PENGANTIN PENGGANTI IBUKU

PENGANTIN PENGGANTI IBUKU
Episode 95


__ADS_3

Malam harinya semua sudah masuk kamar masing-masing, Senja yang baru saja siap sholat melihat suaminya berdiri di balkon kamar. Ia menarik nafas panjang, saat menatap foto Kakek dengan dirinya yang berada di atas nakas.


Di tatapnya foto itu, air matanya kembali menetes saat mengingat kenangan waktu ia bersama dengan Kakeknya. Kakek sekaligus dianggap seperti sosok seorang ayah yang begitu Senja rindukan.


Saat ia merindukan sosok Ayah, saat itulah Kakek Roby hadir sebagai sosok yang begitu menyayangi dirinya. Namun, di saat dia membutuhkan saat acara sekolah tidak ada satupun yang memperdulikannya. Hanya Bik Sum yang selalu ada untuknya, karena Bik Sum ia menjadi sosok yang ceria meskipun hatinya begitu rapuh.


Diperhatikannya suaminya yang masih berdiri di balkon, kemudian berlahan ia mendekatinya.


"Bby, mikirin apa?" tanyanya sambil memeluk tubuh suaminya dari belakang.


Satya tersenyum, ia membalikkan badannya menghadap ke istrinya. Dikecupnya kening wanita yang kini menatapnya penuh cinta.


"Bby hanya merasa enggak percaya kalau Kakek sekarang sudah enggak ada," ucapnya lirih


Senja langsung membenamkan kepalanya di dada suaminya, air matanya kembali mengalir membasahi pipinya. Mendengar Isak tangis istrinya.


Satya mengusap air mata di pipi istrinya, kemudian ia memapahnya untuk masuk karena udaranya begitu dingin.


"Kita istirahat ya," ucapnya sambil menyelimuti tubuh kecil istrinya.


Senja tak menjawab, ia hanya mengangguk menanggapi ucapan suaminya. Kini Satya memeluk istrinya, sesekali ia mendaratkan kecupan ke kening istrinya.


********


Di kediaman Ayah Nugraha, mereka sedang berkumpul diruang keluarga.


Arga kini tengah main game dengan adiknya Ranga, sedangkan Ayah Nugraha mengobrol santai dengan Arnold.


Bunda datang sambil membawa teh hangat dan cemilan untuk menemani mengobrol bersama anak-anaknya, Ayah Nugraha tersenyum saat istrinya duduk disampingnya.


"Arnold, apa benar kamu sekarang kerja Perusahaannya Yoga, Nak?" tanya Bunda sambil tersenyum.


"Iya Bun, Alhamdulillah sambutannya begitu baik," jawabnya.


"Dan Bunda tahu? sebentar lagi dia akan menikah," sahut Arga.


Ayah dan Bunda begitu terkejut mendengarnya, tapi setelah itu senyum mengembang di bibir keduanya.


"Sama siapa?" tanya Bunda sambil tersenyum menatap wajah Arnold.


"Sama Shinta, Bun," jawabnya sambil tersenyum malu saat ditanya wanita yang dianggap seperti Ibunya sendiri itu.


"Alhamdulillah, semoga bisa lancar sampai hari pernikahannya," kata Bunda


Ayah Nugraha ikut bahagia mendengarnya, karena akhirnya sahabat dari anaknya ikut menyusul menikah.

__ADS_1


"Arga jadi kamu kapan, Nak?" tanya Ayah sambil menoleh kearah Arga yang kini duduk disampingnya.


"Tunggu Suci lulus,Yah," jawabnya.


"Kenapa?" tanya Bunda.


Arga langsung melirik Arnold, hal itu membuat Arnold mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


Bunda dan ayah langsung beralih menatap tersangka utama, Arga tersenyum melihat Arnold yang salah tingkah.


"Sebenarnya Arnold mau kalau Suci fokus ke kuliahnya dulu, Bun." Ucapnya.


Ranga yang sedari tadi diam, akhirnya ikut bergabung duduk di samping Bundanya.


"Itu hanya Alasan lo....aja'kan!" katanya


"Enggak," jawab Arnold yang terlihat kesal melihat Ranga ikut menyudutkannya.


"Sekarang jujur aja lo, bilang enggak mau didahului oleh Suci," goda Ranga sambil tertawa.


"Mana ada, fitnah itu!"sahutnya kesal


Bunda hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak-anaknya itu.


"Udah...jangan ribut, dan kamu kapan Ranga?" tanya Bunda sambil menaikkan alisnya satu.


