PENGANTIN PENGGANTI IBUKU

PENGANTIN PENGGANTI IBUKU
Kejutan


__ADS_3

Seiring berjalannya waktu, Ranga mulai sudah pergi ke kantor membantu Satya. Namun, sekarang ada yang berbeda sosok yang begitu ceria dan ramah kepada karyawan. Kini Ia menjadi sosok pribadi yang dingin.


Banyak Karyawan bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi dengan Ranga orang nomor dua di Grup Nugraha itu. Namun, hal itu tidak membuat para wanita mengilainya walau suah tahu jika Pria itu sudah memilik istri.


Ranga langsung saja masuk lift untuk menuju ruangannya. Setelah pintu lift terbuka ia tanpa melihat kana dan kiri membuka ruanganya begitu saja.


"Mau sampai kapan Kak Ranga seperti itu?" tanya Senja yang pagi ini ikut ke kantor karena harus cek up bersama suaminya.


"Sejak kejadian itu, Yang. Apa kamu akan membantuku untuk menyelidik apa Diana benar-benar gila?" tanya Satya.


"Mas aku mau lihat Kak Ranga boleh." Senja izin kalau tidak bisa mengamuk suaminya.


"Iya nanti aku akan menyusul," ujar Satya.


Senja mengetuk pintu, saat terdengar suara menyuruhnya masuk ia membuka pintu dan melihat Ranga sedang fokus pada dokumen di atas mejanya.


"Ada ap-," ucapan Ranga terhenti saat melihat siapa yang berdiri di dekat pintu.


Ranga menarik napas panjang karena sejujurnya ia tidak ingin di ganggu siapa pun saat ini. Melihat Senja hanya berdiri membuat pria itu mendengus.


"Ada apa?" tanya Ranga.


"Kakak kenapa selalu menghindari aku dan yang lainnya?" tanya Senja.


"Akun hanya ingin sendiri," jawab Ranga kembali fokus menatap berkas di mejanya.


Senja hanya diam, tapi wanita itu tetap duduk di sofa ruangan Ranga. biarlah ia di sini asal tidak mengganggu Ranga.


"Kak, aku boleh pinjam buku-buku itu?" tanya Senja.


"Hem," jawab Ranga.


Senja hanya mencibir pria yang kini berubah itu, tidak lama pintu terbuka Leon dan Ilham masuk untuk menemui Ranga, kedua pria itu terkejut karena ada Senja.


"Ada apa?" tanya Ranga tanpa menatap Leon.

__ADS_1


Tiba-tiba Leon mendekat dan memberikan bogeman mentah hingga Ranga terjatuh dari kursinya karena tidak tahu jika Leon akan menyerangnya tiba-tiba.


"Ada apa ini, kenapa main pukul saja, ah!" teriak Senja.


"Pria itu tidak pernah berkunjung menemui istrinya," ucap Leon.


Ranga bangun dan duduk kembali di kursinya bahkan ia tidak menganggap siapa pun berada di depannya sekarang. Melihat Ranga hanya diam dan kembali fokus ke berkasnya Leon langsung emosinya memuncak.


"Ingat Ranga saat Diana sembuh kamu tidak akan pernah melihatnya lagi," ucap Leon langsung keluar dari ruangan adik iparnya itu di ikuti oleh Ilham.


Satya yang baru keluar dari runagannya, begitu terkejut melihat apa ada Leon dan Ilham. Pria itu sengaja bersembunyi di pilar besar dengan ruangnya.


Tanpa ragu Satya langsung masuk ruangan Ranga mata pria itu langsung membulat saat melihat wajah adiknya babak belur.


"Apa ini kerjaan Leon?" tanya Satya yang kedua tangannya mulai mengepal menahan gemuruh emosi di dadanya.


Senja melihat suaminya menahan emosi hanya bisa menarik napas dan mengambilkan air minum untuk suaminya supaya lebih tenang. Jujur Ia tidak tahu jika Leon tiba-tiba menerjang Ranga tadi hingga wajahnya baba belur.


Ditatapnya Satya hanya diam menatap Ranga yang kini mengecek berkas-berkas yang begitu menumpuk.


