
Satya melihat ke arah belakang. Namun semuanya sudah tidak ada. Ingin sekali Satya mengumpat kepada mertuanya itu.
"Mas, kenalkan i-ini Yogi," kata Senja.
Satya mengulurkan tangannya ke arah Yogi. dan berkata."Besok kamu sudah bisa menjadi Ilham."
Deg, Senja terkejut karena Satya bisa tahu jika pria itu adalah Sahabatnya. dan kini wanita itu menatap suami dan Ilham bergantian dan bertanya." Apa kalian bekerja sama?"
"Kerja sama apa?" tanya Satya.
"Kamu dari dulu tidak berubah," kata Ilham.
Satya menatap tidak suka akan sikap Ilham kepada istrinya dan berkata," ayo kita pulang,"
Senja hanya mengangguk, Ilham melihat itu tersenyum. sahabatnya begitu beruntung mendapatkan suami yang begitu menyayanginya.
Ilham harus segera pergi karena takut jika anak buah Yona menemukannya, pria itu langsung memakai hélm dan mengendarai motornya.
Saat sedang melewati jalan sepi Ilham dihadang tiga pria yang baru keluar dari mobil, Ilham masih santai karena ia tahu jika tiga orang itu bukan dari anak buah Yona.
"Sebaiknya ikuti kami saja," kata pria yang bertato di wajahnya.
"Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Ilham.
"Nanti Anda akan tahu," jawab pria yang memakai baju hitam berkulit gelap.
Ilham terdiam, ia harus lebih hati-hati, tidak lama pria yang dari saja diam memberikan ponselnya kepada Ilham ada seseorang yang ingin berbicara kepadanya.
"Hallo," kata Ilham.
"Ikuti anak buahku, sekarang anak buah Yona sedang menuju arahmu," kata seseorang yang tidak Ilham kenal.
"Ayo waktu kita tidak banyak," kata pria itu langsung mendorong tubuh Ilham masuk ke mobil.
"Saya belum setuju!"seru Ilham.
"Lihat di belakangmu!"perintah pria itu.
Ilham melihat ke belakang matanya melebar mobilnya yang ditumpangi kini dikejar pengendara motor besar lebih dari 10 orang.
"Berpegangan!"seru pria yang kini sedang mengemudikan mobilnya membuat tubuh mereka menegang karena mobil langsung berputar dan kini melawan arah pengendara motor itu.
"Tundukkan kepala kalian!" seru pria itu dan langsung terdengar suara benturan hingga mobil yang dikemudikan menabrak beberapa pengendara yang tidak sempat menyingkir.
"Jangan dilihat mereka tidak tahu sedang bermain dengan siapa," ucapnya.
Ilham hanya diam, Saat mobil memasuki gerbang dan tiga orang itu turun. Ilham turun menatap semua yang berada depannya.
"Silahkan masuk, "kata salah satu pengawal mempersilahkan Ilham masuk.
"Duduklah," kata pria yang masih muda siapa lagi kalau bukan Leon.
Ilham duduk di depan Leon, tidak lama pria itu mengulurkan tangannya kepada Ilham dan berkata." Aku Leon sahabat suami Senja."
Ilham hanya mengangguk, ia tidak perlu menyebutkan namanya.
"Petugas sudah tahu jika mayat yang ditemukan adalah Yogi dan kedua orang tuamu," ujar Leon.
Ilham menarik napas dalam, ditatapnya pria yang baru kini ia temui itu.
__ADS_1
"Apa yang bisa aku bantu?" tanya Ilham.
Leon tersenyum, ia. begitu suka gaya pria di depannya sekarang.
"Kenapa kamu diam saja orang tuamu dibuat tidak layak dan seharusnya dimakamkan." Leon kini duduk lebih dekat dengan Ilham.
"Yona bukan wanita sembarangan, saat Yogi meninggal ternyata sudah kembali ke Indonesia." Ilham menatap Leon dan mengangguk.
"Waktu ia hilang karena dibawa pria yang anaknya baru meninggal, di pikirnya Yona itu anaknya dan langsung di bawa keluar negeri," ucap Ilham lagi.
"Siapa yang membuat kedua orang tuamu meninggal?" tanya Leon.
"Bunda dan Ayah meninggal karena kecelakaan saat kami sedang mau ke Jakarta, mobil yang dikemudikan Ayah menabrak pembatas jalan."
Tiga tahun yang lalu.
"Bunda kita di sini saja," kata Ilham sambil menangis karena ia tidak ingin pisah dengan Senja.
"Maafkan Ayah, Nak," kata Bagas karena tidak ingin keluarganya kenapa-napa.
Mobil melaju, tapi sedari tadi ada mobil yang mengikutinya ilham yang duduk di belakang memperhatikan mobil itu dan berkata."Ayah itu mobil siapa di belakang kita?"
Bagas melihat ke arah spion, mobil hitam itu kini memepet mobilnya. Pria itu langsung membanting setir ke kiri, tapi nahasnya mobil menabrak pembatas jalan dengan kecepatan tinggi.
"Ayah, Bunda," panggil Ilham.
Mata Ilham membulat saat tiga orang datang membuka paksa mobil Ayahnya dan berkata," keluar!"
"Tuan, tolong Ayah dan Bunda!" pinta Ilham.
Kedua orang itu menarik Bagas dan istrinya, melihat itu Ilham langsung berlari mengejar. Namun, ia dicekal oleh pria seseorang.
"Apa kabar?" seorang wanita cantik membuka masker dan topinya.
"Syukurlah kamu masih mengingatku, ayo kita harus berkumpul lagi," kata Yona dengan senyum manisnya.
