
Ia juga paham jika Ranga akan menceraikan Diana setelah wanita itu terbongkar kedoknya menjadi gila itu, Ia yakin jika Leon dari awal sudah menjalin hubungan dengan sepupunya sendiri itu,
"Apa yang akan kamu lakukan sekarang?" tanya Ibnu,
"Tidur ," jawab Ranga tanpa membuka matanya.
Ibnu hanya mendengus, ternyata tidak semua yang ada pada diri Ranga hilang dan dingin semuanya, pria itu harus memberitahu akan hal ini kepada Satya walau ia tahu bukan ini tujuan Ranga datang.
Ibnu mengirimkan pesan kepada sepupunya untuk mencari tahu tentang Leon, walau ia berhutang budi kepada pria itu karena telah menyelamatkan istrinya waktu di rumah Satya. Namun, entah mengapa ia begitu curiga jika sepupu dari Diana itu ada maksud terselubung.
"Ga, lo mau di sini atau pulang?" tanya Ibnu.
"Lo usir gue," cibir Ranga.
"Ga, boleh gue tanya Leon itu serius anak Ferdi kandung?" tanya Ibnu.
"Iyalah, hanya Ayah Diana bukan adik kandung Ferdi," ujar Ranga.
"Maksud lo?" tanya Ibnu yang kepo.
"Waktu gue udah menikah dengan Diana Bunda Fifi cerita jika Diana bukan anak kandungnya karena waktu ia melahirkan anaknya meninggal dan ia begitu terguncang hingga mereka mengadopsi anak dari panti." Ranga sebenarnya tidak ingin membuka aib dari istrinya. Namun, luka yang diberikan oleh wanita itu terlalu dalam.
"Eh, tunggu bukan waktu lo nikah Leon yang menjadi saksinya?" tanya Ibnu.
"Iya, waktu gue tahu dari Bunda Fifi. Setelah resepsi gue menikah lagi pakai wali hakim," ujar Ranga.
"Gile itu anak, Leon tahu?" tanya Ibnu semakin meronta jiwa keponya.
Ranga hanya mendengus, ia begitu kesal dengan dosen killer itu dan berkata, "Gue berasa diwawancarai."
Ibnu tergelak, pria itu beranjak dari duduknya dan berkata."Apa keluarga besar lo tahu?"
"Iya ******!" umpat Ranga langsung keluar dari ruangan dosen itu.
"Hah, orang kalau dah patah hati mang gitu," kata Ibnu lirih.
Pria itu mengambil bukunya karena ia akan mengajar, dilihatnya banyak mahasiswa yang menatapnya nakal. Jujur ia geli melihatnya. Namun, ibnu saat di kampus akan bersikap dingin bahkan istrinya sering marah karena ia tidak mengistimewakan Sari saat di kampus.
***
Di kediaman Ayah Nugraha Satya yang terlihat begitu shock melihat Vidéo yang dikirimkan Ibnu kepadanya. Pria itu menatap Ayahnya dan berkata,":Ayah, bisa kita bicara di ruang kerja."
Pria paruh baya itu hanya mengangguk, ia beranjak dari duduknya dan langsung berjalan diikuti putranya menuju ruang kerjanya.
__ADS_1
Ayah Nugraha membuka pintu dan Satya langsung menutup dan menguncinya, hal itu membuat pria itu heran kepada putranya.
"Kenapa di kunci?" tanya Ayah Nugraha.
"Biar aman," jawab Satya santai.
Ayah Nugraha hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya itu, Kini keduanya duduk bersebelahan dan Satya memberikan bukti yang dikirim oleh ibnu.
Wajah Ayah Nugraha yang tadi terlihat santai, kini berubah terlihat datar dan dingin. tangannya mengepal ia tidak menyangka putra bungsunya mengalami penghianatan yang tidak terbayangkan sebelumnya.
"Jangan sampai bunda tahu masalah ini," ujar Ayah Nugraha karena tidak ingin istrinya semakin terpuruk.
"iya Yah, ini saja Ranga belum tahu jika Ibnu mengirim," ujar Satya.
"Apa rencana kita, Nak. Secepatnya Ranga pisah dengan Diana!"kata Ayah Nugraha karena ia yakin jika putranya bisa mendapatkan cinta yang lain nantinya.
Ditatapnya Satya dan bertanya."Butuh berapa tahun untuk bisa move on dari Merry?"