Ayah Nugraha hanya bisa menggelengkan kepalanya, karena selama ini tidak pernah melihat Ranga dekat dengan wanita.


"Jadi kapan kamu kenalkan wanita yang suka kamu antar jemput," sela bunda sambil tersenyum.


Deg...


Ranga begitu terkejut mendengarnya, apa selama ini Satya menceritakan tentang kedekatannya dengan Diana.


Arga menatap adiknya penuh selidik, karena selama ini Ranga tidak pernah cerita kepadanya kalau sedang dekat dengan wanita.


"Apa dia begitu jelek, sampai kamu enggak mau kenalkan ke Ayah dan Bunda, hah! ledek Arga sambil tersenyum tipis.


"Dia enggak jelek, nanti ada waktunya Ranga kenalkan ke Ayah dan Bunda," jawab Ranga.


Arga menganguk, ia kemudian mengambil kue kering yang disiapkan Bunda. Tak lama Bunda bersorak kegirangan, ia begitu terlihat bahagia.


"Ah....bunda tahu, siapa wanita itu? gadis Sholeha yang Bunda temui tadi," ujarnya.


Ayah Nugraha menatap istrinya, ia kemudian mengingat gadis seumuran Senja yang berdiri disampingnya Ranga saat pemakaman almarhum Roby.

__ADS_1


"Apa dia Diana Prasetya?" tanya Ayah.


Bunda hanya tersenyum menanggapi ucapan suaminya, tapi berbeda dengan Ranga kini wajahnya sudah memerah menahan malu.


"Ayah benar, kalau sama itu bunda setuju," katanya


"Ayah setuju juga," sahutnya sambil tersenyum.


Arga hanya menatap wajah adiknya penuh selidik, ternyata diam-diam adiknya sudah memiliki calon pendamping. Arga ingat janjinya adiknya, kalau Ranga tidak akan pernah menikah kalau sebelum melihat Abang menikah lebih dulu.


Arga menarik nafas panjang, ia ingat betul sebelum kedua orang tuanya pergi. Agar ia selalu menjaga Ranga adik kembarannya, rasanya begitu sesak dadanya saat harus kehilangan kedua orang tuanya untuk selamanya.


Keluarga besar dari papanya tidak ada yang mau menampung keduanya, hanya Ayah Nugraha dan Bunda yang datang untuk mengajak tinggal dirumahnya.


Keduanya tumbuh besar bersama Satya, Bunda dan ayah tidak pernah membedakan antara Ranga, Arga dan Satya. Sampai lulus kuliah ia harus berpisah dengan Ranga, karena harus mengurus perusahaan yang di Jakarta.


Sebenarnya ia enggan meninggalkan adik dan Bunda, karena baginya merekalah yang mampu membuat hatinya tenang. Di saat ia rindu akan pelukan maminya, hanya dengan memeluk Bunda kerinduannya itu akan terobati.


Bunda mengalihkan pandangannya ke arah Arga, melihat pemuda yang hanya diam dengan tatapan kosong membuat hatinya sakit. Wanita yang masih terlihat cantik, walau umurnya sudah tidak muda lagi itu tahu betul kalau Arga sedang merindukan sosok maminya.


Bunda berjalan mendekati Arga yang masih terlihat diam menatap ke depan, Arga begitu terkejut saat Bunda datang memeluknya.


"Jangan sedih...ingat masih ada bunda dan ayah di sini," ujarnya sambil tersenyum memeluk Arga.


"Terimakasih, Bunda," katanya sambil meneteskan air mata.


Arga hanya di depan rekan kerjanya saja ia akan terlihat dingin dan datar, tapi jika sudah di depan wanita yang tengah memeluknya pasti air matanya mengalir begitu saja.


Ayah Nugraha hanya menarik nafas panjang, bagaimana pun pasti si kembar tetap merindukan ke dua orang tuanya. Namun, ia begitu bersukur karena melihat Arga dan Ranga bisa menjadi orang yang sukses seperti ini.


"Sekarang sudah malam istirahatlah," kata bunda ke Anak-anaknya.


Tak menunggu lama mereka mulai meninggalkan ruang keluarga untuk istirahat, tak jauh beda dengan Ayah dan Bunda juga ikut masuk kamar untuk istirahat.


Walaupun orang tua telah tiada, hanya doa yang mereka inginkan dari anak-anak.


Bersambung ya...jangan lupa dukungannya dengan cara like 👍


Vote


Jika suka berikan hadiahnya 🙏


Jangan lupa baca juga karya aku yang lain


🌾 Takdir Cinta Khansa

__ADS_1


🌾 Menikah Muda


✍️ cerpen


__ADS_2