PENGANTIN PENGGANTI IBUKU

PENGANTIN PENGGANTI IBUKU
Episode 80


__ADS_3

Sesuai janjinya kepada Senja, siang ini Satya menuju ke toko buku. Ia mencari buku sesuai yang istrinya pinta, saat dia sedang memilih-milih buku datang seorang wanita berjalan menghampirinya.


"Sayang," ucapnya dengan suara dibuat seseksi mungkin dan tatapan menggoda.


Satya cuek, karena ia tidak merasa dirinya yang dipanggil, tiba-tiba ia terkejut karena ada yang memeluk lengannya.


Seketika raut wajah Satya berubah, tadi yang terlihat datar kini aura mematikan terpancar dari matanya.Dengan kasar ia menghentakkan tangan yang memeluk lengannya.


"Jangan keterlaluan kamu, ingat! jangan pernah ganggu aku lagi," Kata Satya sambil menunjuk ke wajah Mery.


Saat Satya akan berbalik badan, Mery mengemgam tangannya. Satya yang moodnya sudah hancur, ia mengibaskan tangannya sampai tangan Mery terlepas.


Satya pergi tanpa melihat mantan istrinya, ia segera kekasir untuk membayar bukunya.


Bukan Mery kalau tidak bisa mendapatkan lelaki yang dulu pernah ia tinggalkan.


"Mas, bayarin ini juga ya," kata Mery.


Mbak Kasirnya terlihat bingung, Satya yang melihat itu hanya mengangguk. Namun, saat Satya akan membayar buku. Mery berdiri merapat ketubuhnya, hal itu membuatnya risih.


Dengan cepat Satya mengambil bukunya, kemudian tanpa mengambil uang kembaliannya ia segera keluar toko.


Satya tidak ingin membuat keributan di toko buku, karena saat ini banyak pelajaran dan mahasiswa yang sedang memilih-milih buku.


Saat sampai mobil, Mery mengejarnya dan segera berdiri menghalangi pintu mobil saat Satya akan membukanya.


Dari jauh seseorang memperhatikan keduanya, ia menggelengkan kepala melihat wanita itu terus menerus mengganggu anaknya.


Bunda Satya yang baru pulang arisan rencana akan membeli buku, tapi ternyata ia melihat pemandangan yang membuatnya menjadi gerah.


Bunda keluar dari mobil, ia mendengar perdebatan Satya dan Mery mantan mantunya.


"Wah.... ternyata peringatan kemarin belum cukup!" kata Bunda sambil bertepuk tangan.


Satya terkejut melihat Bundanya kini berdiri tepat di sampingnya.


"Bunda," panggilnya.


"Tenang sayang, kamu bisa pergi. Istrimu pasti sudah menunggu," kata Bunda dengan senyum lembut ke anaknya.


Bunda segera menarik tangan Mery dengan kasar, mantan mantunya itu sampai tersungkur sambil menahan sakit.


Setelah itu, ia segera mendorong Satya untuk masuk mobil. Saat mobil anaknya sudah pergi, wanita itu tersenyum sinis menatap Mery yang masih berdiri tak jauh darinya.


Tanpa mengatakan apapun, Bunda segera pergi masuk ke toko buku. Mery terlihat begitu kesal karena harus gagal lagi untuk mendekati Satya.

__ADS_1


Satya selama di perjalanan pulang, beberapa kali mengucapkan istighfar dalam hatinya. Ia tidak habis pikir dengan mantan istrinya, kenapa baru sekarang Mery mengejarnya.


Namun, sudah terlambat! karena ia sekarang hanya ingin rumah tangganya dengan Senja bahagia. Satya menarik nafasnya dalam-dalam, dia tidak ingin pulang dengan keadaan kesal.


Tanpa terasa mobil yang dikemudikan Satya sampai gerbang rumah, Pak Yanto tersenyum melihat majikannya membuka kaca mobil.


"Assalamualaikum, Pak," kata Satya sambil tersenyum.


"Walaikumsalam, Den," jawab lelaki paruh baya itu segera menutup pagar kembali.


Satya segera keluar dari mobil, ia tersenyum melihat istrinya sudah menunggu di teras.


Senja segera menyambut suaminya, ia mencium punggung tangan Satya. Kini keduanya duduk di ruang keluarga, Bik Sum memberikan jus jeruk kepada sepasang suami-istri yang begitu terlihat bahagia.


"Mmy, lihat ini ada beberapa buku yang tadi Bby beli," kata Satya sambil mengeluarkan tiga buku untuk istrinya.