"Ayah," ucap Satya kesal.
Ayah Nugraha tergelak, ia sudah lama tidak melihat Satya yang manja karena sekarang manja jika bersama istrinya saja.
"Ilham bagaimana, Yah?" tanya Satya.
Satya melebarkan matanya, ia melarang mertuanya untuk membawa Pria itu. Namun, kini Ayahnya mempercayainya.
"Ayah," kata Satay.
"Percaya sama Ayah, Nak." Ayah Nugraha menepuk bahu putranya.
Satya menyugar rambutnya, pria itu harus lebih menjaga istrinya dari pria masa lalu istrinya itu walau keduanya mengaku hanya sebatas sahabat.
Ayah Nugraha yang tahu bagaimana putranya itu neraka."Jangan khawatir, Senja itu istri setia."
"Ayah lain kali bicara dulu sama Satya," ujarnya kesal.
"Bicara apa?" tanya Ayah Nugraha.
"Sudahlah," ucap Satya lalu keluar dari ruang kerja ayahnya.
Satya melihat ada Leon datang bersama Ilham sempat terkejut. Namun, pria itu langsung terlihat santai.
"Dari mana?" tanya Satya sambil duduk samping Senja.
__ADS_1
"Dari kantor," jawab Leon.
Jika diperhatikan Leon hanya biasa sosok yang begitu melindungi adiknya, tapi siapa sangka kalau aslinya begitu menjijikkan. Selama ini adiknya begitu baik menutupi aib Diana, Namun ,apa balasan dari Diana begitu mengejutkan.
Hamil anak orang lain, tapi Ranga yang suruh tanggung jawab, Tidak hanya dirinya dan keluarganya yang ditipu akan kepolosannya. Namun, semua dari teman dan wanita yang membesarkannya juga di tipunya.
"Bagaimana dengan Diana, Kak?" tanya Senja.
Leon menarik napas dalam dan berkata," Gue harap Ranga berbesar hati untuk melihat istrinya yang sekarang."
Satya dan Senja saling pandang, Senja menatap Leon dan beralih ke Ilham dan berkata, "Nanti Senja bantu bicara dengan kak Ranga."
Mendengar itu Leon tersenyum tipis karena sebentar lagi misinya dan Diana akan selesai. Selama ini ia lelah pura-pura menjadi orang baik.
Leon dan Ilham langsung pamit, saat Ilham berdiri ia sengaja menjatuhkan kertas yang dilihat oleh Senja. Saat wanita itu hendak bicara Ayah Nugraha yang baru saja keluar dari ruang kerjanya.
"Ayah ini apa?" tanya Senja.
"Nanti kita lihat, Nak." Ayah Nugraha mengambil dan memasukan dalam saku celananya.
Senja hanya menarik napas dalam, tidak lama suaminya langsung duduk dan berkata."Jangan kasih Ranga datang,"
"Tidak akan," sahut Ranga yang baru datang bersama Ibnu, Leo, Deo dan Alan.
"Tumben kompak?" tanya Senja antusias melihat tiga sahabatnya itu datang.
"Yang!" seru Satya.
Senja langsung tersenyum tipis, ia hampir lupa jika di sampingnya ada suami bucinnya, ketiga sahabatnya hanya tersenyum.
"Lo nggak berubah walau dah pakai hijab," ujar Alan yang langsung ditatap tajam oleh Satya.
"Salah lagi lo, ada pawang gue tercinta," ujar Senja sambil mengedipkan mata ke suaminya.
Deo dan Leo hanya menggelengkan kepalanya, Senja yang tidak bisa diam bisa patuh hanya dengan sebutkan kata Yang oleh Suaminya.
Satya ibaratkan bukan sebagai suami, tapi bisa menjadi kakak dan orang tua untuk istrinya, Deo tersenyum, tapi sedetik kemudian pria itu bergidik karena tidak bisa membayangkan jika ia yang berada di posisi Ranga tidak akan sanggup.
"Jadi apa rencana Abang?" tanya Leo kepada Ranga.
"Kita lihat sejauh mana keduanya mau bermain-main," ucap Ranga.
Ayah Nugraha yang sedari tadi diam, berkata."Kita bisa awasi Fifi dan Ferdi apa mereka terlibat juga !"
__ADS_1
Bersambung ya….