"Ranga gue harap lo jangan terlalu terbawa suasana," ujar Satya karena merasa iba kepada adiknya itu.


Satya membawa istrinya untuk keluar karena akan membiarkan Ranga tenang dulu, Setelah sepasang suami istri itu pergi Ranga menghempaskan seluruh berkas di atas mejanya, kertas berhamburan ke lantai, Pria itu menundukan kepalanya.


Saat ia akan melepaskan istrinya, tapi wanita itu kini dirawat di rumah sakit. Tidak lama Ranga membuka laptopnya dan membuka CCTV yang ia pasang di boneka yang dianggap anak oleh Diana. Ia juga bisa dengan mudah mendengarkan apa yang dikatakan istrinya itu.


Ranga mengernyitkan keningnya saat melihat Leon masuk, Diana tersenyum langsung memeluk kakaknya itu.


"Apa Kaka sudah memberikan suami bodohku itu pelajaran?" tanya Diana.


"Sudah sayang, kita harus pura-pura supaya kamu tidak tuntut." Leon menjelaskan kepada Adiknya itu


"Sampai kapan, kak. Anak kita juga sudah tidak," ujar Diana.


Leon tersenyum, pria itu memeluk Diana dari belakang dan berbisik."Misi kita belum selesai."

__ADS_1


Ranga mengepalkan tangannya, selama ini ia buta karena cinta dari wanita munafik itu. Leon pria itu ternyata menjalin hubungan dengan sepupunya.


Ranga mengusap wajahnya kasar, bukan hanya luka batin yang Diana torehkan melainkan rasa yang dulu ada kini mati bersama.


Ranga menatap foto pernikahannya dengan Wanita ulat itu. rasanya ia tidak aka percaya jika tidak melihat sendiri apa yang keduanya katakan itu.


"Akun harus tenang, merasa bersalah karena sudah membuat orang bingung dengan sikapnya yang sekarang, " kata rangas lirih.


Ranga mematikan laptopnya, pria itu keluar dari tempat kerjanya menuju mobil dan tanpa menunggu lama ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Hanya butuh waktu selama tiga puluh menit Mobil sampai di parkiran kampus di mana Ibnu berada,


Ibnu yang lagi sibuk terkejut karena Ranga tiba-tiba mendatanginya. Pria itu sudah menebak jika ia paham apa yang kini membuat Ranga datang padanya.


"Ada apa?" tanya Ranga.


"Gue butuh bantuan lo, karena gue yakin wanita itu tidak gila," ujar Ranga.


Ibnu menatap adik dari Arga itu datar dan dingin dan bertanya."Hati-hati jangan ada yang tahu masalah ini."


Ibnu memutar video matanya terbelalak, pria itu tidak menyangka jika Leon dan Diana melakukan hal itu. Pria itu menatap Ranga iba.


"Lo harus kuat." kata Ibnu,


"Cih, gue aja akan lepas waktu itu," kata Ranga.


Ibnu mengangguk karena ia sudah tau dari Satya apa yang terjadi. Namun, kali ini ia begitu tidak percaya jika anak yang di kandung Diana Anak Leon.


Ditatapnya Ranga, begitu terlihat rasa kecewa yang begitu dalam, Jujur Ibnu tidak tahu harus berkata apa lagi saat ini.


Ingin menghibur, tapi Ranga bukan anak kecil lagi, Ia menatap Ranga yang sedang memejamkan matanya di sofa ruangannya. Secepatnya Ibnu akan menghubungi Leo karena sepupunya itu yang mampu mencari barang bukti.


Ia juga paham jika Ranga akan menceraikan Diana setelah wanita itu terbongkar kedoknya menjadi gila itu, Ia yakin jika Leon dari awal sudah menjalin hubungan dengan sepupunya sendiri itu,


"Apa yang akan kamu lakukan sekarang?" tanya Ibnu,

__ADS_1


"Tidur ," jawab Ranga tanpa membuka matanya.


Ibnu hanya mendengus, ternyata tidak semua yang ada pada diri Ranga hilang dan dingin semuanya, pria itu harus memberitahu akan hal ini kepada Satya walau ia tahu buka ini tujuan Ranga datang.


__ADS_2