Ilham melihat mobil yang membawa kedua orang tuanya, tidak lama Yona berkata."Ayo kita jumpai Ayah dan Bunda."
Ilham menurut, pria itu masuk mobil Yona hingga mobil memasuki rumahnya yang baru ia tinggalkan.
"Apa kamu tahu aku begitu membenci Senja dan Kakeknya," kata Yona.
"Kenapa kita tidak membawa Ayah dan Bunda ke rumah sakit, Yona." kata Ilham.
Yona tertawa begitu mengerikan dan berkata."Ikat mereka."
Ilham yang melihat kedua orangtuannya di ikat langsung memukul dua orang bertato itu. Namun sayang, Ilham kalah karena tenaganya kalah dengan dua orang bertato itu.
"Ikat anak cengeng itu juga!"perintah Yona dingin.
"Yona apa yang kamu lakukan!"teriak Ilham.
Yona berdiri dan anak buahnya mengambilkan kursi untuknya dan berkata."Kalian membuangku dan berkata aku yang hilang dan culik!"serunya.
"Yona," kata Bunda lirih.
"Wah Bunda sudah sadar, kaget Bun, anak yang Bunda buang kini kembali lagi, hem!" kata Yona sambil menaikan alisnya.
"Apa maksudmu, Nak. Bunda tidak pernah membuangmu," kata Bunda.
__ADS_1
"Jangan khawatir Bun, bersyukur aku dibuang sekarang aku bisa memiliki segalanya. Dan akan mengabulkan kalian untuk berkumpul menjadi satu." Yona menyeringai menatap Bagas yang baru sadar.
Bagas begitu terkejut saat menyadari jika tangannya diikat, dilihatnya anak dan istrinya juga sama. Kini Bagas menatap wanita di depannya yang tak asing.
"Y-Yona, itukah kamu?" tanya Bagas dengan senyum terlihat begitu bahagia.
"Kenapa Ayah terkejut, karena anak yang kalian buang itu masih hidup dan sehat walafiat," kata Yona tersenyum getir.
"Siapa yang buang? kami tidak membuangmu, Yona." Bagas menggelengkan kepalanya.
Yona beranjak dari duduknya, ia menghampiri Bagas dan langsung menendang kursi yang diduduki oleh pria yang dulu sering di panggilnya Ayah itu.
Ilham melihat Ayahnya jatuh langsung teriak."Apa yang kamu lakukan , Yona." Ilham matanya menatap tajam adik sepupunya itu.
Saat Yona akan mendekati Ilham, anak buahnya datang. Kini tiga orang membawa seseorang yang dibungkus kain putih dan membukanya."Lihat ini kalian bunuh kakakku satu -satunya!"
Bunda dan Bagas menatap tidak percaya karena sebelumnya Yogi sudah dimakamkan, melihat itu Ilham langsung berteriak."Apa yang akan kamu lakukan, Yona!"
"Hah, dasar berisik!" umpat Yona.
"Tidurkan di kamar Ilham, itu kamarnya dan rapikan. Kamu mau tahu aku akan menyatukan Yogi dan Senja. Kamu, gara-gara kamu Yogi tidak bisa dekat dengan wanita yang disukainya." Yona menatap tajam.
"Sayang kamu masih terlalu kecil untuk melakukan hal ini," ujar Bunda.
"Asal Bunda tahu, aku dari kecil kalian buang, untuk membalaskan dendamku aku harus bekerja sama seorang mafia kejam dan dijadikan budaknya!"teriak Yona.
Yona yang sudah terbawa emosi langsung mengeluarkan senjata apinya dan menembakkan secara brutal hingga mengenai kedua orang tua Ilham.
"Bunda, Ayah!"teriak Ilham dengan air mata yang sudah membasahi kedua pipinya.
"Ilham jaga Senja untuk Bunda, Nak." Bunda setelah mengatakan itu langsung memejamkan matanya.
Kini tatapan mata Ilham kosong, saat tubuhnya diseret para anak buah Yona tidak ada sama sekali respek bagai orang tidak bernyawa. Ilham dimasukan mobil bersama Yona lalu meninggalkan rumah Bagas.
Pov Author.
Ilham menundukan kepalanya, Leon mendengar cerita Bagas begitu sedih, kenapa ada anak remaja sejahat itu.
"Yona masih remaja kenapa sejahat itu?" tanya Leon.
"Orang tua angkatnya mafia kejam, jadi mendidik Yona dan membuat gadis itu tahunya kalau Ayah dan Bunda yang sudah membuangnya." Ilham tersenyum getir.
"Sorry ceritamu sudah aku rekam, keluarlah kalian," kata Leon.
Ilham terkejut karena ada Senja bersama suami dan seorang pria yang sebaya dengan suami dari sahabatnya itu.
"Apa kabar? terima kasih sudah melindungi anak Ayah selama ini," kata Yona mengusap bahu Ilham.
"Ayah," kata Ilham lalu menatap Senja.
Senja tersenyum dan mengangguk dan berkata." Itu Ayahku ."
"Suami Ibu Mentari," kata Ilham masih terkejut.
"Hah, kenapa yang dekat anak gue menyebalkan!" gerutu Yoga membuat Satya dan yang lainnya tertawa.
"Kamu selama itu tinggal di mana?" tanya Rendy.
"Saya dijadikan anak buahnya papa angkatnya Yona, tapi setelah orang tua angkatnya meninggal saya berhasil kabur dibantu temannya Yona yaitu Sasa," ujar Ilham.
__ADS_1
"Sasa!" kata semua serempak.
Bersambung ya....