"Alhamdulillah, ini buku yang kemarin mau Mmy beli online," kata Senja dengan senyum bahagianya.


"Benarkah...kenapa tidak bilang sama Bby, sayang," ucap Satya sambil mengecup kening istrinya.


Senja menatap suaminya dengan intens, ia begitu merasa beruntung bisa memiliki suami yang pengertian. Walau umur mereka berbeda jauh, tapi Satya tetap sabar menghadapi dirinya yang kadang labil.


"Bby...," kata Senja tiba-tiba berhambur memeluk suaminya dengan erat.


Satya tersenyum, ia membalas pelukan wanita yang kini sedang hamil anak pertamanya. Dia mendengar isak tangis istrinya.


Senja melepaskan pelukannya, air matanya kini mengalir bebas dipipinya. Satya melihat istrinya menangis tanpa sebab membuatnya khawatir.


"Sayang, apa ada yang sakit," kata Satya.


Senja menggelengkan kepalanya, ia juga bingung kenapa tiba-tiba ingin menangis.


Bunda yang baru sampai, terkejut saat melihat anak mantunya sedang menangis.


"Astagfirullah, ada apa ini? Satya kamu apakan istrimu sampai menangis seperti ini, hah!" Kata Bunda sambil memarahi anaknya.


Satya akhirnya hanya bisa menghela nafas berat, saat waktu tidak tepat seperti ini Bundanya datang.


"Bunda ini selalu main tuduh aja, Satya ini yang anak kandung Bunda," katanya kesal.


"Huff..dasar anak nakal, sayang apa dia nyakitin kamu, Nak," kata Bunda dengan lembut.


"Hu...hu...hu...Bunda...," ucapnya sambil menangis memeluk mertuanya.


"Ia sayang, ada Bunda di sini. Katakan, ada apa?" tanya Bunda sambil mengusap rambut panjang anak mantunya.

__ADS_1


"Senja hanya terharu, melihat Bby begitu baik da perhatian sama istrinya," jawab Senja sambil mengusap ingusnya pakai lengan bajunya.


"Ih...Mmy jorok...ah.., ini pakai tisu," kata Satya saat melihat istrinya mengusap ingus pakai lengan bajunya.


Bunda yang melihat itu tawanya langsung pecah, karena saat ia hamil Satya dulu persis seperti Senja saat ini.


Senja dan Satya saling pandang, melihat Bunda tertawa sambil mengusap air matanya.


"Bunda...udah...ah..tawa Bunda itu bikin merinding," kata Satya.


"Hahahaha... benarkah? pantes Suci waktu itu sampai pingsan," ucap Bunda sambil meminum jus jeruk di depannya.


"Bun..., itu punya Satya," ucapnya yang melihat Bundanya selalu main minum tanpa bertanya punya siapa.


Bunda hanya cuek, melihat Satya yang kesal kepadanya. Ia segera mengeluarkan buku tentang seputar kehamilan untuk Senja yang ia beli tadi.


"Sayang, kalau kamu sempat baca buku ini, seputar kehamilan anak pertama," kata Bunda sambil tersenyum.


"Alhamdulillah, terimakasih Bunda," katanya sambil mengambil buku yang Bunda belikan.


"Ia sayang, sama-sama," jawab Bunda.


Senja melihat buku yang Bunda beli tadi, semua tentang seputar kehamilan. Ada satu judul yang begitu menarik, Senja segera mengambil yang berjudul Aisyah.


Bik Sum datang menghampiri ketiganya yang tengah asik mengobrol.


"Maaf, makan siang sudah siap," kata Bik Sum.


Setelah itu mereka segera pergi keruang makan, Senja dengan terampil mengambilkan nasi untuk suaminya.


"Bby mau pakai apa lauknya?" tanya Senja.


"Pakai...ayam goreng saja, sayang," jawab Satya .


Bunda merasa senang, walau masih terbilang sangat muda. Senja sudah bisa melayani suaminya, dulu merasa bersalah saat menikahkan Satya dengan gadis yang tergolong masih remaja.


Sebagai seorang Ibu, ia juga ada rasa khwatir saat anak satu-satunya harus menikah dengan gadis remaja. Namun, kini rasa khwatirnya menjadi rasa bahagia saat melihat Senja begitu telaten mengurus Suaminya.


Bersambung ya...jangan lupa dukungannya dengan cara like 👍


Vote


Jika suka berikan hadiahnya 🙏


Jangan lupa baca juga karya aku yang lain

__ADS_1


🌾 Takdir Cinta Khansa


🌾 Menikah Muda


__ADS_2