenangkan jantungnya yang berdetak terlalu cepat.
"Sayang, kamu duduk di meja ujung itu saja," ucap Satya yang paham betul kalau istrinya tidak nyaman.
Senja mengangguk sambil tersenyum menuju meja di pojok kanan, setelah Satya melihat Senja sudah duduk dengan nyaman, segera menyuruh pelayan untuk mengantarkan makanan dan minuman untuk Senja.
Senja memperhatikan setiap tamu undangan yang hadir, tapi herannya Senja tidak melihat Kakek Roby diantara tamu yang hadir.
Saat Senja tengah asyik dengan pikirannya sendiri, tiba-tiba ada yang menyiramnya dengan air berwarna merah, Senja yang terkejut langsung berdiri dan mengepalkan tangannya setelah tau siapa pelakunya.
"Wah... ternyata anak yang tidak jelas di mana Ayahnya ada di sini juga," ucap wanita yang selalu membuat masalah dengan Senja.
Senja yang tidak mau bikin ribut di rumah mertuanya, lebih memilih mengalah pergi meninggalkan Dinda dan gengnya.
Saat Senja berjalan melewati Dinda tiba-tiba salah satu dari mereka melintangkan Kakinya, Senja yang tidak melihat langsung terjatuh menabrak meja yang berisi bermacam-macam minuman, seketika air tumpah tepat di kepala Senja.
Semua menoleh ke arah Senja, beberapa pelayan segera merapikan gelas dan air yang tumpah.
"Nona tidak apa-apa?" tanya seorang pelayan mengulurkan tangannya untuk membantu Senja, Saat Senja hendak berdiri Mery berjalan menghampiri Senja.
"Ini baru permulaan j***Ng," ucap Mery tepat di telinga Senja.
Ranga yang sedang melewati tempat berkerumun para undangan segera mendekat karena penasaran, mata Ranga melotot saat melihat wajah wanita yang sudah basah kuyup.
"Astagfirullah Senja," ucap Ranga langsung membuka jasnya untuk menutup bahu Senja.
Ranga membawa Senja ke lantai dua, sampai lantai dua Ranga langsung menghubungi Satya.
"Siapa yang melakukannya?" tanya Ranga.
Senja hanya diam sambil memeluk jas yang sekarang menutup tubuhnya.
"Ada apa?" tanya Satya yang buru-buru naik ke atas.
__ADS_1
Satya yang melihat keadaan istrinya terkejut, Satya langsung memeluk Senja dengan erat, tangis Senja langsung pecah, saat Satya mencium keningnya.
"Ga, cari tau siapa yang melakukannya!" ucap Satya dengan suara datar. Ranga segera menghubungi anak buahnya.
"Kenapa enggak kamu lawan! kamu bukan wanita lemah," kata Ranga setelah siap menghubungi seseorang.
"Om, Senja harus jaga nama suami dan mertua Senja," jawab Senja yang masih terisak.
"Shit,"!Ucap Satya saat menerima pesan dari media video saat Senja di siram oleh wanita yang di kenalnya.
"Ranga, cabut saham kita di grup zxy!" ucap Satya dingin, Ranga yang mengerti alasannya, langsung mengerjakan perintah Satya.
Datang pelayan memberikan paper bag kepada Ranga, Ranga segera memberikan kepada Senja.
Satya mengantarkan Istrinya, ke kamar yang sudah lama tak di tempatinya, sebelum Senja masuk kamar mandi, Satya mengecup kening Senja dengan lembut.
Setelah Senja masuk kamar mandi, Satya keluar menghampiri Ranga.
"Apa ini ada hubungannya dengan Mery?" tanya Satya.
"Sepertinya, lihat video ini." kata Ranga memberikan ponselnya ke Satya.
"Sepertinya dia akan bermain-main denganku," ucap Satya menatap ke arah jendela.
"Sebaiknya Senja di kawal saat keluar rumah," sahut Ranga.
"Berikan dia penggawal bayangan," jawab Satya.
"Besok Senja jadi ikut?" tanya Ranga.
"Ia, dia sangat antusias saat mendengar akan ke Jakarta, kamu tau Ga? istriku sampai lompat ke giranggan," kata Satya sambil tersenyum mengingat tingkah istri kecilnya.
"Apa kalian sudah melakukannya?" tanya Ranga dengan polosnya.
Satya yang mendengar pertanyaan vulgar sahabatnya, langsung menonyor kening Ranga.
"Otakmu perlu di cuci," ucap Satya kesal.
Tawa Ranga langsung pecah melihat wajah Satya yang memerah, membuat Ranga yakin kalau sahabat itu belum buka segel.
"Apa perlu aku ajarin dulu?" goda Ranga.
Saat Satya akan menjawab ocehan Ranga, Senja keluar dari kamar.
"Bby, apa acaranya sudah selesai?" tanya Senja yang langsung duduk di pangkuan Satya.
Renga yang melihat itu hanya mengusap wajahnya dengan kasar.
"Kuatkan imanmu bro! hah... jiwa jombloku meronta-ronta," kata Ranga sambil melangkah meninggalkan sepasang pengantin yang sedang di mabuk cinta.
Bersambung...
__ADS_1
Mohon dukungannya ya....
berikan like👍 dan votenya biar Aa semakin semangat untuk menulisnya.